Beranda / Rumah Tangga / Menikahi Calon Suami Adik Tiri / BAB 1 Pengkhianatan Pacar dan Adik Tiri

Share

Menikahi Calon Suami Adik Tiri
Menikahi Calon Suami Adik Tiri
Penulis: RatuKuyang

BAB 1 Pengkhianatan Pacar dan Adik Tiri

Penulis: RatuKuyang
last update Tanggal publikasi: 2026-07-10 15:32:56

"Ke mana si Charlie? Kenapa susah sekali dihubungi?" gumam Selena yang berjalan mondar mandir dipinggir jalan sendirian karena mobilnya mogok. "Mana ada meeting lagi." Selena mendengus kesal. Berkali-kali ia menelepon kekasihnya tapi ponselnya mati sejak kemarin.

Manajer cantik itu mencoba membuka cup depan mobilnya untuk memeriksa apakah ada yang rusak. Sayangnya, ia tidak mengerti mesin. Di saat yang sama, Charlie melintas di sisi Selena sambil mengendarai mobil BMW-nya. Selena tak sengaja melihat kekasihnya yang ternyata tidak sendirian. Ada wanita lain di sampingnya.

"Charlie! Berhenti!" panggil Selena sambil berlari, tapi pacarnya tidak dengar. Selena mulai panik. Jelas-jelas Charlie sedang asyik selingkuh darinya. Jika tidak, mana mungkin pacarnya itu sampai menonaktifkan ponselnya dan asyik semobil dengan wanita lain.

Tanpa pikir panjang, Selena menghentikan mobil yang melintas di depannya, entah itu taksi atau bukan. Pokoknya ia harus bisa mengejar mobilnya Charlie untuk mengetahui kebenarannya.

"Pak buka pintunya!" pekik Selena sambil menggedor-gedor pintu kaca mobil, berharap, Sang sopir mobil mewah itu mau membukakan pintu mobil.

"Ada apa Mbak?" tanya si sopir setelah menurunkan pintu kaca.

"Bisa minta tolong nggak Pak. Kejar mobil yang ada di depan. Nanti saya bayar deh."

"Mbaknya lagi dicopet?" tanya sopir itu.

"Nanti Saya jelaskan sambil jalan. Nggak ada waktu lagi Pak. Saya harus cepat kejar mobil BMW itu sebelum kehilangan jejak." Selena hampir mencak-mencak karena tidak sabar.

Sang sopir melirik penumpang lain yang ada di kabin belakang melalui kaca spion apakah wanita tak dikenal ini diizinkan masuk apa tidak. Sekilas pria misterius yang lagi sibuk memeriksa tabletnya mengangguk pelan.

"Silahkan Mbak," ujar sang sopir setelah mendapat kode setuju dari atasannya.

"Terimakasih Pak," ucap Selena langsung duduk di samping sang sopir tanpa tahu kalau ada orang lain di belakang. Karena pikiran gadis itu masih kalut, Selena tidak memedulikan yang lain. Pandangan mata Selena hanya tertuju pada mobil Charlie.

"Emang yang di dalam mobil itu siapa, Mbak? Kok Mbaknya kayak panik gitu?" tanya si sopir penasaran, begitupula dengan orang yang duduk di belakang tapi Selena masih belum sadar.

"Pacar saya Pak. Dia kayaknya selingkuh sama wanita lain. Makanya saya harus pastikan apakah dia selingkuh atau tidak."

"Kenapa nggak di telepon aja pacarnya Mbak. Daripada kejar-kejaran gini."

"Sudah Pak, tapi ponselnya tidak aktif."

"Wah jelas-jelas selingkuh itu Mbak. Ngapain coba ponsel dimatiin pas lagi sama wanita lain," kompor si sopir.

Selena tidak menyahut, terlalu sibuk dengan pikirannya sendiri. Sedangkan Pria dingin yang duduk di belakang mereka hanya menyunggingkan senyum, matanya menatap lurus Selena yang sama sekali tidak menoleh ke belakang. Fokus gadis itu seolah tidak ada di dalam mobil ini.

"Ngapain mereka ke hotel. Wuah, ada yang nggak beres ini. Tolong menepi di depan hotel itu saja Pak," pinta Selena dengan emosi tertahan.

Begitu mobil menepi, Selena memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan dan ia letakkan di atas dasbor mobil. "Terima kasih ya Pak, atas tumpangannya," ujarnya seraya menutup pintu mobil dengan keras tanpa perlu menunggu jawaban.

"Tuan, apa yang harus dilakukan dengan uang ini?" tanya sang sopir pada majikannya yang sejak tadi duduk manis di belakang, tapi keberadaannya tak dianggap oleh si gadis asing tadi.

"Biarkan saja disitu, aku punya firasat, kalau dia akan balik lagi kemari," ujar pria misterius itu sambil menatap Selena yang berlari kencang masuk ke dalam hotel.

"Nami?" pekik Selena kaget setengah mati setelah tahu wanita yang digandeng Charlie masuk ke dalam hotel adalah adik tirinya. Mereka bahkan berpelukan dan bergandengan tangan mesra layaknya pasutri yang hendak bulan madu.

Tidak mungkin, aku pasti salah lihat. Ini tidak mungkin ... bagaimana bisa mereka ..., jerit Selena dalam hati. Rasanya ia tidak percaya kalau pacar dan adik tirinya telah mengkhianatinya.

Untung Selena kenal dengan pemilik hotel ini jadi ia langsung menghubungi Lala, temannya yang juga sekaligus investor perusahaan ayahnya tempat Selena bekerja. Dengan begini Selena bisa tahu apa yang dilakukan Charlie dan Nami sampai harus check in hotel segala.

"La, ini aku. Aku butuh bantuanmu sebentar sebelum kita meeting. Bisakah kau... " Selena menjelaskan apa yang terjadi pada temannya melalui sambungan telepon.

Tentu saja wanita yang bernama Lala itu terkejut dan bersedia membantu Selena. "Oke kalau gitu Sel, kamu tunggu bentar. Aku hubungi resepsionisnya.

" Makasih La. Aku akan menemuimu setelah urusanku selesai."

"Gampang, aku masih ada rapat dengan Pak Satria, CEO dari grub Wijaya. Katanya dia sudah di depan hotel. Setelah urusanku dengannya selesai. Aku bisa rapat denganmu." panggilan tertutup karena CEO dari grub Wijaya sudah meneleponnya untuk membicarakan proyek kerjasama.

Tak ingin menunggu waktu lama, Selena berjalan menuju meja resepsionis untuk menyampaikan pesan dari pemilik hotel ini. Resepsionis itu memberikan kunci kamar hotel secara diam-diam atas permintaan atasannya langsung di balik map hijau.

"Mbaknya bisa langsung cek sendiri, didalamnya terdapat kunci," bisik Sang resepsionis.

"Makasih Mbak," ucap Selena sambil tersenyum. Ia beruntung ada teman yang mau membantunya mengungkap perselingkuhan kekasih dan adik tirinya.

Dengan bergemuruh mendidih seperti larva yang siap meledak kapan saja, Selena berjalan menuju kamar hotel yang dipesan oleh kekasihnya. Kurang dari 5 menit saja, Selena sudah sampai di depan kamar hotel yang dimaksud. Selena membuka pintu perlahan dengan kunci yang tadi diberikan resepsionis.

Betapa terkejutnya Selena saat ia melihat apa yang ada didepannya...

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 24 Akting

    "Bisakah kau bersikap biasa saja? Ini terlalu berlebihan," bisik Selena pelan ditelinga Satria. "Ini adalah satu-satunya cara untuk mengusir pelakor diantara kita." Satria balas berbisik sok sweet, diskusi mereka malah terlihat makin romantis sehingga sukses membuat Nadia cemburu berat. "Bukankah bagus kalau ada dia diantara kita, dengan begitu, aku punya alasan untuk minta cerai darimu." "Kita baru saja menikah. Mana bisa bercerai secepat itu." "Sepertinya keluargamu sangat menyukai mantanmu. Aku malas jika harus bersaing untuk kepalsuan hubungan kita." Selena masih keukeuh agar Satria mau menerima Nadia meski statusnya jadi selingkuhan. Namun Satria tidak setuju. Baginya Nadia hanyalah masa lalu. "Nyonya Satria yang terhormat, aku sudah membantumu mempermalukan keluargamu. Sekarang giliranmu membantuku. Aku tak ingin ada wanita lain atau siapapun diantara kita berdua. Permainan ini hanya cukup kau dan aku saja. Oke." Ucapan Satria tak bisa dibantah lagi oleh Selena. Ia terp

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 23 Sandiwara

    "Siapa dia?" bisik Selena pada Satria. "Mantanku," jawab Satria sambil menatap wajah Selena dengan mesra. Ia bahkan membelai lembut rambut Selena sambil berkata pelan, "Bantu aku menyingkirkannya dari hadapanku, apa kau bisa?"Selena tidak langsung menjawab, ia menatap wajah mantan suaminya. "Sepertinya tidak mudah. Dia pasti membenciku karena kau menikah denganku. Tapi kau jangan khawatir, aku bisa mengatasinya." Selena tersenyum manis pada suaminya sambil pura-pura merapikan kerah baju Satria. Wanita cantik yang merupakan mantan pacar Satria, melangkah mendekat dengan anggun, dibalut gaun cream berpotongan simpel namun memancarkan keanggunan khas wanita bangsawan terpelajar. Parasnya jelita, bertubuh jangkung, dan memancarkan pesona berkelas dari seseorang yang baru saja menuntaskan studinya di luar negeri.Namun, ekspresi percaya diri wanita itu mendadak surut begitu matanya menyapu jemari Satria yang menggenggam erat tangan Selena. Tanpa dijelaskanpun semua orang paham seperti a

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 22 Sisi Lain Satria

    ​"Ssst," bisik Satria tepat di ceruk leher Selena, menyapukan napas hangatnya yang seketika membuat Selena merinding. "Katanya tadi lelah? Kalau terus mengomel, energimu malah makin habis. Anggap saja aku ini guling ekstra berotot yang bisa menjaga hawa dingin dari tubuhmu." ​"Guling ekstra berotot kepalamu peyang!" Selena mendesis gemas, berusaha mendorong dada bidang Satria yang dibalut kemeja putih. Namun, tenaganya sama sekali tidak sebanding dengan benteng kokoh pria di hadapannya ini. "Kau jangan kelewatan Tuan Satria! Kita bukan suami istri sungguhan. Harap jaga etikamu. Jika kau sedeng berhasrat aku bisa mencarikan wanita terbaik untuk memenuhi hasratmu." ​Satria justru memiringkan kepalanya, menatap bibir Selena yang mengerucut kesal dengan binar jenaka. "Nyonya Satria, apakah tahu kalau seorang suami memeluk istri sendiri itu pahala. Untuk apa repot-repot cari wanita lain kalau kau ada di sini? Apalagi kita baru saja melewati pertempuran sengit melawan 'para robot' di ba

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 21 Kamar

    "Robot berselimut manusia," gumam Selena seraya melemparkan dirinya ke atas kasur empuk berukuran King Size di dalam kamar pribadi Satria. Ia meregangkan otot lehernya yang terasa kaku, menyandarkan kepala pada tumpukan bantal tanpa memedulikan gaun emerald green-nya yang sedikit kusut.Selena menghela napas panjang, seolah baru saja menyelesaikan marathon lima puluh kilometer. "Aku bersumpah, bernapas di antara keluargamu tadi rasanya lebih menyiksa daripada menghadapi amukan Ibu Tiri dan Nami sekaligus. Kakak-kakakmu menatapku seolah ingin menguliti otakku, kakak iparmu membuang muka, dan Ibumu, astaga, Nyonya Sintia itu seperti ratu es yang tidak punya organ jantung!"Satria yang baru saja menutup pintu kamar rapat-rapt terkekeh rendah. Ia melonggarkan ikatan dasinya, melepas kancing teratas kemejanya, lalu melangkah santai menghampiri kasur. Pria itu menyandarkan pinggulnya di tepi tempat tidur, menatap istri sahnya yang sedang telentang frustrasi dengan binar jenaka."Tapi kau be

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   Bab 20 Denting

    Keheningan yang dingin langsung membeku di udara. Kalimat sengit itu meluncur begitu tenang dari bibir Ibu Satria, namun sarat akan racun intimidasi yang mampu meruntuhkan kepercayaan diri wanita mana pun.Genggaman tangan Satria di jemari Selena mendadak mengerat. Rahang tegap Tuan Muda Ketiga itu mengeras, siap melontarkan teguran tegas membela istrinya. Namun, sebelum Satria sempat membuka suara, Selena memegang pelan lengan suaminya, memberi isyarat tak kasat mata agar Satria membiarkannya menangani situasi ini.Selena menghela napas halus, sangat tenang, tanpa ada raut panik, marah, apalagi minder di wajah cantiknya. Ia melangkah satu titik ke depan, membungkukkan punggungnya sebagai sapaan hormat, lalu tersenyum anggun menatap lurus ke dalam iris mata tajam milik Ibu Satria."Selamat pagi, Nyonya Young," panggil Selena dengan suara jernih, merdu, dan teratur. "Memang benar. Saya adalah putri dari keluarga Pramoedya yang dulu sengaja disingkirkan dan dibuang karena tidak mau tund

  • Menikahi Calon Suami Adik Tiri   BAB 19 Selena Putri yang Terbuang

    "Satria, berani kau melangkah satu senti saja mendekati pintu ini, kusiram kau pakai air panas!" teriak Selena dari balik pintu kamar mandi, suaranya terngiang nyaring bercampur deru air keran yang mulai menyala.Satria yang baru saja hendak mengambil dua langkah mendekat menghentikan pergerakannya. Tawa renyahnya pecah di tengah kamar suite yang luas itu. Ia menggeleng-gelengkan kepala, membayangkan raut wajah merah padam Selena yang pasti sedang mengepalkan tangan di dalam sana."Galak sekali," sahut Satria setengah berteriak agar terdengar melewati pintu. "Padahal aku cuma mau menawarkan handuk bersih!""Tidak usah! Pergi sana!" balas Selena ketus.Satria terkekeh lagi, memutar tubuhnya dan melangkah santai menuju almari ekstra untuk mengambil pakaian ganti yang sudah disiapkan oleh asisten pribadinya sejak subuh tadi. Ancaman Selena mungkin terdengar main-main bagi orang lain, namun Satria tahu betul wanita itu punya ketegasan yang tak bisa diremehkan. Dan justru sifat pemberani i

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status