Share

BAB VII

Author: Shine
last update Last Updated: 2025-11-16 19:07:29

“Aku gak setuju.”

Kata-kataku meluncur lebih cepat dari pikiranku sendiri.

Untuk pertama kalinya, aku melawan.

“Aku tak butuh pendapatmu,” Miranda menjawab ringan, seolah yang baru saja ia dengar hanyalah gumaman tak penting.

“Aku sudah bicara dengan Dokter Lee. Dia bilang kondisi Tama stagnan, dan fasilitas di Singapura lebih lengkap.”

Aku mendongak.

Miranda duduk di sisi ranjang. Lengannya terlipat, matanya menyapu tubuh Tama dari kepala ke kaki—dingin, penuh penilaian.

“Tidak.” Suara itu ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Ibu Sri
sangat menarik
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menikahi Kakakku yang Koma   BAB LXXXV

    Tama pulang sebelum matahari benar-benar turun.Aku sedang duduk di ruang makan dengan buku terbuka di depanku ketika suara mobilnya terdengar memasuki halaman.Pintu terbuka.Ia masuk dengan langkah yang tetap tenang, tetap terukur. Jasnya masih terpasang rapi.“Kau sudah makan?” pertanyaannya datang bahkan sebelum ia benar-benar meletakkan tasnya.“Belum,” jawabku. “Kau?”“Sudah sedikit.”

  • Menikahi Kakakku yang Koma   BAB LXXXIV

    Pagi itu tidak berbeda dari biasanya.Tama berangkat lebih awal.Ia sempat berdiri beberapa detik di dekat pintu sebelum pergi, seolah ingin memastikan sesuatu.“Aku akan cukup sibuk hari ini,” katanya.“Aku tahu,” jawabku.Ia mengangguk kecil.“Kalau ada apa-apa, kabari.”Pintu tertutup.Langkahnya menjauh.

  • Menikahi Kakakku yang Koma   BAB LXXXIII

    Waktu benar-benar berlalu begitu cepat.Akhir pekan datang lagi. Padahal rasanya kemarin kami pergi ke galeri.Aku duduk di ujung sofa panjang di ruang santai,dengan remote yang sejak tadi tak lepas dari genggamanku.Di sebelahku, Tama duduk lebih tegak. Tablet tipis terbuka di pangkuannya.“Kau tidak bekerja di ruang kerja?” tanyaku sambil memindahkan saluran.“Tidak,” jawabnya tanpa mengangkat wajah. “Aku ingin bersamamu

  • Menikahi Kakakku yang Koma   BAB LXXXII

    Galeri semakin ramai menjelang malam.Lampu-lampu sorot menggantung rendah di atas kanvas, membentuk bayangan lembut di lantai putih mengkilap. Suara percakapan terpecah menjadi potongan-potongan kecil—tentang teknik, tentang harga, tentang makna yang mungkin tidak pernah dimaksudkan pelukisnya.Tama kembali ke sisiku setelah menyelesaikan panggilan teleponnya.“Maaf,” katanya pelan. “Sedikit urusan mendesak.”Aku mengangguk.Ia melirikku sebentar, lalu berdiri di sampingku menghadap lukisan biru gelap.“Kau masih melihat hal yang sama?” tanyanya pelan, matanya tetap pada kanvas.“Aku suka lukisan ini,” jawabku akhirnya.Tama menoleh sedikit. “Karena?”“Karena ia tidak mencoba menyembunyikan gelapnya,” kataku. Beberapa detik kami berdiri tanpa bicara. Garis terang yang membelah kanvas itu tampak semakin tajam di bawah sorot lampu. Tama bergerak ke lukisan berikutnya.Aku mengikutinya. Ia membaca keterangan kecil di bawah bingkai dengan saksama, seperti membaca laporan keuangan ya

  • Menikahi Kakakku yang Koma   BAB LXXXI

    Hari-hari berlalu tanpa terasa.Di akhir pekan, Tama mengajakku menghadiri pembukaan kecil di galeri milik kenalan lama Ayah.Galeri itu lebih sunyi daripada yang kubayangkan.Langit-langitnya tinggi, dindingnya putih bersih, lantainya memantulkan cahaya lampu kuning hangat yang dipasang tersembunyi di sudut-sudut ruangan. Aroma cat minyak yang samar bercampur dengan wangi kayu tua dari bingkai-bingkai besar yang berjajar rapi.Tama berjalan di sampingku, langkahnya tenang. Jasnya gelap, rambutnya tertata rapi seperti biasa.

  • Menikahi Kakakku yang Koma   BAB LXXX

    Rumah kembali sunyi setelah percakapan itu.Bukan sunyi yang berat.Lebih seperti ruang yang sedang menyesuaikan napas.Aku masih duduk di sofa ketika Tama berdiri di depanku. Lampu ruang tamu redup, hanya satu lampu dinding yang menyala, menciptakan bayangan lembut di sepanjang lantai.“Kau lapar?” tanyanya tiba-tiba.Aku menggeleng. “Tidak terlalu.”Ia mengangguk kecil, lalu duduk di sebelahku.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status