Beranda / Mafia / Menikahi Mafia Don / Tiga - Anne - No Way Out

Share

Tiga - Anne - No Way Out

Penulis: ArinaAsh
last update Tanggal publikasi: 2026-07-02 11:16:35

Mimpi buruk itu terus menghantuiku. Mata gelap Vittorio De Luca. Suaranya yang lembut, tetapi mengerikan seperti lantunan godaan seorang iblis, ketika dia berbisik bahwa dia akan menikahiku. Sentuhannya yang lembut dan dingin membuatku merasa seperti dililit oleh seekor ular.

Setiap kali memejamkan mata, kengerian itu muncul. Mimpi buruk itu datang, dan aku akan terbangun dengan terengah-engah. Setiap kali aku mencoba tidur, Vittorio akan muncul seperti iblis yang telah menunggu di alam mimpi. Namun, lebih buruk lagi, Iblis itu juga menungguku di dunia nyata.

Dan senyum itu. Aku tidak bisa menghilangkannya dari bayanganku.

Iblis. 

Ugh. 

Aku harus menikahi iblis itu.

Ini membuatku gila.

Sejak semalam, kediaman keluarga Moretti terasa kosong. Banyak penjaga yang diganti, entah ini ada hubungannya dengan Vittorio atau tidak tetapi ada banyak orang asing disini. Apakah dia mengirim penjaga kesini untuk memastikan aku tidak kabur?

Tentu saja.

Dia akan melakukannya. Orang itu kan gila.

Aku menuruni tangga. Ketika aku sampai di ruang makan, Ayah sudah menunggu. 

“Anne,” katanya perlahan. Dia terlihat sangat berhati-hati ketika memilih kata. Sangat berbeda dengan Ayah yang selalu mengucapkan apapun yang dia mau, tidak peduli bila itu menyakiti hati lawan bicaranya. “Kau ingin makan?”

“Aku tidak lapar,” jawabku. Aku menarik kursi dan duduk tanpa menyentuh makananku. “Apa yang kau lakukan Ayah? Kau menjual anakmu sendiri pada Vittorio De Luca?”

“Setidaknya dengankan aku.”

“Kau menjualku, Ayah. Putrimu sendiri.”

“Ayah tidak memiliki pilihan lain,” jawabnya. Suaranya terdengar pelan hingga aku harus benar-benar mendengarnya. “Kalau aku menolak, dia akan membunuh kita.”

Aku menggebrak meja dengan kesal. “Kau meminjam pada mafia tanpa melihat kontraknya! Tentu saja mereka akan memerasmu!”

“Kau tidak mengerti.”

“Tidak! Ayah adalah orang yang tidak mengerti disini. Aku tidak tahu apa yang Ayah lakukan pada perusahaan Ibu sehingga kau bisa mengharncurkannya dalam waktu dua tahun—“ 

Sebelum aku sempat menyelesaikannya, Ayah menamparku. Rasa sakit dan ketidak percayaan yang kurasakan membuatku melangkah mundur. Kursi yang semula kududuki terjatuh, dan bendungan tangis yang berusaha kutahan akhirnya pecah.

Aku segera berbalik dan melarikan diri. 

Satu-satunya yang bisa kupikirkan adalah Mia. Sahabatku sejak SMA. Kalau ada seseorang yang bisa membantuku, maka Mia adalah satu-satunya orang akan membantuku. 

Dengan tangan gemetar, aku menelepon Mia. 

“Anne?” jawab Mia di seberang telepon dengan suara mengantuk. 

“Mia, tolong!” ucapku dengan suara isak tangin. “Kita harus bertemu. Kumohon! Tolong aku!”

Suara Mia segera berubah dari mengantuk menjadi ikut panik. “Ada apa?”

“Tolong, Mia. Kumohon.”

“Datanglah ke cafe tempat kita bisa bertemu, Anne. Aku akan menemuimu di sana.”

Setelah menyelinap keluar dari rumah—entah mengapa, mereka sangat mudah untuk ditipu. Apakah aku salah sangka tentang kemampuan keluarga De Luca?—dan sampai ke cafe dimana Mia sudah menunggu. 

Begitu aku masuk, Mia segera memelukku dan menyentuh pipiku yang ditampar Ayah. 

“Anne apa yang terjadi?”

Kami duduk di sudut ruangan dan aku menceritakan semuanya. Dimulai dari hutang yang terasa seperti penipuan, tentang Vittorio dan keluarga De Luca, tentang pernikahan yang menjadi pembayaran hutang, dan tujuh hari.

Tujuh hari lagi aku akan menikah dengan Iblis itu.

Mia mendengarkan tanpa memotong dan wajahnya semakin memucat, semakin dia menyadari betapa gawatnya posisiku.

“De Luca?” tanyanya dengan suara gemetar. “Katakan padaku ini lelucon, Anne. Keluarga De Luca adalah keluarga Mafia!”

Aku menggeleng. “Sayangnya, ini bukan lelucon.”

“Bagaimana mungkin Ayahmu berani berurusan dengan mereka? Apakah pengacara keluargamu tidak berusaha menghentikannya?”

Aku menangkup wajah dengan tangan. “Aku tidak tahu. Semuanya terlalu tiba-tiba, dan sekarang Ayah memiliki hutang sebesar dua ratus juta dollar lebih dan aku harus menikahinya.”

Wajah Mia memucat, kemudian dia mengumpat. “Kau tidak bisa menikah dengannya. Vittorio De Luca orang yang sangat berbahaya.”

“Kau tahu Vittorio?”

Mia mengangguk. “Beberapa klien yang datang ke firma tempatku bekerja berusaha meminta tolong karena mereka berhutang pada De Luca, tetapi itu bukan sesuatu yang bisa kami bantu, terutama ketika kami hanya firma perdata kelas menengah. Bila dihadapkan dengan keluarga mafia,” dia menggeleng, “kami hanya akan mati.”

Jantungku berdetak kencang. Mati. 

Aku memang sudah memikirkannya, tetapi mendengarnya langsung dari mulut Mia tetap mengejutkanku. 

“Aku—“ napasku tercekat, “harus bagaimana?”

Rahang Mia mengeras. “Kau punya paspor? Rekening?”

Aku mengangguk. 

Mia meraih tanganku. Matanya bahkan jauh lebih yakin daripada diriku. “Kabur.”

“Tapi—kita kabur dari Vittorio de Luca?” 

Apakah mungkin?

Pertanyaan itu menggantung di udara, tetapi aku tidak berani mengatakannya. Harapan kami sudah terlalu kecil, dan aku tidak ingin menghancurkan harapan terakhirku.

Mia mengangguk. “Kalau kau terus disini—“

Napasku tercekat. “Kemana?”

“Sejauh mungkin,” bisik Mia. “Sejauh yang kita bisa.”

Kami benar-benar melakukannya. Menghilang. Melarikan diri dari Vittorio. Bila memikirkannya lagi, aku sadar betapa bodohnya ini, terutama setelah Vittorio menantangku saat pertama kali bertemu. Namun, aku tidak ingin berhenti. 

Aku menutup tasku dan segera menyelinap keluar. Lagi. 

Mia telah menungguku dengan identitas palsu, tiket, dan … pelukan.

“Jangan menghubungi siapa pun, Anne! Vittorio mungkin akan melacaknya.”

Aku mengangguk pelan. “Aku tahu.”

Mia memelukku lebih erat, seolah ini adalah pertemuan terakhir kami. Lebih tepatnya, ini memang pertemuan terakhir kami. Ketika dia melepaskan pelukan, air mata menggenang di wajahnya dan aku tak kuasa menahan tangisku.

“Jangan mati!” bisiknya.

“Kau juga, Mia.”

“Aku akan sangat merindukanmu.”

“Aku juga,” gumamku. Genggamanku pada tangannya mengerat.

“Aku akan selalu menjadi temanmu,” kata Mia untuk yang terakhir kali sebelum dia mendorongku. “Pergilah!”

Aku tersenyum. 

Senyum itu menghilang ketika akhirnya aku berbalik dan belari ke check in counter. Pegawai itu mengangkat sebelah alisnya ketika melihatku terburu-buru. Kemudian dia melihat tiketku.”

“Lain waktu, datanglah lebih awal agar kamu tidak terburu-buru, Nona Hayes. Beruntungnya, kamu masih memiliki cukup waktu untuk menunggu, terutama karena pesawatnya delay.”

“Baik. Saya mengerti. Terimakasih.”

Leonora Hayes adalah identitasku yang baru. Mia telah memberikan ID, paspor, dan rekening palsu padaku. Setelah petugas membiarkanku masuk, aku segera memasuki Security check, imigration check, dan akhirnya menunggu di Boarding Gate. 

Sembari menunggu, aku ingin membuka ponselku untuk yang terakhir kalinya sebelum kubuang, tetapi tanganku membeku ketika seseorang menelepon.

“Ha…lo?” jawabku ragu-ragu.

Tidak ada jawaban. 

Aku menatap layarku untuk memastikan aku benar-benar mengangkatnya.

Telepon itu masih berjalan, sebelum akhirnya terputus. 

Baru setelah itu terdapat pesan masuk dari nomor yang meneleponku. Begitu aku melihat isinya, ponsel itu terjatuh dari tanganku ke lantai, dan aku segera menoleh ke kiri dan ke kanan dengan panik.

Seseorang mengikutiku, memotretku tanpa sepengetahuanku, dan mengirimkannya padaku.

Sial. Apa itu orang suruhan Vittorio?

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Menikahi Mafia Don   Sebelas - Anne - Rahasia Tengah Malam

    Aku tidak bisa tidur. Sekalipun waktu telah menunjukkan pukul dua pagi, kata-kata wanita itu tetap membuatku terjaga, seolah berusaha mengganjal pikiranku untuk terus terjaga. Vittorio menyembunyikan sesuatu.Aku tahu bahwa Vittorio pasti menyembunyikan sesuatu. Dia adalah seorang ketua mafia. Aku justru akan bingung jika dia tidak memiliki satu atau dua rahasia. Namun, apakah aku berani untuk mengungkap rahasia itu? Terutama ketika wanita itu terlalu, mencurigakan. Bagaimana jika itu hanya jebakan? Darimana dia tahu bahwa di air mancur tidak ada CCTV? Bagaimana jika ini hanyalah satu dari sekian kegilaan Vittorio? Vittorio itu gila. Setidaknya aku tahu sejauh itu. Namun, apakah dia akan benar-benar mencoba mengujiku?Aku tidak tahu. Namun, satu hal yang pasti, rasa penasaran ini mengalahkan rasa takut. Kemungkinan kecil bahwa tidak semua orang di rumah ini tunduk pada iblis itu membuatku mendapatkan sebuah harapan. Harapan kosong. Aku segera mendorong keraguan itu jauh-jauh. D

  • Menikahi Mafia Don   Sepuluh - Anne - Gaun Sang Pengantin

    Pernikahanku tinggal dua hari lagi. Dua hari. Aku tidak menyangkat bahwa hari akan berjalan secepat itu, dan sekarang aku berdiri di pantulan diriku sendiri dan nyaris tidak mengenalinya. Gaun itu terlalu indah.Mungkin terlalu indah untuk seseorang yang akan berjalan menuju altar tanpa pernah menginginkannya.“Tolong berputar, Nyonya.”Aku menarik napas sebelum mengikuti perintah perempuan yang berdiri di belakangku. Begitu tubuhku berputar, kain yang lembut itu mengikuti pergerakanku dan aku berhenti. Kualitas kain ini begitu baik, terlalu baik, seolah dia sudah mempersiapkan ini sejak lama.Vittorio telah mengikutiku sejak lama, huh. Setelah melihat ini semua, rasanya sangat mengerikan ketika aku bahkan tidak menyadari keberadaan mereka sama sekali. Foto-foto itu. Ugh. Semuanya membuatku ngeri.Perempuan itu menarik tali di pinggangku, dan aku melenguh. “Ini terlalu sempit.”“Gaun ini dibuat khussu untuk ukuran anda, Nyonya. Apakah ada yang kurang tepat?”“Bagian pinggangnya terl

  • Menikahi Mafia Don   Sembilan - Vittorio - Stalking

    "Selamat datang di tempat yang paling berharga bagiku, Angelo Mio." Untuk berkata, aku sangatlah marah ketika melihatnya berusaha mencari jalan keluar akan menjadi sebuah kebohongan. Aku tahu dia sedang mencoba mencari jalan keluar untuk melarikan diri, bahkan ketika aku telah mengancamnya bahwa aku akan menariknya dengan collar di atas altar. Namun, bukannya berhenti, dia justru berlagak seolah sedang berjalan-jalan, dan mencari jalan keluar. Aku tahu, karena dia terus mencari cara untuk melewati gerbang, meskipun dia tahu bahwa dia takkan bisa melewatinya, yang mana itu membuat segalanya menjadi sangat menarik.Itu juga alasan, aku meninggalkan pintu ini tidak terkunci karena aku ingin dia menemukannya. Aku ingin Anne mengetahui seberapa besar aku mencintainya. Bahwa obsesi ini bukanlah sebuah kebohongan. Anne Moretti ada disini bukan hanya karena ayahnya menjualnya, tetapi karena aku menginginkannya. Obsesi ini membunuhku, dan aku tidak ingin dia mengetahui betapa penting dirin

  • Menikahi Mafia Don   Delapan - Anne - Forbidden Room

    Aku tidak bisa berhenti memikirkan ruangan yang tidak bisa kubuka itu. Pelayan yang menemukanku berdiri disana dengan sigap membawaku mengelilingi rumah, tetapi tidak pernah mau menjawab apa ruangan itu. Sesungguhnya, itu menggangguku. Rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Vittorio? Tidak. Tentu saja ada lebih banyak hal yang tidak kutahu tentang Vittorio daripada hal yang kutahu tentangnya. Vittorio tidak pernah memperkenalkan dirinya kecuali fakta bahwa dia bernama Vittorio de Luca dan orang yang akan menikahiku. Bahkan kedudukannya sebagai Don dari keluarga De Luca juga kudapatkan dari jalanan.Sejauh apa rumor tentang Vittorio sebagai pembunuh berdarah dingin benar? ​Aku tidak tahu. Namun, kemungkinannya besar sekali. Apakah di balik pintu itu adalah ruang penyiksaan? Atau sesuatu yang lebih mengerikan? Mengapa mata Pelayan itu menatapku begitu tajam, dan segera—secara teknis—menarikku pergi? Aku berguling di tempat tidur.Rasa penasaran ini membunuhku dan aku tidak bi

  • Menikahi Mafia Don   Tujuh - Anne - Hate

    “Bisakah aku pergi ke dapur?” tanyaku pada Pelayan yang sedang berjalan di depanku.Pelayan itu berhenti. Dia menoleh padaku. Matanya yang gelap dan tajam terlihat sebal, seolah aku sedang memberikan tugas yang sangat dia benci. Ugh. Padahal aku hanya ingin menemukan dapurnya.Pada akhirnya, Pelayan itu menoleh padaku dan mengangguk sopan, “Lewat sini, Nyonya.”Bagaimana bisa orang yang menatapku dengan kebencian bisa bersikap begitu sopan? Rasanya semua kebohongan itu terasa begitu mudah untuk dilakukan hingga aku tidak bisa mempercayainya lagi.Pelayan itu membawaku ke dapur dimana seorang koki yang sedang mengiris sayuran segera mendongak. Bahunya menegang ketika melihatku berjalan masuk. Kemudian matanya kembali menatapku tajam penuh penghakiman.Tidakkah mereka tahu bahwa aku dipaksa menikah dengan Vittorio? Bukan sebaliknya. Kalau mereka tidak ingin aku disini, bilang saja pada Vittorio agar dia membiarkanku pe

  • Menikahi Mafia Don   Enam - Anne - Golden Cage

    Setiap memejamkan mata, aku kembali mendengar suara Vittorio yang berbisik di telingaku, “Aku akan menyeretmu di altar dengan collar.” Rasa ngeri itu merambat di punggungku dan membuatku terbangun, sehingga aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.Apa yang salah dengan lelaki itu? Kenapa dia bersikap begitu gila dan obsesif? Tentu saja. Apa yang kuharapkan dari seorang Mafia Don yang mendapat julukan Iblis.Aku mengusap wajah kasar. Berusaha untuk mengenyahkan rasa lelah.Ruangan yang diberikan Vittorio cukup besar. Lebih dari besar. Tempat ini hangat, mewah, dan nyaman. Kemewahan yang tak pernah kurasakan bahkan ketika Ibu masih hidup, dan perusahaan Moretti berada di masa jayanya. Meski begitu, tidak peduli seberapa mewah ruangan ini, penjara tetaplah penjara. Vittorio memaksaku untuk menikah dengannya, dan itu tidak berubah. Beberapa jam telah berlalu, dan aku tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan. Jadi, untuk menghabiskan waktu, aku berjalan di lorong masion yang sunyi. Orang-orang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status