Mag-log inHidup Anne Moretti yang bebas tiba-tiba harus direnggut dalam waktu tujuh hari, ketika orang paling berbahaya di New York, Vittorio De Luca, menikahinya. Untuk melunasi hutang Ayahnya, Anne tidak memiliki pilihan lain. Bagi Anne, pernikahan ini adalah gerbang menuju hukuman seumur hidup. Begitu Anne menginjakkan kaki di kediaman De Luca, semua berbeda dengan bayangannya, rumah yang secara sekilas terasa nyaman itu, mulai menunjukkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Pernikahan ini bukanlah awal, tetapi sebuah rencana yang selama ini telah rancang selama bertahun-tahun. Foto-foto dirinya memenuhi ruang rahasia. Setiap foto diambil dari titik yang tidak dia sadari. Setiap foto membuatnya semakin sadar betapa besar obsesi Vittorio padanya selama ini, dan rasa ngeri semakin mencengkramnya. Anne melarikan diri, tetapi sesuai dengan ucapannya, Vittorio selalu menemukannya. Vittorio akan melakukan segala hal untuk Anne, bahkan membakar seluruh dunia untuknya. Namun, ketika perang besar keluarga mafia meledak, Vittorio sadar bahwa obsesi saja tidak cukup. Bahwa dia harus mengorbankan segala hal untuk Anne, terutama ketika rahasia besar yang terkubur selama puluhan tahun terungkap. Apa rahasia yang melingkupi mereka? Apa yang akan Anne lakukan? Dan apakah obsesi Vittorio akan membawanya pada kebahagiaan atau justru menghancurkan mereka berdua? Karena di dunia itu, mencintai berarti bersiap untuk mati.
view moreRasa ngeri menyusup ke benakku ketika Ayah memintaku pulang lebih awal. Apalagi ketika kali terakhir Ayah melakukannya, itu hanya untuk mengabarkan padaku bahwa Ibu meninggal. Tidak pernah ada hal yang baik ketika Ayah memintaku kembali. Mataku menatap pada layar ponsel yang berkedip. Pesan dari Ayah terus muncul.
[Anne, kau harus kembali malam ini.] [Ada yang harus kita bicarakan.] [Jangan macam-macam!] Ini aneh. Ayah tidak pernah bersikap menuntut seperti ini kecuali sesuatu yang buruk sedang terjadi. Biasanya dia akan membiarkanku begitu saja, bahkan lupa bahwa aku masih hidup di luar sana. Jika Ayah memintaku kembali, maka dapat dipastikan bahwa dia menginginkan sesuatu dariku. Apa ini ada hubungannya dengan menurunnya Moretti Corporation? Ini tidak ada hubungannya denganku. Ayah sudah mengatakannya secara gamblang bahwa dia takkan memberikan Moretti Corporation padaku karena aku adalah seorang wanita. Namun, sayang untuknya, Moretti Croporation berada di ambang kehancuran di bawah kekuasaannya. Lucu sekali ketika membayangkan bagaimana Ayah yakin aku akan menghancurkan Moretti Corporation ketika dialah yang memimpin perusahaan itu pada kehancurannya. Pintu gerbang kediaman Moretti akhirnya terbuka, dan penjaga menyapa ketika mobilku melintas masuk. Dilihat dari ekspresi Penjaga yang tegang, rasa ngeri itu kembali merayap dipunggungku. Tidak hanya itu, ada empat mobil yang berjejer rapi di halaman. Hitam. Dengan jendela hitam yang tidak bisa dilihat dari luar. Ketika melirik nomor kendaraan mobil itu, mereka tidak memasangnya. Mencurigakan. Begitu aku menghentikan mobil di depan pintu, seseorang telah menghampiri dan membuka pintu untukku. Namun, dia bukan penjaga yang biasanya dipekerjakan Ayah di rumah ini. Perawakan mereka lebih besar, terlihat jauh lebih tertatih, dan sama sekali tidak kukenali. Bukankah Moretti Corporation berada di ambang kehancuran? Tidak mungkin Ayah memiliki uang untuk menyewa mereka. “Miss Moretti,” panggil seorang penjaga yang membuka pintuku. “Saya akan memarkirkan mobil anda, Miss Moretti.” “Siapa kalian?” Pria itu tidak menjawab. Mereka hanya mendorongku untuk masuk ke rumah. Sekalipun perlakuan mereka sangat sopan, mereka tidak memberiku ruang untuk menolak. Mereka menuntunku masuk ke ruang keluarga dimana aku telah menemukan Ayah duduk di sofa dengan wajah pucat pasi. Tangannya gemetar dan mencengkram ponselnya, seolah hidupnya bergantung pada benda itu. “Oh, Anne!” panggilnya begitu dia melihatku. Ayah segera berdiri. Wajahnya yang pucat pasi merekah dengan senyum yang penuh kebahagiaan. Namun, aku tidak menoleh padanya karena pandanganku segera tertuju pada seorang pria yang duduk di kursi utama. Tangannya bertaut dan menutup mulutnya, sementara sikunya memangku di meja. Napasku memburu. Orang ini. Aku mengenalnya. Matanya yang abu-abu gelap seperti awan mendung sebelum badai. Tatapannya yang dalam dan kepercayaan diri seolah mampu menghancurkan seseorang tanpa perlu mengangkat jari. Gestur tubuhnya yang angkuh dan karismatik, serta badannya yang besar dan tinggi, membuatnya terlihat seperti beruang yang berbahaya. Tidak salah lagi. Dia adalah Vittorio De Luca. Pemimpin keluarga De Luca ketika usianya masih 32 tahun. Seorang lelaki yang naik ke tahta dengan darah dan pengkhianatan. Rumor mengatakan dia membunuh keluarganya, sementara rumor lain bilang bahwa dia adalah orang yang akan membunuh tanpa berkedip. The Devil incarnate. Indeed. Apa yang dilakukan orang seperti dia disini? “Ayah? Apa yang terjadi?” Mataku kemudian melirik ke sekeliling, dan keberadaan Mr. Chase, pengacara keluarga Moretti sejak masih dalam kekuasaan mendiang Ibu, membuat rasa takut itu menjadi kenyataan. Sebelum Ayah sempat menjawab, Vittorio lebih dulu menjelaskan, “Ayahmu memiliki hutang padaku.” Aku mengerjap. Syukurlah. Beruntung ini bukan sesuatu yang terlalu berbahaya. Kupikir Ayah sedang dalam masalah besar. “Oh. Jadi, masalah itu. Apakah De Luca akan mengambil alih seluruh aset Moretti?” Senyum Vittorio merekah. Itu juga senyum yang mengerikannya bisa disebut sebagai senyum. “Bukan.” Tangan Vittorio mengetuk meja. Setiap ketukan itu terasa memberikan teror. “Itu masalahnya, Miss Moretti. Moretti Corporation tidak memiliki aset yang cukup berharga untuk menutup hutang Mr. Moretti kepada kami.” “Omong kosong! Moretti Corporattion bisa dengan mudah memiliki aset seharga seratus juta dollar.” “Kalau begitu, anda tidak melihat perkembangannya.” Aku segera menoleh pada Ayah. “Ayah, bilang ini omong kosong.” Ayah hanya menutup mulut dengan rapat. Tidak mengatakan apapun, sehingga aku menoleh pada Chase. Chase hanya menggeleng. “Hutang Ayahmu pada keluarga kami adalah seratus juga dollar.” “Kalau begitu, bukankah itu sesuai?” “Kita belum menghitung bunganya,” jawab Vittorio santai. “Lima puluh persen, ditambah dengan keterlambatan pembayaran, semuanya menjadi dua ratus tiga puluh juta dollar.” Aku bahkan belum sempat menyadari apa yang kulakukan ketika aku menggebrak meja. Ini bercanda, kan? Ini omong kosong, kan? Tubuhku gemetar karena amarah. “Omong kosong macam apa ini? Secara hukum—“ “Sepertinya, anda salah paham, Miss. Moretti. Anda tidak sedang berurusan dengan kontrak simpan pinjam yang legal. Tidak. Anda bahkan tidak bisa membawa nama hukum ketika membuat kesepakatan dengan keluarga Mafia.” Aku mengepalkan tanganku erat-erat. Dia benar. Ketika berurusan dengan mafia, ini tidak lah sah di mata hukum. Kami tidak memiliki apa pun untuk melindungi kami. Secara teknis, kami sedang menjual jiwa kami pada iblis. Dan iblis itu ada disini untuk menagih janjinya. Sial. Apa yang harus kulakukan? Aku bisa saja bekerja seumur hidupku dan tidak akan mampu membayar setengah dari hutang itu. Vittorio berdiri. Dia berjalan ke arahku dengan langkah berat, dan mau tak mau, aku melangkah mundur. Dia meraih rahangku dan membuatku berhenti. “Jangan khawatir, Kitten!” ucapnya santai. “Aku tidak akan memintamu untuk mengembalikan semua uangnya. Kita semua tahu bahwa itu mustahil. Sebagai gantinya, kau … menikahlah denganku, dan seluruh hutang Ayahmu akan lunas.” Penawaran itu membuatku membeku. Aku … salah dengar, kan? Tidak mungkin. “Apa?” “Seperti yang kubilang, kau akan menikah denganku. Ayahmu tentu sudah menyetujui hal ini.” “Ayah?!” Ayah hanya menunduk dan berbisik, “Maafkan aku.” Tidak. Tidak mungkin. Ayah tidak akan melakukan ini padaku.”Kau tidak bisa melakukan ini padaku!” “Tentu saja bisa.” “Aku akan kabur.” “Kau bisa mencoba sebanyak yang kau bisa, dan aku akan selalu menemukanmu.” “Aku membencimu.” “Kau akan berubah pikiran.” “Aku tidak mencintaimu.” Vittorio menarik tanganku dan membuat dada kami bersentuhan. Dia melingkarkan tangannya di pinggangku. “Aku akan membuatmu mencintaiku.” Dia menyelipkan rambutku ke belakang telinga. Matanya yang seperti badai tidak tergoyahkan, seolah berkata bahwa aku tidak memiliki pilihan lain. “Seminggu lagi, kau akan menjadi istriku.”Pernikahanku tinggal dua hari lagi. Dua hari. Aku tidak menyangkat bahwa hari akan berjalan secepat itu, dan sekarang aku berdiri di pantulan diriku sendiri dan nyaris tidak mengenalinya. Gaun itu terlalu indah.Mungkin terlalu indah untuk seseorang yang akan berjalan menuju altar tanpa pernah menginginkannya.“Tolong berputar, Nyonya.”Aku menarik napas sebelum mengikuti perintah perempuan yang berdiri di belakangku. Begitu tubuhku berputar, kain yang lembut itu mengikuti pergerakanku dan aku berhenti. Kualitas kain ini begitu baik, terlalu baik, seolah dia sudah mempersiapkan ini sejak lama.Vittorio telah mengikutiku sejak lama, huh. Setelah melihat ini semua, rasanya sangat mengerikan ketika aku bahkan tidak menyadari keberadaan mereka sama sekali. Foto-foto itu. Ugh. Semuanya membuatku ngeri.Perempuan itu menarik tali di pinggangku, dan aku melenguh. “Ini terlalu sempit.”“Gaun ini dibuat khussu untuk ukuran anda, Nyonya. Apakah ada yang kurang tepat?”“Bagian pinggangnya terl
"Selamat datang di tempat yang paling berharga bagiku, Angelo Mio." Untuk berkata, aku sangatlah marah ketika melihatnya berusaha mencari jalan keluar akan menjadi sebuah kebohongan. Aku tahu dia sedang mencoba mencari jalan keluar untuk melarikan diri, bahkan ketika aku telah mengancamnya bahwa aku akan menariknya dengan collar di atas altar. Namun, bukannya berhenti, dia justru berlagak seolah sedang berjalan-jalan, dan mencari jalan keluar. Aku tahu, karena dia terus mencari cara untuk melewati gerbang, meskipun dia tahu bahwa dia takkan bisa melewatinya, yang mana itu membuat segalanya menjadi sangat menarik.Itu juga alasan, aku meninggalkan pintu ini tidak terkunci karena aku ingin dia menemukannya. Aku ingin Anne mengetahui seberapa besar aku mencintainya. Bahwa obsesi ini bukanlah sebuah kebohongan. Anne Moretti ada disini bukan hanya karena ayahnya menjualnya, tetapi karena aku menginginkannya. Obsesi ini membunuhku, dan aku tidak ingin dia mengetahui betapa penting dirin
Aku tidak bisa berhenti memikirkan ruangan yang tidak bisa kubuka itu. Pelayan yang menemukanku berdiri disana dengan sigap membawaku mengelilingi rumah, tetapi tidak pernah mau menjawab apa ruangan itu. Sesungguhnya, itu menggangguku. Rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Vittorio? Tidak. Tentu saja ada lebih banyak hal yang tidak kutahu tentang Vittorio daripada hal yang kutahu tentangnya. Vittorio tidak pernah memperkenalkan dirinya kecuali fakta bahwa dia bernama Vittorio de Luca dan orang yang akan menikahiku. Bahkan kedudukannya sebagai Don dari keluarga De Luca juga kudapatkan dari jalanan.Sejauh apa rumor tentang Vittorio sebagai pembunuh berdarah dingin benar? Aku tidak tahu. Namun, kemungkinannya besar sekali. Apakah di balik pintu itu adalah ruang penyiksaan? Atau sesuatu yang lebih mengerikan? Mengapa mata Pelayan itu menatapku begitu tajam, dan segera—secara teknis—menarikku pergi? Aku berguling di tempat tidur.Rasa penasaran ini membunuhku dan aku tidak bi
“Bisakah aku pergi ke dapur?” tanyaku pada Pelayan yang sedang berjalan di depanku.Pelayan itu berhenti. Dia menoleh padaku. Matanya yang gelap dan tajam terlihat sebal, seolah aku sedang memberikan tugas yang sangat dia benci. Ugh. Padahal aku hanya ingin menemukan dapurnya.Pada akhirnya, Pelayan itu menoleh padaku dan mengangguk sopan, “Lewat sini, Nyonya.”Bagaimana bisa orang yang menatapku dengan kebencian bisa bersikap begitu sopan? Rasanya semua kebohongan itu terasa begitu mudah untuk dilakukan hingga aku tidak bisa mempercayainya lagi.Pelayan itu membawaku ke dapur dimana seorang koki yang sedang mengiris sayuran segera mendongak. Bahunya menegang ketika melihatku berjalan masuk. Kemudian matanya kembali menatapku tajam penuh penghakiman.Tidakkah mereka tahu bahwa aku dipaksa menikah dengan Vittorio? Bukan sebaliknya. Kalau mereka tidak ingin aku disini, bilang saja pada Vittorio agar dia membiarkanku pe












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.