Beranda / Mafia / Menikahi Mafia Don / Empat - Anne - Trapped

Share

Empat - Anne - Trapped

Penulis: ArinaAsh
last update Tanggal publikasi: 2026-07-03 08:19:06

Hidupku sebagai Leonora Hayes akhirnya dimulai. Kota kecil yang menjadi tujuanku berada sangat jauh dari wilayah kekuasaan De Luca. Mereka tidak akan menemukanku disini, terutama ketika aku menggunakan identitas baru. 

Papan nama yang baru saja kulewati membuatku mau tak mau tersenyum. Welcome to Ashbrook. Sebuah kota kecil yang nyaris tidak terdaftar dalam peta. Jalan utamanya hanya beberapa blok, dan untuk mencapai kota ini, aku harus berkendara memalui hutan selama tiga jam. Rumah-rumahnya pun masih sangat jarang, dengan warna pastel yang pudar. Sangat berbeda dengan New York yang penuh hiruk pikuk.

Aku akhirnya menghela napas lega.

Meskipun rumah yang kutempati jauh dari apa yang biasanya kumiliki sebagai penerus Moretti, aku merasa lebih bebas disini. Tanpa Vittorio dan tanpa Ayah yang menjualku padanya. 

Tanpa terasa tiga hari telah berlalu sejak aku sampai. Orang-orang di kota ini sangat ramah. Mereka terkadang memberikanku makanan sebagai tanda selamat datang dan dengan baik hari memberi tahuku dimana aku bisa membeli makanan dan toko mana yang mungkin membutuhkan tenagaku jika aku mulai bekerja.

“Morning, Nora!”

Mulanya aku tidak menjawab, tetapi ketika ingat bahwa namaku bukan lagi Anne, aku menoleh.

Mrs. Henderson, pemilik rumah yang kusewa, melambaikan tangan. Dia membawa sekeranjang bahan makanan yang dia ambil dari kebunnya yang berada beberapa meter dari rumahku. 

“Morning, Mrs. Henderson.”

“Kau sudah sarapan?” kata Mrs. Henderson. 

“Belum,” jawabku. “Aku belum memutuskan apakah aku akan pergi ke Sam’s dinner atau memasak sendiri.”

Mrs. Henderson menghampiriku. Dia tertawa dan memberikanku beberapa kentang dan sayur segar yang baru dia panen. 

Aku tertegun. “Oh, tidak. Aku tidak bisa menerimanya.”

“Terima saja, Nora.” Dia mengangkat keranjangnya bangga. “Aku memiliki banyak sekali. Kau bahkan bisa datang ke rumah untuk mendapat lebih banyak.”

Ketika aku masih bimbang, dia mendorong sayur dan kentang itu ke tanganku.

“Di kota ini, semua orang saling membantu.”

Dadaku menghangat. Untuk orang yang tinggal di kota yang sangat cepat dan cenderung individualis, kebaikan ini adalah sesuatu seperti angin segar, terutama ketika mereka tidak menginginkan sesuatu sebagai imbalannya.

“Terima kasih.”

Mrs. Henderson menepuk lenganku lembut. “Kau gadis yang baik, Nora. Aku tidak tahu alasan kau pindah dari New York, ke kota kecil ini, tetapi Ashbrook akan menyukaimu.”

Semoga saja. 

“Sekali lagi, terima kasih, Mrs. Henderson.”

Setelah Mrs. Henderson pergi, aku membuat makanan sederhana untukku sendiri. Beberapa hari terakhir, aku menguyusuri kota dan mengingat beberapa tempat yang ingin kukunjungi. Toko buku kecil yang tutup setiap senin. Koleksinya mungkin tidak sebanyak di New York, tetapi cukup lengkap dan pemilik toko bersedia untuk mencarikan buku yang kumau. 

Rasanya begitu bebas, ketika semua hal yang kuinginkan berada disini. Bahkan tanpa adanya beban. Tidak ada hutang ataupun pernikahan.

Yang paling penting adalah tidak ada Vittorio de Luca.

Ketika aku sedang sibuk membersihkan gudang, hujan ternyata turun. Satu-satunya hal yang kurang dari kota ini adalah hawa dinginnya yang menusuk ketika hujan turun. Aku segera menyalakan penghangat, tetapi berhenti ketika ponsel murah yang kubeli tiba-tiba bergetar.

Nomor tidak dikenal.

Jantungku mencelos. Tanganku gemetar. Aku tidak yakin apakah aku harus mengangkatnya. Bagaimana jika itu adalah Vittorio?

Setelah meneguk ludah kasar, aku dengan ragu-ragu mengangkat, “H—hallo?”

“Anne!” pekik suara itu. 

“Mia?” 

Rasa lega segera menyelimutiku, tetapi perasaan itu segera menghilang ketika Mia berteriak panik, “Anne, dengarkan aku baik-baik, kau harus pergi!”

Aku mengernyit. “Kenapa?”

Suara Mia segera berubah menjadi jeritan panik.

“Vittorio, dia tahu kau ada di Ashbrook. Jangan bawa apapun, keluar dari sana sekarang juga!”

Tubuhku gemetar. Bagaimana mungkin? Tempat ini tidak ada di dalam peta, dan hanya dalam waktu tiga hari? Bagaimana bisa? Tidak ada yang tahu lokasiku selain Mia. Aku menggunakan identitas baru. Aku tidak pernah menggunakan kartu lamaku, juga membuang ponselku. Bagaimana bisa dia menemukanku secepat ini?

Tidak. Aku tidak memiliki waktu untuk bertanya-tanya bagaimana dia menemukanku. 

Aku segera berlari ke pintu depan. Tapi kemana? Kemana aku harus lari? Aku tidak bisa melibatkan penduduk kota kecil yang baik hati ini. 

“Bersembunyilah di hutan, aku akan segera kesana.”

“Mia, aku—“

Napasku tercekat ketika membuka pintu. Di sana, seseorang telah berdiri di depan pintu dan tersenyum padaku. Senyum itu begitu dingin dan mengerikan seorang sang iblis sedang menjemputku.

“Knock knock, Miss Leonora Hayes.”

Napasku memburu. 

“Tidak. Kurasa aku harus memanggilmu, Miss Anne Moretti.”

Dunia seakan berhenti berputar. Mata abu-abu gelap yang terasa seperti bagai itu menatapku, tetapi tidak ada amarah disana. Hanya geli, seolah pelarianku selama tiga hari ini hanyalah hiburan untuknya. 

“Cat got your tongue, Angelo Mio?”

Ponselku terjatuh. Suara teriakan Mia yang memanggil namaku terasa begitu jauh. Perlahan aku mundur satu langkah, kemudian dua. Namun, dia menganggapnya sebagai izin untuk masuk. 

“Tidak. Bagaimana?” tanyaku tergagap.

Vittorio tersenyum sabar. “Apa kamu pikir aku akan membiarkan calon istriku liburan tanpa penjaga?”

“Li—buran?”

Dia menyebut ini liburan, seolah semua usahaku untuk kabur hanyalah permainan untuknya.

“Tentu saja. Ini adalah ide yang sangat cemerlang untuk menghabiskan waktu di kota yang indah ini untuk menenangkan hati. Aku tahu kamu sangat gugup dengan pernikahan kita.”

“Jangan mendekat!” pekikku.

Aku segera berbalik dan berlari menuju pintu belakang. Ini tidak mungkin terjadi. Jadi, dia tahu keberadaanku sejak awal dan hanya membiarkanku melakukan yang kusuka? Tidak. 

Aku baru saja mencapai halaman berlakang, ketika langkah kaki yang berat itu sudah ada di belakangku dan tangan yang besar menyambar pinggangku. Dia menarikku ke belakang, sehingga punggungku bersentuhan dengan dadanya. 

Dengan sekuat tenaga, aku melawan. Aku menendangnya, menggeliat, berusaha untuk menyikutnya, tetapi dia bergeming, seolah perlawananku tidak ada gunanya. 

Vittorio berbisik di telingaku dengan lembut, seperti iblis yang berusaha menjerumuskan. “Tenanglah, Angelo Mio.”

“Lepaskan aku!”

“Liburanmu sudah selesai.”

Aku kembali meronta, “Vittorio!”

Akhirnya, senyum itu melebar dan pelukannya mengerat. Ketika mata kami bertemu, ada kebahagiaan di miliknya yang seperti badai. “Kau akhirnya memanggil namaku, Anne.”

Jantungku berdebar kencang. Mengapa dia terlihat sangat bahagia hanya karena aku memanggil namanya? 

Dengan perlahan, aku berhenti melawan ketika menyadari bahwa perlawananku sia-sia. Aku tak bisa melepaskan diri dari pelukan Vittorio.

“Kenapa aku?” bisikku.

Vittorio menyisipkan rambut ke belakang telingaku. “Karena itu kau, Angelo Mio.”

Jawaban tidak jelas itu membuatku kehilangan kata-kata. “Pergi ke neraka!”

“Hm. Aku membawa neraka pada lawanku, tetapi sepertinya aku akan memikirkannya selama kau ada di sana bersamaku.”

“Orang gila!” desisku. 

Vittorio tertawa kecil. Dia memutarku, sehingga kami sekarang berhadapan. Tangannya masih melingkar di pinggangku.

“Sudah kubilang kan. Kau bebas untuk mencoba melarikan diri kemana pun yang kau mau, tetapi,” dia menunduk padaku dan berbisik tepat di telingaku, “Aku akan selalu berhasil menangkapmu. 

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Menikahi Mafia Don   Sebelas - Anne - Rahasia Tengah Malam

    Aku tidak bisa tidur. Sekalipun waktu telah menunjukkan pukul dua pagi, kata-kata wanita itu tetap membuatku terjaga, seolah berusaha mengganjal pikiranku untuk terus terjaga. Vittorio menyembunyikan sesuatu.Aku tahu bahwa Vittorio pasti menyembunyikan sesuatu. Dia adalah seorang ketua mafia. Aku justru akan bingung jika dia tidak memiliki satu atau dua rahasia. Namun, apakah aku berani untuk mengungkap rahasia itu? Terutama ketika wanita itu terlalu, mencurigakan. Bagaimana jika itu hanya jebakan? Darimana dia tahu bahwa di air mancur tidak ada CCTV? Bagaimana jika ini hanyalah satu dari sekian kegilaan Vittorio? Vittorio itu gila. Setidaknya aku tahu sejauh itu. Namun, apakah dia akan benar-benar mencoba mengujiku?Aku tidak tahu. Namun, satu hal yang pasti, rasa penasaran ini mengalahkan rasa takut. Kemungkinan kecil bahwa tidak semua orang di rumah ini tunduk pada iblis itu membuatku mendapatkan sebuah harapan. Harapan kosong. Aku segera mendorong keraguan itu jauh-jauh. D

  • Menikahi Mafia Don   Sepuluh - Anne - Gaun Sang Pengantin

    Pernikahanku tinggal dua hari lagi. Dua hari. Aku tidak menyangkat bahwa hari akan berjalan secepat itu, dan sekarang aku berdiri di pantulan diriku sendiri dan nyaris tidak mengenalinya. Gaun itu terlalu indah.Mungkin terlalu indah untuk seseorang yang akan berjalan menuju altar tanpa pernah menginginkannya.“Tolong berputar, Nyonya.”Aku menarik napas sebelum mengikuti perintah perempuan yang berdiri di belakangku. Begitu tubuhku berputar, kain yang lembut itu mengikuti pergerakanku dan aku berhenti. Kualitas kain ini begitu baik, terlalu baik, seolah dia sudah mempersiapkan ini sejak lama.Vittorio telah mengikutiku sejak lama, huh. Setelah melihat ini semua, rasanya sangat mengerikan ketika aku bahkan tidak menyadari keberadaan mereka sama sekali. Foto-foto itu. Ugh. Semuanya membuatku ngeri.Perempuan itu menarik tali di pinggangku, dan aku melenguh. “Ini terlalu sempit.”“Gaun ini dibuat khussu untuk ukuran anda, Nyonya. Apakah ada yang kurang tepat?”“Bagian pinggangnya terl

  • Menikahi Mafia Don   Sembilan - Vittorio - Stalking

    "Selamat datang di tempat yang paling berharga bagiku, Angelo Mio." Untuk berkata, aku sangatlah marah ketika melihatnya berusaha mencari jalan keluar akan menjadi sebuah kebohongan. Aku tahu dia sedang mencoba mencari jalan keluar untuk melarikan diri, bahkan ketika aku telah mengancamnya bahwa aku akan menariknya dengan collar di atas altar. Namun, bukannya berhenti, dia justru berlagak seolah sedang berjalan-jalan, dan mencari jalan keluar. Aku tahu, karena dia terus mencari cara untuk melewati gerbang, meskipun dia tahu bahwa dia takkan bisa melewatinya, yang mana itu membuat segalanya menjadi sangat menarik.Itu juga alasan, aku meninggalkan pintu ini tidak terkunci karena aku ingin dia menemukannya. Aku ingin Anne mengetahui seberapa besar aku mencintainya. Bahwa obsesi ini bukanlah sebuah kebohongan. Anne Moretti ada disini bukan hanya karena ayahnya menjualnya, tetapi karena aku menginginkannya. Obsesi ini membunuhku, dan aku tidak ingin dia mengetahui betapa penting dirin

  • Menikahi Mafia Don   Delapan - Anne - Forbidden Room

    Aku tidak bisa berhenti memikirkan ruangan yang tidak bisa kubuka itu. Pelayan yang menemukanku berdiri disana dengan sigap membawaku mengelilingi rumah, tetapi tidak pernah mau menjawab apa ruangan itu. Sesungguhnya, itu menggangguku. Rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Vittorio? Tidak. Tentu saja ada lebih banyak hal yang tidak kutahu tentang Vittorio daripada hal yang kutahu tentangnya. Vittorio tidak pernah memperkenalkan dirinya kecuali fakta bahwa dia bernama Vittorio de Luca dan orang yang akan menikahiku. Bahkan kedudukannya sebagai Don dari keluarga De Luca juga kudapatkan dari jalanan.Sejauh apa rumor tentang Vittorio sebagai pembunuh berdarah dingin benar? ​Aku tidak tahu. Namun, kemungkinannya besar sekali. Apakah di balik pintu itu adalah ruang penyiksaan? Atau sesuatu yang lebih mengerikan? Mengapa mata Pelayan itu menatapku begitu tajam, dan segera—secara teknis—menarikku pergi? Aku berguling di tempat tidur.Rasa penasaran ini membunuhku dan aku tidak bi

  • Menikahi Mafia Don   Tujuh - Anne - Hate

    “Bisakah aku pergi ke dapur?” tanyaku pada Pelayan yang sedang berjalan di depanku.Pelayan itu berhenti. Dia menoleh padaku. Matanya yang gelap dan tajam terlihat sebal, seolah aku sedang memberikan tugas yang sangat dia benci. Ugh. Padahal aku hanya ingin menemukan dapurnya.Pada akhirnya, Pelayan itu menoleh padaku dan mengangguk sopan, “Lewat sini, Nyonya.”Bagaimana bisa orang yang menatapku dengan kebencian bisa bersikap begitu sopan? Rasanya semua kebohongan itu terasa begitu mudah untuk dilakukan hingga aku tidak bisa mempercayainya lagi.Pelayan itu membawaku ke dapur dimana seorang koki yang sedang mengiris sayuran segera mendongak. Bahunya menegang ketika melihatku berjalan masuk. Kemudian matanya kembali menatapku tajam penuh penghakiman.Tidakkah mereka tahu bahwa aku dipaksa menikah dengan Vittorio? Bukan sebaliknya. Kalau mereka tidak ingin aku disini, bilang saja pada Vittorio agar dia membiarkanku pe

  • Menikahi Mafia Don   Enam - Anne - Golden Cage

    Setiap memejamkan mata, aku kembali mendengar suara Vittorio yang berbisik di telingaku, “Aku akan menyeretmu di altar dengan collar.” Rasa ngeri itu merambat di punggungku dan membuatku terbangun, sehingga aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.Apa yang salah dengan lelaki itu? Kenapa dia bersikap begitu gila dan obsesif? Tentu saja. Apa yang kuharapkan dari seorang Mafia Don yang mendapat julukan Iblis.Aku mengusap wajah kasar. Berusaha untuk mengenyahkan rasa lelah.Ruangan yang diberikan Vittorio cukup besar. Lebih dari besar. Tempat ini hangat, mewah, dan nyaman. Kemewahan yang tak pernah kurasakan bahkan ketika Ibu masih hidup, dan perusahaan Moretti berada di masa jayanya. Meski begitu, tidak peduli seberapa mewah ruangan ini, penjara tetaplah penjara. Vittorio memaksaku untuk menikah dengannya, dan itu tidak berubah. Beberapa jam telah berlalu, dan aku tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan. Jadi, untuk menghabiskan waktu, aku berjalan di lorong masion yang sunyi. Orang-orang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status