تسجيل الدخولSetiap memejamkan mata, aku kembali mendengar suara Vittorio yang berbisik di telingaku, “Aku akan menyeretmu di altar dengan collar.” Rasa ngeri itu merambat di punggungku dan membuatku terbangun, sehingga aku tidak bisa tidur dengan nyenyak.Apa yang salah dengan lelaki itu? Kenapa dia bersikap begitu gila dan obsesif? Tentu saja. Apa yang kuharapkan dari seorang Mafia Don yang mendapat julukan Iblis.Aku mengusap wajah kasar. Berusaha untuk mengenyahkan rasa lelah.Ruangan yang diberikan Vittorio cukup besar. Lebih dari besar. Tempat ini hangat, mewah, dan nyaman. Kemewahan yang tak pernah kurasakan bahkan ketika Ibu masih hidup, dan perusahaan Moretti berada di masa jayanya. Meski begitu, tidak peduli seberapa mewah ruangan ini, penjara tetaplah penjara. Vittorio memaksaku untuk menikah dengannya, dan itu tidak berubah. Beberapa jam telah berlalu, dan aku tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan. Jadi, untuk menghabiskan waktu, aku berjalan di lorong masion yang sunyi. Orang-orang
Anne tidak mengatakan sepatah kata pun sepanjang perjalanan, dan dengan keras kepala menatap ke arah jalanan seolah itu akan menyelamatkannya dari penikahan ini. Sayangnya, pernikahan ini akan terjadi tidak peduli dia menginginkannya atau tidak. Mobil kami berbelok, dan Anne memekik, ketika dia terlempar mendekat padaku. Tangan kami bersentuhan, tetapi dia segera menjauh. Aku tersenyum tipis. Manis. Dia masih jumpy seperti kucing yang ketakutan. Aku justru menyukainya.“Apa yang sangat menarik dengan melihat jalanan?”“Lebih baik daripada melihat wajahmu,” ketusnya kesal. “Ini pertama kalinya seseorang berkata pohon lebih menarik dari wajahku.” Aku mengusap rahang. “Kau tahu, jika kau memang sangat suka melihat ke luar, hm … bagaimana jika kita bulan madu ke pulau tropis? Itu akan menjadi tempat yang sangat menyenangkan untuk didatangi.”Kali ini dia menoleh dan menatapku tajam. “Memang siapa yang mau bulan madu denganmu?”“Hm.” Aku mengangguk pelan. Namun, suaraku tajam dan tidak
Hidupku sebagai Leonora Hayes akhirnya dimulai. Kota kecil yang menjadi tujuanku berada sangat jauh dari wilayah kekuasaan De Luca. Mereka tidak akan menemukanku disini, terutama ketika aku menggunakan identitas baru. Papan nama yang baru saja kulewati membuatku mau tak mau tersenyum. Welcome to Ashbrook. Sebuah kota kecil yang nyaris tidak terdaftar dalam peta. Jalan utamanya hanya beberapa blok, dan untuk mencapai kota ini, aku harus berkendara memalui hutan selama tiga jam. Rumah-rumahnya pun masih sangat jarang, dengan warna pastel yang pudar. Sangat berbeda dengan New York yang penuh hiruk pikuk.Aku akhirnya menghela napas lega.Meskipun rumah yang kutempati jauh dari apa yang biasanya kumiliki sebagai penerus Moretti, aku merasa lebih bebas disini. Tanpa Vittorio dan tanpa Ayah yang menjualku padanya. Tanpa terasa tiga hari telah berlalu sejak aku sampai. Orang-orang di kota ini sangat ramah. Mereka terkadang memberikanku makanan sebagai tanda selamat datang dan dengan baik h
Mimpi buruk itu terus menghantuiku. Mata gelap Vittorio De Luca. Suaranya yang lembut, tetapi mengerikan seperti lantunan godaan seorang iblis, ketika dia berbisik bahwa dia akan menikahiku. Sentuhannya yang lembut dan dingin membuatku merasa seperti dililit oleh seekor ular.Setiap kali memejamkan mata, kengerian itu muncul. Mimpi buruk itu datang, dan aku akan terbangun dengan terengah-engah. Setiap kali aku mencoba tidur, Vittorio akan muncul seperti iblis yang telah menunggu di alam mimpi. Namun, lebih buruk lagi, Iblis itu juga menungguku di dunia nyata.Dan senyum itu. Aku tidak bisa menghilangkannya dari bayanganku.Iblis. Ugh. Aku harus menikahi iblis itu.Ini membuatku gila.Sejak semalam, kediaman keluarga Moretti terasa kosong. Banyak penjaga yang diganti, entah ini ada hubungannya dengan Vittorio atau tidak tetapi ada banyak orang asing disini. Apakah dia mengirim penjaga kesini untuk memastikan aku tidak kabur?Tentu saja.Dia akan melakukannya. Orang itu kan gila.Aku
Aku selalu mendapatkan apa yang kuinginkan. Cepat atau lambat. Aku tidak keberatan untuk memburunya selama bertahun-tahun, selama dia tidak akan bisa melarikan diri dariku. Pada akhinya, Anne Moretti telah terjebak dalam jaring yang kupasang dengan sangat hati-hati. Anne Moretti. Mangsaku. Milikku,“Don!” Benito Romano membuka pintu ruanganku dan menatapku penuh arti. “Kudengar kau akan menikahi gadis itu seminggu lagi?”Benito adalah tangan kananku. Saudara yang tidak berbagi darah denganku. Ketika Ayah membelinya untuk penjadi penjagaku ketika usia kami masih tiga belas tahun, dia ditugaskan untuk menjadi perisai daging untukku. Namun, Benito tumbuh menjadi sesuatu yang lebih dekat denganku daripada sekadar senjata. Dia adalah saudara yang tak pernah kumiliki.Hal itu juga membuatnya menjadi satu-satunya orang yang bisa berbicara terus terang padaku, ketika semua orang takut padaku. Aku meletakkan gelas wine yang kupegang ke meja. Benitu menyilangkan tangan dan menunggu. “Ya,” k
Rasa ngeri menyusup ke benakku ketika Ayah memintaku pulang lebih awal. Apalagi ketika kali terakhir Ayah melakukannya, itu hanya untuk mengabarkan padaku bahwa Ibu meninggal. Tidak pernah ada hal yang baik ketika Ayah memintaku kembali. Mataku menatap pada layar ponsel yang berkedip. Pesan dari Ayah terus muncul.[Anne, kau harus kembali malam ini.][Ada yang harus kita bicarakan.][Jangan macam-macam!]Ini aneh. Ayah tidak pernah bersikap menuntut seperti ini kecuali sesuatu yang buruk sedang terjadi. Biasanya dia akan membiarkanku begitu saja, bahkan lupa bahwa aku masih hidup di luar sana. Jika Ayah memintaku kembali, maka dapat dipastikan bahwa dia menginginkan sesuatu dariku. Apa ini ada hubungannya dengan menurunnya Moretti Corporation? Ini tidak ada hubungannya denganku. Ayah sudah mengatakannya secara gamblang bahwa dia takkan memberikan Moretti Corporation padaku karena aku adalah seorang wanita. Namun, sayang untuknya, Moretti Croporation berada di ambang kehancuran di







