INICIAR SESIÓNEmma Grace, Elise hidup menggunakan identitas itu. Yang dia beli mahal di rumah sakit. Tapi setidaknya tak ada yang mengenalinya sebagai mantan pasien Rumah Sakit Jiwa.Dia berada di Korea selama setengah tahun untuk menjalani perawatan. Merencanakan semuanya dengan rapi. Nasib baik berpihak padanya, semua berjalan lancar.Karena Emma datang sendiri ke korea, tanpa kerabat atau apapun, pihak rumah sakit pun tak mau repot mengurus jenazahnya. Elise yang mengambil alih, uang yang dia curi dari ayahnya cukup untuk semua itu. Wajahnya telah berubah, dia pun telah sembuh setelah menjalani terapi selama setengah tahun.Dan sekarang, dia harus pergi ke Inggris, menjalani hidupnya sebagai Emma Grace karena ijin tinggal sudah habis.Lagi pula, dia tidak bisa berlama-lama di sana karena bisa saja keluarganya datang untuk memastikan apakah dia benar-benar sudah mati atau tidak. Meski rasanya mustahil mereka melakukan hal itu. Tapi demi Alicia dan supaya dia tidak mengganggu hubungan Alicia dan
Anak buahnya berlari cepat, karena baru saja mendapatkan berita yang mengejutkan. Axel sedang sibuk dengan pekerjaannya setelah menghabiskan banyak waktu untuk mencari keberadaan Elise.Anehnya dia benar-benar tidak mendapatkan apapun. Mau dibilang Elise gila tapi dia begitu cerdik menyembunyikan diri.Sedikit jejak pun tidak ada. Tidak mungkin dia dibantu oleh seseorang karena selama ini yang dia tahu Elise tidak memiliki teman. Bertahun-tahun berada di penjara dan di rumah sakit jiwa, dia hidup sendiri dalam penderitaan.Pintu ruangan dibuka dengan tergesa-gesa. Axel menatap tajam anak buahnya yang berusaha mengambilnya nafas.“Begitu berani?!” Suaranya menekan, “Apa kau tidak menginginkan pekerjaanmu lagi?”“Sir, kabar buruk.”“Kabar buruk apa?”“Mereka... mereka telah membawa istrimu kembali.”“Apa?” Axel berdiri, “Kau sudah menemukan keberadaan Elise?”“Sir, mereka telah membawa abunya kembali. Kau mau mengambilnya atau tidak?”“Bicara yang jelas!” Axel membentak, “Kenapa aku har
Tidak ada petunjuk sama sekali, Axel telah mencari di semua tempat dan seluruh Rumah Sakit Jiwa tapi keberadaan Elise tidak pernah ada.Tidak ada yang pernah melihatnya, satu laporan tentang dirinya pun tidak ada. Entah ke mana Elise lari, dia seperti sengaja menyembunyikan keberadaannya.Sekalipun dia sudah mengetahui kebenarannya tapi dia belum bisa membawa Elise pulang. Rasanya semakin tak berguna sajaAxel memutuskan pulang ke rumah kedua orang tuanya. Dia malas pulang ke rumahnya karena dia akan semakin merasa kehilangan. Dan setiap kali kembali, dia tidak bisa menahan perasaan rindu itu.Saat dia kembali, Violet berada di rumah. Melihat keadaan kakaknya, membuatnya cukup prihatin. Setidaknya, ibunya telah menceritakan semuanya “Kak, apa kau belum menemukan kakak ipar?”Axel menghela nafas, dan menggeleng, “Aku belum bisa menemukan keberadaannya.”“Bagaimana keadaan kakak ipar? Apa dia baik-baik saja?”“Entahlah. Dengan keadaannya itu, aku khawatir terjadi sesuatu dengannya.”“K
Setelah mematahkan kaki Edward, anak buah Axel menarik diri dan meninggalkan tempat itu. Alicia langsung merangkak cepat menghampiri ayahnya. Pria itu kejam, meninggalkan mereka dalam keadaan seperti itu.“Dad, bangunlah. Kau tidak boleh mati, kau harus bertahan!” Alicia tak bisa menahan tangis, melihat keadaan ayahnya yang menyedihkan dan mengerikan.“Dad,” tubuh ayahnya diguncang, “Jangan mati. Kau tidak boleh mati dan meninggalkan aku!”“A-Alicia,” suara ayahnya begitu pelan dan keadaannya sangat lemah, “Panggil dokter... Daddy sudah tidak tahan lagi."“Apa kita harus lapor polisi, Dad? Apa perlu kita mencari keadilan dan melaporkannya pada polisi?”“Jangan gegabah, panggil saja ambulans. Dan lihat keadaan ibumu.”“Tapi, keadaan Daddy seperti ini? Axel, sudah terlalu kejam. Aku tidak terima dia memperlakukan kita seperti ini.”“Bodoh,” Edward terbaring lemah, “Kalau lapor polisi, kita yang akan rugi. Masalah ini akan semakin panjang dan Axel tidak akan melepaskan kita begitu saja
Seorang anak buah sudah keluar untuk mengambil cambuk. Hari ini mereka tidak datang dengan tangan kosong. Apa yang perlu dibawa, mereka bawa.Tidak perlu menyeret mereka sampai ke markas. Dia tidak berniat membunuh, dia hanya ingin tahu kebenarannya saja. Hari ini kebetulan punya banyak waktu, dia akan bermain dengan mereka. Dan dia tidak rugi apa-apa kalau Alicia dan ayahnya tidak mau bekerja sama.Edward mengangkat tubuhnya, tapi anak buah Axel menekannya sehingga dia tidak diberi kesempatan untuk berdiri. Meski dia sangat kesal diperlakukan seperti itu, tapi dia harus menelan semuanya mentah-mentah Lagipula Elise sudah lari, Axel tidak akan bisa menemukannya.“Axel, kita satu keluarga. Bisakah berbicara baik-baik dan tidak mempermalukan kami seperti ini?”“Aku sudah berbicara baik-baik dengan kalian. Tapi kalianlah yang memilih ingin diperlakukan dengan cara seperti ini. Seharusnya sejak awal kalian memberitahuku siapa wanita itu. Dan sekarang barulah meminta aku bicara baik-baik?
Kembaran Alicia, sejak awal dia sudah curiga karena tidak mungkin ada yang begitu mirip. Tapi dia tidak menyangka mereka bisa menyembunyikannya dengan begitu rapat padahal dia sudah mencari dengan begitu teliti.Sepertinya ada rahasia besar yang disembunyikan oleh keluarga itu. Kalau tidak, kenapa mereka menyembunyikan anak sendiri sampai begitu rapat?Edward memegangi perutnya, “Pelayan kurang ajar,” dia menunjuk dengan jari gemetar, “Sekali lagi kau menyebut namanya dan membocorkan rahasia ini, tidak saja kau yang akan mati tapi seluruh keluargamu akan aku habisi.”“Ja-jangan, Tuan,” pelayan itu ketakutan, “Aku tidak akan bicara lagi, aku tidak berani.”“Daripada takut dengannya, sebaiknya kau takut denganku,” Axel memerintahkan anak buahnya untuk menangkap pelayan itu. Dia juga memerintahkan yang lain untuk menyeret ayah mertuanya.“Di sini aku yang memegang kendali, bukan kau lagi!” Dia kembali menendang Ayah mertuanya, “Sekali lagi kau berani mengancam mereka, aku pastikan ancama
Kedua orang tuanya sangat puas, karena makan malam yang dilakukan oleh Elise berjalan dengan lancar.Axel mengantarnya pulang, pria itu tidak terlihat curiga sama sekali dengan sandiwara yang dimainkan oleh Elise.Wanita gila itu berakting dengan cukup sempurna. Dan mereka pun semakin percaya kalau
Musik mengalun pelan. Lembut, dan mengisi ruangan yang dipenuhi ketegangan.Perlahan, Elise merasa suasana lebih tenang meski di bawah tekanan aura gelap dan tatapan tajam Axel yang sedang menilai dirinya.Elisa duduk dengan anggun di kursinya. Bersikap tenang dan menjaga kewarasan. Jemarinya menye
Surat perjanjian sudah berada di atas meja keesokan paginya. Elise duduk dengan tegak, tatapan matanya tak lepas dari saudara kembarnya.Jadi, mereka membawanya kembali agar dia menggantikan kakaknya menikah dengan laki-laki bernama Axel Smith?Lagi, dia harus menggantikan kakaknya itu meski kali i
Mobil yang dibawa oleh ayahnya melesat dengan cepat. Elis duduk di belakang, tertawa pelan dan menggumamkan sesuatu. Melihat itu membuat Diana sedikit cemas. Dia takut mereka salah mengambil keputusan lalu membuat kekacauan. “Edward,” dia berpaling ke arah suaminya, “Apakah keputusan kita sudah b







