Compartir

Bab 172

Autor: Lady_Rain
last update Fecha de publicación: 2026-09-22 17:49:20

“Dokter Lia siapa sih, Sayang? Kamu ketemu dia di mana?” tanya Arjuna yang masih bingung dengan ucapan istrinya.

“Ketemu di rumah pasien tadi,” jawab Nadira.

“Rumah pasien? Kok dia kenal aku?”

“Tunggu bentar! Kata kamu dia dokter bedah umum kan? Tapi kenapa dia manggil dokter bedah ke rumahnya? Emang dia yang sakit?” lanjut Arjuna lagi.

“Bukan. Yang sakit itu tantenya. Dan tadi Dokter Raka juga bingung kenapa bukan dia aja yang obatin. Padahal cuma jahitan lepas dan rembes aja tadi tuh.”

Arjuna
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (2)
goodnovel comment avatar
ika.wiratmadja1084
si Raka.. Lia juga bukan hamil ya, kayaknya menantu yg pasien VIP nya Raka deh. makanya aga beda kan itu tante ke Lia.. kayak menantu ga disukai mertua. Raka ma Agnes aja sana tuh kan dah balik, dia ga tau kan
goodnovel comment avatar
Yoshi Dwi Ramadani
raka plis..jgn buat Juna goyah hatinya gegara masa lalu ya. gua kepret lu Ka
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 194.

    “Mas Arjuna,” sapa seorang wanita yang menyambut kedatangan Arjuna dan Wisnu di rumah Mahendra.Alis Arjuna berkerut. “Dina. Kok kamu di sini?” tanya Arjuna yang kaget melihat kehadiran sepupu mantan istrinya di rumah itu.“Ada urusan, Mas. Masuk yuk, Mas udah ditunggu sama Om Mahendra.”Dina membuka pintu lebih lebar. Mempersilakan tamu Mahendra masuk.“Duduk dulu, Mas. Aku panggilin Om Mahendra dulu,” pamit Dina.Arjuna hanya mengangguk. Dia kemudian mengajak Wisnu duduk di sofa ruang tamu.Wisnu yang sedari tadi diam, mendekat ke Arjuna. “Jun, itu bukannya sepupunya Sinta ya?” tanya Wisnu.“Iya.”“Bukannya dia tinggal di Amerika ya?”“Iya. Terakhir yang aku denger juga dia di sana.”“Trus, kok dia di sini sekarang?”“Mana aku tau!”Arjuna yang juga tidak mengetahui alasan Dina kembali ke Indonesia.“Hmm ... jangan aja dia mau deketin kamu lagi. Dulu kan dia ditendang Sinta. Mungkin aja dia tau kalo kamu cerai ama Sinta terus mau deketin kamu lagi.” Wisnu memprediksi kehadiran Dina

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 193

    “Perhitungan?” Nadira menoleh ke Karin yang bersiap untuk pergi. Tatapan mereka bertemu.Nadira tersenyum pada Karin. Dia tidak mengatakan apa-apa pada rekan kerjanya itu.Karin yang melihat Nadira tersenyum padanya, langsung melengos. Dia merasa tidak enak pada senyum Nadira yang terlihat sarat makna itu.Karin segera keluar dari ruang dokter. Dia tidak ingin berlama-lama di sana, mendengar sindiran teman-temannya.Nadira tersenyum sendiri, lalu dia segera berjalan ke ruang ganti. Dia harus segera mulai bekerja, sebagai tanggung jawabnya.Rina yang masih ada di ruangan itu melihat ke arah Nadira yang baru saja keluar dari ruang ganti. Dia memutar kursinya, agar bisa melihat Nadira yang sedang bersiap untuk mengunjungi pasiennya.“Nad, tau gak ... tadi di sini pada ribut tau pas tau kamu dateng sama Dokter Arjuna,” ucap Rina.“Ribut kenapa?” tanya Nadira sambil menyiapkan barang-barangnya.“Ya ribut. Pada gak percaya kalo kamu istrinya dokter Juna.”Nadira menoleh ke Rina sambil ters

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 192

    “Selamat datang Dokter Arjuna,” sapa Wisnu yang berdiri di barisan paling depan.Arjuna mengangguk. “Semua sudah siap?”“Sudah, Dok. Perwakilan dari pusat juga sudah datang.”“Baiklah, mari kita mulai.”Arjuna menoleh ke istrinya. “Ayo, Sayang,” ajak Arjuna.“Iya, Pa Dok.”Nadira langsung melingkarkan tangannya di lengan sang suami. Dia tidak ingin berjalan sendirian, di tengah banyaknya sorot mata yang tertuju kepadanya.Langkah Arjuna tidak lagi bisa panjang dan cepat. Dia harus menyesuaikan dengan langkah kaki sang istri yang sedang membawa anak mereka di dalam kandungannya.“Maaf Dok, istrinya sudah hamil berapa bulan?” tanya seorang dokter senior yang sedang berjalan di dekat Arjuna.“7 bulan. Sudah mau masuk 8 bulan,” jawab Arjuna.“Sudah besar ya, Dok. Belum akan cuti, Dok?”“Belum. Sesuai prosedur aja.”“Oh begitu. Baik, Dok.”“Tolong jangan buat istri saya tidak punya kerjaan ya. Di juga harus memenuhi lembar kinerjanya sebagai residen. Tapi selama hamil, tolong dimaklumi. In

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 191.

    “Sinta,” ucap Nadira dan Sarah hampir bersamaan.Nadira menatap Sarah dengan sedikit tatapan takut. Dia yang sudah berharap kalau hidupnya akan jauh dari Sinta ternyata masih harus berhadapan lagi dengan nama itu.Sarah yang mengerti perasaan Nadira, menepuk punggung tangan ibu hamil itu pelan.“Pasti hanya kebetulan. Nama Sinta itu banyak di sini, Nad,” ucap Sarah mencoba menenangkan.Nadira mengangguk pelan. “Iya, Mbak. Semoga aja ini Sinta yang lain.”Sarah mengangguk. Dia tersenyum pada Nadira, agar wanita itu tidak terlalu khawatir.Sarah menoleh ke Lia yang sedang menerima telepon di dekat pintu belakang. Wanita itu terlihat sangat serius sambil sesekali berjalan ke area teras belakang.“Sayang,” panggil Arjuna yang baru selesai makan dan berdiri di belakang istrinya sambil memegang pundak Nadira.Nadira menoleh ke belakang. “Pa Dok. Udah selesai makan?”“Udah. Mereka juga udah selesai. Yuk, kamu sama Sarah makan dulu.”Arjuna melihat ke Lia. “Kalian duluan aja. Lia biar ntar ny

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 190.

    “Sekalian pendekatan, Ka?” ledek Wisnu.“Trus ama yang satunya gimana, Ka?” imbuh Arjuna.Mata Raka melotot melihat kedua sahabatnya. Dia memasang wajah kesal, karena diledek di depan Lia, wanita yang pernah dia sukai.“Terus ... terusin aja ngomongnya. Bener-bener mulut gak ada adab kalian ya,” sungut Raka.Arjuna dan Wisnu tertawa. Pasti teman mereka itu tidak ingin harga dirinya sebagai seorang pria akan jatuh.“Sorry Lia, becanda kok. Santai aja dulu di sini, gak lagi sibuk kan?” tanya Wisnu.Lia menggeleng. “Gak kok. Aku masih ngajar jam 4 nanti,” jawab Lia.“Kamu sekarang praktik di mana, Lia?” tanya Arjuna.Lia terdiam sebentar. Dia menunduk mendengar pertanyaan yang selalu membuat lukanya kembali terasa perih.Nadira menoleh ke suaminya. Sepertinya pertanyaan suaminya, membuat Lia tidak nyaman.Raka yang ada di samping Lia juga melihat perubahan sikap Lia yang terlalu mendadak.“Lia ... kamu gak papa?” tanya Raka.Lia kembali menegakkan kepalanya. Dia mencoba kembali tersenyum

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 189

    “Loh ... sama siapa dia?” gumam Wisnu sambil terus melihat ke Raka dan pasangannya.Raka berjalan semakin mendekat ke Wisnu. Dia tersenyum saat melihat sahabatnya berdiri di depan pintu.“Aku belum telat kan?” tanya Raka.“Udah hampir telat! Dari mana aja kamu?” cecar Wisnu.“Panjang ceritanya.”Raka menoleh ke wanita di sampingnya. “Lia, masih inget dia gak? Dia Wisnu temenku dulu,” tanya Raka.“Lia? Dia Lia yang kamu ceritain itu?” sahut Wisnu kaget.Lia yang ada di antara dua pria itu jadi bingung. Wanita itu melihat ke Raka yang mengajaknya datang ke tempat ini. “Kamu cerita apa, Ka?” tanya Lia pelan.“Enggak kok. Cuma cerita kalo abis gak sengaja ketemu kamu aja.”“Pa, buruan,” panggil Sarah dari dalam rumah, menyuruh suaminya agar bisa segera masuk.Wisnu menoleh ke istrinya. “Oh iya, Ma.”Wisnu melihat ke Raka. “Ayo masuk dulu. Ntar aja ceritanya. Ayo Lia,” ajak Wisnu.Lia mengangguk canggung. Dia sama sekali tidak ada rencana datang ke acara pernikahan Arjuna.Kalau bukan kar

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 3. Ide Konyol

    “Bu-Bu Sinta,” jawab dokter muda cantik itu dengan suara pelan, nyaris tak terdengar. Senyum di wajah Sinta terlihat mengerikan bagi Nadira. Dia memilih menunduk, menghindari tatapan putri pemilik rumah sakit ini. Arjuna melihat ke Nadira sekilas lalu berdiri. “Selesaikan laporannya. Besok pagi

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 2. Tekanan Segala Penjuru

    “Ayah!” pekik Nadira yang kemudian segera berlari meninggalkan mejanya. Nadira bahkan lupa membawa nampan makannya ke tempatnya, karena dia terburu-buru. Kabar tentang ayahnya yang kembali drop, membuatnya syok. Padahal baru tadi pagi dia datang untuk mengecek sendiri keadaan ayahnya. Memastika

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 1. Tawaran Tidak Masuk Akal

    “Tidurlah dengan suami saya. Pinjamkan rahimmu dan lahirkan anaknya.” Kalimat itu jatuh begitu saja, tanpa beban seolah yang sedang dibicarakan bukanlah sesuatu yang bisa menghancurkan hidup seseorang. Nadira Azzahra membeku di tempatnya, tak bisa menjawab, bahkan mulutnya ternganga mendengar perm

  • Menikahi Wanita Pilihan Istriku   Bab 5. Siapkan Diri Kamu

    Tangan Nadira mengusap lembut punggung tangan ayahnya. Tangan yang biasanya memberinya banyak kehangatan dan perlindungan, kini harus terbaring lemah tak berdaya. Nadira menatap kulit wajah ayahnya yang pucat. Tampak sekali kelelahan menahan sakit yang sewaktu-waktu bisa mengambil nyawanya. Tanpa t

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status