Share

Bab 4

Author: Pupihhh
last update Last Updated: 2025-07-22 17:28:24

"Wah ..... siapa dia?" Mereka semua bertanya-tanya.

Kiev turun dari mobil usai dibukakan pintu oleh Leon. Kiev berjalan masuk dengan kaca mata hitam dan satu tangan disaku celana.

Dia berdiri tepat dihadapan Viola yang tercengang "Apa yang kamu lakukan disini?" Viola yang mengerti suasana berusaha bersikap tenang.

"Menjemput istriku!" Jawaban Kiev sungguh membuat para gadis disana patah hati.

Dari beberapa mereka ada yang mengetahui siapa Kiev dan mereka juga mendengar cerita bagaimana Kiev Arron menikah dengan Viola Arrora.

"Oh. Rupanya itu... Nona muda Violet yang tidak tahu malu!" Seorang gadis berambut pirang sebahu mulai mencibir dengan suara pelan. Tapi suaranya terdengar orang-orang yang berada didekatnya

"Kamu tahu siapa dia?" Gadis yang bersamanya bertanya penasaran.

"Diakan memaksa Tuan Kiev Arron untuk menikahinya. Padahal dia bukan siapa-siapa, kalau mereka bercerai, Dia pasti akan jadi gelandangan yang menyedihkan!" Mereka kemudian tertawa.

Rachel yang mendengarnya tidak terima, mereka semua tidak tahu, kalau Mutyara boutique itu milik Viola. Dan desainer Viorra yang mereka idolakan, sebenarnya adalah Viola Arrora.

"Diam kalian semua!" Bentak Rachel. Viola tidak menyangka mereka bisa mengetahui kebodohannya dimasa lalu, bahkan diungkit sekarang dan saat lagi ada Kiev.

"Apa kalian tidak tahu, kalau sebenarnya..."

Rachel menghentikan ucapannya lalu melihat Viola yang menggelengkan kepala pelan.

"Nona, kenapa kamu marah? Memang itu kenyataannya bukan?"

"Tuan Kiev sangat kasihan, karena terpaksa. menikahi gadis yang tidak punya moral."

Leon dan Kiev tidak menyangka situasinya. akan sepanas ini. Ini memang kesalahan. Kiev yang dulu selalu menolak Viola, bahkan pernah didepan publik.

"Siapa bilang hanya Violet yang mengejarku? Dulu memang aku menolaknya. Tapi sekarang..." Kiev bersuara, lalu dia merangkul Viola kedalam pelukannya. "Hari ini dan selamanya, dia adalah istrikul Karena kami saling mencintail"

Mereka semua tercengang termasuk Viola, Rachel, dan Leon. Viola langsung mendongak, dia menyipitkan matanya bingung. Tentu saja, karena Kiev tidak. pernah membelanya saat dia ditindas orang lain.

Viola merasa pria yang memeluknya bukanlah Kiev yang dingin, angkuh, dan tidak pernah melihatnya. Bahkan Sekalipun Kiev tidak pernah memeluknya seperti sekarang.

Mereka nampaknya masih ada yang belum percaya. "Tuan muda Kiev, kamu jangan pura-pura. Kami semua mengetahui bagaimana kisah pernikahan kalian."

Kiev yang kesal karena meski dia sudah terlihat sangat mencintai Viola, rupanya tidak berhasil membuat mereka percaya.

Kiev menatap Viola dalam, dia melonggarkan pelukannya, memegang kedua bahu Viola yang merasakan sinyal. buruk dari Kiev.

"Kamu nggak perlu melakukannya." Bisik Viola. Dia menggeleng, menahan tangan.

Kiev dan mendorongnya pelan, posisi seperti itu membuat Kiev bebas.

Kiev mengedipkan matanya "Sayang, aku sangat merindukanmu... "Dia berkata dengan penuh cinta. Lalu menarik tengkuk Violet, menundukkan kepalanya dan mendaratkan bibirnya pada bibir Viola yang tercengang.

Mereka mengangga tidak percaya, begitu pula Rachel dan Leon. Kiev tidak pernah melakukan seperti itu kepada Viola Bahkan dia terus bersikap dingin sampai membuat Rachel membenci sikap Kiev yang terlalu sombong.

"Permisi... Hari ini Mutyara boutique tutup lebih awal. Silahkan datang kembali besok!"

Seorang maneger kepercayaan Rachel dan Viola tiba-tiba saja datang dan membuat Viola menarik kepalanya mundur.

Kiev tersenyum tipis, sangking tipisnya tidak terlihat siapapun kecuali Viola. Pada akhirnya, semua pengunjung keluar satu persatu sambil membawa belanjaan mereka.

Viola merasa canggung, dia mundur menjauh dari Kiev. Namun belum sempat melangkah, Kiev sudah lebih dulu menahan pergelangan tangannya. "Aku sudah menyelamatkan reputasimu. Kau harus membalas budil"

Viola menyipitkan matanya, mengibaskan. tangan Kiev pelan, melipat tangannya didada lalu menyahut. "Tuan muda Kiev, aku nggak menyuruhmu membantuku. Aku bisa mengatasi mereka sendiri"

"Nyonya muda Arron, kamu sangat sombong setelah memutuskan ingin bercerai!" Kiev memasukkan kedua tangannya kesaku celana, dia terlihat tenang namun dingin.

Viola tertawa, dia sering mendengar Kiev memanggilnya Nyonya muda Arron sebagai ejekan. Karena Kiev menganggapnya hanya menginginkan posisi sebagai Nyonya Arron yang dihormati semua orang.

Asalkan Kiev tahu saja, Viola telah mandiri sejak kecil. Dia tidak pernah berbuat macam-macam, uang saku dari saat sekolah selalu disimpan sampai sekarang bisa membangun Mutyara Boutique.

Jadi, seandainya Kiev tidak menikahinya, Viola pun tidak akan bangkrut karena keluarga Arrora mencoretnya dari daftar keluarga tidak memberinya warisan.

"Waktu jam kerjaku sudah habis. Tuan muda Kiev Arron, kamu pasti sangat sibuk. Lebih baik kamu pergi." Viola mengusir secara halus.

Kiev mulai hilang kesabaran menghadapi Viola yang berubah keras kepala. "Ada apa denganmu? Bukakah kau selalu menginginkan datang kesemua acaraku? Sepertinya, kecelakaan itu memang membuat kepribadianmu berubah!"

"Ya, itu benar! Viola yang sekarang, memang bukan lagi Viola yang kemarin. Dan aku nggak menginginkan datang keacara apapun yang bersangkutan dengan mu lagi. Tuan Kiev Aron! "

•••••••

Disisi lain, Alieca tengah berada disebuah klinik kecantikan. Dia mempersiapkan diri dengan berdandan sangat cantik karena berfikir Kiev akan membawanya keacara keluarga besar.

Kiev memang sering membawanya keacara keluarga ataupun perusahaan, tapi kali ini acaranya lebih spesial, karena seluruh keluarga besar dari sebelum Arron akan hadir, dan cucu dari Ratuliu Arron, nenek Kiev, akan disorot karena sekarang menduduki posisi pertama sebagai perusahaan terbesar difinshdom.

Alieca tidak sabar untuk diperkenalkan pada semua orang, bahwa dia adalah calon istrinya Kiev. Gaun yang dibeli dari Mutyara boutique rupanya sengaja dia pakai supaya menjadi sorotan semua orang karena harganya yang hampir satu milyar Kenapa Kiev belum menghubungiku? Gumamnya, biasanya Kiev selalu menghubunginya lebih awal supaya bersiap-siap.

Tapi matahari sudah terbenam, dan Kiev belum menghubunginya akan menjemput. Aliec meraih ponselnya, dia berinisiatif menghubungi Kiev saja.

Satu kali panggilan, teleponnya langsung tersambung, "Ya hallo!" Suara Kiev diujung telepon

"Kiev, kamu dimana?"

"Aku sedang sibuk. Malam ini acara keluarga besar, aku harus menghadirinya! Aku sedang dijalan!"

Aliec tersenyum dan berfikir Kiev sedang dijalan untuk menjemputnya. "Kiev aku ada diLayya Clinik, kamu mengajakku kan? Tolong jemput kesini, ya... "Dengan percaya dirinya Kiev akan membawanya.

Tidak ada suara, Kiev diam dan membuat Aliec khawatir. Aliev sudah menunggu didepan Layya Clinik, berharap Kiev segera datang.

"Acara ini diadakan tiga tahun sekali. Nenek sudah menyiapkan Viola untuk hadir! Aku sedang bersama Viola!"

Deg!

Kiev membawa Violet? Kenapa? Ini pertama kalinya Kiev membawanya keacara keluarga.

Tapi Albec tidak boleh terlihat kecewa oleh Kiev. "Oh, bebegitu rupanya... Syukurlah, aku juga capek setelah melakukan perawatan. Untungnya Viola bisa menemanimu."

"Jaga dirimu baik baik," Sahut Kiev, dia merasa bersalah, tapi mau bagaimana lagi, terlanjur membawa Viola.

Alice baru pertama kalinya kecewa, tapi dia sadar, bahwa Kiev memang memiliki istri. Viola lebih berhak untuk datang keacara apapun bersama Kiev karena dia istrinya.

Tapi, saat Kiev membawanya datang, Viola selalu menyusul dan mengacaukannya Dia selalu berada diantara Kiev dan dirinya.

Bagaimana kalau sekarang Aliec melakukan hal sama, dia tahu tempat lokasinya dihotel mana. "Maaf Kiev, tapi aku ingin datang."

•••••••

"Anggap saja ini terakhir kalinya aku datang keacaramu, Aku bersedia ikut, demi nenek." Ucap Viola setelah mempertimbangkan keputusannya.

Kiev tersenyum tipis, dia menyahut "Baiklah. Ayo....."Setidaknya usahanya dari tadi berdebat dengan Viola ada hasilnya.

Saat didalam mobil, Aliec menelpon. Kiev enggan menjawab karena menghargai Viola. Tapi sejak kapan dia menghargai Viola?

Kiev merasa, selama ini dia terlalu mengabaikan Viola yang mencintainya dan terus mengejarnya menggunakan banyak cara. Sebenarnya, siapa yang bodoh? Bahkan saat dirinya tidak ingin mengangkat. telepon, Viola melirik nama dilayarnya dan mendesaknya untuk menjawab."Angkat saja, siapa tau penting. Berisik tau nggak!"

Pada akhirnya, Kiev menjawabnya. Viola mengerti apa yang mereka bicarakan. Setelah Kiev memutus sambungan teleponnya, dia mengomentari, "Alieca bisa marah, karena kamu nggak mengajaknya!"

"Biarkan saja. Dia juga mengatakan kelelehan, karena seharian melakukan perawatan"

"Mungkin saja Aliec berfikir, kamu akan membawanya. Karena itu dia mencari alasan!" Sahut Viola Jujur saja, Viola dan Kiev pernah berbicara seperti ini. Berdua dengan intonasi tenang, meski terdengar sama sama dingin dan acuh Kiev keanehan dalam dirinya.

Selama tiga tahun dia mengabaikan Viola dia tidak pernah memperdulikan Viola dan menganggap berbicara sepatah kata dengan Viola hanya membuang waktu. Tapi, ternyata rasanya berbeda saat bersama Aliec.

Entah kenapa, Kiev tidak suka Viola membawa-bawa orang lain saat bersamanya. Tidak perlu memikirkan orang yang tidak penting.

"Orang yang tidak penting?" Viola heran, Alieca sangat penting bagi Kiev Armon. Bagi Kiev, Alieca adalah dunianya. Sepertinya bukan aku yang berubah dan aneh, tapi kamu Kiev Viola tersenyum sampai geleng-geleng kepala akan kelakuan Kiev yang seperti Casanova sejati.

Kiev merasa yang tidak beres dengan hatinya melihat senyum Viola. Dia baru menyadari, kalau Viola ternyata cantik, bukan, bukan sekedar cantik, tapi sangat cantik dilihat dari segi manapun. Dan senyumnya, sangat manis sampai bisa membuat pria meleleh.

"Ada apa denganku? Nggak mungkin aku jatuh cinta kepada Viola?" Gumam Kiev dalam hati.

••••••••

Kiev dan Viola bagaikan sepasang pangeran dan putri, mereka berjalan dengan anggun dari pintu masuk menuju Ballroom.

Kiev mengenakan tuxedo warna hitam lengkap, sementara Viola mengenakan dress hitam selutut yang pas dibadannya, dengan lengan pendek seterigah bahu dan bentuk kotak dibagian leher yang elegan, Kiev sendiri yang memilih di Mutyara boutique.

Tas dari brand ternama yang limited edition dan aksesoris dileher berbentuk V penampilan keduanya sangat elegan dan dan memukau.

"Selamat datang, Tuan dan Nyonya muda Arron" sapa Merlin, dia adalah Nyonya tertua dari anak kakaknya nenek Kiev. Merlin juga jarang datang diacara keluarga, usianya lagi muda, dia tidak suka berkumpul dan menghabiskan banyak waktu hal yang tidak penting, terkecuali acara tiga tahun sekali ini.

Kiev menundukkan kepala sebentar dengan hormat, Merlin terkenal ramah dan baik hati. Viclet baru pertama kali datang, jadi dia tidak tahu siapa wanita itu. Viola hanyal tersenyum menatapnya.

Merlin yang paham pun tersenyum, "Hallo sayangku. Aku adalah bibimu yang paling tua. Merlin."

''Aku Viola, salam kenal, Bibi. Maaf tidak mengenalmu Viola merasa tidak enak Bibi Merlin mengangguk paham, Dia mencium pipi kanan dan kiri Violet tak lupa memeluknya.''

"Kamu sangat cantik, pantas saja, Kiev memilihmu"

Viola terdiam sambil melirik Kiev. Dia lalu tersenyum tipis begitu pula Kiev yang merasa canggung.

Bukan hanya Merlin, Bibi Kiev yang lainnya yang tidak mengenal Viola pun turut menyapanya.

"Kiev, dia siapa? Kamu nggak membawa istrimu?"

Bersambung

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 15

    Seperti biasa, saat tidur Viola selalu tidur dibagian tepi ranjang memberikan jarak untuk dirinya dan Kiev.Kali ini, Kiev tidak tidur diranjang. Justru pria itu hanya mengambil bantal dan selimut didalam lemari walk in closet lalu berjalan menuju sofa.Jujur saja, sebenarnya Kiev ingin tidur diranjang bersama Viola, tapi, Kiev tidak ingin membuat Viola merasa tidak nyaman dan gelisah.Viola merasa tidak ada pergerakan disebelahnya, hingga beberapa saat kemudian, barulah Viola mengintip sedikit dan ternyata disampingnya kosong."Kemana Kiev?" gumamnya, dia tidak bisa melihat dengan jelas karena pencahayaan yang kurang.Hanya lampu tidur yang menyala, Kiev tidak bisa tidur kalau lampu utama menyala.Viola bangun dari tidurnya lalu melihat kesana kemari kesetiap penjuru kamar. Barulah dia melihat sosok bertubuh tinggi dan besar itu tidur disofa panjang yang pas seukuran Kiev.Viola sedih, karena berfikir Kiev memang berusa

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 14

    "Em ngomong-ngomong Kamu masih single?"Viola menjawab dengan santai, "Aku sudah menikah"Uhuk uhukFelix tersedak saat menyeruput Americano coffenya karena jawaban Viola yang seperti mematahkan hati dan semangatnyTapi, Felix rasanya tidak percaya."Sungguh? Kenapa aku melihat kamu seperti gadis?" Sahut Felix.Viola mengaduk-aduk hazelnut lattenya, sembari berfikir, apa benar dia memang seperti gadis yang belum menikah.Sepertinya memang sedikit benar, lagi pula usianya masih muda dan belum pernah hamil dan melahirkan."Aku nggak memaksa kamu percaya. Tapi memang itu kenyataannya!""Ah, kenapa gadis yang cantik seperti kamu harus sudah laku?" Celetuk felix memasang wajah putus asanya.Viola menahan senyumnya, bisa-bisanya Felix menyamakan dirinya dengan barang jualan. Tapi Viola sama sekali tidak tersinggung"Hidup itu maju, dan tidak berhenti. Masih banyak gadis yang berkeliaran." Sahut Viola.

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 13

    Apapun yang terjadi dirumah tangganya, Viola tetap berusaha bersikap profesional di boutique dan berusaha melupakan pembicaraannya dengan Kiev. Tapi tetap saja, dia wanita normal yang segala sesuatu pasti selalu dipikirkan. Begitu pula Kiev yang tidak bisa fokus dengan pekerjaannya di perusahaan. Dia selalu memikirkan Viola, dan kelanjutan pernikahan mereka. Kalau dia dan Viola bercerai, bagaimana dengan Nenek dan ibunya mereka pasti akan marah besar. Bahkan nenek dulu selalu mengancamnya, kalau seandainya dia melepaskan Viola, maka Kiev akan dicoret dari daftar warisan. Untuk warisan, Kiev tidak terlalu perduli. Semua harta dan aset yang dia miliki sendiri lebih dari cukup untuk menghidupinya dan keturunannya kelak. "Leon, menurutmu aku harus bagaimana?" Tanya Kiev. Saat ini, dia memang membutuhkan Leon untuk membantunya memecahkan masalahnya. Leon memang salah sa

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 12

    Pagi yang sangat cerah, Viola sudah berada didalam kamar nek ratu. Membantu wanita paruh baya itu membersihkan diri.Setelah itu, Viola juga kedapur dan mengecek para juru masak wanita yang sedang membuat makanan untuk anggota keluarga."Untuk sup nya nenek, pastikan daginya harus matang sempurna. Jangan terlalu banyak garam dan micin." Titah Viola seperti ahli gizi.Para juru masak mengangguk paham, "Baik Nyonya.""Oh ya, tolong buatkan salad sayur untukku." Tiba-tiba saja, Violet menginginkan makanan itu.Para juru masak pun mengabulkannya. Mereka terus bekerja meski diawasi Viola yang memang sangat teliti untuk masakan keluarga.Tidak merasa risih atau canggung, karena mereka sudah terbiasa disaat ada nenek dirumah, karena Viola selalu ingin memastikan makanan nenek mengandung. gizi dan nutrisi yang seimbang dan terpenuhi.Tanpa Viola sadari, sepasang mata dari tadi terus memperhatikannya dari tangga.Kiev te

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 11

    Saat matahari sudah mulai terbenam, Viola sampai dirumah keluarga Arron. Baru masuk dari pagar, dia melihat nenek Ratuliu tengah duduk ditaman bersama Clara.Viola pun menghampiri mereka, "Nenek, mama. Sudah mau malam, kenapa masih disini?""Nenek kamu, pengen cari udara segar sebentar." Jawab Clara."Sayang, kamu masih bekerja? Bukankah nenek sudah bilang, jangan lagi bekerja di boutique itu? Nama kamu bisa tercemar." Nek ratu menasehati.Viola tidak bisa menjawab. Tentu saja Viola tidak bisa berhenti bekerja disana, karena dia adalah pendirinya. Namun Nek ratu dan Mama Clara tidak tau, mereka hanya taunya Viola bekerja sebagai Maneger di Mutyara boutique."Emm, begini nek. Viola nggak enak sama teman Viola, kalau nanti dia sudah mendapatkan pengganti Viola, Viola pasti Resign." Jawab Viola berusaha meyakinkan.Dalam diri Viola yang Clara sukai, bukan hanya cantik, dan dari keluarga terpandang, namun Viola memiliki hati yang lem

  • Menikahi sang Ceo dingin    Bab 10

    Setelah gagal menemui Kiev dirumah, Aliec kini sampai di perusahaan grup Arron. Aliec sangat takut kalau Kiev marah dan tidak mau kalau Kiev terus mengacuhkannya.."Permisi, saya mau bertemu dengan tuan Kiev." Ucap Aliec kepada resepsionis"Baik, Nona Aliec. Saya akan menghubungi tuan muda Kiev." Jawab Resepsionis lalu menghubungi Secretaris Kiev untuk mengabarkan kalau Aliec datang.Hampir semua pegawai memang tau siapa Aliec, karena Aliec sering datang ke perusahaan grup Arron ketika pulang Kuliah. Dan Kiev juga memang terlihat sering bersamanya dibandingkan bersama Viola.Bahkan para karyawan juga kebanyakan. menyukai Aliec daripada Viola, dan mereka juga mendukung hubungan Aliec dan Kiev.Viola sudah terkenal buruk dimata pegawai karena merusak hubungan Kiev dan membuat Kiev tidak bahagia. Mereka lebih menyukai Aliec, terlebih Aliec gadis yang dicintai Kiev."Nona, silahkan masuk. Tuan muda Kiev. mengizinkan anda masuk." Ucap

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status