Share

Menikmati Sentuhan Pria Bayaran
Menikmati Sentuhan Pria Bayaran
Author: Iyustine

Bab 1

Author: Iyustine
last update publish date: 2025-12-05 12:36:58

“Istriku sedang di masa subur. Jadi kalau kamu bisa langsung menghamili istriku, aku tidak segan-segan memberimu bonus tambahan.”  Suara tinggi Alex di luar, terdengar nyaring dan jernih sekali.

Terlalu jernih. Hati Faya sampai bergetar mendengar kalimat dari mulut suaminya itu.

“Masuklah. Istriku sudah menunggumu di dalam.” Suara Alex terdengar lagi.

Faya menelan ludah. Kini bukan hanya hati, tubuhnya bahkan mulai bergetar. Sama sekali tidak menyangka, Alex benar-benar membayar pria asing untuk menidurinya demi mendapatkan keturunan.

Pernikahan mereka sudah berjalan delapan tahun, dan selama itu pula Faya menutup rapat rahasia kelam bahwa sang suami menderita  azoospermia, sebuah kelainan genetik yang membuat seorang pria tidak dapat menghasilkan sperma. 

Ya, Alex yang hebat di ranjang, ternyata hanya bisa menyemburkan air mani tanpa sperma sedikit pun ketika mereka bercinta.

“Aku akan mencari pria yang sedikit mirip denganku,” kata Alex bulan lalu. “Kamu tidurlah bersamanya sampai hamil.”

Faya membeku tak percaya. “T-tapi —”

“Tidak ada tapi, Fay. Aku mulai pusing dengan tuntutan Mama dan Papa soal bayi. Hitung-hitung kamu membalas semua kemewahan yang selama ini aku berikan kepadamu. Jadi aku tidak ingin dibantah!”  

Klek.

Perempuan berambut panjang itu terkesiap saat mendengar pintu dibuka. Lalu kembali menelan ludah, melihat sosok pria yang tampak lebih muda darinya, berdiri di sana. Tinggi, putih ….

“Oh, Tuhan,” desis Faya tanpa sadar. Dia buru-buru membuang pandangan dengan gugup.

“Tutup pintu, dan kerjakan tugasmu sekarang, Revan!” seru Alex dengan nada lebih tinggi.

Tanpa menyahut, lelaki yang dipanggil Revan itu menutup pintu.

Faya menahan napas. Terlebih setelah mendengar langkah kaki mendekat pada ranjang yang dia duduki. Dadanya yang sudah bergemuruh, serasa meledak ketika lelaki itu mengambil duduk di sebelahnya persis.

“Saya Revan,” kata dia dalam nada rendah. Suaranya terdengar bergetar.

Faya diam. Tetap menunduk. Tangannya mencengkeram pinggiran kasur erat-erat, sementara kedua kakinya sudah terasa lemas.

Hening.

Revan terbatuk. Sepertinya batuk yang sengaja dihadirkan. “Bu, eh, Nyonya—”

“Panggil Faya saja,” tukas Faya cepat. Dia reflek menoleh.

Deg.

Jantung perempuan itu melorot saat melihat hidung mancung dan bibir tipis milik Revan. Mata Faya menjadi terkunci. Kenapa orang ini mirip dengan Alex? Mempunyai bentuk rahang jelas, dengan bulu-bulu halus. Juga sepasang alis yang melengkung ….

Faya terkesiap ketika mendengar Revan berdehem. Gegas dia menunduk lagi.

“Faya ….” Revan terdengar mengambil napas panjang. “Apa kamu tidak nyaman dengan saya?”

Spontan Faya tertawa hambar beberapa detik. “Menurutmu?”

Revan ikut tertawa.

“Apa kamu mengira saya akan buru-buru membuka baju di depan kamu?” Faya memberanikan diri menatap Revan. Dan dia langsung membeku ketika melihat bibir tipis Revan mengguratkan garis yang sama dengan garis senyum Alex.

“K-kamu sebenarnya siapa?” Perempuan yang sudah delapan tahun menjadi istri Alex itu mengernyit.

Revan terlihat menunduk. Tersenyum getir. “Saya? Hm … pemuda miskin yang membutuhkan uang cepat untuk masa depan.”

“M-maksudku, kamu ada hubungan apa dengan suami saya? Di mana kalian bertemu?” Faya tidak dapat menahan rasa penasaran. Meskipun Alex sudah memberitahunya bahwa lelaki yang sudah dia pilih sebagai ayah biologis calon bayi mereka adalah salah satu pegawai Alex di kantornya.

“Apa Pak Alex tidak cerita?” Revan memandang Faya.

Perempuan dengan bibir sensual itu memilih untuk berbohong. Dia pun menggeleng. Tiba-tiba timbul keinginan untuk mencocokkan ucapan sang suami dengan lelaki ini. Apakah sama, atau ada fakta yang berbeda?

Revan terlihat menghela napas. “Saya pegawai baru di kantor Pak Alex.”

“Kantor yang mana?” Faya menatap Revan. Entah mengapa, perlahan rasa canggungnya menipis. Dia justru menikmati mimik yang ditampilkan lelaki di sebelahnya ini, yang dalam pandangannya seperti melihat diri Alex sepuluh tahun yang lalu. Saat pertama kali mereka  berkencan dulu.

“Kantor Pak Alex banyak ya?” Revan mencipta tawa. Wajahnya terlihat lebih rileks.

Faya mengangguk seraya menikmati cara Revan tertawa. Tanpa sadar Faya mendesah. Dulu Alex  juga tertawa seperti ini. Terutama setelah lelaki itu mencoba  melawak, lawakan yang sebenarnya garing, tetapi Faya sangat menikmati momen setiap Alex mentertawakan lawakannya sendiri.

Revan masih tertawa. Menggaruk kepalanya. “Saya di PT Chandra Nusantara.”

“Oh.” Faya memberi respon asal saja. Seluruh fokusnya masih lekat pada wajah yang terlihat sebagai Alex-nya yang dia rindui. Yang sudah hilang entah sejak kapan. Dia bahkan baru menyadarinya sekarang.

Mata Faya terus menatap. Seperti  tak kuasa untuk lepas dari wajah lelaki itu.

Beberapa detik tetap begitu. Dan entah di detik ke berapa, tangan Faya bergerak. Menyentuh pipi Revan. Lembut, perlahan. Lalu bergerak pelan ke arah bibir. Jari jemarinya kembali bergerak di sana. Halus … menyapu bibir tipis lelaki itu. Merasai rambut yang mungkin tumbuh sebentar lagi di atasnya.

“Alex …,” desis Faya.

Dia diam saja saat bibir Revan membuka, kemudian menutup perlahan. Membiarkan pria itu mengulum satu jarinya.

Faya terus terpaku. Hanya bola matanya yang bergerak. Memindai alis, hidung, bibir …. Perempuan itu terpejam otomatis sewaktu merasa sebuah tangan menyentuh pinggangnya. Lalu merayap perlahan di tubuh bagian belakang miliknya.

“Alex ….” Faya mendesah lagi. Dalam keadaan mata masih terpejam.

Tangan yang dia yakini milik Alex itu sudah sampai di punggungnya, dekat pangkal leher. Usapan lembut dengan gerakan memutar yang terasa begitu nyata.

Darah Faya berdesir-desir. Terlebih saat dia merasakan jarinya, yang masih berada di dalam mulut lelaki itu, mulai disentuh lidah. Hangat, basah ….

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Siti Fatimah Fatimah
ceritanya romantis...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Menikmati Sentuhan Pria Bayaran   Bab 182

    “Oh, apa yang dimaksud Ibu adalah Kaisar?” Suara lembut itu terdengar menebak.“Y-ya, kemarin saya mendengar dari seorang teman,” kata Faya terus menciptakan kebohongan.“Mohon maaf, Ibu… kalau maksud Ibu ingin mengadopsi Kai, kami tidak bisa membantu… karena Kai sudah kembali ke keluarganya.”“Kepada Revan? E-eh….” Faya spontan menutup mulutnya sendiri. Dalam hati dia menjerit dengan kebodohan ini. Bisa-bisanya keceplosan begini.“Ow, Ibu kenal dengan Bang Revan?” Suara lembut itu berubah nada. Tidak terlalu formal seperti semula.Faya menarik napas. “Ya… s-sebenarnya saya juga tau tentang Kai dari Revan, karena d-dia pernah meminjam uang untuk….” Faya memejamkan mata. Entahlah, dia sendiri juga tidak tahu mengapa dia berbohong dengan alasan uang.“Mohon maaf, apa maksud Ibu mencari Bang Revan untuk menagih hutang?” Suara di sana sedikit naik. Terdengar seperti orang terkejut.“O-oh, nggak. Revan… Revan… memang pernah pinjam, tapi sudah dikembalikan. Saya… saya… hanya kepikiran untuk

  • Menikmati Sentuhan Pria Bayaran   Bab 181

    Dua orang itu tersenyum. Namun salah satunya tampak tersenyum canggung. Faya pun menjadi sedikit canggung. Ayunan kaki perempuan itu tiba-tiba terasa berat.“Faya, senang melihat kamu lagi. Kamu tambah segar, dan Chandra Junior sepertinya sudah mulai ingin menampakkan diri.” Papa Agusto, orang yang tadi tersenyum tulus, memeluk sang menantu saat mereka sudah saling dekat.“Ya, Pa. Aku banyak makan akhir-akhir ini.” Faya tersenyum. Melepaskan pelukan sambil mengelus perutnya. Memang perutnya sudah mulai menonjol, dan sejujurnya dia memang sering makan karena terasa lapar terus menerus. “Faya ibu yang hebat. Aku belum pernah melihat dia mual. Iya kan, Bee?” Alex tanpa malu memanggil Faya dengan nama kesayangan, lalu merangkul serta mengecup kening istrinya itu.“Papa sehat-sehat kan? Mama? Sehat, Ma?” Faya mendekat terlebih dulu. Mengulurkan tangan.Mama Vero menghela napas. Lalu tersenyum canggung. Dia tidak menerima uluran tangan Faya, tetapi merentangkan tangan.Yang langsung disamb

  • Menikmati Sentuhan Pria Bayaran   Bab 180

    “Pap… ada apa?” Faya tampak tersenyum tipis. Senyum yang terlihat canggung. Sementara manik matanya bergerak-gerak, seperti memindai wajah suami di hadapannya itu.Alex balas tersenyum sembari mengambil tangan Faya, meremasnya dengan sayang. Lalu dia tatap wajah cantik Faya. Rasa bersalah yang sudah berhari-hari dia pendam, akhirnya menyeruak. Mata lelaki itu berkaca-kaca.“Pap….” Tangan halus Faya terulur, menyapu pipi Alex sebelah kiri, lalu bergerak lembut sampai ke telinga. “Jangan bikin aku takut, apa yang terjadi?”“Aku minta maaf, Fay… seharusnya aku tegas dari semula, seharusnya aku langsung pasang badan untuk kamu, tapi aku malah ikut-ikutan meragukanmu.” Alex sedikit menambahkan tekanan untuk kembali meremas tangan Faya. Dia kecup tangan Faya yang lewat di depan mulutnya, saat istrinya itu menghapus buliran air yang tak dapat dia bendung lagi.Ini adalah bentuk kekalahan paling memalukan. Teringat betapa kerdil hati dan pikirannya selama ini. Tidak seperti Revan yang langsun

  • Menikmati Sentuhan Pria Bayaran   Bab 179

    Dua minggu telah berlalu, tetapi Revan masih saja terngiang ucapannya sendiri. Bahkan rasanya mimpi-mimpi dalam tidurnya kini dipenuhi potongan pembicaraannya dengan Pak Alex. Jujur, dia takut jika Pak Alex akan memberinya hukuman lebih keras dari yang sekarang.“Heh!” Sebuah suara bass disertai derit pintu membuat Revan terperanjat.Reflek Revan menoleh pada ranjang di belakangnya –bukan kepada sumber suara, melainkan ke tempat di mana Kai sudah tertidur pulas sedari tadi. Dia memang setakut itu jika Kai merasa tidak nyaman, meski sebenarnya anak buah Pak Alex ini selalu bersikap manis kepada Kai.Selama di sini, di sebuah perkebunan sawit yang dia tidak tahu tepatnya ada di mana, Revan selalu menekankan pada Kai bahwa inilah satu-satunya pekerjaan yang bisa dia pilih agar mereka tetap bersama. Jauh dari orang-orang yang ingin membawa Kai pergi.Dan Kai tampaknya percaya. Anak itu tampak gembira menjalani hari-harinya, meski teman bermainnya hanya Revan dan pekerja-pekerja perkebunan

  • Menikmati Sentuhan Pria Bayaran   Bab 178

    Alex menelan ludah saat ponsel Faya sudah di tangan. Tadi waktu hendak menutup pintu mobil, sesaat setelah Faya turun terlebih dahulu, dia mendengar ponsel istrinya itu berdering halus dalam tas. Dan entah mengapa, pikirannya langsung tertuju pada Revan.Mungkin saja pesan yang masuk berasal dari laki-laki itu, karena terakhir kali Alex mengintip ponsel ini, pesan dari Faya belum terbaca olehnya. “Huff….” Alex mendenguskan napas dengan kasar. Merutuki tangannya yang mendadak terasa dingin. Dia sadar ada bagian dari dirinya yang menolak melakukan tindakan rendah begini. Namun, harga dirinya benar-benar terusik dengan pengkhianatan Faya dan Revan.Alex mendengus sekali lagi, bersamaan dengan menyentuhkan jarinya ke layar ponsel. Gawai pipih itu terbuka sangat mudah, dan Alex mencelos. Ternyata bukan pesan dari Revan, melainkan pesan dari Laura.Akan tetapi Alex sama sekali tidak berminat, jarinya meluncur ke kotak nama ‘Revan’. Lagi-lagi hatinya mencelos. Ada dua pesan yang baru dikir

  • Menikmati Sentuhan Pria Bayaran   Bab 177

    Alex menghela napas. “Sudahlah, Ma.”Kemudian dia menoleh sembari mengulurkan tangan pada Faya. “Ayo, Fay.”“Alexander!” jerit Mama Vero. Mungkin saking marahnya, perempuan enam puluh satu tahun itu sampai menyebut nama lengkap sang putra. “Kamu sadarlah! Istrimu itu sudah pakai ilmu hitam untuk membuatmu bodoh!”“Mungkin Sofia memang bersalah membohongi kita, tapi ucapannya soal Faya itu benar! Mama bisa liat sendiri perubahanmu, yang tiba-tiba saja menurut sama perempuan jahat itu!” Mama Vero terus berseru dan memuntahkan kalimat yang sebenarnya kurang menyambung tersebut.Namun Alex tetap berjalan. Tangannya erat menggenggam tangan Faya.Faya sempat menoleh ke belakang, melihat sosok Mama Vero yang tampak merah padam. Namun dia cepat kembali menoleh ke depan. Punggung Alex yang tegap kini menyita perhatiannya.Perempuan itu menelan ludah. Sambil tetap berjalan menatap punggung sang suami, Faya pun berpikir bahwa apa yang dimuntahkan mama mertuanya itu ada benarnya juga. Kenapa Alex

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status