/ Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #186 Kakak Tapi Setan

공유

#186 Kakak Tapi Setan

작가: aisakurachan
last update 최신 업데이트: 2026-02-12 07:05:21
Ellie teringat pada uluran tangan saat Matteo jemputnya dari bawah jembatan batu itu. Sampai saat ini Ellie tidak mengerti, entah bagaimana Matteo tahu tempat persembunyian itu.

Biasanya Ellie akan bersembunyi di bawah jembatan itu, memejamkan mata dan menutup telinga, berusaha mengusir ketakutan.

Namun suatu hati, Matteo tiba-tiba datang ke bawah jembatan itu. Itulah awalnya, kadang pria itu hanya menemaninya duduk di bawah jembatan, diam di sampingnya tanpa kata.

Tapi ada juga hari dimana Matt
aisakurachan

😏😏 kaaan

| 3
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Menipu Sang CEO Buta   #192 Kakak Tapi Membela

    Dengan kalimat itu, Ellie tahu jika Leone benar-benar pecundang busuk. Dengan santainya, dia melempar kesalahan kepada orang lain. Wajahnya tetap datar tanpa dosa. Mengerikan sekali."Setelah semua itu, kau masih mengelak?" bentak Ellie."Tentu saja! Kau tidak mungkin percaya dengan kata-kata gadis seperti Belle. Dia sudah terkenal mampu melakukan apa saja untuk imbalan uang receh, termasuk berbohong." Dengan tangkas, Leone mendeskreditkan Belle. "Kau tidak memberiku uang receh kali ini. Kau memberiku seribu euro. Aku masih memilikinya di kantongku. Apa kau ingin melihatnya?"Belle merogoh dan mengeluarkan tumpukan uang yang masih baru, lalu melambaikannya di depan mereka semua."Ini seribu euro. Jumlah uang yang tidak mungkin aku miliki dengan mudah. Jadi kalian tahu sendiri dari mana aku mendapatkannya!"Belle mengantongi uang itu lagi, sebelum melanjutkan ceritanya. Gabungan kata-kata Stella dan Leone benar-benar membuatnya marah, dan siap membuka apa semuanya."Aku tidak semurah y

  • Menipu Sang CEO Buta   #191 Bohong Tapi Pandai

    Dante langsung berjalan mendahului mereka bertiga begitu mereka masuk. Sepertinya akan melapor pada Matteo."Kau tunggu di sini!"Ellie menyuruh Belle tinggal di ruang depan. Dia ingin bertanya pada Leone, tanpa kehadiran Belle."Tolong panggilkan Leone." Ellie meminta tolong pada salah satu pelayan yang melintas, yang segera saja melaksanakan perintahnya sambil berlari."Kau yakin tidak apa-apa? Kau pucat, El." Aria memperingatkan.Ellie menggeleng. Dia sudah cukup menerima bully-an Leone. Kali ini dia akan melawan sekuat tenaga.***"Ada apa lagi?"Leone datang dengan wajah kesal, karena Ellie berani memanggilnya keluar. Jika bukan karena penasaran dengan tujuan Ellie, dia tidak akan mau memenuhi panggilan itu.Namun dia tetap tidak mampu menyembunyikan kesan puas di wajahnya. Berpikir Ellie masih termakan tipuannya, apalagi melihat keadaannya yang pucat dan tampak lemah. Korban yang sempurna"Bagaimana kau tahu Raven akan ada di deretan kamar itu?" tanya Ellie."Ha? Bukankah aku sud

  • Menipu Sang CEO Buta   #190 Gigih Tapi Menang

    "Aku... Aku..."Belle berusaha membantah lagi, tapi tidak mempunyai bahan yang tepat. Lalu tiba-tiba dia bergerak mengayunkan pintu, berusaha menutupnya.Untung saja, Aria bergerak cepat. Dia menahan pintu dengan tendangan kakinya. "Jangan coba-coba. Jelaskan sekarang!" gertak Aria.Ellie mengedipkan mata cepat. Dia hampir lupa tentang itu. Aria adalah jagoan cilik yang sangat terkenal di sekolah dulu. Sebelum meninggal, ayah Aria adalah seorang polisi.Dia mendidik Aria dan membekalinya dengan ilmu bela diri yang cukup lumayan.Faktor itu juga yang membuat Aria selalu gigih mempertahankan pendapat. Jadi apapun yang dilakukan Leone pasti sangat busuk, karena berhasil membuat Aria menyerah."Katakan!" bentak Aria.Bentakan itu menarik perhatian beberapa tetangga. Ada dua atau tiga pintu bergerak membuka, memunculkan wajah bingung.Namun mereka dengan cepat menarik diri, saat melihat biang keributan adalah Belle. Tidak lagi tertarik, karena drama Belle sudah biasa terjadi.Sambil mendeca

  • Menipu Sang CEO Buta   #189 Jahat Tapi Tidak Berhasil

    Ellie tidak pernah menyangka kalau kekerasan yang membuatnya takut pada Matteo, ternyata dilakukan untuk dirinya.Seperti Aria dia juga tidak mendukung kekerasan itu, apapun alasannya. Matteo terlalu terbawa emosi, dan Dante bisa saja mati.Namun saat mendengar alasannya, Ellie merasa sedikit lebih baik. Nilai Matteo tidak lagi merah di mata Ellie.Segala pertanyaan aneh yang dilontarkan Matteo saat mereka makan bersama, mendadak menjadi masuk akal. Matteo memang benar-benar tertarik dan peduli padanya. Tidak seperti pertanyaan basa-basi busuk Stella.Matteo sungguh ingin tahu apa pekerjaan Ellie, dimana dia tinggal, bagaimana keadaannya, apakah dia bahagia atau tidak. Seluruh pertanyaan itu tulus apa adanya.Ellie meremas lengannya, karena tubuhnya mendadak hangat. Kehangatan yang menghantarkan sedikit rasa kebahagiaan.Dia tidak pernah membenci Matteo, seperti Luca maupun Leone. Mereka berdua tidak pernah berpikir panjang untuk menjajahnya, tapi Matteo tidak. I i saja sudah cukup mem

  • Menipu Sang CEO Buta   #188 Jahat Tapi Membela

    "Tunggu!" Aria tiba-tiba menghentikan langkah, saat beberapa langkah lagi mereka akan sampai ke mobil.Dia menengok ke arah belakang, lalu ke samping kanan kiri, seperti sedang mencari sesuatu."Ada apa?" tanya Ellie. Namun Aria tidak menggubris pertanyaan itu."Dante!" Dia berseru memanggil entah siapa, karena tidak terlihat siapapun di parkiran itu. Mereka hanya berdua.Namun Ellie menyimpulkan terlalu cepat. Beberapa detik setelah panggilan itu, ada sosok yang keluar dari salah satu mobil yang terparkir tidak jauh dari mobil Aria.Pria itu memakai mantel panjang hitam, dan ternyata Ellie mengenali wajahnya. Dia adalah pria yang kemarin menggeledah Max dan Raven. Ternyata namanya Dante menurut Aria.Dante mendekat dengan wajah kesal. Seharusnya dia tersembunyi, tapi mata Aria yang tajam bisa menemukannya."Matteo yang menyuruhmu ke sini?" tanya Aria."Dia memintaku menjaganya." Dengan dagunya, Dante menunjuk Ellie."Lain kali jangan bersembunyi seperti itu." Aria menunjuk mobil denga

  • Menipu Sang CEO Buta   #187 Lelucon Tapi Jahat

    Ellie menegakkan punggung seketika. "Kau yakin itu Belle memiliki ciri itu?"Ellie menegaskan sekali lagi, tidak ingin terjadi kesalahan."Tentu saja aku yakin! Aku mengenal Belle lebih lama darimu!" sahut Aria, tanpa ragu sedikitpun.Ellie terdiam berpikir. Selubung badai gelap tadi menyelimuti kepalanya, mendadak sirna. Kisah yang dibawa Aria, seakan menyorotkan sinar mentari ke dalam kegelapan benaknya.Ellie mulai menyusun perkiraan tentang apa yang sebenarnya terjadi.Entah bagaimana caranya, yang jelas Raven meninggalkan kamar malam tadi, dan tidak kembali. Namun kisah penemuan Raven dan wanita itu jelas terjadi atas campur tangan Leone. Dia yang pertama menunjuk lokasi Raven berada. Lokasi yang sebenarnya sangat tidak masuk akal.Sementara sejak awal, Matteo dengan tegas menolak kemungkinan Raven ada di deretan kamar itu."Ha... Ha... Ha!" Ellie tertawa tertawa keras terbahak-bahak sambil berdiri.Hal ini tentu saja membuat arena Aria ketakutan. Saat menemukannya tadi, Ellie ter

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status