Mag-log inLiora yang kehormatannya terenggut oleh bosnya sendiri saat acara ulang tahun perusahaan, menghancurkan hidupnya. Dia hamil, di putuskan pacar, resign dari pekerjaan, dan di usir oleh orang tua. Saat hidupnya sudah di ambang kritis, Jonathan (Bosnya) datang memohon maaf dan berjanji akan menikahinya, dan memperbaiki hidupnya seperti semula.
view more"Ethan, kau lama sekali?" Setibanya Ethan bersama Anya dari kamar mandi, dia langsung mendapat pertanyaan dari Liora yang terlihat Khawatir. "Maaf, mama. aku tadi kesulitan menggapai wastafel!" Jawab bocah itu dengan lembut. Dia adalah Ethan William Kusuma, putra sulung yang Liora lahirkan lebih awal lima menit dari Noel, dan tujuh menit dari Leona. Lima tahun lalu, Liora berusaha keras sendirian saat melahirkan dan membesarkan tiga anak kembarnya. Sekarang gadis itu bersyukur, setidaknya mereka bertiga tumbuh dengan baik walau tanpa sosok ayah di samping mereka. "Ah, kak Ethan yang lebih tinggi saja kesulitan, bagaimana denganku?" celoteh Leona memegang wajahnya dengan dua tangannya—dengan mata yang membulat dan bibir terbuka tidak bisa membayangnya jika dia yang berada di posisi itu. "Kalau kau pasti sampai. lihatlah sepatumu yang tinggi itu! Dasar Centil!" Ledek Noel membuat Leona marah hingga melipat dua tangannya di depan, melotot siap menjambak rambut kakak laki-laki keduan
Di kantor catatan sipil, sepasang kekasih keluar dengan senang sambil memegang sepasang buku nikah. Sebentar lagi giliran Liora, tapi sudah satu jam gadis itu menunggu, Jonathan masih juga belum kunjung datang. Liora menunggu dengan sabar kedatangan Jonathan sambil mengelus perutnya yang masih terlihat kempes. Dia sesekali celingukan, berpikir Jonathan mungkin sudah sampai dan hanya dia saja yang tidak sadar. "Sudah jam sepuluh. Kemana dia? Kenapa sampai sekarang belum juga datang?" ucap Liora gusar mulai tidak sabar menunggu. Di rumah sakit, suasana terasa sangat tegang di dalam ruang operasi.Sambil berkeringat, dokter sedang berkelut dengan alat-alatnya di meja operasi. lukanya cukup fatal, salah sedikit saja nyawa pasien ini bisa melayang. tanpa sengaja kain yang menutupi wajah pasien itu tersikap, menampilkan wajah Jonathan yang tidak sadarkan diri di meja operasi. Dua jam yang lalu, saat dia melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi menuju kantor catatan sipil. Tiba-ti
"Eh, jadi kau sekarang tinggal di apartemen milik bosmu itu?" seseorang di seberang telepon bertanya dengan terkejut. dia gadis berponi se-alis dengan rambut bergelombang yang kini sedang menelepon Liora. Gadis itu adalah Anya, dia teman kecil Liora yang saat ini tinggal di Kanada. Awalnya dia senang saat mengetahui Liora akan pindah ke Kanada, tetapi tiba-tiba saja Liora meneleponnya dan mengatakan bahwa dia telah membatalkan keberangkatannya. "Ya, dia memaksaku tinggal di salah satu apartement miliknya. Aku nggak bisa nolak karena dia terus merengek." jawab Liora yang sedang duduk bersantai di atas ranjang sambil memakan camilan kentang goreng yang tadi dia pesan. "Haduh, bukannya kau bilang dia itu playboy? Kenapa kau sekarang malah mau menikah dengannya, kan kita sudah sepakat untuk mengurus bayimu itu berdua. Lalu bagaimana dengan Maxime? dia terus meneleponku dan bertanya tentangmu." tanya Anya bertubi dengan semangat. Liora terdiam sejenak, kemudian dia menghela nafas berat.
"Aku akan pergi ayah, ibu, aku tidak akan meminta kalian menanggungku dan janin yang ada di dalam perutku." Liora berdiri dengan memegang koper di tangannya, dia menghadap ayah dan juga ibunya yang sedang terduduk lesu dengan Salim yang sama sekali enggan melihat wajahnya. Liora lantas membungkuk sebagai hormatnya untuk yang terakhir. Dia kemudian berjalan pergi, merasa tidak ada balasan dari kedua orang tuanya yang masih mengunci mulut, enggan berbicara dengannya. "Apa sesulit itu mengatakan siapa lelaki itu?" Salim tiba-tiba berseru membuat Liora menghentikan langkahnya di ambang pintu. Gadis itu terdiam beberapa saat tanpa menoleh ke belakang. Kemudian dia mengeratkan pegangannya pada koper dan berkata sambil tersenyum pahit. "Aku tidak mau ayah membuat masalah dengan mendatangi lelaki itu. Lagipula dia tidak mau bertanggung jawab, dan aku sendiri pun juga tidak mau menikah dengannya." ujar Liora, kini kembali berjalan meninggalkan rumah itu serta kedua orang tuanya. Gadis itu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.