LOGINEleanor yang telah menikah selama tiga tahun difitnah menyebabkan kematian anak Jeremy. Sang suami lalu memaksanya minum obat aborsi di saat dirinya tengah hamil delapan bulan. Akibatnya, Eleanor tidak hanya harus melahirkan bayinya secara prematur, tetapi juga ditendang dari Keluarga Adrian. Lima tahun kemudian, Eleanor berubah menjadi dokter hebat yang disukai banyak pria. "Apa kedua anak itu darah dagingku?" tanya Jeremy sambil menyudutkannya. Eleanor menyahut sambil tersenyum, "Bukan, anakmu sudah kamu bunuh dengan tanganmu sendiri." Jeremy melempar laporan tes DNA ke hadapan Eleanor dan mengeluarkan selembar kartu keluarga. "Mau apa kamu?" tanya Eleanor. "Kita nikah ulang," jawab Jeremy.
View MoreHis length filled me fully. I can feel the hardness of it inside. I move my hips so I can feel him more. His sweat is dripping down his ripped chest into his toned abs. He throws his head back while thrusting inside me.
I can see his piercing red eyes darted at me. His fang is so sharp and so hot. I watch him as he ravish my body. I am his human prey and my vampire predator. All I can do is moan and scream his name while gripping tightly on the bed sheet. I can feel my womanhood clenching, ready to burst in any minute now.
“Adra!”
“Adrasteia!” Fuck!
I turned to the woman next to me. “Oh ?!”
I forgot that I’m in the park of the school where students are studying, playing and chatting.
I’m here because I waited for my best friend. We used to wait two at school so we could be together in the first class. It turns out that our first class is always the same. We have four more people in college, we will soon graduate.
“You’re spacing out again!” Now he has come when it is near.
Fucky! What a waste!
“Am I?” I wonder.
Really? I’m spacing out? It feels more like a daydream to me, wet dreams in fact.
“Yes! I’m not sure if your brain is flying or you’re fantasizing, your eyes are closed, it’s like you’re stuck!” she said laughing.
Oh Fucky! Adrasteia, what the fucking fucky are you doing ?!
It’s embarrassing! Those who saw me might have thought I was wearing a vibrator today.
Fucky! This is all because of what I saw last night! It awakened my fantasy for vampires again!
“Because maybe it’s what I saw last night.”
“Hmm? What did you see? Porn?” She chuckled.
“Fucky, no!”
“Then what did you see? Is it?” She put her right hand and then guided the hand in and out as if masturbating himself.
My eyes widened at what he did with a few passersby staring at him.
“Fucky, no! Stop that! You don’t have a hairy bird!” I laughed and said to him then pulled him to sit next to me.
“What did you see?”
“I know you won’t believe everything I will say, but promise me that you won’t laugh at me.” I seriously said to her. She nodded. I pulled her closer. I sighed heavily.
“I saw vampires in the woods.” I whisper.
I pulled away to see her reaction. She’s looking serious but her neck is turning red as her face.
Fucky! I know she won’t believe me!
She burst out laughing while slamming her fist on the wooden table. I rolled my eyes at her.
I got up from there and turned to him who was still laughing with laughter. “I know you won’t believe it. Why did I even tell you? You’ll take care of it!”
I marched out of the park. I’m freaking fucky serious. I saw the vampires in the middle of the woods! They’re like a cult doing some ritual or something.
“Adra! Steia! Adrasteia!”
I stopped to hear Alta shout.
“W-wait,” she said breathlessly.
“You’re so serious! I was just having fun! It’s so funny what you said!”
I slouch my back. This is us again, it always makes me laugh.
I turned my back on him and regained my strength. “You know that’s just the effect of your research. That’s what you chose to research so you’re very much against doing that! You went out late at night and wandered in the forest just for that. Doesn’t mean you’re in the forest, it is the place where the vampire and heroine meet in what we read in the novel, but it’s not the same in real life! “ she said.
Fucky! Maybe it’s just an effect of my research on vampires.
“You’re lucky you weren’t bitten by a snake oh you were bitten by what animal in there!”
“The only thing that bothers me, handsome vampire!” I said.
It wasn’t an illusion last night. I know what I saw, my eyes are not blurred either.
“This will be explored!” I point to my neck then to femininity.
“You’re only consumed by that research of yours!” Alta said.
“I’m ready to be eaten. I’ll get my body ready on the table!” Fucky! What am I saying?!
“I don’t know anymore, Adra. It’s your life!” Alta said laughing.
We walked together. “So if it’s true that there are vampires in the woods,” she stops herself from speaking.
“Then there’s Edward Cullen in? A hot mysterious handsome vampire,” she said sultry.
Even though you and Alta always laugh at me, I am happy to meet and she became my friend. She also loves vampires like me, we want to read novels about them.
Every time she sleeps at home we will watch the whole twilight saga, we like that. One of the most beautiful stories about vampires.
“Fucky! Really? Sure? Hopefully!” I was thrilled to say.
My forehead furrowed as she stopped walking. I turned to her and saw her staring somewhere. I followed her eyes. There was a woman sitting in the corner and quietly reading the book she was holding.
Is that serious? In the hallway really reading? Black, long, straight hair is blocking her face, so I don’t see much of her face.
“Then there’s Bella too, just like her.” Alta’s said.
“Fucky ?! Are you serious Alta?” I said with disbelief in my voice. She glanced at me.
“Yeah! Look oh! She’s thin and pale too! Bella’s hair is as long as hers!”
I turned to the woman who could now see her face as she pulled out her hair. “And look! She looks like Kristen Stuart too!” Alta said in amazement..
I just shook my head as I stared at t woman.
“She’s no Bella.”
As I said that, I walked out. I don’t know why but that girl irritates me just by existing. Maybe because, Alta said she somehow looks like ‘bella’ in twilight. No fucking fucky way!
I pressed my lips together then close my eyes as I sighed heavily. ‘she’s no’ bella ‘I whisper to myself.
Bella menggigit bibirnya dengan agak getir. "Hmm.""Semua ini ditulis oleh Jeremy. Awalnya, dia nggak percaya pada hal-hal seperti ini. Tapi karena kamu, setiap malam saat dia nggak bisa tidur, dia berlutut di depan altar dan berdoa. Totalnya ada 248 halaman, dia melakukannya selama 62 hari berturut-turut."Eleanor menatap buku tebal itu. Setiap halaman ditulis dengan rapi, semuanya adalah tulisan tangan Jeremy. Hatinya sedikit bergetar.Eleanor tidak tahu apakah Jeremy benar-benar percaya pada dewa, tetapi yang jelas, dia menulis ini sambil berdoa, sambil menyesali perbuatannya, sambil menyalahkan diri sendiri, sambil merasakan sakit.Melihat tulisan-tulisan itu, Eleanor bisa membayangkan sosok seorang pria yang menunduk sambil mencatat setiap tulisan dengan penuh ketulusan."Jeremy memang pernah menyakitimu. Selama kamu menghilang, dia hidup dalam penderitaan setiap hari, bahkan gangguan tidurnya semakin parah sampai nggak ada obat yang berkhasiat.""Dia sama sekali nggak bisa tidur.
Eleanor mengernyitkan alisnya. "Nggak ada."Semua barang milik Eleanor sudah disimpan oleh Jovita, tidak ada yang tersisa lagi.Jovita menatap mata Eleanor, seolah-olah ingin memastikan yang dikatakan Eleanor memang benar. "Eleanor, coba pikirkan lagi baik-baik, benaran nggak ada benda lain?""Nggak ada," jawab Eleanor dengan tegas sambil menggelengkan kepala. Semua barang peninggalan ibunya untuknya berada di Keluarga Haningrat karena saat itu dia masih berusia puluhan tahun. Dia yang tidak memiliki persiapan apa pun tidak mungkin bisa melawan kelicikan dari Robert dan Felicia, sehingga semua barang itu tidak pernah sampai ke tangannya.Ekspresi Jovita berubah dan menganggukkan kepalanya, seolah-olah merasa lega."Nenek, kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti ini? Apa ada sesuatu yang penting?" tanya Eleanor.Jovita langsung menggelengkan kepalanya. "Nggak ada apa-apa. Hanya saja tiba-tiba teringat, jadi aku coba bertanya padamu."Eleanor yang cemberut pun menganggukkan kepala dengan
"Di mana Nenek?" Eleanor tidak ingin membuang waktu berbicara dengan Tiara.Meskipun Eleanor tahu Tiara hanyalah alat yang dimanfaatkan oleh Yoana untuk menanggung kesalahannya, Tiara tetap memiliki niat buruk terhadap anak-anaknya dan bersedia dimanfaatkan secara sukarela.Saat ini, Eleanor tidak punya waktu untuk berurusan dengannya. Selama Tiara tidak menimbulkan masalah lagi, Eleanor akan menganggapnya tidak ada.Tiara tertegun sejenak sebelum menunjuk ke lantai atas. "Nenek ada di atas."Eleanor langsung menaiki tangga. Begitu dia pergi, Tiara buru-buru menelepon ayah dan ibunya. "Ayah, Eleanor masih hidup ...!"Eleanor tiba di depan kamar Jovita dan mengetuk pintu dengan pelan. Sesaat kemudian, terdengar suara dari dalam. "Masuk."Eleanor membuka pintu dan melangkah masuk. Jovita yang memakai kacamata rabun tua sedang duduk di kursi malas dekat jendela besar sambil merajut sesuatu. Cahaya matahari menyelimuti tubuhnya, memberikan kesan hangat dan damai.Ketika dia mengangkat kepa
"Kukembalikan kepadamu," ujar Jeremy.Charlie mengangkat alis. "Kamu menyelidikiku?"Jeremy menatapnya dengan tenang. "Aku cuma menebak."Selama dua bulan terakhir, kecurigaan Jeremy terhadap Charlie tidak pernah surut. Dia terus mengawasi Charlie dan akhirnya menemukan sejumlah besar uang yang keluar dari rekeningnya.Empat triliun. Bukan jumlah kecil, cukup untuk membeli sebuah kediaman mewah atau barang berharga lainnya. Anehnya, Charlie hanya mengeluarkan uang tanpa membeli aset apa pun.Lebih mencurigakan lagi, transaksi itu terjadi tepat tiga hari setelah Eleanor menghilang. Ditambah dengan pengakuan Eleanor bahwa dia terkena racun yang sangat langka, Jeremy menyimpulkan bahwa uang itu kemungkinan besar telah digunakan untuk menyelamatkan Eleanor.Jika itu memang untuk Eleanor, Jeremy merasa sudah seharusnya dia kembalikan.Charlie tertawa kecil, meletakkan cek itu di atas meja dengan santai. "Kamu ini siapa? Berani sekali kamu menggantikan dia membayar utangnya?"Jeremy menyahut
Jeremy mengamati Bastian dari atas hingga ke bawah. Saat berikutnya, terdengar suaranya yang serak. "Apa yang kamu lakukan?"Bastian membuka mulutnya, tetapi tidak tahu harus bagaimana bertanya. Danuar ini memang sialan! Selalu saja menjebaknya!"Nggak apa-apa, kakiku sakit tadi. Aku nggak sengaja .
Petugas keamanan melihat ke arah manajer untuk menunggu instruksi. Yoana dan Tiara yang sudah tidak sabar tampak sangat yakin bahwa mereka akan segera melihat Eleanor diusir dengan memalukan. Namun, Eleanor tetap tenang.Sebagai manajer hotel besar, dia tidak mungkin gegabah mengusir tamu. Tanpa ara
"Aku lebih muak melihatmu. Memang harus ada yang keluar di antara kita."Yoana mendengus dengan tak acuh, "Pelayan."Pelayan yang berdiri di depan pintu langsung masuk."Panggil manajer kalian. Ada yang buat onar di sini. Kami sudah coba bicara baik-baik, tapi dia tetap nggak mau pergi dan bersikera
Charlie mengerutkan alisnya, lalu menginjak pedal gas dalam-dalam. Mobil melesat cepat meninggalkan tempat itu.Eleanor hanya bisa melongo di tempatnya. 'Aku benar-benar sudah gila .... Kenapa aku harus menyulut emosinya tadi?'Eleanor bersumpah tidak akan bicara sembarangan lagi.Selama perjalanan,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore