Share

Kamu Gila Rava!

Author: LV Edelweiss
last update publish date: 2026-07-05 19:03:18

Kayla menghela napas berat, tubuhnya menegang. Rasa tidak nyaman sekaligus bersalah mulai menggerogoti hatinya. Rongga dadanya terasa sesak karena dekapan Rava yang terlalu kuat, hampir membuatnya kesulitan bernapas. Lebih dari itu, nuraninya berteriak bahwa situasi ini keliru.

​“Rava, ini tidak benar! Tubuh ini milik Lisa!” Kayla menaikkan nada bicaranya, kembali memberontak dan berusaha memundurkan langkah. Namun, kekuatan fisiknya sebagai jiwa yang menumpang jelas tidak sebanding dengan Rava
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Selingkuhan Suamiku    Aku Tidur Dengan Pak Brayan

    “Uhuk … uhuk … uhuk ….” Raga Lisa terbatuk-batuk. Ekspresi wajah wanita itu berubah seketika. “Rava?”Rava terpaku sejenak. Ia yakin seribu persen, jika yang saat ini bersamanya bukan lagi Kayla, melainkan Lisa. Tapi pertanyaannya, kenapa bisa dia jiwa ini bertukar begitu cepat? Biasanya, kalau Kayla hadir, wanita sejuta branded itu akan bertahan lama. Bisa satu atau bahkan dua hari. Namun kali ini, tidak sampai sejam pun. “Rava? Apa yang kamu lakukan?” tanya Lisa dengan suara serak, masih setengah terbatuk karena napasnya yang terasa tertahan. ​Kedua mata Rava membelalak sempurna saat menyadari posisi mereka. Ia sedang mengungkung Lisa di atas ranjang dengan menahan kedua pergelangan tangan istrinya di atas kepala.Pakaian Lisa juga sudah setengah terbuka. Lembar-lembar kelopak mawar yang hancur di sekeliling mereka seolah menjadi bukti atas kegaduhan yang baru saja terjadi.​Rava bagai tersengat listrik. Kesadarannya ditarik paksa kembali ke realitas. Sorot mata dingin, bingung,

  • Menjadi Selingkuhan Suamiku    Kamu Gila Rava!

    Kayla menghela napas berat, tubuhnya menegang. Rasa tidak nyaman sekaligus bersalah mulai menggerogoti hatinya. Rongga dadanya terasa sesak karena dekapan Rava yang terlalu kuat, hampir membuatnya kesulitan bernapas. Lebih dari itu, nuraninya berteriak bahwa situasi ini keliru.​“Rava, ini tidak benar! Tubuh ini milik Lisa!” Kayla menaikkan nada bicaranya, kembali memberontak dan berusaha memundurkan langkah. Namun, kekuatan fisiknya sebagai jiwa yang menumpang jelas tidak sebanding dengan Rava yang sedang didera ego dan kerinduan mendalam.​Bukannya melepaskan, Rava justru menangkup pinggang Kayla, mengunci pergerakannya hingga jarak di antara mereka benar-benar terkikis habis. Tatapan mata Rava yang biasanya tegas kini meredup, dipenuhi keputusasaan yang teramat sangat.​“Aku tahu ini tubuh Lisa, tapi jiwamu yang ada di sini, Kayla! Jiwa yang akhir-akhir ini membuatku gila,” bisik Rava bertubi-tubi, mengabaikan penolakan fisik dari wanita di depannya. “Jangan egois dengan menyuruhku

  • Menjadi Selingkuhan Suamiku    Malam Pertama Bersama Siapa?

    Acara baru saja usai. Lisa dan Rava sudah berada di kamar hotel khusus pengantin yang disediakan oleh Brayan. Meski keduanya sudah resmi menjadi suami-istri, namun masih ada celah kecanggungan di diri mereka masing-masing. “Aku mau mandi dulu,” ucap Lisa seraya melangkah ke arah bilik kamar mandi kamar hotel. “Hm,” Raga hanya menyahut singkat. Lisa sudah hilang dari balik pintu, tapi tatapan Rava masih tertuju ke arah kamar mandi. Ia seperti sedang memikir sesuatu. Sesuatu yang akhir-akhir ini membuat pikirannya kacau dan tidak tenang. Setelah melalui hari-hari bersama Kayla yang ada di dalam raga Lisa, hidupnya seperti pria yang memiliki selingkuhan. Walau Kayla tidak berwujud, namun kehadiran wanita itu cukup memiliki tempat penting di hatinya saat ini. “Apa Kayla akan muncul malam ini?” tanya Rava pada diri sendiri. Tersadar, Rava pun memukul kepalanya. “Astaga, apa-apaan aku ini? Kenapa aku justru berharap Kayla yang datang? Huft!” Rava membuang napas berat, lalu mengaca

  • Menjadi Selingkuhan Suamiku    Rekaman CCTV

    Elena berhenti melangkah mundur saat kakinya sudah tak bisa lagi diayunkan. Kedua tangannya menggenggam erat besi teralis, berusaha kuat untuk menjaga keseimbangan tubuhnya. “Bu Elena, aku yakin, kau pasti punya bukti itu. Kenapa kau tidak memberikannya saja kepada kami. Jika Bu Elena menyembunyikan barang bukti, Bu Elena juga bisa dipidana karena dianggap melindungi tersangka.” Elena menelan ludah dengan susah payah. Kakinya terasa seperti tak mampu lagi untuk menapak. Jantungnya berdegup kencang, tangannya gemetar. “Aku … aku tidak punya bukti apa-apa. Tapi aku punya sesuatu yang mungkin bisa menjadi petunjuk penyebab kematian Ibu Kayla,” jelas Elena. “Petunjuk? Apa itu?” tanya Ronald. “Sebentar.” Elena membuka ponselnya dan mulai menggerak-gerakkan jari-jarinya seperti sedang mencari sesuatu. Tak lama, ia pun sudah berhenti. Menunjukkan layar ponselnya pada pengacara tersebut. “Apa ini?” tanya pria itu, pandangannya mulai mengarah kepada layar benda pipih itu. “Ini video

  • Menjadi Selingkuhan Suamiku    Bukti Di Ponsel Elena

    Semua yang ada di sana terdiam dan langsung beralih atensi kepada Brayan. Pria berjas mewah itu melangkah mendekati Rava dan Lisa yang sedang bersitegang karena sebuah fakta yang baru saja terungkap. “Ada apa dengan kalian? Bukannya kalian baru saja menikah? Kenapa sudah ribut seperti ini? Apa kalian tidak malu dilihat semua orang?” cecar Brayan dengan intonasi geram. Rava dan Lisa masih terdiam. Tak terdengar ada satu katapun yang keluar dari mulut pasangan suami-istri itu. Begitu juga dengan Elena. Sahabat Kayla itu hanya berdiri seperti dengan posisi tangan yang masih bersedekap di dada. “Kembali ke ballroom sekarang. Para tamu sudah menunggu kalian,” perintah Brayan. “Baik, Pak.” Rava mengangguk patuh. Begitu juga dengan Lisa yang segera berlalu lebih dulu, kembali ke tempat acara. Di belakangnya, Rava terus mengikuti, tapi tak lagi mengatakan apa-apa. Setelah pasangan pengantin itu berlalu, Brayan kembali kepada Elena. “Apa yang kamu bicarakan tadi, Elena?” tanyany

  • Menjadi Selingkuhan Suamiku    Benarkah Lisa Pelakukanya?

    Wajah Lisa mendadak pias, kehilangan seluruh ronanya yang merah. Jantungnya terasa berhenti berdetak saat melihat sosok Rava berdiri hanya beberapa langkah dari mereka. Pria itu menatap Lisa dengan pandangan yang sulit diartikan—campuran antara ketidakpercayaan, amarah, serta luka yang dalam.“Rava ... ini tidak seperti yang kamu pikirkan,” gagap Lisa, suaranya gemetar hebat. Ia mencoba melangkah mendekat, namun Rava justru mundur selangkah, seolah Lisa adalah wabah yang harus dihindari.“Tidak seperti yang aku pikirkan gimana? Jelas-jelas Elena bilang kalau kamu penyebab kematian Ibu Kayla,” ulang Rava. Ia tetap bersikeras dengan apa yang ia yakini. Sedang di dekat mereka, Elena tetap berdiri tenang di posisinya. Senyum tipis yang tadi sempat ia tunjukkan kini hilang sudah, diganti oleh tatapan dingin yang tajam. Ia melipat tangan di depan dada, mengamati drama yang baru saja berhasil ia sulut dengan cukup apik.“Kenapa diam, Lisa?” pancingnya dengan nada suara yang tenang namun mem

  • Menjadi Selingkuhan Suamiku    Mutualisme

    Lisa terdiam. Sorot matanya masih terpatri kepada Rava. Dalam tawaran pria itu, jelas, ada hal yang harus ia perhitungkan. Dan ia bukanlah perempuan bodoh jika sudah berbicara soal materi. "Kamu memberiku sebuah cincin tapi menyuruhku untuk meninggalkan Mas Brayan? Kamu ini sadar atau tidak sih?

  • Menjadi Selingkuhan Suamiku    Permainan Dimulai

    Udara sore ini terasa lebih sejuk daripada hari sebelumnya. Angin bertiup perlahan. Awan tampak menggantung hitam dan menggumpal. Langit yang semula jingga kini berganti rona menjadi kelabu pekat, menyisakan gurat-gurat mendung yang berarak gempal. Di salah satu kursi taman, Rava duduk termangu de

  • Menjadi Selingkuhan Suamiku    Lisa Mulai Curiga

    "Selamat pagi, darling." Suara bariton Brayan memecah keheningan kamar yang teramat luas itu. Ia langsung mengecup bibir Lisa. Berharap dengan begitu Kayla bisa terjaga dan melihat ke arahnya. Dan benar saja, saat kecupan ke tiga, perempuan berkulit putih itu pun menggeliat dan mengerjabkan mata p

  • Menjadi Selingkuhan Suamiku    Janji Kayla

    Malam menjelang. Masih seperti biasa, Key duduk di tepi kolam seraya menikmati secangkir kopi dan beberapa potong cake. Tak lama, Brayan pun datang dan langsung memeluknya dari arah belakang. "Kau di sini lagi?" tanyanya sekedar basa-basi. "Aku bosan. Tidak tahu harus melakukan apa. Sejak jadi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status