Compartir

Bab 1081

Autor: Camelia
"Apa?" Marsel tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

Dia berbalik, lalu melangkah mendekat dan menatap Jose. "Tuan Jose, mohon dipikirkan baik-baik. Konflik antara Tuan dan Nyonya hanya kesalahpahaman, belum sampai pada tahap harus cerai."

Bagaimana Aura dan Jose bisa berjalan sampai sejauh ini, Marsel yang selalu berada di sisi Jose lebih paham daripada siapa pun. Dia benar-benar tidak tega melihat Jose dan Aura berakhir di titik ini.

"Lakukan saja sesuai yang kukatakan." Tatapan Jose menyapu Marsel dengan dingin dan tajam. Ekspresinya tegas, tidak memberi ruang untuk membantah.

Bibir Marsel bergerak sedikit, tetapi pada akhirnya dia tidak mengatakan apa-apa lagi dan berbalik pergi. Setelah keluar, dia menutup pintu ruang kerja Jose, lalu menggeleng pelan sambil menghela napas.

....

Saat Aura menerima telepon dari pengacara, dia baru saja selesai mandi dan keluar dari kamar mandi.

Ponsel berdering, Aura mengangkatnya. Dari seberang terdengar suara pengacara. "Bu Aura, dari pihak P
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (8)
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
huh..ada juga aura d bawa lari sm jose..kyk nggak kenal jose aja...double up ya thor
goodnovel comment avatar
eMTe
aku juga mendukung mereka. mereka sama sama Alfa. yang lain ga cocok
goodnovel comment avatar
Noami
Sherly pasti udh mati. Dia keracunan parah. Maksdnya marsell, kasi tau aja hub sebenarnya jose dan sherly dulu gimana. Itu understanding nya aku ya
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1087

    Aura merasa tidak nyaman, jadi menggeser tubuhnya sedikit ke samping."Giliranmu." Parviz terkekeh-kekeh sambil mengingatkan Jose, "Kamu harus hati-hati. Kalau salah melangkahkan satu bidak lagi, situasinya nggak akan bisa diselamatkan."Ucapan itu terdengar seolah-olah mengandung makna ganda.Jose mengangkat sudut bibirnya, tersenyum tipis, lalu meletakkan bidak di papan catur.Parviz menatapnya dengan saksama, lalu tertawa terbahak-bahak. "Kamu ini memang sengaja menyembunyikan kemampuan. Satu langkah ini langsung menghidupkan seluruh papan. Bagus, bagus.""Terima kasih atas pujian Kakek. Semua berkat ajaran Kakek," jawab Jose, menunduk sambil tersenyum ringan. Di hadapan Parviz, dia tampak patuh seperti murid SD, sama sekali tidak menunjukkan sisi brutal dan menakutkan seperti semalam.Aura duduk di samping, sesekali mengerutkan kening melirik Jose. Melihat sikap Parviz, sepertinya Jose memang tidak mengatakan apa pun di hadapannya."Tuan, makanan sudah siap."Permainan catur belum

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1086

    "Kalau di saat genting seperti ini kamu cerai dengan Jose, lalu Kakek sampai tahu ...." Roy menatapnya dengan sorot mata serius. "Kamu tahu konsekuensinya."Jari Aura yang sempat mengendur kembali mengerat. Di dalam hatinya, tiba-tiba muncul rasa tidak berdaya."Dulu Ibu memang nggak seharusnya sampai memutus hubungan dengan Keluarga Kusuma demi Anrez," gumam Aura.Roy menoleh menatapnya. "Anrez? Kamu pikir dulu Bibi memutus hubungan dengan Keluarga Kusuma demi Anrez?"Aura tertegun. "Bukankah memang begitu?"Roy menatap Aura dalam diam beberapa saat, lalu mengangkat tangan dan mengusap ujung hidungnya. "Sudahlah, urusan orang tua nggak usah dibahas. Aku harap kamu pikirkan baik-baik yang kukatakan."Aura dengan tajam menangkap beberapa makna tersembunyi dalam ucapan Roy. Jadi, dulu ibunya bukan pergi dari rumah karena Anrez? Berarti Anrez juga bukan cinta sejati Ibu yang disebut-sebut tak tergantikan itu?Hal-hal ini tidak pernah diceritakan padanya sebelumnya. Lalu sebenarnya, dulu i

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1085

    Jose menggertakkan giginya menatap Roy.Melihat sorot matanya semakin kelam, Aura mengangkat tangan dan menarik lengan baju Roy pelan. "Aku nggak apa-apa. Ayo, kita pergi dulu."Melihat kondisi Jose yang sudah berada di ambang amarah, Aura sendiri tidak masalah, tetapi dia tidak ingin menyeret Roy ke dalam urusannya.Terlebih lagi, di belakang Roy ada Keluarga Kusuma. Aura tidak ingin masalah pribadinya menyeret Keluarga Kusuma.Roy mengerutkan kening, menoleh melirik Jose. Sorot matanya penuh kewaspadaan.Aura menggigit bibirnya. Saat melangkah pergi, dia tidak menoleh lagi ke arah Jose.Di dalam mobil, Roy mengerutkan kening dan menatap ke Aura. "Kenapa nggak bawa lebih banyak orang waktu keluar?"Aura menunduk seperti orang yang merasa bersalah. "Aku ...."Roy menyalakan mobil dan berkemudi. Matanya menatap lurus ke depan. Dia berulang kali berpesan, "Untuk sementara waktu, tinggal baik-baik di rumah Keluarga Kusuma. Jangan pergi ke mana-mana.""Sekuat apa pun Jose, selama di Kota M

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1084

    "Katakan sekali lagi!"Jose menggertakkan giginya. Bahkan sepasang mata yang biasanya selalu dingin itu kini samar-samar memerah. Itu adalah tanda sebelum dia benar-benar marah.Aura merasa sedikit gentar. Bagaimanapun juga, dia pernah menyaksikan betapa kejamnya metode Jose dengan mata kepala sendiri.Aura menggigit bibirnya ringan, menatap Jose sambil berucap, "Aku hanya merasa, nggak ada artinya kalau kita terus seperti ini.""Jose, kamu mengerti maksudku, 'kan?" Suara Aura sedikit melunak. Namun, makna di balik ucapannya sama sekali tidak melunak. "Cukup sampai di sini saja. Kalau bertemu lagi nanti, kita masih bisa berteman."Begitu mendengarnya, Jose meledak marah. Dia melepaskan Aura, berbalik, dan menendang meja kopi dengan keras. Meja kopi yang berat itu terlempar jauh oleh satu tendangannya."Teman? Siapa yang mau jadi temanmu?" Jose menggertakkan giginya saat mengucapkan kalimat itu. Suaranya yang penuh amarah terdengar menakutkan di ruang yang luas itu.Sebagai orang yang d

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1083

    "Barusan kamu panggil aku apa?" Jose mengucapkannya kata demi kata sambil menggertakkan gigi dengan geram.Dengan ekspresi dingin, Aura mengulanginya, "Pak Jose, silakan lihat perjanjian ini. Kalau nggak ada masalah, tolong ditandatangani."Dia mengulanginya tanpa lelah, tetapi semakin Jose mendengarnya, sorot matanya justru semakin kelam.Jose mengangkat pandangan menatapnya. Beberapa hari tidak bertemu, Aura terlihat sama sekali tidak berubah. Seolah-olah keputusan untuk bercerai baginya hanyalah keputusan yang sepele.Jari Jose perlahan mengepal. Dengan tatapan yang dalam dan berat, dia menatap Aura. "Kamu benar-benar sudah memikirkannya matang-matang?"Hati Aura terasa pahit. Entah sudah dipikirkan secara matang atau belum, semuanya sudah sampai titik ini. Apa pun yang dikatakan sudah tidak berarti lagi.Bahkan sebelum meninggal, Sherly masih meninggalkan duri di antara dirinya dan Jose. Aura tidak bisa membela diri lagi.Entah siapa yang pernah mengatakan sebuah kalimat, orang hid

  • Menjadi Tawanan CEO Dingin   Bab 1082

    Ekspresi Marsel membeku sejenak. Dengan agak canggung, dia menggaruk kepalanya. "Ayo, aku antar."Menghadapi sikap Aura yang dingin, Marsel hanya bisa menutup mulutnya dengan canggung dan menuntun di depan.Tempat ini adalah sebuah klub yang dibeli Jose di Kota Morimas. Aura pernah datang ke sini sebelumnya.Saat Marsel membawa Aura ke depan sebuah ruang privat, Aura langsung melihat pengacaranya berdiri di depan pintu menunggunya.Begitu melihat Aura, pengacara itu mengangkat tangan untuk menyeka keringat di dahinya. "Bu Aura.""Kenapa nggak masuk?" tanya Aura.Pengacara itu menarik sudut bibirnya dan tersenyum canggung. "Menunggumu."Sebenarnya, dia tidak berani masuk. Tadi begitu tiba, dia langsung masuk ke ruang privat. Namun, baru saja masuk, dia melihat Jose duduk di sofa dengan wajah dingin. Ekspresinya benar-benar mengerikan.Dia memang tidak terlalu akrab dengan Jose, tetapi di kalangan pengacara, cukup banyak cerita tentang Jose. Konon katanya, dia kejam dan tidak segan memak

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status