공유

BAB 73 - Dikejar

작가: Anna Naura
last update 게시일: 2026-07-10 06:58:38
Telat sedikit saja, pria paruh baya itu mungkin sudah menggigit leher Leon. Mulutnya sudah menganga lebar ketika Cade melayangkan raket nyamuk ke kepalanya. Pria itu terempas ke samping, menabrak etalase dan membuat barang-barang berjatuhan mengenai dirinya.

Hantaman yang begitu keras membuat kesadaran pria itu hilang. Tubuhnya langsung kaku tak berkutik. Leon bangkit berdiri, memandanginya dengan napas terengah-engah.

“Apa dia mati? Kamu membunuhnya, Cade?” tanya Leon panik.

Cade membuang
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 124 -- Prioritas

    Semuanya mematung sejenak mendengar jawaban Alan yang begitu lugas dan yakin. Tanpa adanya keraguan sedikit pun di dalamnya. Seisi ruangan hening sampai terdengar Shin terbahak.“Baik, itu mustahil sekarang,” kata Shin, kelihatan menyerah soal mengubah sistem.Rose dengan polosnya bertanya, “Memangnya, kalian dan Hunters benar-benar tidak akan bersatu? Selamanya?”“Aku sudah bukan Riders, oke?” Shin mendesah berat. “Jawabannya ... tidak akan selama Thomas dan River mendominasi semua anggota Riders.”“Bukannya pemimpin Riders ada satu lagi? Kalau tidak salah, Cade saat itu memberitahuku. Roland ... bukan?” Rose mengusap-usap dagu, berusaha mengingat.Cade menimpali, “Untuk saat ini, Roland tak bisa mengambil alih Riders selama dua orang gila itu masih hidup. Kalau mau menggerakkan Riders di bawah Roland, baik Thomas ataupun River harus dimusnahkan terlebih dahulu.”“Tapi itu juga mustahil,” sahut Shin langsung, “mereka sama-sama punya pengabdi setia yang cukup banyak.”Rose kemu

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 123 - Riders dan Hunters

    Suasana di Versille cukup menguntungkan bagi para pengelana. Penduduknya tidak terlalu peduli dengan pendatang. Tidak ada yang bertanya-tanya ataupun sok akrab. Penghuni satu bangunan pun hanya menyapa sekenanya, tanpa bertanya dari mana asal mereka dan mau ke mana.Pasar di wilayah ini pun cukup lengkap. Ada bahan bakar, persediaan makanan juga lumayan melimpah. Setidaknya, Rose dan teman-temannya bisa makan sesuatu yang lebih enak dari hari-hari kemarin.Sembari menyantap roti gandum dengan isian daging kelinci dilengkapi berbagai sayuran, Rose duduk bersila di antara teman-teman prianya yang membentuk lingkaran. Mereka sedang berdiskusi, menyusun rencana penyusupan.Alan baru saja selesai menggambar denah Sanctuary Dome di lantai yang tak berkeramik. Semuanya memandangnya saksama, baru mengetahui betapa luas wilayah berkubah itu.“Lihat ini. Seluruh Sanctuary Dome tertutup oleh kubah kaca besar. Lalu di luarnya, masih ada tembok cukup tinggi yang mengelilinginya. Gerbang masuk

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 122 - Singgah di Versille

    Perjalanan mereka menuju Versille berjalan dengan lancar hingga pagi datang. Tak ada mobil yang berlalu lalang selain mereka. Ini pertanda bagus, karena tak ada yang memiliki mobil dengan bahan bakar cukup selain Riders dan Hunters. Beberapa pengelana mungkin punya mobil pribadi, tapi jarang sekali ada yang mampu merawatnya di tengah kondisi seperti ini.Jalur Utara memang sepi, tapi bukan berarti tak pernah dilalui. Beberapa kali Rose melihat sekelompok pengelana atau pengembara yang sendirian, berjalan di tepi jalan beraspal.Rose membuka sedikit jendela mobil, lalu menyandarkan kepala di pintu. Membiarkan angin luar yang cukup kencang karena mobil melaju cepat menyapa wajah dan rambutnya. Mata Rose melihat bayangan-bayangan gedung di kejauhan—bulan Versille—yang sangat kecil dan tampak kabur.Suasana wilayah ini benar-benar damai. Tenang, sejuk, membuat hati siapa pun yang melewatinya merasa tenteram. Rose baru ingat, bahwa dia dan teman-temannya belum sempat bernapas lega sejak

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 121 - Posisi Shin

    Cade menatap Shin melalui spion dengan dahi berkerut. “Bukannya kamu dulu bergabung karena mencurigai Rose? Dengan mengancam kami? Kenapa sekarang malah mau ikutan ke Sanctuary Dome? Kepalamu terbentur?”Pertanyaan beruntun Cade membuat Shin merasa terpojok. Dia tak bisa mengelak karena Cade memang benar. Dia sendiri yang dulu berkata kalau mau ikut dalam perjalanan ini karena heran mengapa Cade bisa begitu protektif pada Rose.Setelah mendampingi Rose cukup lama, Shin akhirnya memahami kenapa Cade bisa tampak terikat dengan Rose. Karena wanita itu memang punya daya tarik sendiri, dari sifatnya yang tak sama seperti wanita lain. Membuat Shin mau tak mau menumbuhkan perasaan yang sama dengan lelaki lain di sini.“Aku sudah tak curiga dengannya,” tukas Shin asal.“Jadi, kamu tak ada alasan lagi untuk berada di sini, kan?” tanya Cade, tersenyum miring, “atau kamu takut untuk kembali pada River karena sudah terlalu lama bersama kami?”“Hah? Apa maksudmu? Aku tidak akan pergi!” bantah

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 120 - Rencana Penyusupan

    Begitu Shin berhasil masuk ke dalam mobil, dia dan Leon pindah ke bagasi belakang. Mereka paham tugas mereka selanjutnya, yaitu menyingkirkan sekawanan serigala. Leon membuka pintu bagasi, lalu menyiapkan senapan besar yang sama seperti yang dia gunakan saat dikejar Riders beberapa hari lalu. “Oh, astaga. Aku nostalgia,” dengus Leon, “lagi-lagi aku yang mengerjakan ini.” Shin terbahak. “Ah, aku baru ingat. Kamu yang waktu itu menembak dari belakang mobil saat reguku menyergap mobil kalian, ya? Tembakannya payah sekali.” Darah Leon terasa mendidih mendengarnya. “Kalau payah, aku tak akan mampu menghabisi anggota regumu seluruhnya, tahu!” “Ya, ya. Tapi kamu tak bisa mencegatku, kan? Buktinya, aku bisa lolos darimu saat itu,” kata Shin yang terkekeh. Leon menampar keras bahu Shin, menggerutu kesal, “Tutup mulutmu, Keparat!” “Begitukah caramu bicara pada teman?” ledek Shin. Suara Leon makin meninggi. “Kamu bukan temanku!” Leon memang sasaran empuk bagi Shin, sebab dia se

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 119 - Serigala Kian Mendekat

    “Cepat, cepat! Kita harus segera menyalakan mobilnya!” Alan berseru kepada Cade dan Rose seraya berlari menuju mobil Hunters yang teronggok di tengah tanah berpasir.Rose berlari dengan tatapan tertuju pada kawanan serigala di kejauhan. Sosok Shin dan Leon terlihat sedang melaju menjauhi para serigala di bawah sinar rembulan yang semakin terang. Dalam hatinya, Rose merasa khawatir, takut dia harus melihat keduanya diterkam serigala dengan mata kepalanya sendiri.Demi menyingkirkan bayangan-bayangan yang tak dia inginkan terjadi, Rose menggeleng kuat-kuat. Dia berharap bisa kembali tenang setelah menarik napas panjang. Namun, yang ada di hadapannya justru membuat dirinya mematung.Rose baru saja hendak memacu larinya, tapi mayat bergelimpangan di sekitar mobil Hunters membekukan langkahnya seketika. Sejenak dia lupa, bahwa para serigala memakan para Hunters di dekat mobil mereka. Yang artinya, dia harus melewati mayat yang bentuknya tidak utuh lagi.Kalau saja dia bisa berjalan sa

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 6 - Bertemu Perampok

    Saat melihat mobil-mobil jeep itu ditunggangi oleh para perampok, Rose meyakini satu hal. Bahwa nasib dirinya akan selalu sial sejak dia pergi dari tempat tinggalnya. Baru saja berhasil kabur dari Cade, dia harus bertemu dengan kelompok perampok. Bagaikan keluar lubang buaya masuk kandang harimau.

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 5 - Kabur dari Cade

    Cade terbahak mendengar Rose mengatakan seluruh kalimat tadi dengan penuh tekad. Gelak tawanya menggelegar di ruang bawah reruntuhan yang cukup sempit itu. Dia tertawa seperti sedang melihat lelucon di televisi, jelas sedang mengejek Rose.Cade berkata, “Apa kamu bilang? Mau membawanya kabur? Kamu

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 8 - Cade Datang

    Sedikit miris bagi Rose mendapati dirinya justru membayangkan Cade di saat-saat seperti ini. Dia pun mengumpat dalam hati, menyalahkan perasaannya yang sejenak menjadi lembek karena dihadapkan oleh situasi yang mengerikan.‘Sialan, kenapa aku malah memikirkan dia! Dia juga sama saja mau menjualku.

  • Menjadi Tawanan Empat Pria Tampan   BAB 7 - Tertangkap, Lagi

    “Rupanya dia wanita, ya. Hebat kamu, Leon! Dengan begini, kita bisa dapat 500 juga Goldyn!” Ketua Perampok berjenggot tebal yang bernama Milan, merangkul dan mengusap-usap rambut pirang LeonBeberapa jam lalu. Rose tidak bisa berkutik ketika Leon mengangkutnya ke mobil jeep pada perampok. Kakinya

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status