Share

Bab 80

Author: Wei Yun
last update publish date: 2026-02-23 12:12:11

Kegelapan malam di puncak Gunung Yu terasa begitu pekat. Di dalam sebuah kamar dengan dinding kayu yang kokoh, Liya perlahan membuka matanya. Rasa pening masih berdenyut di belakang kepalanya, sisa dari totokan jalan darah yang membuatnya kehilangan kesadaran di pasar tadi siang.

​Ia mendapati dirinya terbaring di atas ranjang kayu. Meski jauh dari kemewahan sutra di Paviliun Anggrek, tempat ini terasa hangat, bersih, dan berbau harum kayu cendana yang menenangkan. Liya mencoba duduk, memijat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 163

    Wusss! Jleb!​Desingan tajam membelah keheningan malam yang pekat. Hutan di perbatasan Gunung Yu yang tadinya sunyi mendadak bertransformasi menjadi neraka kecil yang mencekam.​"Awas anak panah! Menunduk semua!" teriak Fan Yi menggelegar, suaranya nyaris tenggelam oleh deru derap kaki kuda pasukan Murong Guan yang semakin merangsek mendekat.​Jleb!​Fan Yi tersentak hebat. Tubuhnya terlempar ke depan, hampir saja ia terjungkal dari kursi kusir yang berguncang keras. Sebatang anak panah menancap telak di punggung kirinya. Rasa panas yang membakar menjalar seketika, namun jemarinya justru semakin erat mencengkeram tali kekang, menolak untuk menyerah pada rasa sakit.​"Fan Yi! Kau terkena?!" teriak Liya dari dalam kereta, suaranya sarat akan vibrasi kepanikan yang tak terbendung.​"Jangan keluar, Nyonya! Tetap menunduk!" balas Fan Yi dengan gigi bergeletuk menahan perih. Ia memacu kuda lebih gila lagi, mengabaikan denyut menyiksa di punggungnya. "Sedikit lagi ... sedikit lagi kita menca

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 162

    Seorang bocah laki-laki dengan pakaian kumal, wajah yang kusam terkena debu, dan rambut yang berantakan menatapnya dengan tatapan kosong. Telapak tangan kecilnya yang kotor terbuka, seolah-olah ia sedang meminta sedekah di pinggir jalan.​"Tuan Muda Yuan!" Xiao Cui menutup mulutnya dengan kedua tangan, menahan pekikan yang nyaris lolos.​Pemandangan di depannya menghancurkan hatinya. Tidak ada lagi jubah hanfu sutra yang mewah atau seragam sekolah Shin Yue yang gagah. Tuan mudanya kini tak berbeda dengan pengemis kecil di pasar.​"Tuan Muda ... apa yang mereka lakukan padamu?" Xiao Cui langsung berlutut dan memeluk erat tubuh kecil itu.​Long Yuan tidak bergerak. Tubuhnya kaku, namun suaranya terdengar lirih dan parau. "Xiao Cui, bawa aku ke Paman Xuan dan Bibi Shishi ... bawa aku bersama nenek."​Fan Yi segera mendekat, matanya yang tajam menyapu sekeliling. "Tuan Muda, di mana Nenekmu? Tunjukkan jalannya sekarang," bisik Fan Yi dengan nada lembut namun tetap matanya mengawasi sekita

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 161

    Langkah kaki Liya terasa seringan bulu saat ia menyelinap di antara bayang-bayang pilar kayu yang menopang bangunan-bangunan kecil di sekitar aula utama Kuil Tianning. Ia menekan tubuhnya ke dinding, mengatur napas agar tidak terdengar oleh para penjaga yang sesekali melintas dengan langkah yang berat. Di pelataran aula utama, pemandangan berbeda tersaji. Seorang biksuni tua dengan wajah teduh menghampiri Xiao Cui dan Fan Yi.​"Semoga Sang Buddha memberkati janin dalam rahimmu, Nyonya. Dan semoga Tuan senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga keluarga kecil ini," ucap biksuni itu tulus sembari merapalkan doa-doa keselamatan.​Fan Yi mengangguk khidmat, tangannya menggenggam jemari Xiao Cui dengan erat yang terasa mendebarkan bagi Xiao Cui. Kepura-puraan mereka begitu natural; sepasang suami istri muda yang sedang menanti kehadiran buah hati pertama mereka. Namun, di balik senyum tipis Fan Yi, matanya terus bergerak liar, memindai setiap wajah di kerumunan jemaat yang bersujud di dep

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 160

    Fan Yi segera sadar dari keterpakuannya. Ia menarik Xiao Cui ke dalam dekapannya, membisikkan kata-kata menenangkan agar gadis kecil itu tidak semakin kalap. "Sudah, Xiao Cui. Cukup. Ayo kita pergi sekarang."​Fan Yi menatap dingin ke arah perempuan bangsawan itu. "Pergilah bersama dayang-dayangmu sebelum aku benar-benar kehilangan kesabaran sebagai seorang pria."​Si bangsawan lari terbirit-birit karena ketakutan melihat aura membunuh Fan Yi. Setelah kerumunan bubar, Fan Yi melepaskan dekapannya pada Xiao Cui. Ia hendak memuji keberanian gadis itu, namun ....​PLAK!Fan Yi berdiri mematung di tengah keramaian pasar yang mulai berbisik-bisik. Telapak tangan Xiao Cui yang mungil ternyata meninggalkan rasa panas yang menjalar hingga ke telinganya. Ia mengusap pipinya yang perih, matanya masih menatap punggung Xiao Cui yang menjauh dengan langkah menghentak-hentak karena kesal.​"Apa salahku?" gumamnya lirih, benar-benar bingung dengan logika wanita di depannya.​Liya, yang sedari tadi m

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 159

    Perjalanan satu hari penuh dari Gunung Yu terasa melelahkan, namun ketegangan yang menyelimuti kota ini jauh lebih menyesakkan dada. Liya menyingkap sedikit tirai kereta, menatap Distrik Timur yang biasanya riuh oleh gelak tawa pedagang dan denting koin. Kini, suasana mencekam. Jalanan sunyi, hanya menyisakan beberapa orang yang terburu-buru pulang sebelum jam malam dimulai.​"Nyonya, tempat ini ... kenapa jadi seperti kota mati?" bisik Xiao Cui dengan suara bergetar.​"Sepertinya keangkuhan Murong Guan telah mematikan nadi kota ini, Xiao Cui," sahut Liya getir.​Kereta berhenti tepat di depan Toko Qin Feng. Pintu kayu jati yang biasanya megah kini tertutup rapat dengan rantai besi yang berkarat. Liya segera mengarahkan Fan Yi menuju rumah Qing Feng yang terletak tepat di belakang toko. Setelah ketukan diberikan, pintu selot kayu ditarik perlahan.​"Nyonya ... Nyonya Muda Adipati?" Qin Feng tertegun, lentera di tangannya hampir saja terjatuh.​"Qin Feng, ini aku," bisik Liya.​Seketi

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 158

    Pagi itu, kabut di Gunung Yu terasa lebih tipis, seolah memberi ruang bagi matahari untuk menyaksikan pemandangan yang tidak biasa di lapangan latihan. Liya berdiri tegak di samping Long Xuan, mengenakan hanfu yang praktis dengan rambut diikat tinggi. Di hadapan mereka, para mantan bandit Gunung Yu sudah berbaris, namun wajah mereka tampak bingung melihat sang Nyonya Adipati berdiri di posisi instruktur.​"Xuan, kau sudah berjanji semalam," bisik Liya sembari melirik suaminya. "Biarkan aku yang mengambil alih sesi pemanasan dan ketahanan pagi ini."​Long Xuan tersenyum, ia melipat tangan di dada dan mundur satu langkah. "Silakan, Shishi. Aku juga ingin melihat bagaimana latihan yang kau sering lakukan di kamarmu itu bisa berguna untuk mereka,"ujar Xuan dengan berbisik."Pasukan! Dengar, pagi ini instruksi sepenuhnya berada di tangan Nyonya Muda. Siapa pun yang membantah, akan berurusan langsung denganku!"​Para bandit itu menelan ludah serempak. Liya melangkah maju dengan senyum manis

  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 29

    Langkah kaki Long Xuan menghantam lantai kayu Paviliun Phoenix dengan irama yang kacau. Di dalam dekapannya, tubuh Liya terasa seringan helai daun, namun sedingin salju di puncak gunung. Pengawal dan pelayan yang berpapasan dengannya segera menyingkir, menunduk dalam-dalam, terkejut melihat sang Ad

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 27

    Di sudut terdalam kediaman keluarga Chen yang megah, terdapat sebuah ruangan yang selalu terkunci rapat dari dunia luar. Ruangan itu tidak berisi tumpukan emas atau dokumen rahasia negara, melainkan sebuah kuil obsesi yang dibangun dengan teliti oleh Chen Yuan. Di sana, aroma tinta segar bercampur

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 28

    Mentari sore menggantung rendah di cakrawala Beiyuan, membiaskan semburat keemasan yang menenangkan di atas atap-atap bangunan. Namun, kedamaian itu seketika koyak saat Liya melangkah memasuki gerbang Akademi Shin Yue. Niatnya sederhana, menjemput Long Yuan lebih awal setelah menuntaskan pengecekan

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Menukar Takdir Istri Sang Adipati   Bab 26

    Kereta kuda dengan lambang keluarga Adipati Long berhenti tepat di depan gerbang utama Akademi Shin Yue. Suasana di depan akademi yang biasanya riuh oleh kedatangan putra-putra pejabat itu mendadak senyap. Para pelayan dan pengawal yang sedang menurunkan tuan muda mereka terpaku, sementara anak-ana

    last updateLast Updated : 2026-03-20
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status