LOGINMenurut jalan cerita selanjutnya, Xiao Zhi akan menjadi penjahat. Ia akan mengganggu sang pangeran dan Xiao Ying dimana mana agar keduanya berpisah. Sang pangeran kecewa, dan kemudian ia menemukan bahwa teman masa kecilnya itu sama sekali bukan Xiao Zhi melainkan Xiao Ying.
Kasih sayang terakhir sang pangeran untuk Xiao Zhi benar benar menghilang dan karena Xiao Zhi telah menyakiti Xiao Ying sedemikian rupa, akhirnya pembalasan dendam terjadi. Xiao Zhi dilemparkan keluar kota dan dibiarkan hidup terlantar, tidak diizinkan kembali ke ibu kota. Nasib ibu dan anak tersebut hampir mirip yang sangat menyesakkan. Jadi dalam novel ini, pangeran ketujuh Zhao Yifan adalah pemeran utama prianya dan Xiao Ying yang merupakan adik tiri Xiao Zhi adalah pemeran utama wanitanya. Kisah cinta masa kecil yang terulang kembali ketika keduanya dewasa. Setelah jatuh cinta dimasa kecil keduanya jatuh cinta kembali setelah belasan tahun tidak bertemu. "Jadi, apa yang harus ku lakukan sekarang? Aku tidak bisa terus menjadi Xiao Zhi yang mati otak karena cinta kan?" Gumam Xiao Zhi pada dirinya sendiri. Ia bangkit dan meraih hanfu yang tidak jauh dari sana. Hanfu itu tidak memiliki warna yang indah. Daripada pakaian seorang nona kediaman perdana menteri, hanfu milik Xiao Zhi ini lebih mirip seperti hanfu milik seorang pelayan. Merenung sejenak, Xiao Zhi mengenakan hanfu tersebut tanpa berkata apa apa pagi. Namun pikirannya saat ini sangat penuh, "Sepertinya aku harus membuat usaha untuk menghasilkan uang!" Gumam Xiao Zhi sambil menghela nafas tak berdaya. Kemudian ia duduk di depan cermin, mengambil sisir dan mulai menyisir rambutnya sendiri. Cermin itu tidak begitu jernih namun masih mencerminkan penampilan Xiao Zhi. Ia membuka kotak penyimpanan tapi melihat tidak ada perhiasan apapun disana selain tusuk rambut kayu hitam yang sangat sederhana. Xiao Zhi terdiam dan tidak berbicara, meraih tusuk rambut itu dan menggulung rambut panjangnya. Melihat kecantikan yang luar biasa di dalam cermin, Xiao Zhi mau tidak mau menghela nafas kagum. "Baiklah, aku tidak bisa bergantung pada pemeran utama pria atau wanita. Aku juga tidak bisa bergantung pada kediaman jenderal Xiao yang tidak berguna." Ucap Xiao Zhi sambil berpikir dalam, kerutan di dahinya semakin terlihat. Ia tidak beranjak dari tempat duduknya namun jari jarinya mengetuk meja dengan penuh irama. "Aku butuh dukungan yang mampu melindungiku dari awal plot sampai akhir plot, aku juga butuh perlindungan yang sangat kuat hingga dapat mengalahkan atau menyatarai pemeran utama pria sang putra takdir?" Gumam Xiao Zhi yang masih terus tenggelam dalam pikirannya. Novel ini memiliki latar berpusat pada dinasti Zhao dan tidak ada banyak orang berkuasa yang setara dengan seorang pangeran. Apalagi di masa depan Zhao Yifan dipastikan akan menjadi pangeran mahkota. Namun, pada saat ini ketukan jari Xiao Zhi terhenti. Matanya berbinar dan sebuah sosok muncul dalam benaknya. Langit mulai gelap namun bulan di atas langit malam masih setia menyinari Dinasti Zhao dengan cahayanya yang redup. "Hahaha, sosok yang mampu mengalahkan Zhao Yifan dari segala sisi, sosok yang mampu melindungiku dari keseluruhan plot, sosok yang mampu melampaui kediaman Xiao. Kenapa aku tidak memikirkannya sejak awal? Sosok seperti itu yang ada dari awal sampai akhir novel namun tidak terlihat dimanapun! Kaisar Dinasti Zhao saat ini! Zhao Tian!" Ucap Xiao Zhi dengan semangat! Tangannya mengepal dan wajahnya memerah karena bersemangat. Ia menemukan harapan untuk hidupnya! Ia pasti akan bertahan hidup di dunia ini! Sekalipun dia adalah penjahatnya! Lalu kenapa jika ia penjahat? Jika ia mendapat dukungan orang paling berkuasa di dunia, siapa yang mampu mengalahkannya? Lalu kenapa jika dia ayah Zhao Yifan? Lalu kenapa jika ia memiliki banyak wanita dalam haremnya? Lalu kenapa jika ia jauh lebih tua? Xiao Zhi hanya perlu mencari sandarannya dan semua orang akan otomatis menundukkan kepala padanya. Ketika ide itu muncul, Xiao Zhi merasakan harapan hidup yang kuat dan ia sangat bersemangat bahkan tidak sabar untuk pergi ke istana dan menarik kaisar Zhao Tian itu langsung ke atas tempat tidurnya dan bersetubuh dengannya. "Hisss, pikiranku terlalu liar. Tapi itu cukup menarik! Langkah yang layak dicoba!" Gumam Xiao Zhi dalam hatinya. Namun pada saat ini paragraf samar di dalam novel terlintas dalam benaknya. Seperti disiram air dingin, tubuhnya langsung terkulai dan harapannya seketika menipis. "Ini sih sama saja langsung menantang bos level maksimal! Bagaimana aku bisa menaklukannya?" Gumam Xiao Zhi tidak jelas. Lagipula Zhao Tian, kaisar saat ini dikenal karena memiliki keadilan yang luar biasa entah pada para rakyatnya, menterinya, wanita wanitanya atau bahkan anak anak nya. Ia tidak pernah menunjukkan favoritisme pada siapapun sejak muda. Terutama setelah ia naik tahta, ia dengan tegas membangun jarak pada semua orang. Xiao Zhi mungkin mengerti apa yang ada dipikirannya. Ia tidak ingin memberikan perhatian khusus pada siapapun hingga menimbulkan kebencian pihak lain, menyebabkan perselisihan dan kekacauan. Terutama ia tidak mau perhatian dan kasih sayangnya dimanfaatkan! Seluruh haremnya selalu mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang setara. Entah itu selir kehormatan, atau selir agung bahkan permaisuri tidak bisa mempertahankan kasih sayang kaisar hanya pada mereka. Bahkan pada putra putranya, Kaisar Zhao tidak merasa enggan menghukum putranya sendiri bahkan jika mengusirnya menjadi rakyat jelata jika pangeran dan putrinya memang melakukan kesalahan. Jika pangeran dan putrinya berjasa, ia hanya akan melemparkan beberapa barang berharga dan tidak terlalu memuji, sikapnya cuek dan dingin hingga titik yang sulit didekati. Tentu saja ini hanyalah sifatnya sebagai seorang pribadi. Namun namanya sebagai Kaisar sudah menggema ke seluruh dunia. Kaisar Zhao saat ini dikenal sebagai 'Saint' penuh dengan kebijaksanaan dan keadilan dan hanya memiliki rakyat dalam hatinya. Tentu saja selain gelarnya sebagai 'Saint' ia memiliki gelar lain di kata orang luar. 'Tiran' seperti yang disebutkan, ia adalah orang yang kejam pada semua musuh yang berani menyinggung kekaisarannya, rakyatnya atau sekedar hanya hatinya. Kekejamannya terkenal di seluruh dunia namun itu tidak diperuntukkan bagi rakyatnya. Jadi bagaimana Xiao Zhi bisa menaklukan pria seperti itu? Belum sempat Xiao Zhi naik ke atas ranjang naga, ia pasti akan langsung dibuang! Jika ia tergesa gesa, bukan tidak mungkin jika ia menimbulkan kebencian orang lain. Bahkan jika ia bisa naik ke atas ranjang naga, Kaisar Zhao tidak akan memiliki kasih sayang khusus padanya."Suami, salju pertama tahun ini sudah turun." Ucap Xiao Zhi dengan nada bahagia. Zhao Tian juga menoleh menatap langit di luar paviliun dan ikut tertawa bersamanya. Zhao Tian merasa bahwa ia melewati akhir tahun dan musim dingin kali ini dengan penuh kebahagiaan. Entah itu karena ia menikmati salju pertama yang turun tahun ini bersama Xiao Zhi, atau karena Xiao Zhi yang memanggilnya dengan sebutan 'Suami'."Kenapa kamu tidak datang lagi ke istana?" Tanya Zhao Tian dengan sedikit cemberut, mencubit hidung Xiao Zhi dengan jahil."Tidak lagi, aku takut ketahuan. Terakhir kali, aku datang dan membuat keributan yang sangat besar kan? Apa kamu ingin membuat keributan besar lainnya?" Ucap Xiao Zhi dengan nada kesalnya. Zhao Tian tidak bisa berkata apapun untuk membela diri. Begitu Zhao Tian tiba di paviliun, ia memfokuskan seluruh mata, perhatian dan energinya pada Xiao Zhi. Sementara Tang Hao, Zhao Tian dan Kasim Cao makan di ruangan lainnya agar dapat memberi ruang bagi Zhao Tian dan Xiao
Desain pakaian ini terbagi menjadi dua jenis untuk pria dan wanita. Terutama pesona elegan dan kemewahan yang diberikan, para bamgsawan itu akan sangat menyukainya. Namun Xiao Zhi tidak berhenti menggambar disitu, ia menggambar sepasang jenis pakaian lagi, dan dengan bahan yang lebih murah dan desain berbeda namun masih sangat elegan. "Sepasang pertama adalah pakaian yang disiapkan untuk para bangsawan, sedangkan sepasang terakhir adalah untuk rakyat jelata. Kamu bisa pilih kainnya, dan atur keuangannya sendiri." Ucap Xiao Zhi dengan tenang. Namun Nyonya Wen sudah memandang Xiao Zhi dengan penuh persembahan. Ahhh, mengikuti orang seperti ini sangat luar biasa!Bahkan Tang Hua yang sudah melihat begitu banyak pakaian mewah masih sangat terkesan dengan pakaian yang Xiao Zhi buat. Ia sudah tidak sabar ingin membelinya satu. Xiao Zhi juga memperjelas bahwa di sudut pakaiannya harus ada lambang namanya, yaitu 'Zhi' yang artinya bahwa semua pakaian ini berasal dari dirinya dan tidak bisa
Mengingat apa yang sebenarnya terjadi beberapa jam yang lalu membuat Zhao Tian menghela nafas tak berdaya. "Tidak apa apa, biarkan mereka mencari tahu. Tapi jangan sampai mereka menemukan apapun. Aku akan berhati hati selanjutnya, lebih baik tidak melakukannya di istana." Ucap Zhao Tian dengan ekspresi muram.Kasim Cao dan Zhang Hao terbatuk dan tidak berani berbicara.Namun dalam hatinya, mereka sudah mengumpat gila gilaan. 'Yang Mulia! Anda baru sadar bahwa anda telah membuat keributan? Keributan ini terlalu besar!' Bisik Zhang Hao dalam hatinya.'Yang Mulia oh Yang Mulia apa yang kamu lakukan kali ini seperti melemparkan batu besar ke danau yang tenang. Nona Xiao Zhi memang tidak terkalahkan!' Gumam Kasim Cao yang hampir tidak bisa menahan diri untuk memutar matanya malas.Disisi pain, Tang Hua menatap tubuh Xiao Zhi yang penuh dengan bekas kemerahan. Merasa sedikit bingung, ekspresinya berubah dan ia mengumpati Zhao Tian dalam hatinya. 'Bukankah Yang Mulia sedikit berlebihan? Meng
Tentu saja Zhao Tian memiliki pemikiran demikian. Namun ia tidak memiliki pemikiran untuk menyembunyikan identitas Xiao Zhi sejak awal Ia mengetahui dengan jelas, akibat dari ia mengumumkan identitas dan kasih sayangnya yang condong pada Xiao Zhi akan membuat beberapa orang bergerak berani dan menyakiti Xiao Zhi.Namun jangan remehkan Zhao Tian, ia adalah tiran yang sesungguhnya! Bukan hanya nama. Ia telah hidup dalam intrik istana sejak kecil dan mengenal istana lebih dari siapapun.Ia memiliki tingkat kesiapan penuh jika memang ia mengumumkan identitas Xiao Zhi. Zhao Tian memiliki keyakinan penuh bahwa ia mampu melindungi Xiao Zhi dibawah perlindungannya. Bahkan jika Zhao Tian harus bergerak membunuh beberapa orang lagi dan melumuri tangannya dengan darah, ia akan melakukannya!Ia hanya ingin memberi Xiao Zhi identitas yang jelas, membiarkannya berada disisinya secara terang terangan tanpa harus kesulitan menanggung dsn bersembunyi dari semua orang.Namun karena Xiao Zhi tidak mau,
Selain Shen Xin Yi, beberapa pelayan yang ikut mendengarnya juga membelalakkan mata tak percaya. Istana memiliki aturan, marayu Kaisar secara terang terangan adalah hal yang tidak diperbolehkan.Disisi lain, bagi Kaisar melakukan hal hal seperti meniduri seorang wanita di siang bolong ketika matahari masih bersinar di atas langit itu juga merupakan hal yang memalukan. Namun hal memalukan ini ternyata dilakukan oleh Yang Mulia Kaisar yang selalu tampil berwibawa, dingin dan tanpa ekspresi di depan mereka.Siapa yang mempercayainya? Hal ini hampir seperti mustahil! Lagipula Shen Xin Yi sendiri yang telah bergaul dengan Zhao Tian begitu lama mengetahui dengan jelas sifat Zhao TianPria yang dingin dan tanpa ekspresi itu, yang hanya memiliki kekaisaran dalam hatinya, selalu sibuk dengan urusan negara dan tidak memiliki favoritisme pada siapapun atau apapun. Shen Xin Yi tahu dengan jelas bahwa Zhao Tian memasuki harem hanya untuk melanjutkan keturunan dan memenuhi tugasnya sebagai Kaisar.
Zhao Tian merasa tubuhnya menegang dan nafas panas perlahan menerpa wajah lembut Xiao Zhi. Sorot nata Zhao Tian berubah, api nafsu dalam dirinya bangkit dengan begitu cepat. Tepat ketika Zhao Tian hendak membalas ciuman Xiao Zhi, Xiao Zhi sebenarnya mendorongnya menjauh."Tidak bisa, kamu masih harus memeriksa laporan. Bagaimana jika hadiahnya diganti yang lain?" Ucap Xiao Zhi dengan tegas. Api nafsu yang membara dalam tubuh Zhao Tian seketika membeku dan Zhao Tian menatap Xiao Zhi dengan tak berdaya.Xiao Zhi tersenyum dan bangkit dari pangkuan Zhao Tian. Ia melihat Xiao Zhi berdiri beberapa meter tepat di depannya. Xiao Zhi sedikit melirik ke arah pintu dan bertanya dengan ragu, "Apakah nanti seseorang bisa masuk?" Tanya Xiao Zhi sedikit ragu dan gugup.Zhao Tian menggelengkan kepalanya, "Tidak ada siapapun yang bisa masuk tanpa izinku." Ucap Zhao Tian dengan suara yang sedikit lantang sehingga baik itu Kasim Cao, Zhang Hao atau Tang Hua bahkan kasim dan prajurit di sekitarnya dapat







