Short
Perpisahan Tanpa Berpamitan

Perpisahan Tanpa Berpamitan

By:  YammyKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Mga Kabanata
4views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Ada seorang penerjemah bahasa Franc yang bekerja untuk suamiku. Mereka berhubungan sangat dekat. Terkadang, mereka bahkan berbagi kamar ketika bepergian untuk bekerja. Aku sangat terganggu oleh hal ini. Namun, suamiku menjelaskan dengan tidak sabar, "Pekerjaan Tara mengharuskannya untuk selalu bersamaku. Apa yang kamu pikirkan? Orang yang punya pikiran negatif akan selalu mikir yang nggak-nggak!" Aku juga merasa aku terlalu sensitif. Sampai suatu hari, di depanku, Tara berkata kepada suamiku dalam bahasa Franc, "Jangan bilang kamu mau temani wanita tua itu malam ini?" Jovan menjawab, "Tentu saja nggak, Sayang. Aku harus buat alasan untuk bohongi dia, lalu temani kamu malam ini." Pada saat ini, mereka berdua mengira aku tidak mengerti bahasa Franc.

view more

Kabanata 1

Bab 1 

Saat aku melewati ruang tamu, Tara melirik ke arahku. Dia berkata sambil tersenyum manis kepadaku, "Terima kasih untuk tehnya, Kak Kanya. Tehnya harum banget."

Jovan duduk di samping dan sibuk menangani pekerjaannya. Mereka tidak masuk ke ruang kerja untuk menghindari kecurigaan. Sebab, sebelumnya aku pernah memprotes kebiasaan mereka bekerja di ruang kerja dan mengunci pintu.

Jovan menjawab dengan tidak sabar, "Kami cuma sibuk kerja. Jangan bersikap nggak masuk akal, oke?"

Setelah pertengkaran kami yang tidak menyenangkan terakhir kali, setiap kali Jovan membawa Tara pulang ke rumah, mereka hampir selalu bekerja di ruang tamu. Ini untuk menunjukkan bahwa hubungan mereka normal.

Aku tidak mengeluh lagi dan berusaha sebaik mungkin untuk tidak mengganggu pekerjaan mereka. Lagi pula, aku tidak bisa banyak membantu.

"Istrimu nyebelin banget," ucap Tara sambil memutar bola matanya saat aku berpaling.

Gadis yang baru saja memuji tehku tiba-tiba mengubah nadanya. Dengan manja, dia berkata pada Jovan, "Apa kita harus kerja di ruang tamu? Istrimu benar-benar mengganggu. Kita nggak bisa lakukan apa pun."

Jovan mencibir, "Jangan asal bicara."

Tara memasang ekspresi meremehkan. Dia sengaja menekankan kata-katanya, "Ngapain takut? Istrimu nggak ngerti bahasa Franc, kok."

Saat itu aku sedang menyirami tanaman. Gerakanku berhenti sejenak ketika mendengar ini.

"Jangan bilang kamu mau temani wanita tua itu malam ini?"

Tara memasang tampang cemberut dan menarik lengan baju Jovan. Ketika mendengar deskripsi Tara tentangku, aku pun tertegun. Wanita tua? Apa dia sedang membicarakanku?

Aku dan Jovan telah bersama 10 tahun penuh, sejak kami berusia 19 tahun. Dibandingkan dengan Tara yang baru saja lulus, aku jelas tidak semuda dia.

"Aku baru beli lingerie seksi baru. Memangnya kamu nggak suka?"

Di hadapan Jovan, Tara bersikap sangat manis dan manja. Suaranya lembut dan penuh kasih sayang.

Jovan yang tadinya terlihat serius pun mengangkat alisnya dan menghiburnya, "Tentu saja nggak, Sayang. Aku harus buat alasan untuk bohongi dia, lalu temani kamu malam ini."

Dengan begitu, mereka mengungkapkan isi hati mereka dalam bahasa Franc tepat di depanku. Napasku tercekat sesaat. Aku tidak sengaja memecahkan sebuah pot bunga, hingga tanah berceceran di lantai.

Jovan mendengar suara dari balkon dan bergegas datang.

"Sayang, kamu baik-baik saja?" tanyanya sambil menatapku dengan khawatir, seolah-olah takut aku terluka.

Aku menggeleng dan memaksakan senyum. "Nggak apa-apa."

"Baguslah kalau begitu. Jangan kerjakan hal-hal ini lagi. Istirahatlah."

Tatapan Jovan bertemu sekilas dengan tatapan Tara sebelum kembali padaku. "Sayang, ada sesuatu yang mau kukatakan padamu. Aku memang sudah janji akan tinggal di rumah untuk rayakan ulang tahunmu. Tapi, ada klien yang akan datang. Aku dan Tara harus pergi."

Jovan berbicara dengan hati-hati, seolah-olah takut aku mengetahui kebohongannya. Suaranya dipenuhi dengan ketidakberdayaan dan penyesalan. "Sayang, maaf banget. Ini situasi yang nggak terduga. Aku ...."

Sebelum dia selesai bicara, aku menyela dengan tenang, "Nggak apa-apa. Pergilah."

Matanya seketika berbinar. "Sayang, kamu pengertian banget! Aku pasti akan habiskan waktu bersamamu setelah semua kerjaanku beres!"

Aku tidak menjawab, hanya langsung berjalan menuju kamar mandi.

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
10 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status