Mag-log inAda seorang penerjemah bahasa Franc yang bekerja untuk suamiku. Mereka berhubungan sangat dekat. Terkadang, mereka bahkan berbagi kamar ketika bepergian untuk bekerja. Aku sangat terganggu oleh hal ini. Namun, suamiku menjelaskan dengan tidak sabar, "Pekerjaan Tara mengharuskannya untuk selalu bersamaku. Apa yang kamu pikirkan? Orang yang punya pikiran negatif akan selalu mikir yang nggak-nggak!" Aku juga merasa aku terlalu sensitif. Sampai suatu hari, di depanku, Tara berkata kepada suamiku dalam bahasa Franc, "Jangan bilang kamu mau temani wanita tua itu malam ini?" Jovan menjawab, "Tentu saja nggak, Sayang. Aku harus buat alasan untuk bohongi dia, lalu temani kamu malam ini." Pada saat ini, mereka berdua mengira aku tidak mengerti bahasa Franc.
view more"Kanya, kita balikan, ya? Tara nggak punya hak untuk menantang posisimu. Dia nggak akan berani berbuat begitu lagi," ujar Jovan dengan tulus sambil berjalan mendekat untuk menggenggam tanganku. Baginya, hal ini seolah-olah sangat normal.Aku memandangnya, tetapi tidak dapat menemukan bayangannya dari 10 tahun yang lalu. Ternyata, cintanya telah membusuk sedemikian rupa."Jovan, uruslah hidupmu sendiri."Aku menarik tanganku, lalu buru-buru masuk ke mobil.Jovan pun panik dan ingin menyusulku. Namun, mobil melaju sangat cepat. Dia hanya bisa mengejar sambil terus meneriakkan namaku.Aku tidak menoleh, juga tidak tergerak. Ternyata, perpisahan yang sesungguhnya tak selalu disertai air mata. Aku memutuskan seluruh kontak dengan Jovan, mengganti ponsel dan kartu SIM baru, juga pindah ke rumah baru. Meniti kembali karierku memberiku arah hidup yang baru. Aku menjalani hidup yang bahagia.Lambat laun, aku pun melupakan Jovan dan semua kenangan selama 10 tahun terakhir.Perlahan-lahan, kehad
Bastian juga tidak pernah bersikap baik pada Jovan. Saat memukul Jovan, dia juga sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan. Namun, meskipun begitu, Jovan tetap mengulur perceraian kami, hingga Tara tidak tahan lagi dan membalas dendam padanya.Tara menguak masa lalu mereka ke publik dan hal itu memicu gelombang kecaman kecaman besar di internet. Dalam sekejap, Jovan dan perusahaannya menjadi sorotan publik. Setelah itu, dia baru tidak punya pilihan selain menceraikanku."Kanya, tunggu aku selesaikan urusan di sini. Tunggu aku kembali ...."Aku bahkan tidak meliriknya. Setelah masuk ke dalam mobil Bastian, aku melihat tatapan sedih Jovan melalui kaca spion. Ekspresinya terlihat sangat hancur. Namun, aku tidak merasakan sakit hati sedikit pun. Ternyata, berhenti mencintainya bisa membuat hatiku begitu lega."Karena masalah di sini sudah diselesaikan, kamu mau ikut aku menetap di Kota Harpe? Perusahaanku go public di sana."Aku tersenyum dan menjawab, "Oke."Ada perasaan lain yang terse
Tara lebih memahami Jovan daripada aku, juga bisa menebak apa yang aku pedulikan. Aku tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi. Aku tidak akan membiarkan anak ini tumbuh dalam keluarga seperti itu.Pesan dari Tara telah membulatkan tekadku.Jovan menyadari sesuatu yang aneh pada ekspresiku. Dia bertanya, "Kanya, lagi mikir apa?"Apa yang bisa kupikirkan? Aku hanya ingin menghargai jerih payah Tara. Selain itu, aku tidak akan ragu lagi.Saat Jovan menyadari apa yang ingin kulakukan dan menyusulku ke rumah sakit, aku telah menggugurkan anak itu. Dengan mata merah, dia bertanya padaku, "Kenapa? Kenapa! Kanya, kamu kejam sekali! Kamu sudah janji akan memulai lagi dari awal bersamaku. Kenapa kamu bohong?"Aku menatapnya dan tiba-tiba tertawa. Entah kenapa, ucapan itu terasa seperti bumerang yang berbalik menghantam dirinya sendiri.Saat berumur 19 tahun, aku berpikir dia akan mencintaiku selamanya. Ternyata, cinta itu hanya bertahan 10 tahun. Janji dan sumpahnya sudah lama tenggelam ke
Aku menyahut dengan tenang, "Aku nggak mencintaimu lagi."Jovan meraih pundakku dan berseru dengan tidak percaya, "Nggak! Kanya, kamu cuma masih marah. Aku nggak percaya. Memangnya kamu benar-benar rela melepaskanku?"Aku mendorongnya dan tidak ingin berurusan dengannya lagi. Sampai perkara cerai ini selesai, kami mungkin tidak akan pernah bertemu lagi.Dengan pemikiran seperti itu, aku hendak melangkah maju. Tak disangka, aku tiba-tiba pingsan."Kanya! Kanya, ada apa denganmu?"Ketika tersadar lagi, aku sudah berada di rumah sakit.Jovan menatapku dengan mata berbinar dan penuh kebahagiaan. "Kanya, sepertinya semua ini memang kehendak Tuhan."Aku memandangnya dengan bingung.Jovan menggenggam tanganku dan berkata dengan lembut, "Kita nggak akan cerai. Soalnya, kamu sudah hamil."Tubuhku seketika membeku. Saat ini, aku hanya merasa hawa dingin menjalari seluruh tubuhku.Dalam dua bulan terakhir, aku memang kehilangan nafsu makan. Berhubung merasa terlalu stres memikirkan perceraianku d
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.