Partager

The Ace, My Ace

Auteur: Juno Bug
last update Date de publication: 2026-02-27 12:29:00

​Kemenangan mutlak dengan skor telak akhirnya berhasil diraih oleh Milford, mengungguli angka jauh di atas skor Eastwood High. Euforia disetiap tribun lapangan meledak dahsyat, memecah hening yang biasanya menyelimuti Milford Hall menjadi gemuruh yang memekakkan telinga pada saat peluit panjang ditiupkan dan kemenangan Milford di teriakan melalui pengeras suara.

​Nama Damian, sang kapten yang mencetak skor terbanyak dengan permainan luwes yang membuat semua mata terpaku, berkumandang menggema d
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   Because I Love You, Fraya

    Bagi Damian, menjaga Fraya bukan sekadar pilihan—itu adalah harga mati. Terlebih sekarang, ketika status gadis itu sudah resmi menjadi miliknya. Namun, di balik kepemilikan itu ada harga yang harus ia bayar mahal. Setiap detik berada di dekat Fraya terasa seperti siksaan manis yang membakar. Damian harus menahan diri mati-matian, menekan gairah liar yang terus mendorongnya untuk memojokkan Fraya ke dinding terdekat dan mengubur hawa panas di balik celananya ke dalam kehangatan tubuh gadis itu. Seperti siang ini. Fraya baru saja keluar dari ruang loker wanita usai pelajaran olahraga. Rambutnya yang masih setengah basah dari bilasan pancuran jatuh acak-acakan di sekitar bahu. Angin siang bertiup pelan, mengibaskan rok seragam pendeknya hingga nyaris menyingkap paha mulusnya lebih tinggi. Beberapa kancing atas kemejanya sengaja dibiarkan terbuka, sementara dasi sekolahnya melingkar kendur di leher tanpa diikat dengan benar. Fraya mungkin tidak sadar bahwa dari lantai tiga—tepat di bal

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   Playing With The Fire

    Damian nyaris membanting pintu ruang rekreasi saat ia melangkah masuk dengan napas memburu. Kedua tangannya mendekap erat tubuh Fraya, seolah-olah gadis itu adalah sesuatu yang sangat berharga sekaligus rapuh yang harus ia lindungi dari seluruh dunia.​Setelah mendudukkan Fraya dengan sangat hati-hati di atas sofa ruang rekreasi, Damian segera berlutut tepat di hadapan gadis itu.​Fraya sejak tadi hanya bisa menunduk. Rasa panas akibat tamparan Alana di pipinya masih terasa begitu menyengat, berdenyut menyakitkan. Fraya yakin, bekas jemari Alana masih meninggalkan jejak merah yang sangat jelas di kulit pipinya yang putih bersih.​Damian mendongak, berusaha mencari sepasang mata Fraya dengan pandangan yang sarat akan kekhawatiran.​“Baby, look at me…”​Fraya berdecak sambil menepis jemari Damian yang hendak menyentuh dagunya, “I told you for hundred times, stop calling me that.”​Damian terdiam, namun ia tidak membantah. Tangannya yang sempat terangkat untuk memaksa Fraya agar menatapn

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   The Sweet of Secrecy

    Fraya sempat meyakini satu hal, bahwa menjalin hubungan asmara dengan sosok paling berpengaruh di Milford Hall akan berjalan semudah membalikkan telapak tangan. Ia begitu percaya diri bahwa dirinya dan Damian akan sanggup mengontrol setiap gerak-gerik mereka di sekolah, menjaga setiap jarak, dan memoles semua interaksi agar tetap terlihat sangat biasa saja di hadapan publik. Dalam benak Fraya, selama mereka dapat mengontrol diri, sebesar apapun hasrat mereka muncul dalam setiap pertemuan di muka umum, tidak akan ada satu pun orang yang bisa mencium rahasia yang Fraya dan Damian simpan rapat-rapat.Namun, ternyata keyakinan naif Fraya ini salah total.Ia lupa satu hal yang paling tidak bisa diatur di dunia ini, yaitu perasaan dan tingkah laku Damian Harding.Walaupun Damian sudah menyanggupi akan menjaga hubungan mereka tersimpan dengan rapat hanya untuk mereka berdua saja, namun sifat posesifnya memang sudah mendarah daging. Dan tampaknya Damian sendiri jadi kesulitan untuk menahan k

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   Sealed With a Promise

    ​"Apa-apaan sih ini!"​Suara lengkingan Alana memecah kesunyian balkon. Ia nyaris membanting ponsel mahal dalam genggamannya saat panggilan satu arah yang sudah dilakukannya selama belasan kali dalam lima menit terakhir ini tidak kunjung mendapat respon. Kekesalannya sudah mendidih, meluap hingga ke ubun-ubun. Kukunya yang dipulas cat merah menyala tampak berkilat tajam, seolah ingin sekali mencakar layar ponsel itu, menganggap benda tak berdosa tersebut harus bertanggung jawab penuh atas hancurnya mood Alana sore hari ini. Bagi Alana, diabaikan adalah penghinaan terbesar yang pernah ia terima.​Matanya yang tajam dan sarat akan kilatan emosi terangkat saat sosok Axel muncul di balkon teras Mansion Alana yang megah, berdiri kokoh dan angkuh bak sebuah istana di tengah pusat London. Suasana hatinya bukannya membaik sedikit pun, kehadiran Axel malah membuat Alana berdesis kesal, sebuah suara yang keluar dari celah giginya yang terkatup rapat. Ia memukul dada Axel dengan ponselnya—se

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   The Abyss of Fear

    Seharusnya ketika sepasang kaki terus bergerak dengan kecepatan di atas batas manusiawi, seseorang akan merasakan keletihan luar biasa yang membuat mereka berhenti sejenak untuk sekadar menarik napas dalam yang menyakitkan.Namun, sudah sejak tadi, yang dilakukan Fraya hanyalah berlari menembus kegelapan di depan matanya yang terasa seakan tak berkesudahan.​Fraya memacu kedua kakinya, mengabaikan rasa sakit yang muncul akibat telapak kakinya yang polos menusuk ranting-ranting kecil sepanjang ia berlari membelah sunyi.Kepekatan deretan pepohonan yang seakan menghalangi jalannya berubah menjadi labirin hitam yang menyesakkan.Jika ditanya apa yang Fraya lakukan sekarang ini, jawabannya sederhana: Fraya sendiri tidak tahu.​Yang jelas, seluruh raganya seakan sedang dikepung ketakutan. Seolah sesuatu yang purba tengah mengejarnya dari belakang, berusaha meraih Fraya ke dalam hampa. Namun jika dilihat secara kasat mata, tidak ada siapapun di belakang gadis itu. Pun di depan matanya.Fray

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   The Shower's Dirty Secret

    Louis Partridge berlari secepat yang kaki panjangnya mengizinkan, menembus koridor Milford Hall dengan paru-paru yang terasa terbakar.Dunianya seolah menyempit hanya pada satu misi, yaitu menemukan Fraya Alexandrea.Tujuan utamanya saat ini langsung ke kelas Kimia, tempat di mana mata-mata suruhan Damian tadi menginformasikan keberadaan Fraya atas insiden memuakkan yang terjadi di bawah pengawasan Mr. Humblot.Pikirannya bising oleh skenario buruk yang mungkin menimpa gadis itu.​Namun, saat Louis mencapai pintu berkusen kayu ek yang kokoh itu dan menerjang kenop pintunya dengan kasar hingga pintu membelalak terbuka lebar, yang didapatnya justru hantaman sunyi yang menyesakkan.Seluruh atensi kelas yang tadinya sedang serius memerhatikan penjelasan Mr. Humblot menoleh bersamaan ke ambang pintu, menatap Louis yang berdiri mematung sambil terengah-engah dengan peluh yang membasahi pelipisnya.​"Bloody Hell, Mr. Partridge. What on earth got into you, storming into my class like a madman

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   Between Adjectives and Misguided Heartbeat

    Damian akhirnya berhenti tertawa, meski sisa-sisa binar jenaka masih terlihat jelas di matanya yang biru. Ia meraih kotak makan biru yang tadi dilemparkan Fraya dan membukanya perlahan. Aroma manis cookies cokelat buatan rumah langsung menyeruak, jauh lebih menggoda daripada makanan katering mewah

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   My Tutor From Hell

    ​"Hai, kamu Fraya Alexandrea, ya?"​Ketiga orang yang tengah duduk melingkar di meja kafetaria itu serentak menoleh. Seorang cowok bertubuh agak pendek dengan rambut oranye mencolok berdiri tepat di sebelah Fraya. Fraya, yang sejak tadi hanya mengaduk-aduk spageti di piringnya tanpa selera, mendong

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   Poundsterling Raining

    ​Malam itu, di balkon rumah Axel yang luas, musik pesta terdengar berdentum di lantai bawah. Damian duduk dengan segelas Tequila di tangannya, menatap hamparan taman yang gelap.Axel berdiri di sampingnya, menenggak Gin n Tonic seolah itu adalah air putih.Dendam masih terlihat jelas di matanya.​"

  • Milford Hall: His Sweet Obsession   The Cost of Betrayal

    Fraya melangkah menyusuri lorong menuju area rekreasi yang lebih mirip klub eksklusif daripada fasilitas sekolah. Di tangannya, cangkir kopi berukuran large dari kafetaria masih mengepulkan uap panas. Langkahnya mantap, mengabaikan debaran jantungnya yang berpacu liar.​Ia bukan tipe pencari masala

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status