공유

Bab 2

작가: Ipak Munthe
last update 게시일: 2026-06-27 19:34:47

“Pa, gimana ceritanya Citra harus menikah dengan seorang laki-laki yang bahkan Citra nggak kenal?” tanya Citra tak percaya.

“Ini sebagai tanggungjawab kamu, kalau kamu tidak mau silahkan pergi bawa bajumu saja! Dan, masuk penjara, bahkan seandainya bebas tidak boleh kembali ke rumah ini!” tegas sang Papa.

“Pa, memangnya Papa tega putri semata wayang Papa di penjara lalu berkeliaran di luar, jadi gembel?” kata Citra lagi.

“Papa rasa kamu cukup pergi dengan baju di badan, termasuk ponsel juga tidak boleh dibawa karena itu dibeli pakai uang Papa,” kata Papanya lagi.

Citra pun terkejut lalu menolak pada Mama, “Ma, tolongin…” pintanya melas.

“Kamu mau menikah dengan pria itu atau luntang-lantung di luar?!” sela sang Papa cepat lalu ia keluar.

“Papa!!!” Seru Citra panik dan perlahan bangkit lalu memeluk ibunya, “Ma, tolongin Citra, ngomong ke Papa untuk membatalkan pernikahan itu,” mohonnya.

Namun, Mamanya juga melepaskannya, “Mama nggak mau ikut campur, fasilitas Mama baru saja dikembangkan Papa, Mama nggak mau dihukum lagi,” ucapnya sambil tersenyum kecut lalu pergi.

“Mama!!!” Seru Citra sambil menangis histeris.

“Nona Citra, ini kebaya yang harus anda pakai,” kata Bik Muna.

Citra pun menoleh, “Pakai?!” tayangnya syok.

Bik Muna mengangguk, “Nona tidak mau pakai… Bapak bilang Nona boleh…eh…pergi,” kata Bik Muna dengan suara nyaris berbisik karena takut.

“Astaga…malang sekali nasibku,” gumamnya, “tapi bentar, aku harus pergi, nggak mungkin menikah dengan pria asing. Ada Mona, Ara, Kelen dan Yuda…” gumamnya.

Kemudian ia menghubungi Yuda tapi tidak dijawab, lalu Mona. Citra pun tersenyum saat mendapatkan jawaban.

Tapi setelah Citra mengatakan masalahnya, tiba panggilan terputus, lalu ia menghubungi teman lainnya dan ada saja alasannya.

Citra benar-benar merasa tidak punya siapa-siapa sekarang.

“Aku bunuh diri aja, pasti Papa nyesel,” katanya tapi saat itu ia kembali mempertimbangkan sesuatu, “tapi di kuburan kan gelap nggak ada siapa-siapa, mending idup walaupun sedikit sensara minimal masih bisa nge mall, makan bakso,” katanya lagi.

“Nona, saya bisa dibunuh Bapak kalau Anda nggak pakai ini,” kata Bik Mina.

“Ck…” Citra berdecak kesal kemudian segera memakainya, setelah itu ia menatap dirinya di pantulan cermin, “terlalu cantik,” gumamnya.

Kemudian ia mengepang rambutnya menjadi dua bagian dan menggunakan kaca mata.

“Syukur-syukur kalau dia nolak, kan kalau dia nolak aku punya alasan untuk nggak menikah sama dia,” katanya yakin.

Lalu Citra pun dibawa menuju ruang keluarga, disana ia melihat seorang pria yang duduk berhadapan dengan penghulu dan beberapa keluarga lainnya.

Ya, pernikahan ini hanya dihadiri oleh keluarga inti saja.

Paling tidak Citra masih bersyukur karena orang luar tidak tau soal pernikahannya ini.

Lalu ia duduk di samping pria itu, pernikahan pun dilaksanakan.

Sah.

Satu kata yang membuat dunia Citra berubah, akhirnya ia menyandang gelar sebagai seorang istri.

“Sial sekali hidupku sejak bertemu dia,” gumamnya.

Dan setelah menikah tentunya Citra harus ikut dengan suaminya.

“Ma, masa iya Citra harus ikut dengan orang yang nggak Citra kenal?” protesnya.

“Princess Mama, jaga diri baik-baik ya…Mama juga takut diamuk Papa,” kata Miya dengan wajah takut.

“Pa,” kini Citra memohon pada Papanya sekali lagi.

“Ikut suamimu!” Kata Handoko tegas.

“Pa, kalau dia jahat gimana?” tanya Citra.

Ia melirik Yusuf yang berdiri di depan mobilnya, wajah pria itu terlihat sangat dingin dan sejujurnya Citra lumayan takut.

“Pa, kalau Citra diapa-apain gimana?” Katanya lagi tak menyerah memohon pada sang Papa.

“Nggak mungkin, sana pergi jangan sampai suamimu marah!” Ucap Handoko.

“Suami?” Citra merinding mendengarnya, “Pa…”

“Kalau dia yang nggak baik sama kamu dan menceraikan mu, kamu boleh kembali ke rumah ini dan warisan kamu segera Papa proses!” Tegas Handoko.

Mata Citra langsung berbinar, ‘Asik, berarti aku tinggal buat dimarah doang. Lalu dicerai dan aku jadi janda kaya,’ batinnya tersenyum.

“Sana pergi!” kata Handoko sinis.

“Yaudah deh, Pa…” Citra pun memilih untuk menurut saja, paling tidak ada satu harapan yang bisa membuatnya kembali ke rumahnya.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Miliarder Dingin Jatuh Cinta   Bab 152

    "Selamat," Yusuf mengulurkan tangannya. Citra pun membalasnya, "Terimakasih," kata Citra, kemudian ia menerima seikat bunga mawar berwarna merah. "Hay," sapa seseorang. Citra pun menoleh, "Pak Darren?" kata Citra tak menyangka jika Darren akan datang. "Selamat, ya. Ini bunga kesukaan kamu, bunga aster," kata Darren. "Terimakasih," Citra pun memberikan bunga ditangannya pada Ara, kemudian menerima bunga dari Darren, "Pak Darren, dapat dimana? Kemarin saya udah cari dibeberapa toko bunga tapi lagi kosong semua," ujar Citra. "Adalah, yang pastinya buat kamu," balas Darren. "Terimakasih..." kata Citra lagi. *** Citra sampai di rumah bersama dengan yang lainnya, karena hari ini untuk merayakan kelulusannya akan ada makan bersama di rumah. Tapi saat Citra turun dari mobil ia melihat ada banyak bunga di ruang tamu, bahkan ruang tamu hampir penuh. "Banyak sekali?" tanya Miya yang juga bingung. "Bik, siapa yang berikan bunga sebanyak ini?" tanya Citra sambil melihat bun

  • Miliarder Dingin Jatuh Cinta   Bab 151

    Satu minggu kemudian... Citra tersenyum bahagia. Hari ini, ia berdiri mengenakan toga dengan ijazah yang tergenggam erat di tangannya. Setelah melewati begitu banyak perjuangan, akhirnya ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dan resmi menyandang gelar sarjana. Ia menatap ijazah itu beberapa saat, seolah masih tidak percaya bahwa semua perjuangannya benar-benar telah sampai di titik ini. Dulu, ia sering merasa dirinya adalah orang paling bodoh sedunia. Ia bahkan sempat meragukan kemampuan dirinya sendiri. Namun hari ini, Citra akhirnya membuktikan bahwa ia tidak seburuk yang selama ini ia pikirkan. Ia tersenyum lebih lebar. Setidaknya, hari ini ia boleh bangga pada dirinya sendiri. Begitu keluar dari barisan wisudawan, mata Citra langsung mencari sosok yang sejak tadi menunggunya. Begitu melihat ayah dan ibunya berdiri di antara kerumunan, wajah Citra seketika berbinar. “Papa!” Citra langsung berlari menghampiri. Tanpa peduli toga yang sedikit berantakan, ia seger

  • Miliarder Dingin Jatuh Cinta   Bab 150

    Sidang perceraian. Setelah mediasi gagal akhirnya keputusan cerai pun dikabulkan Yusuf terlihat lesu karena keputusan ini terlalu menyakitinya, bahkan tak menyangka pada akhirnya cerailah yang dipilih oleh Citra. "Citra," panggil Yusuf saat melihat wanita itu keluar dari kantor pengadilan. Citra terpaksa menghentikan langkah kakinya dan menoleh. Yusuf pun mendekati dan hendak meraih tangannya tapi Citra mundur selangkah. Jelas itu adalah sebuah penolakan. Yusuf merasa begitu sakit, "Citra, sejujurnya aku nggak bisa hidup tanpamu," kata Yusuf. Citra menarik nafas panjang mendegarnya, jika dulu Yusuf seperti ini mungkin ia akan sangat hahaha. Tapi sekarang? Ia malah merasa muak. Ia memilih melihat kesekitarnya seakan tak menanggapi sama sekali. "Citra, bukankah Naya pun mau kita tetap bersama?" tanya Yusuf penuh harap. Lalu kali ini Citra pun menatapnya. "Iya, kan?" tanya Yusuf setengah memohon. "Aku nggak suka suami sumbangan orang, cari aja perempuan lain.

  • Miliarder Dingin Jatuh Cinta   Bab 149

    Polisi datang ke kediaman Adithama, berdasarkan laporan pengacara. Aldo Adithama, ayah kandung Yusuf. Santi dan Zia terbukti telah merencanakan kecelakaan beberapa tahun yang lalu terhadap Naya saat pernikahan mereka akan dilangsungkan. "Yusuf, kamu mau mencoreng nama baik Adithama? Kamu mau bikin saham anjlok, hah?! Bagaimana dengan Kakek dan Nenekmu?!" tanya Aldo. Mungkin pria paruh baya itu tak pernah membayangkan hari ini akan tiba juga, karena ia pikir Yusuf tak akan melaporkan dirinya sebab yang menjadi pertimbangan adalah Kakek dan Nenek, serta Maya. Ditambah lagi kehancuran keluarga yang dipandang sebagai keluarga harmonis. "Kau yang mencoreng nama baik keluarga! Bahkan aku tidak mengerti mengapa ada orang sepertimu! Kau ikut menghancurkan kebahagiaan anakmu sendiri!" balas Yusuf. Saat itu Maya pun kembali, kini semua mata tertuju padanya. "Maya, tolong Mama...Yusuf melaporkan kami ke penjara. Dia tidak memandangmu sebagai adik, padahal kamu selalu menganggap dia sebagai

  • Miliarder Dingin Jatuh Cinta   Bab 148

    Rumah Citra. Sudah hampir dua jam Yusuf duduk di ruang tamu, ia datang memang untuk melihat anaknya. Tetapi yang paling ia tuju adalah Citra, istrinya. Yusuf masih ingin berbicara dan memperbaiki hubungan mereka, ia tak ingin semuanya berakhir begitu saja. Meski begitu sulit untuk bertemu dengan wanita itu ia akan tetap berusaha. Hingga akhirnya terdengar suara langkah kaki. Tap tap tap... Yusuf menatap ke arah pintu dan ternyata yang ditunggu akhirnya kembali. Ia segera bangkit dari duduknya. Dan Citra juga melihatnya, tatapi ia terlihat tidak peduli sama sekali. Justru ia terus melangkah hingga Yusuf menghentikan langkah kakinya. "Citra," panggil Yusuf tiba-tiba sudah berdiri di hadapannya. "Ya? Mau ketemu Reyhan dan Reyna? Kamar mereka disebelah sana," kata Citra menujuk arah kamar anak-anak mereka. Karena Citra tidak pernah ingkar pada janjinya, ia mempersilahkan Yusuf untuk bertemu kedua anaknya. Kapanpun. Begitu juga dengan kali ini yang diyakini Citra

  • Miliarder Dingin Jatuh Cinta   Bab 147

    Dreettt... Suara ponsel Citra berdering. "Halo," jawabnya. "Benar ini dengan Ibu Citra?" tanya seseorang dari seberang sana. "Benar, ada apa?" tanya Citra. "Ibu Citra bisa tolong ke rumah sakit sekarang." "Rumah sakit?" tanya Citra terkejut. "Bu Naya ingin bertemu anda, keadaannya sangat mengkhawatirkan," kata perawat itu. "Tapi aku tidak ada urusan dengan dia," tolak Citra. "Bu Citra, anggap saja ini untuk yang terakhir kalinya," kata perawat lagi. Lalu panggilan pun berakhir. Citra menatap ponselnya, ia bingung harus pergi atau tidak. "Nggak usah pergi deh, lebay banget...pasti dia mau bilang dia salah dan minta kamu balikan sama Pak Yusuf. Basi," cibir Ara. Citra pun mempertimbangkan ucapan Ara, dan apapun yang terjadi ia tak mau dikasihani sekaligus tidak mau memaksakan siapapun dalam hidupnya. Lagi pula sudah tidak ada tempat untuk Yusuf lagi dihatinya, menurutnya bertemu dengan Yusuf bukan kesalahan, tapi hanya sekedar bertemu karena sebuah takdir yan

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status