/ Romansa / Misi Memikat Bos Wanita / Bab 34: Pesona Rafael

공유

Bab 34: Pesona Rafael

작가: Jie Jian
last update 게시일: 2025-08-11 18:30:48

"Ada apa?" Rafael bertanya dengan sedikit risi dan terganggu. Dia takut penampilannya buruk malam ini dan membuat kekacauan.

Khahitna tidak menjawab, sebaliknya, dia merenung. Sungguh, dia telah menyia-nyiakan pria ini. Pria setampan Rafael, dia melewatkannya. Bagaimana bisa dirinya baru menyadari betapa menawannya sosok Rafael? Dia sepertinya buta oleh pekerjaan selama ini.

Lihat sekarang! Khahitna terlalu jelas tentang Rafael. Pria itu sungguh bisa membuat beberapa wanita melempar diri ke p
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Misi Memikat Bos Wanita    Bab 158: Kebencian Tuan Adiwara

    Arnold melihat pria yang begitu mengesankan di lingkungan kuil tengah mencari-cari, dia mengerutkan kening. Dia mendekati Rafael. "Ada apa? Sedang mencari seseorang?" Arnold menebak-nebak, tetapi yakin bahwa itulah yang dilakukan Rafael sekarang. "Mantanmu?" Dia menambahkan dugaan. Rafael berhenti mencari dan melihat Arnold yang berada di depannya. Dia menggeleng sebagai jawaban. "Tidak. Aku rasa, Tuan Adiwara ada di sini." Rafael menjawab dan tidak melanjutkan pencariannya. Biarlah! Toh, Tuan Adiwara pasti akan menemuinya sendiri. Arnold mengangguk. Benar: Tuan Adiwara berada di Kota Xingyu. Kemungkinan besar, Khahitna juga ada. Bahkan, mereka lebih dulu tiba di Kota Xingyu dibanding dia dan Rafael."Masih ingin mencari mantanmu?" Arnold bertanya, ingin memastikan langkah pria ini selanjutnya. "Tidak perlu. Aku sudah bertemu dengannya." Rafael menjawab, lalu tertawa dengan geli. "Arnold, mantan kekasihku ternyata sangat cantik." Arnold: "Sialan!" Sistem: [Sialan, Rumah Utama]

  • Misi Memikat Bos Wanita    Bab 157: Aku Bukan Ayahmu

    Rafael terkejut lagi dan ekspresinya tidak bisa disembunyikan. Nama wanita ini Berly? Tetapi, mengapa wajahnya mirip mantan 'Rafael'? Mantan Rafael namanya Cinderella. Apakah ada orang yang bisa begitu mirip di satu kota yang sama? Rafael bingung sesaat dan menimbang. Dia jelas bahwa ini wajah di foto yang disimpan 'Rafael', tetapi namanya berbeda. Apakah dia memang salah orang? Akan tetapi, anak ini ... Rafael melihat Nathan lagi yang merupakan dirinya versi balita. Tidak salah! Ini mantan 'Rafael', lalu mengapa namanya beda? "Nama Anda bukan Cinderella? Aku mencari orang dengan nama Cinderella. Dia seperti Anda." Rafael kebingungan dan mengungkapkan dengan terus terang. "Namaku Berly. Mungkin orang yang Anda cari bukan saya. Mungkin kami cuma mirip. Anda pergi ke pusat pencatatan sipil untuk mencari orang." Berly tersenyum ringan. Rafael menggeleng dan melihat anak itu lagi. Pasti ada yang salah dalam informasi yang telah berada di tangannya. Ini pasti mantan 'Rafael'. "Aku tid

  • Misi Memikat Bos Wanita    Bab 156: Berly

    Tiga tahun lalu, mereka berpisah bukan karena tidak saling cinta, tetapi kepercayaan juga keyakinan yang berbeda. Rafael tidak ingin dengan segala aturan di Kota Xingyu dan keluarga Berly. Karena itu, keluarga Berly tidak memberi restu dan bersikeras menentang cinta pasangan itu. Berly tidak ingin mengkhianati keluarga, begitu juga Rafael. Satu hati dan cinta, dipisahkan oleh keyakinan yang berbeda. Rafael memang sering menemani dia—Berly—ke kuil untuk persembahan dan doa. Akan tetapi, pria itu tidak pernah melangkahkan kaki melewati gerbangnya. Kuil Sheng juga suci dan Rafael sadar diri bahwa dirinya tidak harus berada di dalam. Akan tetapi, kali ini, Berly melihat Rafael di dalam kuil. Tidak masalah jika berada di dalam, tetapi Rafael ini bahkan melakukan persembahan dan doa. Oke, tidak masalah melakukan persembahan juga doa, tetapi bagaimana dengan Rafael yang tidak pernah melakukannya tahu cara melakukan persembahan? Jangan lupa bahwa sang pemimpin persembahan mengatakan bahwa

  • Misi Memikat Bos Wanita    Bab 155: Ke Kuil Sheng

    Mantan pacar Rafael ini, situasinya sulit dijelaskan. Khahitna membohongi Rafael dengan mengatakan bahwa nama mantan itu bernama Cinderella. Sayangnya, 'Rafael' hanya memiliki satu mantan kekasih; Berly dan Rafael percaya omongan Khahitna. Sistem tidak membongkar masalah ini kepada Rumah Utama yang tidak bisa diandalkan. Dalam buku asli, tidak disebutkan siapa nama mantan pacar 'Rafael' dan ditulis sebagai mantan. Tidak ada deskripsi detail tentang orang seperti apa gadis ini dalam buku. Lagipula, 'Rafael' dalam buku hanyalah toko yang hancur, bukan tokoh utama seperti Khahitna dan Arnold. Posisinya sama seperti Angel dan itu hanya penghalang kecil yang tidak seberapa. Jadi, apakah mantan ini berarti? Tentu saja, tokoh itu jauh lebih tidak ada apa-apanya lagi. Untungnya, Rafael telah melihat wajah mantan 'Rafael' ini dan dia sekilas bisa mengenali rupanya. Tujuan Sistem menyembunyikan identitas mantan pacar 'Rafael' dari Rumah Utama tentu saja membantunya. Selama Rafael tidak menge

  • Misi Memikat Bos Wanita    Bab 154: Pihu dan Xingyu

    Arnold tertawa juga. Dia ingat ketika Rafael mabuk setelah diserang oleh Angel. Kala itu, dia juga memperkenalkan diri seperti ini, tetapi Arnold tidak memahaminya. Namun, sekarang dia begitu paham. Nama orang ini adalah Rafael. "Baiklah. Namamu sangat bagus. Sebagus orangnya." Arnold memuji dan mobil berhenti di depan sebuah penginapan berkelas internasional. Sistem menangis dengan sedih. Drama macam apa ini? Arnold bahkan telah mengetahui indentitas asli Rafael. Ditambah Khahitna dan kemungkinan Tuan Adiwara juga akan menyadarinya, apalagi yang bisa Sistem lakukan? [Rumah Utama, Anda benar-benar tidak pandai berakting. Anda artis yang buruk dan saya tidak bisa membantu Anda. Arnold memiliki tingkat kecurigaan 90 persen dan itu hanya 5 persen di bawah Bos Wanita. Rumah Utama, apakah Anda ingin membongkar identitas Anda] Sistem bertanya dan sebenarnya tidak perlu lagi sebab Rafael memang sudah terungkap. "Tidak. Aku masih akan berperan." Rafael menjawab sungguh-sungguh. Lakukan ke

  • Misi Memikat Bos Wanita    Bab 153: Rindu Rumah

    Rafael tidak menjawab segera. Dia berpikir sejenak. Kota Xingyu ini sama seperti Kota Pihu di dunianya, kota tempatnya tinggal. Sekilas dari informasi yang dia ingat dari internet, Kota Xingyu menjunjung tinggi moral dan kepercayaan kepada dewa. Orang-orang di Kota Xingyu meski dikelilingi teknologi yang maju, tetapi tetap mempertahankan tradisi dan kepercayaan, termasuk kebiasaan berabad-abad lalu. Bisa dibilang, ini kota budaya dan sejarah yang lestari. Kota Pihu juga demikian dan hal-hal yang telah wajar dimasyarakat luar menjadi bagian tabu. Kota Xingyu tidak terbuka, tetapi tidak menolak kemajuan teknologi. Misalnya, mereka telah akrab dengan kecerdasan buatan, bahkan pusat penelitian ilmu pengetahuan berada di sini. Namun, di masyarakat yang modern ini, berciuman antara kekasih, bahkan berpegangan tangan adalah hal tabu dan bisa menuai kritik juga hukum sosial. Jadi, seseorang bisa melihat robot dan bentuk kecanggihan teknologi lain di Xingyu, tetapi tetap dibalut rasa moral d

  • Misi Memikat Bos Wanita    Bab 138: Kemarahan Tuan Adiwara

    Malam hari di Royal Place sangat dingin. Rafael tidak ikut dalam kegiatan apa pun bersama tim maupun artis. Alex sudah memberitahu Sutradara Chen jika kondisi Tuan tidak dalam keadaan prima. Semua orang tidak menuntut apapun, bahkan memberikan Rafael lebih banyak ruang tanpa. Tim dan para artis han

  • Misi Memikat Bos Wanita    Bab 134: Apa Maumu?

    "Cinderella, ya. Namanya memang tidak sebagus milikku. Tapi, aku tetap marah. Aku ingin menghukummu sedikit." Khahitna tertawa dan merasa orang ini benar-benar membongkar diri sendiri. Jangan salahkan dia kalau tidak bermoral. "Kau sudah cium aku di depan rekan-rekan kerja. Itu cukup membuatku tid

  • Misi Memikat Bos Wanita    Bab 133: Sial! Siapa Nama Mantanku?

    Rafael yang marah sekaligus takut membawa Khahitna ke sebuah kamar. Kamar ini semua diatur untuk Austin dan Sutradara Chen. Akan tetapi, karena dia meminta Austin tinggal di kamarnya dan Sutradara Chen memilih bergabung dengan wakilnya, ini dikosongkan. Ketika berada di dalam kamar, Rafael menutup

  • Misi Memikat Bos Wanita    Bab 132: Dia Sedang Sial, Oke

    Austin melihat Alex dengan wajah yang lebih pucat dari mayat. Pasti karena kata-katanya semalam dan Alex sungguh-sungguh meneruskannya. Persetan! Apakah Senior akan baik-baik saja? Rafael memaksakan senyum. "Kalau begitu, duduklah. Kita sarapan bersama." Dia berkata dengan suara yang bergetar. "K

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status