Share

Bab 2

Penulis: Embun Beku
Melihat dia yang berusaha menunjukkan kemampuan, sudut bibirku terangkat membentuk senyum pahit.

Di kehidupan sebelumnya, dia tidak pernah mengucapkan sepatah kata pun selama lima tahun berada di sisiku. Tak kusangka, di kehidupan ini, demi bisa berada di sisi Iris, ia begitu cepat berbicara.

Saat itu, Lucas yang sejak tadi diam juga mulai memperjuangkan dirinya.

"Kemampuan bela diriku juga tidak kalah bagus. Biarkan aku saja yang mengikuti Nona Besar!"

Ayah pun mulai ragu.

"Gimana kalau begini, kalian berdua bertarung, siapa pun yang menang akan tetap berada di sisi Iris."

Mendengar ini, keduanya segera mulai bertarung.

Ethan menyerang dengan sangat kejam, setiap jurus diarahkan ke titik vital Lucas, seolah lawannya bukan saudara kembar, melainkan musuh yang ingin merenggut nyawanya.

Awalnya Lucas masih menahan diri, namun setelah terus ditekan oleh Ethan, ia pun mulai bertarung dengan sungguh-sungguh.

Pada akhirnya, Ethan menang dengan keunggulan tipis.

Ayah langsung mengumumkan bahwa Ethan akan menjadi budak kakakku.

Setelah itu, barulah ia teringat padaku dan berkata dengan pura-pura ramah,

"Lucas, Nona Kedua aku serahkan padamu untuk dijaga."

Ekspresi sedih kakakku sebelumnya telah lenyap.

Lagipula, di antara dua bersaudara itu, adiknya, Ethan, terlihat lebih tampan.

Tepat pada saat itu, Lucas tiba-tiba berlutut di tanah dengan keras.

"Mohon Tuan mengirimku kembali ke pasar gelap!"

Wajah ayah seketika menggelap. Tongkat di tangannya dihentakkan keras ke lantai.

"Kurang ajar! Beraninya kau bernegosiasi dengan Keluarga Brooks?"

Lucas melirik ke arahku, rasa jijik di matanya tak mampu ia sembunyikan. Nada suaranya pun menjadi semakin tegas.

"Hamba tidak berani melawan Tuan, hanya saja tabiat hamba kasar dan rendah. Takutnya tidak mampu melayani Nona Kedua dengan baik."

Aku menarik napas dalam-dalam.

Aku memang tidak secantik kakakku, Iris.

Ditambah lagi, dulu aku pernah jatuh dari kuda hingga kaki patah saat menyelamatkan Iris. Meski sudah pulih, aku tetap berjalan sedikit terpincang.

Sifatku pun pendiam dan tertutup, tentu tak bisa dibandingkan dengan Iris yang cantik bersinar dan pandai bersosialisasi.

Mungkin itulah sebabnya Ethan sangat tidak menyukaiku di kehidupan sebelumnya.

Di samping, kakakku dengan cemas menarik lengan Lucas, ingin membantunya berdiri.

"Lucas, kamu tidak boleh meninggalkan adikku!"

"Lagipula, kamu akan lebih menderita jika kembali. Aku tidak bisa membiarkanmu kembali!"

Aku dengan dingin menyaksikan sandiwara ini, akting Iris yang seolah semuanya demi kebaikanku.

Di kehidupan sebelumnya, akting ini membuatku terharu hingga menangis. Kini, yang kurasakan hanyalah rasa mual.

Aku membuka mulut untuk menyela, suaraku sangat tenang.

"Kakak tidak perlu berkata apa-apa lagi. Jika Lucas tidak ingin tinggal, memaksanya hanya akan sia-sia. Biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan."

Ayah tertegun sejenak, jelas tidak menyangka aku akan mengatakan itu.

Awalnya ia berniat memarahi Lucas untuk menunjukkan wibawa kepala keluarga, sekaligus ‘memberi muka’ padaku agar aku berterima kasih padanya.

Iris juga terpaku di tempat. Pertunjukan ini awalnya ia mainkan untuk ayah. Selain menonjolkan kebaikan hatinya, juga untuk menegaskan posisiku yang tidak disukai siapa pun. Siapa sangka aku justru langsung berkata seperti itu.

Melihat aku sama sekali tidak mengalah, ia segera mendekat dan membujukku.

"Adik, Lucas hanya sedang emosi sesaat. Kamu tidak bisa mengusirnya."

"Kalau dia kembali, hidupnya pasti akan sangat menderita."

Aku menatapnya dan berkata perlahan,

"Kalau kakak begitu peduli, gimana kalau kedua bersaudara itu saja kakak ambil semuanya?"

Wajah Iris seketika memerah.

"Kamu ... kamu bicara apa?"

Namun aku tahu, jauh di lubuk hatinya, ia sudah bersorak kegirangan.

Kedua putra Keluarga Vale sama-sama berwajah tampan.

Iris biasanya senang ketika orang memuji ketajaman matanya. Jika dia bisa mempertahankan si kembar ini di sisinya, dia pasti akan menarik banyak tatapan iri ketika dia keluar.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Musim Dingin Tanpa Claire   Bab 10

    "Claire! Beri aku satu kesempatan lagi. Meski hanya untuk membiarkanku tetap di sisimu demi menebus dosa."Kata-katanya terputus oleh moncong pistol yang dingin.Paman Charles muncul di balik bayangan, pistolnya diarahkan dengan mantap ke dahi Ethan."Tuan Ethen, ini bukan vila Keluarga Brooks. Di sini bukan tempat bagimu untuk bertindak semaunya," ucap Paman Charles tanpa sedikit pun emosi."Selangkah lagi, peluru tidak kenal ampun."Ethan membeku di tempat, cahaya di matanya perlahan padam.Lucas maju menarik lengannya, berkata dengan suara berat, "Kita pergi."Asisten membawa flashdisk itu dan berbisik,"Nona, tim teknis mengatakan bahwa laporan keuangan di sini sudah lengkap, cukup untuk memenjarakan Tuan Jimmy."Ujung jariku menyusuri retakan es pada bingkai lukisan."Tahan dulu.""Bukankah Iris paling suka hidup dikelilingi pujaan? Aku ingin dia menyaksikan sendiri, gimana semua yang dimilikinya hancur sedikit demi sedikit."...Setengah bulan kemudian, kabar anjloknya harga saha

  • Musim Dingin Tanpa Claire   Bab 9

    Melihat sikapku yang tegas, Tuan Charles hanya bisa berhenti membujuk."Baiklah kalau begitu. Saya akan memperketat pengamanan dan memastikan keselamatan Anda."Beberapa hari kemudian, Ethan dan Lucas benar-benar menemukan galeri itu."Claire."Suara Ethan terdengar jauh lebih serak dibandingkan dalam ingatanku.Aku menoleh. Ethan dan Lucas berdiri satu di depan, satu di belakang."Kami sudah lama mencarimu."Nada bicaraku datar, seolah sedang menghadapi dua tamu yang sama sekali tidak penting."Oh."Wajah Ethan langsung pucat beberapa tingkat. Ia tanpa sadar melangkah maju, tetapi dihentikan oleh pengawal di sampingnya.Petugas keamanan galeri semuanya adalah mantan tentara pilihan yang direkrut Paman Charles. Saat ini mereka tanpa suara membentuk setengah lingkaran, melindungiku di tengah.Ethan dengan gelisah membela diri,"Aku tahu aku salah, Claire. Di kehidupan lalu aku buta, tertipu oleh Iris ..."Aku mengangkat alis dan memotongnya, senyum sinis terukir di sudut bibir."Kehidup

  • Musim Dingin Tanpa Claire   Bab 8

    "Dulu, demi menyelamatkanmu, dia jatuh dari punggung kuda, tapi kamu bilang itu hanya kecelakaan.""Tapi yang kutemukan adalah kamu sengaja mendorongnya. Kamu takut dia mencuri perhatianmu, takut ayahmu akan lebih memperhatikannya. Sejak saat itu, kamu sudah berniat membuat hidupnya nggak pernah tenang."Seluruh tubuh Iris gemetar, bibirnya bergetar namun tak mampu mengucapkan sepatah kata pun.Melihat itu, ayahnya membentak dengan suara keras,"Ethan! Kamu ini hanya seorang budak, berani-beraninya mengoceh sembarangan di sini! Percaya atau nggak, aku bisa melumpuhkanmu sekarang juga!"Ethan menoleh ke arah ayahnya, tatapannya penuh ejekan."Melumpuhkanku? Kamu mungkin nggak berani sekarang.""Kamu kira aku tidak tahu tujuanmu mengadopsi kami berdua? Kamu hanya ingin kami menjadi kambing hitam, menahan balasan dendam musuh-musuhmu untukmu.""Sekarang Claire menghilang, kamu masih berharap mengandalkan kami untuk merebut kembali aset yang ditinggalkan ibunya, bukan?"Kata-katanya tepat

  • Musim Dingin Tanpa Claire   Bab 7

    "Aku meminta orang pasar gelap menyelidiki asal-usul kita. Ternyata kita bukan yatim piatu biasa. Orang tua kita dibunuh oleh musuh Tuan Jimmy. Dia mengadopsi kita hanya untuk melatih kita menjadi algojo bayaran."Pupil mata Ethan menyusut tajam. "Apa katamu?""Tuan Jimmy sudah lama tahu identitas kita. Dia sengaja mengikat kita dengan Nona Besar dan Nona Kedua, tujuannya agar kita mengabdi pada Keluarga Brooks, bahkan menjadi tameng hidup bagi mereka."Suara Lucas terdengar dingin. "Penculikan terakhir kemungkinan besar bukan kecelakaan. Dia sengaja membocorkan informasi itu untuk menguji kesetiaan kita."Ethan merasa pusing.Selama ini dia mengira mendekati Iris adalah pilihannya sendiri, tetapi dia tidak pernah menyangka itu adalah rencana jahat sejak awal.Maka segala yang ia lakukan demi tetap berada di sisi Iris, ketidakpeduliannya dan rasa sakitnya terhadap Claire, telah menjadi lelucon di papan catur orang lain.Ia menggenggam lembaran tipis data itu, ujung jarinya hampir menem

  • Musim Dingin Tanpa Claire   Bab 6

    Orang yang diatur Paman Liam untuk menjemput sudah menunggu di pelabuhan. Dia seorang pemuda yang bernama Andy."Nona Claire, Paman Liam sudah menceritakan semua situasi Anda kepada saya.""Perjalanan selanjutnya saya akan menemani Anda sepenuhnya. Aset ibu Anda di Valenbruck dikelola oleh Tuan Charles, beliau sudah menunggu Anda di Zurich."Aku menjawab singkat, menekan kembali emosi yang bergelora di dalam hati."Terima kasih atas bantuannya."Di dalam penerbangan menuju Zurich, aku bersandar di jendela pesawat dan memejamkan mata untuk beristirahat.Ponselku bergetar, sebuah pesan dari Tuan Charles masuk, disertai dokumen yang sangat rinci.Itu adalah daftar aset yang ditinggalkan ibu, meliputi hotel, galeri seni, serta saham di beberapa perusahaan teknologi, jauh lebih besar dari yang pernah kubayangkan.Ternyata ibu tak pernah benar-benar bergantung pada Keluarga Brooks. Sejak lama, ia sudah membangun benteng terkuat untuk dirinya dan untukku.Dan ayah yang dengan penuh perhitunga

  • Musim Dingin Tanpa Claire   Bab 5

    Mobil melaju di jalan tol sepanjang malam. Saat fajar menyingsing, Paman Liam menghentikan mobil di sebuah dermaga tersembunyi.Aku menatap siluet kapal kargo yang perlahan semakin jelas di kejauhan, lalu menarik napas dalam-dalam.Paman Liam menyerahkan sebuah koper hitam kepadaku. Di dalamnya terdapat identitas baru dan sejumlah uang tunai."Nona, kapal ini akan berlabuh lebih dulu di Orchard, lalu transit ke penerbangan ke Valenbruck. Ibu Anda meninggalkan dana perwalian di sana, juga beberapa mantan bawahan lama yang mengelola aset. Mereka akan menyambut Anda.""Ini adalah sesuatu yang dulu secara khusus dititipkan ibu Anda kepadaku. Beliau bilang, jika suatu hari Keluarga Brooks tidak bisa diandalkan, setidaknya Anda harus punya jalan mundur."Aku mengusap pengunci logam koper yang dingin, mata terasa sedikit panas.Semasa hidup, ibu tak pernah menyinggung hal-hal ini padaku. Ternyata ia sudah menyiapkan jalan keluar untukku sejak lama.Sebelum naik ke kapal, Paman Liam tiba-tiba

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status