Share

Bab 8

Penulis: Jesi
Pengacara bergerak sangat cepat.

Hanya dalam tiga hari, seluruh alur transfer dana yang menggunakan rekening atas nama sepupu Sarah berhasil direkonstruksi dengan lengkap.

Mulai dari akun yang mengunggah fitnah, riwayat panggilan kepada kerabat jauh Keluarga Giovano, hingga bukti pembayaran kepada akun-akun media independen, semuanya bermuara pada sumber yang sama.

Saat Tania mengirimkan laporan hasil penyelidikan kepadaku, aku sedang menyelesaikan laporan pajak triwulanan milik seorang klien.

"
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Musim Semi yang Telat Itu Bukan Untukmu   Bab 9

    Seminggu kemudian, Justin akhirnya menandatangani surat perceraian itu.Saat pengacaraku mengabarkan hal tersebut, aku sedang menyusun laporan rekonsiliasi pajak tahunan untuk salah satu klien."Pak Justin nggak mengajukan keberatan apa pun. Beliau menerima seluruh isi perjanjian, dan pembagian harta dilakukan sesuai rancangan yang Ibu ajukan. Ibu hanya mengambil bagian yang memang menjadi hak menurut hukum. Sebelum semuanya selesai, beliau meminta saya menanyakan sekali lagi ... apakah Ibu ingin mempertimbangkan untuk mengambil lebih banyak?""Nggak," jawabku singkat.Pengacara itu terdiam sejenak."Maaf kalau saya lancang, Bu Vanya. Dengan bukti yang Ibu punya sekarang, sebenarnya peluang Ibu untuk dapat bagian yang lebih besar sangat kuat."Aku tersenyum tipis."Aku tahu. Tapi aku nggak mau berutang budi padanya, dan aku juga nggak mau bikin dia berpikir bahwa semua ini bisa ditebus dengan uang.""Baik," jawabnya pelan.Pada hari pengurusan perceraian, kami bertemu di kantor catatan

  • Musim Semi yang Telat Itu Bukan Untukmu   Bab 8

    Pengacara bergerak sangat cepat.Hanya dalam tiga hari, seluruh alur transfer dana yang menggunakan rekening atas nama sepupu Sarah berhasil direkonstruksi dengan lengkap.Mulai dari akun yang mengunggah fitnah, riwayat panggilan kepada kerabat jauh Keluarga Giovano, hingga bukti pembayaran kepada akun-akun media independen, semuanya bermuara pada sumber yang sama.Saat Tania mengirimkan laporan hasil penyelidikan kepadaku, aku sedang menyelesaikan laporan pajak triwulanan milik seorang klien."Sudah dipastikan. Rekening yang dipakai memang atas nama sepupu Sarah, tapi semua instruksi dan otorisasinya berasal langsung dari Sarah."Mendengar itu, perasaanku tetap tenang.Bukan karena aku tidak peduli, melainkan karena sejak pertemuan kami di kedai kopi, saat dia mengucapkan kata-kata bernada ancaman itu, aku sudah menduga semua ini akan terjadi.Sore harinya, asisten Justin menelepon dan mengatakan bahwa Justin ingin menemuiku.Aku langsung menolaknya.Asisten itu sempat terdiam beberap

  • Musim Semi yang Telat Itu Bukan Untukmu   Bab 7

    Keesokan paginya, aku tiba di kantor tiga puluh menit lebih awal dari biasanya.Namun, di depan firma sudah berdiri lima atau enam orang.Tiga di antaranya adalah kerabat jauh Keluarga Giovano yang pernah kutemui saat jamuan keluarga.Dua orang lainnya sibuk mengangkat ponsel dan merekam.Orang yang memimpin mereka adalah paman sepupu yang meneleponku semalam.Di tangannya tergenggam hasil cetak tangkapan layar sebuah unggahan."Ini dia perempuan yang maksa kakak iparnya yang sudah menjanda mengembalikan uang! Gara-gara keguguran, dia melampiaskan kemarahannya sama kakak iparnya. Masih punya hati nurani apa nggak, sih?"Orang-orang di belakangnya langsung ikut bersorak menyahut.Aku tidak berhenti melangkah. Dengan tenang aku berjalan ke pintu firma, menempelkan kartu akses, lalu hendak membukanya.Namun, paman sepupu itu mengulurkan tangan dan menghalangi jalanku."Kalau hari ini kamu nggak bisa kasih penjelasan, jangan harap ada yang bisa masuk ke kantor ini."Aku mengangkat wajah da

  • Musim Semi yang Telat Itu Bukan Untukmu   Bab 6

    Pekerjaanku di kantor akuntan perlahan mulai stabil.Setiap hari aku berangkat pukul delapan pagi dan baru pulang sekitar pukul tujuh malam. Bahkan di akhir pekan pun aku tetap bekerja setengah hari.Sedikit demi sedikit, jumlah klien yang kutangani bertambah, dari tiga perusahaan menjadi belasan.Semuanya memang hanya perusahaan kecil dengan pembukuan yang sederhana, tetapi setiap transaksi tetap kuperiksa seteliti mungkin.Rekan-rekan kerjaku sering menggodaku karena dianggap terlalu perfeksionis. Menurut mereka, pembukuan perusahaan kecil tidak perlu diperiksa sedetail itu.Aku hanya tersenyum dan mengatakan bahwa itu sudah menjadi kebiasaanku.Padahal, bukan itu alasannya.Aku hanya ingin memenuhi pikiranku dengan deretan angka dan laporan keuangan.Sebab setiap kali pikiranku dibiarkan kosong, kenangan yang berusaha kulupakan selalu datang kembali.Sebulan kemudian, aku menunggu Tania di kedai kopi bawah gedung untuk makan siang bersama.Denting lonceng angin di pintu membuatku me

  • Musim Semi yang Telat Itu Bukan Untukmu   Bab 5

    Keesokan paginya, aku pindah ke rumah Tania.Setelah itu, ada tiga hal yang langsung kulakukan.Pertama, keluar dari seluruh grup keluarga besar Keluarga Giovano.Kedua, menghubungi bank untuk membekukan kewenangan persetujuan transaksi bernilai besar pada rekening bersama kami.Ketiga, mengambil kembali gelang perak milik anakku.Saat aku datang mengambilnya, Sarah sedang tidak ada di rumah.Seorang pelayan mengambil gelang itu dari laci meja di ruang tamu lalu menyerahkannya kepadaku. Di bagian dalamnya, tepat pada ukiran nama anakku, tampak sebuah goresan tipis.Jemariku mengusap perlahan bekas goresan itu sebelum kusimpan kembali ke dalam saku.Memasuki minggu pertama tinggal di rumah Tania, aku mengeluarkan sertifikat analis keuangan yang kudapat sebelum menikah dari dasar kotak penyimpanan.Sudut-sudutnya memang sudah mulai melengkung, tetapi masa berlakunya masih belum habis.Tania kemudian membantuku menghubungi sebuah kantor praktik akuntansi di kota ini yang kebetulan sedang

  • Musim Semi yang Telat Itu Bukan Untukmu   Bab 4

    Aku pergi ruang kerja mencari plakat porselen kecil.Aku membuat sebuah plakat porselen kecil sebagai kenang-kenangan untuk anak kami.Diam-diam kupesan plakat itu dengan ukuran tak lebih besar dari telapak tangan. Di permukaannya terukir nama panggilan serta tanggal lahir anak kami.Plakat itu kusimpan di dalam laci ruang kerja yang selalu kukunci. Hanya aku yang memegang kuncinya.Namun ketika laci itu kubuka, isinya sudah kosong.Aku menanyakan keberadaan plakat itu kepada pembantu di rumah, tetapi dia hanya menggeleng dan mengatakan tidak tahu.Aku mencari ke seluruh penjuru rumah. Hingga akhirnya, plakat itu kutemukan di dalam kantong barang daur ulang di samping tempat sampah.Porselen itu sudah pecah menjadi tiga bagian. Bahkan tulisan di atasnya pun hanya tersisa sebagian saja.Saat aku berjongkok memunguti pecahannya, Sarah datang ke ruang kerja lalu berhenti di ambang pintu."Vanya ... soal plakat itu, aku benar-benar nggak sengaja.""Waktu sedang membereskan ruang kerja, ngg

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status