Beranda / Fantasi / My Blind Mate / 4. Wanita Lain yang Ditandai

Share

4. Wanita Lain yang Ditandai

Penulis: Shaveera
last update Tanggal publikasi: 2026-04-15 14:11:58

Sudah satu bulan penuh Sisilia berada di mansion milik Harlan. Selama itu pula dia tidak bisa bebas berkeliaran bahkan untuk mengenakan pakaian layak pun tidak pernah. Apa yang dilemparkan Harlan hanya dua kain tipis dan mungil yang mampu untuk menutupi dua aset vitalnya.

Akan tetapi meskipun diperlakukan bagai budak, wanita muda itu sama sekali tidak mengeluh. Dia hanya memendamnya dan berniat suatu saat nanti akan membalas semua perbuatan Harlan padanya. Seperti pagi ini saat Sisilia berada di dapur, sebuah tangan mencengkeram lehernya dan menarik lalu dihempas pada sofa.

"Apa yang kau lakukan dengan pakaianku ini, Hah!" hentak Harlan sambil melempar kemeja satin terbarunya.

Sisilia segera meraih benda yang jatuh menimpa wajahnya dan kini sudah berada di tangan. Dengan pelan jari jemarinya meraba benda tersebut, lembut menyapa kulit jarinya yang terdapat beberapa kancing. Dia pun mengerti benda apa yang sedang dipegangnya.

Seketika wanita cantik dan buta itu menelan salivanya saat tangannya menyentuh satu tempat yang kainnya terasa sedikit kasar dan terkoyak. Tidak hanya sulit menelan air liurnya sendiri, Sisilia pun juga mundur beberapa langkah menjauh dari jangkauan Harlan.

Akan tetapi belum sempat menjauh tangan Harlan yang panjang sudah berhasil mencengkeram lengannya. "Jangan mencoba menghindar kau! Aku tidak mau tahu, malam ini aku ada tamu. Buat jamuan semewah mungkin, ini adalah awal hidupku!"

Sisilia terdiam, lalu berkata lirih, "Bagaimana caraku untuk semua jika penglihatan saja aku tidak punya, Tuan?"

"Aku tidak mau tahu, pasanganku malam ini akan datang. Jadi siapkan semua dan kau jangan keluar saat jamuan itu dimulai. Ingat!"

Sisilia pun mengangguk, hening setelah Harlan berucap membuat wanita itu berpikir bahwa lelaki tersebut sudah pergi. Maka, perlahan Sisilia berjalan meninggalkan ruangan.

"Sepertinya aku harus lebih waspada dan melatih semua inderaku jika ingin segera keluar dari neraka ini." Sisilia berkata dan memantapkan niatnya.

Samar telinga Sisilia mendengar langkah kaki mendekat. Ritmenya berbeda dengan Harlan, aroma tubuhnya pun tidak sama. Hal ini membuat wanita buta itu sedikit bernapas lega. Namun, dia tidak juga menurunkan kewaspadaannya.

Langkah itu makin dekat, lalu terdengar benda jatuh di dekat tapak tangannya. Tidak hanya itu, napas halus nan lembut menyapa kulit ujung cupingnya. Sisilia menghela napas panjang dengan sedikit ditahannya.

"Jangan takut padaku, Nona. Aku hanya seorang omega di sini. Mari saya bantu membuat hidangan nanti malam!" Suara perempuan yang menyapa cuping Sisilia seakan meruntuhkan jiwa waspadanya.

"Baik, saya Sisilia. Panggil saja Sisil tanpa embel-embel nona. Siapa namamu, Omega?"

"Raquel. Tidak bisa, saya tahu jenis serigala apa yang ada dalam tubuhmu itu, Nona. Bertahanlah sedikit waktu lagi!"

Apa yang dikatakan Raquel membuat Sisilia terhentak dan mundur dua langkah. Dia tidak mengerti mengapa wanita di depannya bisa melihat semua dalam dirinya.

Akan tetapi, wanita bernama Raquel itu tidak mau berkata lebih panjang. Dia hanya segera bertindak memberitahukan apa saja makanan yang diminati oleh Alpha yang diikutinya. Sisilia bergidik ngeri kala mendengar daging mentah yang segar.

Wanita itu sedikit berjingkat kala jarinya menyentuh benda yang basah dan sedikit berbau anyir darah segar. Kepalanya menoleh pada sisi yang dirasa ada Raquel di sana. Sorot mata Sisilia seakan mengutarakan sebuah tanya.

"Iya, itu yang Anda pegang adalah daging segar seekor rusa dari hasil berburu Scoter."

Mendengar kata Scoter membuat tubuh Sisilia menegang. Dia sangat hafal akan nama serigala rogue tersebut. Pernah dulu dia hampir saja diterkam oleh pria itu. Namun, entah apa yang terjadi hingga pria itu membebaskannya tanpa syarat.

"Apakah pria itu masih hidup hingga kini, Raquel?"

"Masih, yang aku dengar dia sedang memburu wanita muda yang buta tetapi memiliki kelebihan yang hakiki, Nona."

Deg!

Akhirnya Sisilia pun berusaha menekan rasa takut dan kekhawatirannya. Dia mulai memasak untuk persiapan makan malam Harlan. Seperti yang diinfokan oleh Raquel bahwa malam ini akan ada pasangan majikannya itu bersama keluarga yang kabarnya sebuah keluarga Alpha Selatan.

Sisilia seketika membekap mulutnya. Sekali lagi otaknya berpikir untuk menolak. Namun, saat hari menjelang malam penciumannya sudah menangkap hal yang sangat familiar. Deru suara mesin beroda banyak telah diterima oleh telinga Sisilia.

"Rupanya mereka segera sampai." Sisilia berdiri di dekat jendel kamarnya yang menghadap jalan.

Terdengar pintu diketuk membuat Sisilia berbalik badan menghadap pintu. Lalu bibirnya terbuka dan memberikan perintah agar pengetuk pintu bisa langsung masuk.

"Maaf, Nona. Anda sebaiknya segera berhias sebentar lagi mereka datang!" perintah Raquel.

"Tetapi aku tidak diijinkan oleh Harlan, Raquel. Aku tidak bisa!" tolak Sisilia halus.

Setelah menyiapkan segalanya untuk Sisilia, Raquel pun beranjak pergi dari kamar tersebut. Dia meninggalkan nona nya agar leluasa berpakaian dan menunggu di depan pintu. Setelah mendengar panggilan barulah wanita tua itu kembali masuk untuk membantu merias wajah.

"Sempurna, aku yakin wanita gadungan itu kalah cantik dengan Nona. Mari saya antar ke bawah. Mereka sudah tiba," ajak Raquel.

Sisilia pun menuruti apa kata Raquel. Entah apa yang ada dalam pikiran Sisilia hingga dia patuh tanpa syarat terhadap wanita omega itu. Sedangkan senyum licik terukir di wajah Raquel. Wanita itu seakan merasa menang. "Tinggal satu langkah lagi," batin Raquel.

Sisilia pun akhirnya sampai di ruang makan tempat jamuan keluarga. Hidungnya seketika menghidu cukup lama. Dan seperti dugaannya, ternyata benar adanya tamu yang ditunggu oleh Harlan adalah keluarganya terdahulu sebelum dia dibuang.

"Kau! Mengapa ada di sini dan sejak kapan, Hah?" Hentak Rhena sambil mendorong kasar tubuh Sisilia.

"Apa kau kenal gadis buta ini, Rhe?" tanya Harlan.

Rhena menyeringai licik, dia berjalan mendekat dan memeluk tubuh Harlan dari samping. Tampak kedua tubuh itu saling menempel hingga terasa dua benda kenyal menghimpit lengan Harlan. Pria itu tercekat.

"Kau pasti menyesal terlahir sebagai wanita buta. Meskipun kecantikanmu tidak kalah dengan lainnya, tetapi kebutaan merupakan hal yang memalukan. Bagai anjing tanpa taring." Rhena menghina sedemikian dalamnya sambil tapak tangannya membelai dada Harlan.

Harlan menunduk lalu mengecup lembut bibir Rhena yang sejak tadi sudah menggodanya. Awalnya hanya biasa, tetapi semakin lama makin membuat keduanya tidak kuasa. Saling melumat hingga suaranya mampu membuat tubuh Sisilia menegang.

"Apa yang Kalian lakukan di sana? Hentikan, kau harusnya jaga kehormatanmu, Rhena!" geram Sisilia.

"Cuih, aku tidak peduli dengan kehormatan bila bersama pasanganku, Wanita Buta. Apa kamu iri karena aku sudah di tandai oleh pasanganku, Hah!"

Bagai disambar petir, jiwa Sisilia seakan lepas dari raganya. Tubuh wanita itu mulai gemetaran dan mundur beberapa langkah ke belakang sambil menutup mulutnya yang terbuka.

"Tidak, ini semua pasti bohong. Benarkah semua ini, Harlan?"

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • My Blind Mate   65. kekhawatiran Sisilia

    "Apa yang kau inginkan, Cery?"Tawa sumbang lolos dari mulut Cery membuat Rebecca segera menegakkan tubuhnya. Dia tidak ingin terjadi kekacauan untuk kedua kalinya. Saat ini posisi Sisilia sangat penting untuk kelangsungan keturunan darah Lycan dari kakeknya. Rebecca tidak ingin bila semua jatuh ke tangan orang yang tidak kompeten seperti Cery. Apalagi wanita ini terlahir tidak sempurna, kelas yang tidak diinginkan untuk sosok Luna di berbagai kelompok. "Segera katakan sebelum asistenku masuk!""Aku inginkan nyawamu juga kastil ini, Rebecca. Apalagi kau sudah tua dan putrimu seorang buta.""Jangan mimpi!"Rebecca bangkit dari duduknya, dia berjalan mendekat menatap tajam. "Sampai mati pun semua ini tidak akan aku serahkan padamu, Jalang!"Cery menyeringai tajam, dia masih tidak mau menyerah. Menantang tatapan Rebecca. "Saat ini mungkin aku belum bisa mendapat apa yang aku inginkan, Rebecca. Tapi tunggu hingga waktu yang tepat.""Sebaiknya kita minum dulu, aku belum menyambutmu."Re

  • My Blind Mate   64. memulai rencana

    Malam semakin larut dan acara pertunangan Rhena dan Harlan telah batal. Ini dikarenakan oleh ketidak hadiran Alpha Harlan. Pria itu sengaja tidak datang karena masih menginginkan kembali pada Sisilia. Rhena begitu sedih, alasan yang diungkap oleh kekasihnya adalah wanita buta. Di dalam kamarnya Rhena mengamuk dengan membuang semua make up. Sang Luna yang jarang muncul di kalayak umum akhirnya muncul untuk meredam kemarahan Rhena. "Jangan buang energi seperti ini dong, Sayang. Nanti akan mama usahakan agar kamu bisa dapatkan Alpha Harlan.""Serius, Mom? Bagaimana caranya?"Luna Cery tersenyum, lalu dia merengkuh bahu putrinya. Memeluknya erat dan membisikkan deratan kata higga membuat senyum manis terbit dibibir Rhena. "Baik, Rhena mau, Mom.""Bersabarlah, semua sedang mommy usahakan!"Setelah berbincang cukup lama dengan putrinya, Luna Cery melangkah meninggalkan kamar menuju ke ruang gelap di bawah tangga. Ruang gelap yang hanya dia dan Alpha Baron tahu. Luna Cery membuka pintu r

  • My Blind Mate   63. wilayah Alpha Baron

    Wilayah Alpha Baron; 09.00 AMPenthahouse milik Alpha Baron terlihat begitu sibuk. Beberapa anggota pack bergerak cepat. Mereka sedang menyiapkan sesuatu yang sangat berarti untuk kelangsungan pack mereka. "Bagaimana semua persiapannya, Pah?""Hampir selesai, Rhe. Sabar saja, semua pasti berhasil.""Tapi saat ini wanita buta itu sudah bisa melihat meskipun masih buram. Apakah nanti tidak akan membawa dampak?"Baron menatap penuh keyakinan pada putrinya yang masih ragu dengan semua rencananya kali ini sejujurnya ada setitik ragu akan keberhasilan semua rencana itu. Namun, Baron tidak mau terlihat lemah di hadapan putrinya. Apalagi saat ini Rhena tampil cantik begitu juga luna. Baron begitu bahagia memiliki dua wanita cantik dalam hidupnya. Anak dan istrinya begitu nurut dengan perintahnya tanpa menolak sedikitpun. "Sayang, hari ini aku begitu bahagia melihat senyum putri kita," bisik Luna Cery -- ibunya Rhena. "Iya sayangku, kamu benar. Semoga saja mereka segera menghasilkan keturu

  • My Blind Mate   62. sebuah janji

    Edward merasa dunianya telah hancur dan kembali gelap. Dia sama sekali tidak terima dengan semua pengaturan moon gooddes pada takdirnya. Untuk seberapa bulan hidupnya menjadi berwarna setelah bertemu dan dekat Sisilia kini kembali terenggut. Wanita itu hilang. "Sisilia, dimana kamu, Sayang!" bisik Edward sambil sujud di lantai. Pria itu terlihat begitu terluka atas kesalahan yang tidak dibuatnya. Untuk sesaat Edward mengepalkan kedua telapak tangannya. Darah segar keluar dari telapak tangannya, tetapi sedikitpun tidak dirasakan secara maksimal. Edward pun mulai berjalan menyusuri setiap lorong yang ada di kastil itu hingga dia bertemu Esther tepat di pertigaan lorong. "Dimana Luna kalian, Esther?""Bukankah masih ada di kamar, Tuan?""Tidak."Esther menghela napas berat, dia juga tidak mengerti kemana lunanya pergi. Melihat wajah Esther, Edward menjadi ragu jika pelayan setia itu tahu kemana perginya sang Luna. Akhirnya hanya napas berat yang lolos dari mulutnya membuat senyum sa

  • My Blind Mate   61. penyerangan

    Belum sempat Edward keluar dari mobilnya, sekelebat bayangan hitam dengan benda berkilau melesat menerjang celah pintu yang mulai terbuka. Secara kilat pintu tertutup kali hingga kilatan itu lolos. "Jika kalian ada perlu denganku, maka tunjukkan wajah!" Suara Edward menggelegar tajam menantang penyerang. Cukup lama Edward berdiri dengan kedua lengan masuk ke saku celana lainnya yang berkelas. Dia memindai wilayah sekitar mobilnya berhenti sambil menghidu, lubang hidungnya terlihat kembang kemping perlahan diiringi lengkungan tipis bibir cerah. "Baik, jika masih setia dalam kegelapan maka jangan salahkan saya bila terjadi hal yang diluar kendali!" Gertakan Edward membawa hasil yang memuaskan. Dari balik kegelapan mulai bermunculan beberapa serigala hitam dengan taring tajam dan air liur sedikit menetes. "Siapa pemimpin kalian?" tanya Edward dalam bahasa binatang. Angin mulai berganti arah, dingin makin menyapa kulit ari Edward tetapi tidak membuat nyalinya menurun. Dia justru mak

  • My Blind Mate   60. kecembuan Edward

    Sinclair berhasil mendapat ijin Rebecca untuk masuk ke ruang perawatan putrinya. Pertama kali yang dilihat oleh Sinclair adalah tubuh penyelamat padanya yang begitu mengenaskan. "Bagaimana semua ini bisa terjadi padamu, Nona?" "Bukankah pria lycan itu selalu ada buat Anda?"Sinclair duduk dengan memegang telapak tangan Sisilia yang bebas tanpa jarum infus. Dia berbicara sendiri menyayangkan kejadian itu. Saat ini tubuh Sisilia sudah melewati masa kritis sehingga beberapa alat yang menempel pada tubuhnya sudah dilepas. Tatapan Sinclair masih terpusat pada wajah Sisilia, dia merasa bahwa kejadian ini tidak seharusnya terjadi jika pria lycan selalu ada. "Dengan kejadian ini, maka ijinkan aku selalu ada untukmu, Nona!" "Tidak perlu, dia sudah menjadi calon Luna kami!" Edward berbicara dengan nada rendah dan penuh tekanan pada ujung telinga Sinclair. Di ruang itu tidak hanya dua pria yang beda kekuasaan melainkan juga ada Rebecca dan Esther. Dua wanita tersebut menatap satu per satu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status