مشاركة

Janji Shopping

مؤلف: Fitriani Nastar
last update تاريخ النشر: 2021-03-11 15:34:21

"Nick mana, sih?! Katanya mau datang ke sini. Ish... Apa dia bohong sama aku?!" tanya Angel, dia merasa bosan menunggu.

Sambil menunggu kedatangan Nick, Angel lebih memilih untuk meminum coffee-nya sambil menatap lurus ke depan.

Angel mengangkat cangkir coffee-nya dan detik berikutnya dia menghirup aroma coffee tersebut dalam-dalam.

"Wah! Enak sekali!" pekiknya sambil tertawa kecil.

Seseorang menghampiri Angel, lalu duduk di depan Angel sehingga membuat Angel langsung reflek mengangkat pandangannya.

Nick tengah duduk di depan Angel sambil melipat kedua tangannya di depan dada.

"Daddyyyyyyyyy!"

Angel tersenyum lebar.

"Kenapa lama?" Nick menatap Angel dengan tajam.

Angel mengerucutkan bibirnya dengan lucu.

"Ih... Mana ada Angel lama?! Orang Angel cuma lari beberapa jam saja," jawabnya dengan manja.

"Lari atau makan?" Nick mengangkat alis kanannya tinggi sambil menatap junk food yang ada di depan Angel.

Angel menyengir lebar sambil menampilkan deretan gigi putihnya.

"Hmm... Daddy mau?" tawar Angel sambil menyodorkan burger.

"Tidak."

Angel yang melihat sikap ketus Nick langsung menatap daddy-nya itu dengan manja.

"Kamu marah sama aku?"

"Tidak."

"Terus?"

Nick langsung menatap tajam kedua bola mata Angel.

"Aku tunggu kamu di apartemen, ternyata kamu di sini enak sekali buat makan!" kesal Nick.

"Maaf ih... Namanya juga lupa," ucap Angel dengan polos, Nick hanya mendecih pelan.

"By the way... Kamu jangan lupa sama janji kamu, kalau nanti mau shopping bareng Angel."

Nick langsung memutar kedua bola matanya dengan malas saat mendengar ucapan dari Angel.

"Iya."

"Nah kan! Ini baru daddy yang baik!"

Angel tertawa kecil sambil mengacungkan kedua jempolnya untuk Nick.

"Makan, Ngel. Tidak usah banyak bicara."

"Iya, Daddy. Tapi Daddy belum makan juga, kan? Mau Angel suap?"

"Aku tidak suka junk food."

"Terus sukanya sama apa, dong? Di sini cuma ada junk food sama coffee."

"Tidak usah. Aku ke sini cuma buat jemput kamu."

"Hmm..."

Angel hanya berdeham singkat dan kembali memakan burgernya dengan tenang.

***

Angel dan Nick kini sudah berada di dalam mobil dan menuju tempat tujuan Angel yang tak lain adalah mall, sesuai dengan janji Nick untuk menemani Angel shopping.

"Mau ke mall mana?" tanya Nick.

"Hmm... Ke mall yang terdekat saja, deh," jawab Angel setelah berpikir panjang.

"Tidak pakai lama," gumam Nick.

"Ish! Kan mau pilih-pilih dulu. Ya kali datang ke sana cuma sebentar saja! Harusnya datang ke sana itu butuh waktu lama!"

Angel mengerucutkan bibirnya.

"Aku tidak suka ramai, Ngel."

Angel yang mendengar jawaban klasik dari Nick langsung mengalihkan pandangannya untuk menatap keluar jendela mobil.

"Tidak suka saja terus. Angel sama dia seperti dikekang saja," batin Angel dalam hati sambil menghela napas pelan.

Nick yang merasakan perubahan suasana Angel langsung mengalihkan pandangannya untuk melirik Angel.

"Tidak ada acara ngambek, Ngel."

"Iya. Angel tahu."

Nick yang melihat respon Angel langsung mengembuskan napas dengan berat dan langsung menepikan mobilnya.

"..."

"Ngel..."

"..."

"Balik sini, Ngel."

"Tidak."

"Angel Anneliese!"

"Ish!"

Angel langsung membalikkan badannya dengan cepat sambil menatap Nick dengan tatapan yang sinis.

"Apa?!"

"Kamu bentak aku?" Nick mengangkat alisnya tinggi.

Angel menghela napas panjang.

"Habisnya bikin kesal terus," keluh Angel sambil mengerucutkan bibirnya.

"Hah... Tidak pakai ngambek, Ngel."

"Bagaimana tidak ngambek coba?! Ya kali saja shopping cuma sebentar saja?!"

Nick memijat pelipisnya, kepalanya terasa pusing untuk terus meladeni Angel yang keras kepala.

"Bukannya kamu sudah tahu sendiri, Ngel. Aku itu tidak suka dengan tempat ramai."

"Apa bedanya sama bar tempat kamu bekerja?!" tanya Angel dengan nada menantangnya.

Nick yang mendengar itu langsung mengusap tengkuknya.

"Itu beda cerita," jawabnya dengan sedikit kaku.

"Apaan?! Tidak ada bedanya!"

Nick menghela napas kesal.

"Iya. Kita akan lama."

Angel langsung tersenyum lebar saat mendengar ucapan dari Nick.

"Waktunya sampai jam enam sore, ya?!"

"What?!"

"Yes or yes?"

"Ngel-"

"Daddy..." Angel memasang tampang puppy eyes-nya.

"Oke! Terserah kamu mau sampai kapan!" final Nick, dia sudah terlalu malas untuk terus berdebat.

"Nah kan! Ini baru namanya daddy baik!"

Angel langsung menghamburkan pelukannya pada tubuh Nick dengan erat, sedangkan Nick tersenyum menyeringai.

"Dan ini tidak ada gratisnya, Sayang," bisik Nick sambil menjilat lembut daun telinga Angel, Angel yang tahu itu hanya tertawa pelan.

Nick yang melihat respon Angel langsung mengerutkan keningnya.

"Bagaimana mau menginap di apartemen? Bukannya Angel mau pulang karena Mama sama Papa sudah balik dong!" Angel melepaskan pelukannya.

"Wleeee!" ledek Angel sambil menjulurkan lidahnya kepada Nick.

Nick yang mendapatkan respon itu langsung menatap dengan kesal pada Angel.

"Sabar Daddy."

Angel tersenyum lebar, lalu perlahan mendekatkan wajahnya kepada Nick dan tidak lupa dia memberikan sebuah ciuman yang lembut kepada Nick.

Nick yang mendapatkan ciuman itu langsung tersenyum tipis dan detik berikutnya dia menggigit bibir bawah Angel dengan gemas sehingga membuat Angel langsung melepaskan ciuman mereka berdua secara paksa.

"HYAAAAA! NICK!"

Nick langsung tertawa keras saat melihat reaksi Angel, sedangkan Angel langsung menatapnya dengan tatapan yang tajam.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • My Sugar Daddy, My Angel   Titik Tamat

    Beijing, 18 Desember 2026, 8:00 AMEnam bulan. Seratus delapan puluh tiga hari sejak Angel usir Nick dari hidupnya di butik itu.Apartemen lantai 12 itu udah beda. Dinding putih diganti sage green. Sofa kulit hitam Nick udah Angel jual ke Xianyu, uangnya Angel donasiin ke Beijing Pet Shelter. Sekarang ada sofa kuning mustard yang Angel sama Evie pilih sambil debat 3 jam di IKEA Chaoyang.Di meja kerja ada frame foto baru: Angel sama Evie di Disneyland Tokyo, Hilde lagi nyengir pake bando kelinci di Houhai, Papa Angel meluk Angel pas orientasi kampus. Di dinding ada piagam: _Angel Anneliese, Bachelor of Arts in Communication, School of Journalism and Communication, Tsinghua University, Cum Laude, GPA 3.89/4.0_Nggak ada foto Nick. Nggak ada Bryan. Nggak ada Angelina. Nggak ada jejak mereka kecuali bekas paku di dinding yang sekarang ketutup poster Rotterdam.Jam 9 pagi ini sidang skripsi Angel. Judulnya: _“The Representation of Toxic Relationships on Douyin and Its Impact on Gen Z Ment

  • My Sugar Daddy, My Angel   Nama Yang Sama, Luka Yang Beda

    Beijing, 1:15 PMTiga hari. Sudah tiga hari sejak Angel tendang koper berisi semua jejak Nick Brechtje ke kontainer sampah basement. Tiga hari tanpa notifikasi dari nama itu. Tiga hari tanpa tangisan jam 3 pagi.Hari ini Evie nyeret Angel keluar kamar. "Kalau terus di kamar, kamu jamuran, Ngel. Ikut aku ke launching butik temen Hilde. Cuci mata, cuci hati."Angel ngalah. Angel pake dress hitam A-line selutut, rambut dikuncir rendah, no make up. Pipinya udah nggak bengkak, tapi kalau disentuh masih ada nyeri samar. Bekas tamparan Nick itu nggak hilang secepat Angel blokir nomornya.Butiknya di Sanlitun. Rame. Lampu gantung kristal, meja champagne, cewek-cewek sosialita Beijing dengan tas yang harganya bisa bayar kuliah Angel dua semester. Angel nggak kenal siapa-siapa. Angel cuma berdiri di pojok, pegang gelas sparkling water, pura-pura sibuk merhatiin manekin."Aku nggak cocok di sini," batin Angel. "Tapi lebih baik daripada ketemu bayangan Nick di setiap sudut apartemen.""Angel Anne

  • My Sugar Daddy, My Angel   Menghapus Bayangan

    Beijing, 12:03 PMHujan di luar belum reda sejak Nick dan Bryan pergi dari kamar Angel. Air matanya juga belum.Evie masih meluk Angel di lantai kamar yang dingin. Punggung Angel sesenggukan."Vie," suara Angel serak. "Bantu aku berdiri."Evie ngangguk. Dia papah Angel ke kasur lagi. Selimut tebal Evie selimutin ke tubuh Angel yang masih gemetar."Kamu tidur dulu. Aku bikin teh anget," kata Evie.Angel megang tangan Evie cepat. "Jangan tinggalin aku sendiri dulu. Lima menit aja."Evie diem, terus duduk lagi di pinggir kasur. Tangannya ngelus rambut Angel yang lengket karena keringat dan air mata."Kenapa hidup nggak adil, Vie?" tanya Angel pelan. Matanya natap langit-langit. "Kenapa aku harus jadi Angel kedua? Kenapa bukan Angel yang pertama buat seseorang?""Karena kamu lebih dari itu, Ngel," jawab Evie. "Kamu bukan kedua. Kamu satu-satunya Angel Anneliese. Angelina Jolie udah masa lalu mereka. Kamu masa depan kamu sendiri."Angel ketawa hambar. "Masa depan yang ditampar sama masa la

  • My Sugar Daddy, My Angel   Mantan Yang Angel Benci

    Beijing, 11:20 AMKepala Angel masih nyut-nyutan. Demamnya belum turun juga sejak Nick pergi tadi subuh. Tapi yang lebih panas dari kening Angel sekarang adalah dadanya.Evie baru saja pulang kuliah dan bawakan bubur. Evie duduk di pinggir kasur sambil nyuapin Angel paksa."Makan, Ngel. Kamu belum makan dari kemarin," ucap Evie.Angel gelengin kepala. Nggak nafsu. Yang ada di otak Angel cuma nama Nick, tamparan itu, dan kata _having sex_."Hmm... Ada yang mau aku kasih tahu kamu, tapi aku takut kamu tambah drop," kata Evie ragu.Angel lirik Evie. "Apaan?"Evie narik napas. "Aku tadi nggak sengaja denger Hilde ngomong sama Bryan di kampus. Tentang... Angelina Jolie.""Angelina Jolie?" tanya Angel bingung. Nama itu asing di telinganya.Evie gigit bibirnya. "Mantan pacar Bryan. Tapi... dia juga pernah tidur sama Nick. Dan itu sebelum kamu kenal Nick."Deg.Dunia kayak berhenti muter bagi Angel. Sendok yang Evie pegang jatuh ke lantai."Maksud kamu?" suara Angel pelan, hampir nggak kedeng

  • My Sugar Daddy, My Angel   Seperti Mama

    Sekolah, 17:23 -"Lo tadi bilang kalau hari ini lo mau pulang bareng gue, kan?" tanya Evie sambil melirik ke arah Angel yang tengah memasukkan beberapa alat tulisnya ke dalam tas.Angel hanya menganggukkan kepalanya sambil berdeham malas sebagai jawaban."Tumben sekali kamu menawarkan aku untuk pulang bersama. Apa kamu sudah sadar kalau aku tidak sebodoh dengan apa yang kamu pikirkan?" tanya Angel dengan sinis dan menyindir sambil melirik ke arah sahabatnya.Evie hanya bisa tertawa bodoh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Bukannya gue nggak tahu kalau lo ternyata tahu yang sebenarnya. Tapi, gue cuma berusaha buat lo biar lo bisa dekat dan kembali lagi sama Nick," ujar Evie tanpa rasa takutnya.Angel memutar kedua bola matanya dengan begitu malas saat mendengarkan penuturan dari sahabatnya itu."Aku tahu kalau kamu melakukan semua itu hanya untuk bonus mu yang bertambah tinggi, kan? Aku tahu kalau pria tua itu menjanjikan ka

  • My Sugar Daddy, My Angel   Katakan Kalau Kalian Saling Mengenal

    Besoknya -Sekolah, 12:36 -"Ngel, mau ke kantin bareng gue enggak?" tanya Evie.Angel yang memasukkan semua alat tulisnya di dalam tas langsung mengalihkan pandangannya ke arah Evie."Uhm ... Aku mau kerjakan beberapa soal dulu baru mau ke kantin, Vie. Lagi pula, aku belum ada rasa lapar sedikitpun," jawab Angel lembut."Ya udah deh kalau gitu. Gue nungguin lo aja dulu buat kerja soalnya, habis itu kita ke kantin sama-sama," ujar Evie.Angel menatap ke arah Evie dengan sebelah alis yang terangkat."Tumben banget kamu asal terima saja, Vie. Biasanya kamu enggak bisa banget kalau aku tolak kamu untuk ke kantin. Ada apa ini?" tanya Angel curiga.Evie memutar kedua bola matanya dengan begitu malas saat mendengarkan pertanyaan curiga dari Angel."Jadi, di sini gue salah lagi, anjir?! Gue nolak mau lo salah. Gue terima mau lo, salah juga. Serba salah banget gue!" kesal Evie.Angel terkekeh."Habisnya aku cuma he

  • My Sugar Daddy, My Angel   Bryan Butuh Restu Nick

    Angel menghela napas panjang, laku kemudian berjalan perlahan.Angel juga menggigit bibir bawahnya sambil berjalan mondar mandir seperti setrika saja."Apa yang dibilang Nick benar?" tanya Angel ragu di dalam hatinya."Tapi, aku takut k

  • My Sugar Daddy, My Angel   Jalan Keluar Menurut Nick

    Nick dan Angel masih setia untuk berdebat dan juga bertengkar satu sama lain. Nick yang masih berniat untuk memiliki Angel, dan Angel yang kesal dan marah karena tidak tahu maksud Nick yang tiba-tiba datang bagai pencuri karena masuk kamarnya melalui jendela dan bagaim

  • My Sugar Daddy, My Angel   Calon Tunangan Bryan

    - Tolong baca chapter sebelumnya kalau kalian sudah lupa, scene yang lalu -***Nick dan Bryan masih setia untuk berdebat. Kedua pria tampan itu sama-sama tak ingin mengalah sedikitpun.Nick yang tak ingin melepaskan Angel, walaupun statusnya dengan Ange

  • My Sugar Daddy, My Angel   Butuh Bantuan?

    "Hum ... Ya, gue tahu kalau melawan orang tua itu adalah hal yang paling fatal, Ngel. Tapi, lo emangnya mau kalau harus dikekang kesana kemari, Ngel, dan kebahagiaan lo yang jadi tanggungannya?" tanya Evie."Lo harus bilang langsung sama mereka, Ngel, kalau lo itu

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status