/ Romansa / My Sugar Daddy, My Angel / Waffle Tengah Malam

공유

Waffle Tengah Malam

last update 게시일: 2021-03-11 15:35:18

"Tumben sekali kamu mau jadi bartender, biasanya juga ogah sekali buat jadi bartender," ledek Hilde saat melihat bosnya itu sedang meracik minuman.

"Lagi mood," jawab Nick singkat.

"Halah!" Hilde mendecih sinis. "Mood apaan? Bagus kalau kamu ke dance floor saja, goyang-goyang di sana bareng perempuan-perempuan jalang," lanjut Hilde.

Nick yang mendengar itu hanya mendecih sinis sambil tersenyum sinis. Hilde memutar bola matanya dengan malas saat melihat reaksi Nick.

"Ya kali gila... Pemilik bar jadi bartender. Gila sekali tidak, sih?" ledek Hilde.

"..." Nick hanya diam dan lebih memilih untuk meracik alkohol untuk tamu VIP-nya.

"By the way Nick. Kenapa Angel tidak pernah datang ke bar lagi, sih?" tanya Hilde.

Nick langsung menghentikan aktivitasnya untuk meracik alkohol dan menatap tajam tepat pada kedua bola mata Hilde.

"Aku cuma nanya saja bangsat! Natapnya tidak usah begitu. Aku merinding, Anjing!" pekik Hilde.

"Aku larang keras dia datang ke sini," jawab Nick dan kembali meracik alkohol.

"Why? Kenapa harus dilarang coba?"

"Aku takut kalau dia diapa-apakan sama orang yang ada di sini kalau dia menungguku."

"Ck, bukannya ada aku, Nick? Aku bisa jagai dia kok."

"Cih... Palingan nanti kamu icip-icip dia."

"Kamu kali," sinis Hilde.

Nick tersenyum menyeringai saat mendengar ucapan Hilde.

Hilde tiba-tiba teringat satu hal lalu kemudian meletakkan sebuah dokumen tepat di depan Nick.

"Laporan penjualan kita bulan ini meningkat dua puluh persen. Gila tidak, sih?" tanya Hilde sambil terkekeh.

"Mau holiday ke mana nih? Sekalian saja ajak si Angel," tawar Hilde.

Ting!

Nick langsung menatap layar ponselnya yang baru saja berbunyi.

"Damn!" pekik Nick.

"Kenapa Nick?" tanya Hilde heran saat melihat ekspresi wajah Nick yang tiba-tiba berubah begitu saja.

Nick langsung memperlihatkan layar ponselnya kepada Hilde dan detik berikutnya Hilde langsung tertawa keras.

"Si Angel mau waffle di jam sebelas malam begini?! Dan sialnya karena dia malah nyuruh kamu?" tanya Hilde dan kembali tertawa terbahak-bahak.

"Biasanya daddy yang nyuruh si baby, ngapain sekarang malah kebalik, sih? Malah baby yang nyuruh daddy," sindir Hilde lalu tertawa deras.

Nick memutar bola matanya dengan malas lalu kemudian melangkahkan kakinya untuk berjalan pergi dari tempat tersebut.

"Mau ke mana Nick?!"

"Kamu pandai baca, kan?"

"Anj! Kamu beneran mau pergi?"

"..."

"Nick-"

"Aku mau buat waffle di dapur bar. Tidak usah banyak bacot."

Hilde kembali tertawa keras saat mendengar ucapan dari Nick.

**_

"Ih! Nick sekarang lagi di mana, sih?!" Angel mengembuskan napasnya dengan kasar.

"Angel mau waffle sekarang, lapar sekali," lanjutnya lagi sambil mengerucutkan bibirnya.

Angel mengeluarkan ponselnya dan mulai mengirim pesan untuk Nick.

Angel Anneliese :

Kamu lewat pintu belakang saja.

Angel Anneliese :

Sudah aku buka buat kamu.

Angel memejamkan matanya perlahan sambil terus menghentakkan kedua kakinya di atas lantai dengan kesal.

"Nick lama! Lapar! Mau waffle!"

Angel terus menggerutu kesal.

Seseorang tiba-tiba berdiri di samping Angel dan membuat Angel tersentak kaget saat membuka matanya.

"Nick!"

"Tidak usah teriak, Ngel."

Angel menyengir dan menampilkan deretan gigi putihnya yang berbaris rapi kepada Nick.

Angel menarik kursi yang ada di sampingnya lalu duduk di sana.

"Aku kira kamu tidak akan datang. Tapi, ternyata kamu datang juga," kata Angel dan kedua bola matanya berbinar-binar. "Waffle aku mana?" lanjutnya lagi sambil mengadahkan kedua tangannya.

"Dapur," jawab Nick.

Angel mengerutkan keningnya dengan kesal.

"Kenapa tidak dibawa masuk, sih?!" tanya Angel kesal.

"..." Nick hanya diam.

"Ih... Jadi orang kenapa bego sekali, sih?!" tanya Angel dengan kesal, lalu melangkahkan kakinya menuju dapur karena memang sedari tadi dia berada di dalam kamarnya.

"Pakai bajunya, Ngel!" teriak Nick memperingati Angel karena Angel hanya menggunakan bra saja dan tidak digubris oleh Angel.

Nick mengembuskan napas kesal dan perlahan melangkahkan kakinya untuk mengikuti Angel dari belakang menuju dapur.

_**

"Makan di kamar saja, Ngel. Nanti Mama sama Papa kamu lihat kalau mereka bangun," kata Nick.

"Tidak. Malas gerak. Angel sudah makan," tolak Angel.

Nick mendecih kesal.

"Ngel-"

"Daddy..."

Nick mengembuskan napasnya dengan kasar.

"Ya sudah, makan saja. Aku mau balik ke bar sekarang," kata Nick.

Angel langsung berhenti mengunyah waffle-nya. Bibir bawahnya maju ke depan.

"Kok balik lagi, sih?! Tidur di sini saja, Daddy!"

"Tidak."

"Daddy... Tidur di sini, ya?"

"Tidak. Aku harus balik, Ngel. Dan kamu harus tidur, besok sekolah."

Angel mengerucutkan bibirnya dengan kesal, Nick yang melihat itu perlahan berjalan mendekati Angel dan memberikan kecupan singkat pada bibir Angel.

"Kalau sudah makan, langsung tidur," peringat Nick, lalu melangkahkan kakinya untuk berjalan keluar dari apartemen Angel melalui pintu belakang.

Angel yang melihat kepergian Nick hanya bisa menghela napas berat dan menatap waffle-nya dengan tatapan sedih.

"Hah... Pekerjaan itu prioritas utama Nick dan aku bukan prioritasnya..." lirih Angel sambil memegang dadanya.

Dia merasa sesak dan sedih. Maksud hati pesan waffle agar bisa memakannya berdua bersama dengan Nick, tetapi sialnya Nick lebih mementingkan pekerjaannya.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • My Sugar Daddy, My Angel   Titik Tamat

    Beijing, 18 Desember 2026, 8:00 AMEnam bulan. Seratus delapan puluh tiga hari sejak Angel usir Nick dari hidupnya di butik itu.Apartemen lantai 12 itu udah beda. Dinding putih diganti sage green. Sofa kulit hitam Nick udah Angel jual ke Xianyu, uangnya Angel donasiin ke Beijing Pet Shelter. Sekarang ada sofa kuning mustard yang Angel sama Evie pilih sambil debat 3 jam di IKEA Chaoyang.Di meja kerja ada frame foto baru: Angel sama Evie di Disneyland Tokyo, Hilde lagi nyengir pake bando kelinci di Houhai, Papa Angel meluk Angel pas orientasi kampus. Di dinding ada piagam: _Angel Anneliese, Bachelor of Arts in Communication, School of Journalism and Communication, Tsinghua University, Cum Laude, GPA 3.89/4.0_Nggak ada foto Nick. Nggak ada Bryan. Nggak ada Angelina. Nggak ada jejak mereka kecuali bekas paku di dinding yang sekarang ketutup poster Rotterdam.Jam 9 pagi ini sidang skripsi Angel. Judulnya: _“The Representation of Toxic Relationships on Douyin and Its Impact on Gen Z Ment

  • My Sugar Daddy, My Angel   Nama Yang Sama, Luka Yang Beda

    Beijing, 1:15 PMTiga hari. Sudah tiga hari sejak Angel tendang koper berisi semua jejak Nick Brechtje ke kontainer sampah basement. Tiga hari tanpa notifikasi dari nama itu. Tiga hari tanpa tangisan jam 3 pagi.Hari ini Evie nyeret Angel keluar kamar. "Kalau terus di kamar, kamu jamuran, Ngel. Ikut aku ke launching butik temen Hilde. Cuci mata, cuci hati."Angel ngalah. Angel pake dress hitam A-line selutut, rambut dikuncir rendah, no make up. Pipinya udah nggak bengkak, tapi kalau disentuh masih ada nyeri samar. Bekas tamparan Nick itu nggak hilang secepat Angel blokir nomornya.Butiknya di Sanlitun. Rame. Lampu gantung kristal, meja champagne, cewek-cewek sosialita Beijing dengan tas yang harganya bisa bayar kuliah Angel dua semester. Angel nggak kenal siapa-siapa. Angel cuma berdiri di pojok, pegang gelas sparkling water, pura-pura sibuk merhatiin manekin."Aku nggak cocok di sini," batin Angel. "Tapi lebih baik daripada ketemu bayangan Nick di setiap sudut apartemen.""Angel Anne

  • My Sugar Daddy, My Angel   Menghapus Bayangan

    Beijing, 12:03 PMHujan di luar belum reda sejak Nick dan Bryan pergi dari kamar Angel. Air matanya juga belum.Evie masih meluk Angel di lantai kamar yang dingin. Punggung Angel sesenggukan."Vie," suara Angel serak. "Bantu aku berdiri."Evie ngangguk. Dia papah Angel ke kasur lagi. Selimut tebal Evie selimutin ke tubuh Angel yang masih gemetar."Kamu tidur dulu. Aku bikin teh anget," kata Evie.Angel megang tangan Evie cepat. "Jangan tinggalin aku sendiri dulu. Lima menit aja."Evie diem, terus duduk lagi di pinggir kasur. Tangannya ngelus rambut Angel yang lengket karena keringat dan air mata."Kenapa hidup nggak adil, Vie?" tanya Angel pelan. Matanya natap langit-langit. "Kenapa aku harus jadi Angel kedua? Kenapa bukan Angel yang pertama buat seseorang?""Karena kamu lebih dari itu, Ngel," jawab Evie. "Kamu bukan kedua. Kamu satu-satunya Angel Anneliese. Angelina Jolie udah masa lalu mereka. Kamu masa depan kamu sendiri."Angel ketawa hambar. "Masa depan yang ditampar sama masa la

  • My Sugar Daddy, My Angel   Mantan Yang Angel Benci

    Beijing, 11:20 AMKepala Angel masih nyut-nyutan. Demamnya belum turun juga sejak Nick pergi tadi subuh. Tapi yang lebih panas dari kening Angel sekarang adalah dadanya.Evie baru saja pulang kuliah dan bawakan bubur. Evie duduk di pinggir kasur sambil nyuapin Angel paksa."Makan, Ngel. Kamu belum makan dari kemarin," ucap Evie.Angel gelengin kepala. Nggak nafsu. Yang ada di otak Angel cuma nama Nick, tamparan itu, dan kata _having sex_."Hmm... Ada yang mau aku kasih tahu kamu, tapi aku takut kamu tambah drop," kata Evie ragu.Angel lirik Evie. "Apaan?"Evie narik napas. "Aku tadi nggak sengaja denger Hilde ngomong sama Bryan di kampus. Tentang... Angelina Jolie.""Angelina Jolie?" tanya Angel bingung. Nama itu asing di telinganya.Evie gigit bibirnya. "Mantan pacar Bryan. Tapi... dia juga pernah tidur sama Nick. Dan itu sebelum kamu kenal Nick."Deg.Dunia kayak berhenti muter bagi Angel. Sendok yang Evie pegang jatuh ke lantai."Maksud kamu?" suara Angel pelan, hampir nggak kedeng

  • My Sugar Daddy, My Angel   Seperti Mama

    Sekolah, 17:23 -"Lo tadi bilang kalau hari ini lo mau pulang bareng gue, kan?" tanya Evie sambil melirik ke arah Angel yang tengah memasukkan beberapa alat tulisnya ke dalam tas.Angel hanya menganggukkan kepalanya sambil berdeham malas sebagai jawaban."Tumben sekali kamu menawarkan aku untuk pulang bersama. Apa kamu sudah sadar kalau aku tidak sebodoh dengan apa yang kamu pikirkan?" tanya Angel dengan sinis dan menyindir sambil melirik ke arah sahabatnya.Evie hanya bisa tertawa bodoh sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal."Bukannya gue nggak tahu kalau lo ternyata tahu yang sebenarnya. Tapi, gue cuma berusaha buat lo biar lo bisa dekat dan kembali lagi sama Nick," ujar Evie tanpa rasa takutnya.Angel memutar kedua bola matanya dengan begitu malas saat mendengarkan penuturan dari sahabatnya itu."Aku tahu kalau kamu melakukan semua itu hanya untuk bonus mu yang bertambah tinggi, kan? Aku tahu kalau pria tua itu menjanjikan ka

  • My Sugar Daddy, My Angel   Katakan Kalau Kalian Saling Mengenal

    Besoknya -Sekolah, 12:36 -"Ngel, mau ke kantin bareng gue enggak?" tanya Evie.Angel yang memasukkan semua alat tulisnya di dalam tas langsung mengalihkan pandangannya ke arah Evie."Uhm ... Aku mau kerjakan beberapa soal dulu baru mau ke kantin, Vie. Lagi pula, aku belum ada rasa lapar sedikitpun," jawab Angel lembut."Ya udah deh kalau gitu. Gue nungguin lo aja dulu buat kerja soalnya, habis itu kita ke kantin sama-sama," ujar Evie.Angel menatap ke arah Evie dengan sebelah alis yang terangkat."Tumben banget kamu asal terima saja, Vie. Biasanya kamu enggak bisa banget kalau aku tolak kamu untuk ke kantin. Ada apa ini?" tanya Angel curiga.Evie memutar kedua bola matanya dengan begitu malas saat mendengarkan pertanyaan curiga dari Angel."Jadi, di sini gue salah lagi, anjir?! Gue nolak mau lo salah. Gue terima mau lo, salah juga. Serba salah banget gue!" kesal Evie.Angel terkekeh."Habisnya aku cuma he

  • My Sugar Daddy, My Angel   Kepergian Sang Mama

    Evie membalikkan badannya sambil menatap wanita yang tidak jauh dari hadapannya."Hey! Lo lagi?" seru Evie.Wanita itu menganggukkan kepalanya dengan cepat untuk menjawab pertanyaan Evie."Duduk dulu gih," tawar Evie."Makasih," jawab si wanita mung

  • My Sugar Daddy, My Angel   Wanita Mungil (2)

    Brak!Hilde menutup telinganya dengan kedua tangan berototnya usai mendengarkan vas bunga itu berakhir pecah di belakangnya.Prang!Sekali lagi retakan itu kembali menggema di kedua telinga Hilde, membuat pria itu menggeram rendah sambil menghembuskan na

  • My Sugar Daddy, My Angel   Wanita Mungil

    Waktu berlalu dengan begitu cepat. Evie sekarang sedang berada di dalam kelasnya, lebih tepatnya dia duduk di atas kursinya sembari menunggu kedatangan sahabatnya.Evie mendengkus kesal sambil celingak-celinguk ke sana kemari karena Angel sahabatnya tak kunjung da

  • My Sugar Daddy, My Angel   Kamu Iblis, Nick!

    Nick berjalan memasuki apartemen Angel dengan begitu santai. Dia tak takut dengan Choi. Dia tak takut dengan Lay.Nick melirik ke arah dua orang yang tengah berbincang dengan serius satu sama lain di ruang tamu itu.Ah ... Jam dua subuh begini, memangnya masuk akal kalau ada sepasang

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status