Teilen

85. Rex

last update Veröffentlichungsdatum: 24.05.2026 20:00:05

Melihat air mata May yang luruh berderai dan tubuhnya yang bergetar hebat di bawah tawa mengejek klan serigala, sesuatu di dalam dadaku mendadak meledak. Jiwa manusiaku, Nancy, tidak bisa tinggal diam melihat sahabat yang tulus bersikap baik kepadaku dihancurkan harga dirinya seketika oleh si brengsek Rio. Rasa jengkel dan amarah yang pekat membakar habis sisa kesabaranku.

Aku melangkah maj

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Naga Penakluk Hati   86. Lolongan

    Hening. Bukit berbatu yang tadinya riuh oleh bisik-bisik dan desas-desus mendadak senyap bagai kuburan. Angin malam yang berembus kencang seolah ikut membeku. Semua mata tertuju pada altar tengah, menatap tak percaya pada tangan kekar Rex yang masih mengunci daguku dengan cengkeraman yang lembut namun mutlak tak tergoyahkan.Di ujung altar, May menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya yang berkaca-kaca melebar sempurna karena syok. Rio bahkan tampak seperti baru saja disambar petir, rahangnya menganga dengan wajah yang memerah antara tidak percaya dan terhina karena dirinya ditantang, lalu Alpha-nya justru memilih sang penantang.Sialan! Otakku rasanya mau meledak!Di dalam kepala, jiwaku sedang mengacak-acak seluruh memori panduan game aslinya. Tidak ada!

  • Naga Penakluk Hati   85. Rex

    Melihat air mata May yang luruh berderai dan tubuhnya yang bergetar hebat di bawah tawa mengejek klan serigala, sesuatu di dalam dadaku mendadak meledak. Jiwa manusiaku, Nancy, tidak bisa tinggal diam melihat sahabat yang tulus bersikap baik kepadaku dihancurkan harga dirinya seketika oleh si brengsek Rio. Rasa jengkel dan amarah yang pekat membakar habis sisa kesabaranku.Aku melangkah maju dengan entakan kaki yang mantap dalam balutan gaun kulit naga obsidian hitamku. Membelah kerumunan serigala yang mendadak menghentikan tawa mereka, aku berjalan lurus naik ke atas altar batu, berdiri tepat di hadapan sang Beta dengan tatapan mata yang menghunus tajam."Lysa Valerya?" Rio mengernyitkan dahi, mencoba mempertahankan keangkuhannya meski ia sempat mundur selangkah karena terkejut. "Apa urusan klan Naga di Pesta Purnama kami? J

  • Naga Penakluk Hati   84. Rio

    May memakai gaun sutra perak yang membungkus tubuhnya dengan sempurna, membuat kulitnya tampak seputih pualam di bawah siraman obor api biru. Rambut hitam lebatnya disanggul anggun dengan beberapa helai dibiarkan jatuh membingkai wajahnya yang manis. Sementara itu, aku mendampinginya dengan memakai gaun kulit naga obsidian hitam yang menawan. Potongan gaun yang tegas dan berkilau gelap itu memberikan aura dominasi yang pekat, sangat kontras dengan rambut perak panjangku yang terurai bebas.Begitu kami melangkah lebih jauh ke dalam area altar batu, riuh rendah suara musik klan serigala seolah meredup, tergantikan oleh bisik-bisik tajam dari para tamu yang mulai timbul di kanan-kiri kami.Ada yang menatap dengan mata melebar, kagum dengan kecantikan May dan penampilanku yang mencolok, namun lebih banyak lagi yang mencibir denga

  • Naga Penakluk Hati   83. Pesta Purnama

    Beberapa hari telah berlalu sejak malam puncak Lumina Abyss, dan atmosfer di sekitar akademi perlahan-lahan mulai berjalan normal kembali. Koridor-koridor dan kafetaria yang sempat lengang kini kembali dipenuhi oleh suara bising para murid duyung yang baru saja pulang dari perayaan suci di bawah laut. Sisi baiknya, aku tidak perlu lagi merasa heran dengan koridor yang mendadak sepi.Sore itu, saat aku sedang berkumpul di taman asrama, May datang menghampiri kami dengan wajah yang bersemu merah dan sepasang mata yang berbinar penuh harap. Di tangannya, ia memegang beberapa lembar kartu undangan berwarna perak dengan aroma kayu pinus yang khas klan serigala."Teman-teman! Aku punya beberapa undangan untuk kalian!" May berseru riang. Ekornya bergerak-gerak kesana kemari begitu bersemangat.

  • Naga Penakluk Hati   82. Kecupan

    Kami mulai bergerak naik. Felix menggerakkan ekor birunya dengan ritme yang santai, sementara tangannya tetap menggenggam jemariku, membimbingku berenang kembali ke permukaan kolam. Namun, sebelum tubuh kami benar-benar mencapai batas air, sebuah fenomena magis yang luar biasa terjadi di bawah sana.Mataku menangkap cahaya yang datang dari bawah kami. Itu membuatku menunduk untuk melihat apa yang ada di sana.Celah-celah gua, dinding batu, hingga terumbu karang yang melingkari dasar kolam akademi mendadak meledak dalam pendaran cahaya warna-warni yang begitu apik. Warna hijau kebiruan, ungu pekat, hingga emas cair berbaur menjadi satu, memantulkan spektrum cahaya yang bergoyang dinamis mengikuti arus air."Itu adalah puncak dari Festival Lumina Abyss," suara Felix berden

  • Naga Penakluk Hati   81. Terumbu Karang

    Rasa hangat dari sihir 'Napas Duyung' masih mengalir nyaman di dadaku saat Felix mulai menggerakkan ekor birunya, membimbingku berenang melintasi kedalaman kolam akademi. Ternyata, tempat ini jauh lebih luas dari apa yang terlihat dari permukaan daratan. Di bawah sana, ruang air itu melebar menjadi sebuah area bawah air yang luar biasa besar.Aku terbelalak takjub. Di kejauhan yang samar, tampak struktur bebatuan dan celah-celah karang yang menyerupai pemukiman. Ada beberapa bayangan duyung lain yang bergerak lambat di batas pandangan, meskipun suasana sore ini terasa sangat lengang karena mayoritas dari mereka pulang ke kota asal. Kolam akademi ini jelas telah dimantrai sedemikian rupa dengan sihir ruang tingkat tinggi, berfungsi sebagai akses fungsional sekaligus miniatur kampung bawah air agar para murid duyung bisa tinggal dan hidup dengan nyaman selama menempuh pendidikan. Pe

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status