Home / Male Adult / Nambah Lagi Dong, Sayang / Bab 29. Rencana Baru.

Share

Bab 29. Rencana Baru.

Author: Mini Yuet
last update publish date: 2026-04-08 22:00:40

Tok...tok...

Sakti segera mematikan televisi mendengar pintu kamar diketuk. Tidak ingin dikatakan lancang. Apalagi dia sudah mendapatkan tempat yang paling bagus.

"Iya masuk, Mang!" teriak Sakti.

"Maaf, Tuan. Sarapan sudah siap di meja makan. Oh ya tadi ada kiriman ini dari Nyonya. Setelah makan siang, Nyonya akan menjemput Tuan," ucap Mang Juned.

Sakti memandang paperbag di tangan pria setengah baya yang memakai ikat kepala hitam itu.

"Terima
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 35. Mata Jelalatan

    Malam itu sekitar pukul delapan malam Sakti sudah siap di rumah Senopati. Dia memakai setelan celana panjang dan kaos warna hitam serta jas warna senada. Kali ini dia tidak membawa senjata. Sakti belum bisa memakai pistol. Keahliannya hanya melempar batu dengan kekuatan penuh. Dia membawa beberapa kerikil dalam kantong terbuat dari kain. Sewaktu-waktu digunakan tinggal ambil saja. Kayak jaman dulu aja. Dia juga sudah membawa topeng penutup mata untuk datang ke pesta itu. Dia tersenyum penuh kemenangan walaupun sedikit miris karena terpaksa harus menikahi Laura. "Hmm, wanita itu masih saja penasaran bercinta denganku. Hingga mau saja menikah dengan pria yang belum dikenalnya. Masa bodoh. Justru ini cara yang paling mujarab untuk masuk ke dalam kehidupan Laura. Aku tahu dia sangat lihai dan cerdik," batin Sakti di depan cermin kamar.Dia melihat dirinya sangat berbeda dengan Sakti yang dulu. Sakti yang dulu, isi otaknya hanya bisnis. Ki

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 34. Hmm, Begitu Cara Mainmu

    Sakti mendengar teriakan Laura. Dia menendang kaki Dirga yang menghalangi jalan masuk ke dalam rumah Laura. "Aaaaauuu!" teriak Dirga kesakitan. Sakti melompat ke dalam menarik tangan Laura. "Ada apa, Laura?" tanya Sakti panik memegang dua pundak Laura. "Hei Kacung! Kamu jangan ikut campur! Ini urusan keluarga kami!" bentak Simon pada Sakti. "Maaf Tuan Simon yang terhormat. Aku tidak peduli dengan urusan keluarga kalian. Tugasku mengamankan bosku. Dia adalah bosku. Apapun yang membuat dia dalam bahaya aku pasti ada," bentak Sakti dengan suara lantang. Tidak ketinggalan dua pengawal Simon juga masuk. Dirga dengan kaki tertatih sementara Yuda mengepalkan tangan siap memukul Sakti. "Simon, sudah!" teriak Laura. "Tolong tinggalkan rumahku. Aku akan hadir di pesta itu nanti malam. Tunggu di sana saja. Ok!" teriak Laura. Tangan kanan Simon mengusap pangkal hidung sambil mendengus. "Hmmm, rup

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 33. Mulai Mengekang

    Tangan Sakti membelai rambut Laura. Dengan lembut dia mencium kepala wanita yang berusia 40 tahun itu. Laura diam. Dia belum pernah merasakan kenyamanan seperti ini. "Acara kita selanjutnya kemana?" tanya Sakti membuyarkan semua harapan Laura. Tangan kekar Sakti menuntun tangan Laura ke tempat tidur. "Kamu sudah membuat aku marah. Sekarang apa yang akan kamu lakukan?""Thanks, Sakti. Kamu sudah banyak membuktikan kalau kamu pria sejati.""Malam nanti kita akan menghadiri pertunangan Sony Dewangga dan Rina. Kabarnya suami Rina meninggal dalam kecelakaan mobil. Aku juga kurang paham dengan perusahaan itu. Ini atas undangan Simon.""Kamu kenal dengan Sony Dewangga?" selidik Sakti. "Tidak begitu paham. Ini atas undangan Simon. Dia yang kenal.""Jadi kamu datang dengan Simon?" tanya Sakti lagi."Iya, bagaimana lagi. Tapi aku gak ingin dijemput pengawal Simon. Di sana juga ada Markus. Pasti dia datang dengan b

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 32.Ini Baru Pemanasan

    Dua pria tampan pesanan Laura sudah keluar dari kamar mandi. Mereka hanya mengenakan kimono dan handuk saja untuk menutupi bagian vital. Sementara Sakti berdiri dengan gelisah. Tangannya mengepal dan nafasnya memburu. "Duduklah kamu di bar kecil itu. Minumlah wine jika kamu tegang atau kamu juga mau ikut main denganku," lirih Laura. Sakti mendengus keras. Kilatan matanya menatap dua pria pemuas birahi itu secara bergantian seolah tidak terima kalau menyentuh tubuh Laura. "Kami sudah siap, Nyonya," ucap Bram. "Baiklah, aku juga sudah siap," ucap Laura berpose di atas ranjang. Dengan remote contro, dia memutar lagu romantis. Ketika Bram naik ke ranjang, mendadak Sakti tidak bisa menguasai diri. Bayangan Sony dan Rina mendadak hadir. Tidak bisa dia melihat pemandangan itu di depannya. "Cukup, Laura! Hentikan!" teriak Sakti dengan mengedor meja bar mini itu. Bram dan Roger terkejut lalu menoleh pada Sakti.

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 31. Kamu Tahan Gak?

    "Kamu yakin akan menyewa para pria itu?" tanya Sakti tidak percaya. "Why Not? Kamu sudah menolakku kan? Bahkan kamu menuduhku hanya mencari pemuas birahi saja. Baiklah aku sudah memesannya."Glek..Tenggorokan Sakti seolah tercekat. Rupanya wanita di depannya ini tidak sedang main-main. Setelah makan siang, Laura tidak balik ke kantor. Dia mengajak Sakti menuju ke sebuah hotel di daerah selatan. "Kita mau kemana?" tanya Sakti ketika Laura menghentikan mobilnya di depan sebuah hotel ternama. "Aku sudah memesan hotel dan pria tampan untukku. Aku harap kamu bisa menjaga situasi," ucap Laura ringan. "Hah! Kamu serius?"Mata Sakti terbelalak ketika mendengar ucapan Laura. Tidak percaya kalau wanita itu beneran mau menyewa gigolo. "Aku serius. Apa sih yang gak bisa aku beli. Aku punya uang. Tapi sayang aku gak bisa beli tubuh dan cintamu," ucap Laura. Laura seolah tidak peduli dengan

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 30. Menyewa Gigolo

    Laura datang ke kantor dengan Sakti. Banyak mata karyawan Laura yang memandang penuh curiga pada Sakti. Apalagi Sakti terkesan tidak ramah wajah datar dengan tatapan mata fokus pada Laura. Sesekali dia melirik ke kanan dan ke kiri untuk memastikan keadaan Laura. Tugas dia adalah menjaga keamanan wanita itu. Walaupun sedang ada di kantor pribadinya. Sakti juga masuk ke dalam ruangan kerja Laura. Hanya berdiri di dekat Laura layaknya pengawal. Hal yang sangat membosankan bagi Sakti. Demi sebuah misi, dia rela melakukannya. Setelah menandatangani beberapa berkas, Laura mengajak Sakti meninggalkan kantornya. Laura mengajak Sakti untuk makan siang di salah satu restoran jepang di daerah selatan. Laura bahkan tidak banyak bicara. Dia hanya fokus pada ponsel yang ada di tangannya. Hingga sebuah pesanan datang di meja Laura. Laura menyodorkan pesanan Sakti. Dengan lahap, Sakti memakan mi ramen pesanan Laura. "Sakti, apa kamu masih punya oran

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 22. Kamu Minta Cium, Kan?

    Sakti tetap diam, membiarkan wanita itu menggerayangi tubuhnya. Dia bagaikan gapura megah dan perkasa. Tidak goyah. Walaupun wanita itu menggesekkan gunung kembar di punggung dan mencoba merayunya. Hingga..."Sakti!" teriak Laura dari luar warung. Membuat wanita pemilik warung itu kalang kabut. Se

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 21 Untukmu Gratis, Bang.

    Laura tidak ingin bermalam di tempat yang asing. Apalagi di rumah desa yang sederhana. Tanpa listrik dan pendingin ruangan. Laura tidak biasa hidup susah.Sakti hanya mengikuti apa keinginan bos barunya itu. Pilihannya hanya dua. Balek ke Jakarta atau kembali ke villa Laura yang ada di Lembah Hijau

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 20. Kamu Yakin Tidak Tertarik?

    "Di sini ada klinik atau rumah sakit?" tanya Sakti pada pelayan warung. "Jauh Bang. Tapi aku punya kapas dan obat untuk istrimu," balas wanita itu. Dia masuk ke dalam bilik. Tidak lama kemudian keluar dengan obat merah dan kapas. Laura masih merebahkan diri di atas b

  • Nambah Lagi Dong, Sayang   Bab 19. Benih Cinta

    "Gunakan senjatamu!" teriak Laura sambil berusaha mengatasi setir mobil. Wanita itu ngebut ketika masuk ke jalan tol. Dengan kaca belakang yang berantakan. Sakti sedikit panik. Dia tidak pernah menggunakan pistol sebelumnya. "Brengsek, aku gak bisa pakai!" teriak Sak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status