Home / Romansa / Nikahi Aku Mas Cleaning Service! / Bab 158 : Ujian yang Menguatkan Akar

Share

Bab 158 : Ujian yang Menguatkan Akar

Author: Minerva
last update publish date: 2026-10-16 21:51:33

Kedamaian yang telah dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun memang sungguh nyata, namun Lusty dan Raman tahu betul: tidak ada kedamaian yang tidak pernah diuji. Mereka tidak mengajarkan kepada Cahaya bahwa hidup ini selalu mudah atau bahwa setiap orang akan selalu menyambutnya dengan senyum—sebaliknya, mereka mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak terlihat saat segala sesuatu berjalan lancar, melainkan saat badai datang menerpa dan hati tetap teguh memilih jalan yang benar. Cahaya k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 159 : Cahaya di Balik Jendela

    Angin sore yang biasanya lembut menyapa halaman rumah itu kini terasa dingin dan menyentuh tulang. Cahaya pulang dengan wajah pucat, kakinya yang biasanya melangkah lincah kini tampak berat dan goyah. Tanpa banyak bicara, ia merangkul perutnya yang terasa nyeri tajam, lalu perlahan duduk di ambang pintu, napasnya terdengar pendek dan terengah. Lusty yang sedang menyiram bunga langsung berhenti, hatinya berdebar kencang melihat perubahan wajah putrinya yang begitu mendadak. Ia segera mendekat, memeluk tubuh kecil itu yang terasa panas dan lemas di pelukannya.“Cahaya… Nak, ada apa? Katakan pada Ibu, bagian mana yang terasa sakit?” tanyanya dengan suara bergetar namun berusaha tetap tenang.Cahaya mengangkat wajahnya yang berkeringat dingin, matanya yang biasanya berbinar kini tampak sayu dan berkaca-kaca. “Perutku, Ibu… sakit sekali. Badanku terasa panas, dan aku tidak kuat berdiri.”Raman yang baru pulang segera melangkah cepat mendekat. Melihat keadaan putrinya, wajahnya yang biasany

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 158 : Ujian yang Menguatkan Akar

    Kedamaian yang telah dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun memang sungguh nyata, namun Lusty dan Raman tahu betul: tidak ada kedamaian yang tidak pernah diuji. Mereka tidak mengajarkan kepada Cahaya bahwa hidup ini selalu mudah atau bahwa setiap orang akan selalu menyambutnya dengan senyum—sebaliknya, mereka mengajarkan bahwa kekuatan sejati tidak terlihat saat segala sesuatu berjalan lancar, melainkan saat badai datang menerpa dan hati tetap teguh memilih jalan yang benar. Cahaya kini telah tumbuh menjadi anak yang berusia tujuh tahun, cerdas, lembut, dan pemberani, namun ia belum pernah menghadapi cobaan yang benar-benar berat. Itulah sebabnya ketika ujian itu akhirnya tiba, ia menyapa dengan perasaan bercampur antara kecewa, bingung, dan sedih—sebuah perasaan yang sama persis dengan yang pernah dirasakan ibunya bertahun-tahun silam.Segalanya bermula dari hal yang tampak sederhana. Di lingkungan yang kini hidup damai, tiba-tiba muncul kesalahpahaman yang menyebar perlah

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 157 : Warisan yang Tak Terhapus Waktu

    Tahun berganti, dan jejak kebaikan yang ditanam dengan kesabaran kian terlihat mekar di mana-mana. Cahaya kini telah tumbuh menjadi anak yang cerdas, lembut hatinya, dan ramah kepada siapa saja tanpa membeda-bedakan. Ia tidak pernah memandang seseorang dari pakaian yang dikenakan atau kedudukan yang dimiliki; baginya, setiap orang layak disapa dengan tulus dan dihormati dengan sepenuh hati. Lusty dan Raman menyadari bahwa masa-masa pertumbuhan putri mereka ini bukan sekadar masa mengenal huruf dan angka—ini adalah masa di mana karakter dirangkai perlahan, dengan benang kasih sayang, keteladanan, dan kebijaksanaan yang tak lelah diwariskan dari para pendahulunya. Setiap sore, sebelum istirahat, mereka duduk bersama dan bercerita—bukan kisah yang penuh kemegahan atau kemenangan yang memukau, melainkan kisah tentang hati yang tetap teguh di tengah badai, tentang pengampunan yang menyejukkan, dan tentang kebaikan yang tumbuh walau di tempat yang tampaknya tak subur.Suatu sore yang cerah,

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 156 : Cahaya yang Tidak Pernah Padam

    Waktu terus mengalir lembut bagai sungai yang tenang, membawa serta perubahan yang perlahan namun pasti mengukir wajah kehidupan di sekeliling mereka. Cahaya kini telah tumbuh menjadi anak yang lincah dan cerdas, matanya yang jernih selalu memancarkan rasa ingin tahu yang tak habis-habisnya, dan senyumnya yang tulus mampu melunakkan hati siapa saja yang berpapasan dengannya. Ia tidak tumbuh dalam keterasingan atau ketakutan; sebaliknya, ia dikelilingi oleh kasih sayang yang begitu luas, hingga ia belajar mencintai dunia tanpa keraguan, mempercayai orang lain tanpa prasangka, dan berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan. Lusty dan Raman menyadari bahwa tugas mereka kini bukan sekadar merawat tubuh putri mereka agar sehat dan kuat—mereka harus menanamkan di dalam hatinya pemahaman yang mendalam: bahwa kedamaian yang ia nikmati setiap hari bukanlah sesuatu yang datang begitu saja, melainkan buah dari perjuangan, kesabaran, dan ketulusan hati banyak orang yang mendahuluinya.Suatu pagi yan

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 155 : Akar Kebaikan

    Musim berganti lembut, membawa perubahan halus namun nyata di setiap sudut kehidupan mereka. Cahaya kini telah melangkah dengan mantap, kakinya yang mungil bergerak lincah ke mana pun ia tuju, suaranya yang jernih terdengar riang memanggil nama orang-orang yang dicintainya. Ia tidak lagi sekadar mengikuti arahan orang dewasa; ia mulai mengenali lingkungannya, menyapa tetangga dengan senyum yang tulus, dan membawa kehangatan yang tak terlukiskan ke mana pun ia pergi. Di rumah yang damai itu, setiap pagi dimulai dengan tawa kecil yang menggema, mengusir sisa-sisa keheningan yang dulu sempat terasa berat, dan menggantikannya dengan harapan yang segar serta penuh semangat. Lusty dan Raman menyadari bahwa masa-masa pertumbuhan putri mereka bukan sekadar tentang belajar berjalan atau berbicara—ini adalah masa di mana fondasi hatinya mulai dibentuk, dan setiap kata, setiap teladan, setiap perlakuan yang ia saksikan akan menjadi akar yang menopang kehidupannya kelak.Suatu pagi yang cerah, Lu

  • Nikahi Aku Mas Cleaning Service!   Bab 154 : Langkah Pertama

    Pagi itu, sinar matahari menyelinap masuk melalui celah jendela kamar, menyentuh wajah Cahaya yang terbangun dengan senyum lebar di bibirnya. Kini ia telah berusia satu tahun lebih sedikit, kakinya semakin kuat, langkahnya semakin mantap, dan rasa ingin tahunya seakan tak pernah habis. Setiap sudut rumah, setiap benda di meja, setiap suara dari luar pintu—semua tampak menarik baginya, mengajaknya mengenal dunia yang terasa begitu luas dan penuh keajaiban. Lusty duduk di tepi tempat tidur, memandangi putrinya dengan hati yang penuh syukur sekaligus sedikit terharu; waktu berlalu begitu cepat, seakan baru kemarin ia menggendong bayi mungil itu di pelukannya, dan kini ia sudah siap melangkah sendiri menuju hal-hal yang baru.Raman masuk membawa segelas air hangat dan sepotong roti empuk yang disiapkan khusus untuk sarapan putri kecil mereka. Ia duduk di samping istrinya, menatap Cahaya yang berdiri berpegangan pada bingkai tempat tidur, menyeimbangkan tubuh mungilnya dengan penuh keberan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status