Home / Rumah Tangga / Nikahi Aku Sehari Saja / Part 9 Mawar dan Durinya

Share

Part 9 Mawar dan Durinya

Author: Lisani
last update Last Updated: 2023-10-03 08:10:54

“Kumohon Papi sama Mami mau merestui pernikahan ini. Aku tidak mau anakku lahir dan dicap anak haram. Kumohon maafkan Arga kali ini saja, Pi, Mi,” pintanya memeluk kaki maminya.

Wanita ayu dengan rambut digelung itu mendongak menatap suaminya yang mondar-mandir. “Mas …,” lirihnya.

“Kita akan menikahkan mereka bulan ini juga. Ingat, minta kekasihmu tinggal di rumah ini sampai bayi kalian lahir! Papi tidak ingin cucu papi lahir cacat karena kebiasaan buruknya. Jangan kira papi tidak tahu kalau wanita itu kadang menenggak alkohol bersamamu!” cecarnya lagi berlalu tanpa mau menatap putranya lagi.

“Maafkan Arga, Mi,” ucap Arga mengenggelamkan wajahnya di atas kedua lutut wanita yang telah melahirkannya itu.

“Mami butuh waktu untuk memaafkan kamu. Buktikan penyesalanmu ini dengan memperlakukan istri dan anakmu dengan sebaik mungkin. Mami kecewa, tapi kesalahan ini bukan hanya kamu sepihak. Harusnya kami juga lebih tegas dengan meminta kalian segera menikah,

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nikahi Aku Sehari Saja   Part 25 Mimpi Itu Lagi

    Yuna merasa sekujur tubuhnya panas. Perlahan matanya mengerjap dan menyadari itu hanya mimpi. Sentuhan Bian malam itu terasa begitu nyata dalam mimpinya. "Ada apa denganku? Kenapa di antara banyaknya kenangan sama dia, harus ingat hal ini?" gerutu Yuna bangkit dari tempat tidur. Lekas ia mengganti piyama yang baru. Ia tidak nyaman menggunakan piyama yang lengket karena keringat. "Apa dia juga sedang mengingatku?" batin Yuna mengusap perutnya. Lagi-lagi ia lapar. "Masih ada buah tidak, ya?" batin Yuna kembali bangun dari tempat tidur. Saat mengambil sebuah pisang, tatapan Yuna juga tertuju pada promo vila di sebuah destinasi wisata. Yuna kembali teringat saat liburan bertiga bersama Bian dan Arga ke puncak. "Malam itu jadi malam terakhir aku menatap wajahmu," batin Yuna memejamkan mata mengenang wajah pria yang dicintainya. Flashback on Yuna mengintip dari lubang kunci pintu kamar. Di sana, kakaknya sepertiny

  • Nikahi Aku Sehari Saja   Part 24 Cinta Mati

    Bian didera rasa mual dan pusing. Sejak kemarin tubuhnya seakan sulit diajak kompromi. Ia bahkan sangat sensitif dengan aroma masakan atau parfum orang lain. Hanya saja, ia enggan mengungkapkannya. Karena jika ia jujur, maka bualan Gian tentang dirinya kerasukan arwah ibu hamil akan dianggap benar. Mana mungkin dirinya kerasukan hantu bumil? Ada-ada saja! Hari ini, resepsi pernikahan Arga berlangsung meriah. Meski begitu, para tamu bisa melihat jika para anggota keluarga Diratama masih berduka atas kepergian Yuna. Hari bahagia Arga terasa kurang tanpa kehadiran putri bungsu keluarga itu."Ada apa, Bian?" tanya sang mama. "Bian pusing, Ma. Mungkin karena cium terlalu banyak wangi parfum," jawab Bian. Amba mengernyit heran. Tiba-tiba, seorang gadis berlari ke arah mereka dan langsung menggamit lengan Bian. Refleks Bian menoleh dan gumam, "Yuna?" "Ish, kok Yuna, sih? Dia udah nggak ada, Kak," gerutu gadis itu karena Bian langsung men

  • Nikahi Aku Sehari Saja   Part 23 Seperti Wanita Hamil

    Sinar matahari mulai menyapa dengan menelusup melewati celah tirai. Bian menggeliat merasa tak nyaman. Sekujur tubuhnya juga terasa lemas. Ia hendak balik badan menghindari cahaya yang membuatnya silau. Akan tetapi, ia merasa jika tubuhnya terkunci. Lebih tepatnya, ada sesuatu yang menindih perut dan kakinya.Bian mengerjap dan menyadari ada seseorang yang memeluknya. Mungkin lebih tepatnya menjadikan tubuhnya sebagai bantal guling."Bangun," gumam Bian yang kini sudah tahu siapa pelakunya.Akan tetapi, adik kembarnya itu masih bergeming. Tak ada tanda-tanda Gian akan sadar. Sementara Bian merasa kepalanya luar biasa pening."Bangun, Gian," bisik Bian yang suaranya parau. Tenggorokannya terasa kering dan perih. "Yan, banguuun."Gian menggeliat dan berkata, "Iya, Sayang. Bentar dulu, aku masih ngantuk."Bukannya melepaskannya, Gian justru mengeratkan pelukannya. Bian menghela napas panjang. Sepertinya Gian

  • Nikahi Aku Sehari Saja   Part 22 Mayat Hidup

    Sebulan setelah kepergian Yuna, Bian akhirnya kembali beraktivitas di kantor. Sejak kepergian Yuna, ia lebih sering melakukan rapat virtual. Bila ada dokumen yang membutuhkan tanda tangannya, maka sekretarisnya yang akan datang ke rumah.Tidak seperti sebelumnya, kini setiap hari Bian lembur. Pukul 07:00 pagi akan berangkat ke kantor dan pulang pukul 22:00 saat alarm pengingat di ruang kerjanya berbunyi. Tak pelak, kabar tak mengenakkan di kantor terdengar sampai ke telinga Andra. Karyawannya mulai bergosip jika CEO perusahaan mereka bukan lagi robot yang kerja, melainkan mayat hidup. Biasanya saat akhir pekan, Bian dan sahabat-sahabatnya akan menghabiskan waktu bersama. Kadang pula berolahraga bersama Gian. Bila ada agenda dengan rekan bisnis, maka Bian akan bersemangat mengajaknya untuk bermain golf."Papa langi mikirin apa?" tanya Amba menutup majalah perhiasan di pangkuannya. Edisi kali ini sama sekali tak ada yang menarik minatnya.Hela napas Andra terdengar berat. "Papa mikiri

  • Nikahi Aku Sehari Saja   Part 21 Bukan Jodi Tapi Dudi

    "Kemarin temanku antar pesanan makanan. Dia bilang kalau penghuni kamar ujung itu cantik banget," bisik salah satu dari ketiga pencuri itu. "Bukannya kamar pojok itu selalu gelap?" tanya rekannya. Laki-laki yang berhasil melepas beberapa knalpot dan spion mobil itu menggeleng lalu berkata, "Kayaknya udah ada penghuni baru. Kemarin aku juga lihat lampu kamar mandinya nyala pas nyoba manjat pagar." Sementara di dalam kamar, Yuna terbangun karena lapar. Ia beranjak mengambil buah di atas meja. Disaat itulah ia mendengar suara bisik-bisik aneh. Yuna mengendap-endap menempelkan telinga di balik pintu. Suara bisik-bisik itu semakin jelas terdengar membahas 'penghuni kamar ini' yang tidak lain adalah dirinya. Padahal, Yuna sudah berusaha tidak menarik perhatian dengan tidak meninggalkan kamar. Semua kebutuhannya ia pesan melalui aplikasi online. Terlintas sebuah ide untuk mengerjai sekaligus mengusir mereka. Yuna tidak punya keberanian lebih ataupun kekuatan melawan mereka. Jika melapo

  • Nikahi Aku Sehari Saja   Part 20 Hampa

    Satu persatu pelayat di kediaman keluarga Diratama pamit. Orang tua, saudara kembar, dan adik ipar Bian pun sudah pulang. Kini tersisa keluarga kecil itu saja."Den Bian belum pulang?" sapa ART paruh baya yang sudah lama bekerja di rumah itu."Saya mau nginap, Bi," sahut Bian. Wanita itu mengangguk lalu berkata, "Kalau Aden butuh sesuatu, bibi ada di kamar dekat dapur. Ketuk saja. Seharian ini bibi belum lihat Den Bian makan sesuatu."Bian hanya mengangguk lalu kembali menatap permukaan kolam renang. Teringat akan obrolannya bersama Yuna di depan sebuah danau buatan. Saat di mana dirinya menyetujui permintaan Yuna untuk menikah sehari saja."Apa ini sudah pertanda kalau kamu mau pergi selamanya?" batin Bian kembali menitikkan air mata. Pernikahan mereka benar-benar hanya sehari semalam saja. "Harusnya pulang dari puncak, kita KUA, Yuna. Hari ini mungkin kita bisa gelar resepsi. Bukan melepaskan kepergian kamu seperti ini."Pihak maskapai sudah menghubungi Diratama. Koper Yuna dalam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status