共有

Bab 236

作者: SanASya
last update 公開日: 2026-08-23 15:52:24

Setengah jam kemudian, Bella, Chiara, dan Adrian melangkah keluar dari ruang kerja Giovanni. Sementara itu, para tetua masih berkumpul di dalam untuk mendiskusikan kelanjutan masalah politik yang belum menemukan titik terang.

Begitu pintu tertutup, Chiara langsung menarik lengan Bella dengan protektif, membawanya masuk ke dalam kamar tidur Bella, diikuti oleh Adrian yang berjalan mengekor di belakang. Adrian, yang sejak tadi sudah mendengar seluk-beluk masalah pelik mengenai ditangkapnya pemimp
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 237

    Jarum jam sudah hampir menunjukkan tengah malam saat seluruh kediaman utama DeLuca dilingkupi oleh keheningan malam yang pekat. Di saat semua penghuni rumah dan pelayan mulai tidur nyenyak, Bella di dalam kamarnya masih berjalan mondar-mandir dengan gelisah. Sesekali ia melangkah mendekat dan menengok ke luar jendela, memastikan jeda waktu patroli dari para penjaga yang lewat di halaman bawah.Tiba-tiba, ia teringat pada sosok Rico. Pria itu pasti akan membantunya untuk bisa keluar dari rumah ini demi menemui bosnya. Tanpa membuang waktu lagi, Bella segera menyambar ponselnya di atas ranjang dan melakukan panggilan cepat. Tiga detik kemudian panggilan langsung tersambung."Ya, Nona Bella. Ada urusan mendesak apa hingga Anda menghubungi saya di tengah malam begini?" tanya Rico dari seberang telepon, suaranya terdengar jelas dilingkupi rasa heran dan malas.Bella langsung mengatakan tujuannya tanpa basa-basi, "Saya ingin pergi mengunjungi Bosmu malam ini juga. Bisa kau bantu alihkan per

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 236

    Setengah jam kemudian, Bella, Chiara, dan Adrian melangkah keluar dari ruang kerja Giovanni. Sementara itu, para tetua masih berkumpul di dalam untuk mendiskusikan kelanjutan masalah politik yang belum menemukan titik terang.Begitu pintu tertutup, Chiara langsung menarik lengan Bella dengan protektif, membawanya masuk ke dalam kamar tidur Bella, diikuti oleh Adrian yang berjalan mengekor di belakang. Adrian, yang sejak tadi sudah mendengar seluk-beluk masalah pelik mengenai ditangkapnya pemimpin kelompok mafia terbesar di Blackstone, tentu saja dilingkupi rasa penasaran yang cukup besar tentang apa sebenarnya akan dibicarakan oleh kedua perempuan di depannya ini.Sesampainya di dalam kamar Bella, ketiganya langsung duduk berhadapan. Bella, yang kini berstatus sebagai tersangka utama dalam hal menyembunyikan rahasia besar, mendadak harus menerima dua tatapan mata yang menghujam dari kedua sahabatnya. Suasana kamar seketika terasa agak mengintimidasi."Kenapa kamu masih cemberut sepert

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 235

    Bella sadar bahwa apa yang ia lakukan saat ini pasti akan terlihat seperti tindakan membela seorang penjahat di mata keluarganya. Meskipun di dalam lubuk hatinya ia memang memiliki niat terselubung untuk membantu Shin, setelah memikirkan sesuatu beberapa saat yang lalu ia mengatakan pendapatnya."Kakek, aku katakan hal ini dengan jujur. Selama beberapa bulan berinteraksi dan berhubungan dengan Shin, aku sedikit banyak tahu bagaimana sifat asli dari pria itu," ujar Bella, menatap kakeknya dengan yakin. "Dia memang pria yang kejam, licik, dan penuh dengan kebohongan. Meskipun aku sendiri tidak pernah melihat bagaimana bentuk kekejamannya yang sebenarnya di dunia mafia, tetapi aku yakin bahwa dia bukanlah tipe orang kejam yang akan tega membantai masyarakat yang tidak berdosa demi uang."Paman Giorgino menghela napas pendek, menatap keponakannya dengan sangsi. "Bella, bagaimana kamu bisa begitu yakin kalau semua tragedi itu bukan perbuatan dari Shin atau kelompoknya?"Bella menatap paman

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 234

    Tujuan Kakek Gan datang secara tiba-tiba ke kediaman putra pertamanya adalah untuk membicarakan masalah besar yang sedang membahayakan posisi Giovanni di pemerintahan. Mengetahui bahwa para tetua keluarga akan mendiskusikan urusan yang sangat penting, Bella, Chiara, dan Adrian hendak berpamitan untuk keluar dari ruangan. Namun, Kakek Gan mengangkat tangan kirinya, memberi isyarat agar ketiganya tetap berada di sana untuk mendengarkan."Generasi muda juga perlu belajar. Tentu saja, jika mereka memiliki ide dan saran yang bagus, kita akan tetap mendengarkannya," ucap pria tua itu dengan nada berwibawa sembari menatap wajah-wajah muda di depannya.Kakek Gan kemudian mengambil tempat duduk di kursi kerja kebesaran Giovanni. Ia mengetukkan tongkatnya sekali ke lantai sebelum memulai pembicaraan dengan menatap lurus ke arah putra sulungnya. "Kamu sudah tahu kalau ini adalah sebuah umpan jebakan yang sengaja dipasang untuk menjatuhkanmu. Kenapa kamu malah nekat menggigitnya, Giovanni?"Giova

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 233

    Brak!!Pintu ruang kerja tiba-tiba terbuka dengan kasar dari arah luar. Suara hantaman kayu itu seketika memotong kalimat Bella dan mengejutkan seluruh orang di dalam ruangan. Kepala semua orang spontan menoleh ke arah ambang pintu dengan tatapan tegang."Ayah?!" seru Giovanni, langsung berdiri dari kursi kerjanya dengan mata membelalak."Kakek?" gumam Bella lirih. Jantungnya berdegup dua kali lebih cepat. Rasa terkejut dan gugup kini bercampur aduk di dalam dadanya.Chiara, Adrian, dan Komandan Lombardi segera membenarkan posisi berdiri mereka. Mereka menundukkan kepala dengan takzim, menyapa pria tua yang melangkah masuk ke dalam ruangan dengan ekspresi sedingin es. Pria tua itu adalah Gan DeLuca. Suara ketukan tongkat kayu berkepala perak di tangan kanannya terdengar konstan, beradu dengan lantai bersamaan dengan langkah kakinya yang tegap dan berwibawa.Di belakangnya, berdiri seorang pria paruh baya yang memiliki gurat wajah sangat mirip dengan Giovanni. Dia adalah adiknya, Giorg

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 232

    Brak!Giovanni menepuk keras permukaan meja kerjanya karena geram. "Kurang ajar! Apakah dia sengaja melakukan hal itu agar bisa terus menjeratmu dengan hutang budi imbalan yang tidak berujung?! Jika begitu masalahnya, lebih baik kita segera memberikan sesuatu yang menguntungkan kepadanya agar ikatan ini cepat selesai!"Giovanni terdiam selama beberapa saat, otaknya berputar cepat mencari aset yang sepadan untuk menebus kesepakatan putrinya. "Bagaimana kalau kita berikan saja perusahaan konstruksi milik Ayah? Perusahaan kontraktor itu sangat besar, legal, dan menghasilkan keuntungan yang tinggi setiap tahunnya."Bella segera menggelengkan kepalanya dengan tegas. Ia mana mungkin tega memberikan bisnis besar milik ayahnya hanya untuk membayar kesepakatan pribadi yang ia buat sendiri dengan seorang bos mafia. Bagaimana pun dari bisnis inilah ayahnya bisa menghasilkan uang, meski ayahnya seorang walikota, tapi gaji tiap bulannya tidak tinggi dan ayahnya tidak pernah mengambil uang itu yang

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 137 Bukti Asli

    Pagi harinya, Giovanni, Komandan Lombardi, dan pemimpin pengawal berangkat lebih awal ke gedung pemerintahan. Ia sengaja berangkat sebelum banyak karyawan datang karena membawa sesuatu yang rahasia.Tidak lama kemudian, beberapa orang datang ke ruangan walikota. Mereka adalah Chiara yang menjadi ja

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 129 Mata-mata orang lain.

    Luca sedang berada di kantor perusahaannya. Tangan dan matanya sibuk memeriksa tumpukan pekerjaan didepannya.Vito mengetuk pintu kemudian masuk dan memberitahu, “Bos, orang-orang pemerintahan sepertinya mulai bergerak.”Luca tidak mengangkat wajahnya. Tangannya masih sibuk menulis, lalu ia menjawa

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 121 Karena aku ingin...

    Adrian baru saja parkir di halaman dan keluar dari mobil ketika mendengar seseorang memanggilnya. Ia melihat Nenek Sophia berdiri di depan gerbang dan menyuruhnya mendekat.“Adrian, kemari sebentar,” panggil Nenek Sophia. Suaranya cukup pelan, dan matanya sesekali melirik ke rumah Bella.Adrian mer

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 115 Bertemu lagi.

    Bella hendak mendekati Luca, tetapi ia ingat bahwa dirinya sedang bekerja. Ia kemudian mengambil ponsel dan mengirim pesan. Ponsel Luca berdenting dua kali.Bella: Kamu sudah pulang? Bukankah seharusnya kamu pulang lusa? Bella: Apa yang kamu lakukan di sini?Luca meliriknya sekilas, lalu tersenyum

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status