Share

BAB 267 SOSOK MISTERIUS

last update publish date: 2026-10-09 21:25:18

"Xel, sorry... Gue..." Suaraku tercekat di tenggorokan, terasa amat berat untuk mengutarakan kenyataan yang sebenarnya.

​Beruntung, Pakde Arga dengan sigap mengambil alih ponsel dari tanganku dan berbicara langsung pada Axel.

​"Axel... Semua ini salah Papa yang tidak bisa menjaga dan melindungi Kayla dengan baik," jelas Pakde Arga dengan raut wajah panik yang ditahan.

Ia menghela napas sejenak sebelum melanjutkan, "Kayla memang sedang dirawat di rumah sakit saat ini. Tapi kondisinya stabil dan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nina Nurhayati
lah ada lg misteri,,, semoga baik ya Thor gk jahat atau ngerusak hubungan Axel sm kayla
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 269 CEMBURU LAGI

    "Dia dokter di rumah sakit ini, Axel..." jelasku merasa sangat canggung dan tak enak hati.​Tommy hanya menghela napas panjang, bersikap tak acuh dengan reaksi panik dan emosional Axel. Dengan santai dan profesional, ia memasang manset tensimeter di lenganku seraya menekan titik denyut nadi untuk memeriksa tekanan darahku.​"Eh! Lo jangan coba-coba mengambil kesempatan buat menyentuh istri gue, ya!" teriak Axel di seberang sana dengan nada murka dan kecemburuan yang membara.​Tommy seketika terperanjat, matanya membelalak menatap wajah Axel di balik layar ponsel. "Istri?!""Ya! Kayla istri gue!"​Astaga! Aku benar-benar tidak sanggup membendung keposesifan Axel!​Tommy beralih menatapku dengan kening berkerut dalam. "Kayla... suami kamu... Axel?!"​Aku seketika menyunggingkan senyum garing seraya memasang raut polos. "Iya, Kak... Aku dan Axel sudah resmi menikah."​Tommy menegakkan tubuhnya seraya mengembuskan napas panjang. Tatapannya kembali mengunci sosok Axel di layar ponsel.​"Ja

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 268 MASA LALU

    ​"Maaf... siapa ya, Dok? Saya... sama sekali tidak ingat," ucapku jujur setelah sempat memutar otak selama beberapa saat.​Sang dokter muda itu tersenyum tipis, lalu mengamati lembaran rekam medis di tangannya. "Kayla Maharani?" Ia kembali mendongak menatapku dengan binar mata ramah. "Benar, ingatanku tidak salah. Kamu... adalah Kayla, sepupu Axel, kan?"​Aku mengangkat kedua alis seraya berhitung dalam hati. Dari mana dokter ini tahu kalau aku sepupu Axel?​"I-iya..." sahutku ragu.​Pria berjas putih itu tersenyum makin lebar seraya menarik kursi dan duduk di samping brankarku. "Ternyata beneran kamu! Aku Tommy, teman kuliah Axel dulu di kampus."​Aku masih bungkam, mengernyitkan dahi karena benar-benar samar dan tidak bisa mengingat sosok pria di hadapanku ini.​"Waktu kamu masih SMA dulu, kita pernah beberapa kali bertemu di rumah Axel. Aku juga pernah ikut mengantar Axel menjemputmu di sekolah," jelasnya mencoba memancing ingatanku.​"Tommy..." Aku berusaha melempar ingatanku jauh

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 267 SOSOK MISTERIUS

    "Xel, sorry... Gue..." Suaraku tercekat di tenggorokan, terasa amat berat untuk mengutarakan kenyataan yang sebenarnya.​Beruntung, Pakde Arga dengan sigap mengambil alih ponsel dari tanganku dan berbicara langsung pada Axel.​"Axel... Semua ini salah Papa yang tidak bisa menjaga dan melindungi Kayla dengan baik," jelas Pakde Arga dengan raut wajah panik yang ditahan. Ia menghela napas sejenak sebelum melanjutkan, "Kayla memang sedang dirawat di rumah sakit saat ini. Tapi kondisinya stabil dan akan segera pulih. Kamu tidak perlu khawatir berlebihan dan fokuslah pada proses penyembuhanmu di sana, oke?"​"Papa... sebenarnya ada apa dengan Kayla?!" suara Axel terdengar kian tertekan dan menuntut kepastian dari balik telepon.​Pakde Arga mengencangkan cengkeramannya pada ponsel, berusaha mengontrol intonasi suaranya. "Axel, percayalah pada Papa. Kayla pasti akan baik-baik saja dan Papa yang akan membereskan semua permasalahan di sini. Jadi... kembalilah jalani terapimu dengan tenang, oke

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 266 TAK BISA MENGELAK

    "Ma... Mama kenapa malah bilang lagi sama aku, sih..." bisikku sangat pelan, nyaris tak bersuara.​Mama menjauhkan ponsel dari telinganya, lalu menunduk balas berbisik dengan raut penuh rasa bersalah. "Mama keceplosan, Sayang. Maafkan Mama..."​Aku meremas ujung sprei rumah sakit seraya memutar otak, mencari cara paling masuk akal untuk mengelabui ketajaman intuisi Axel.​Aku perlahan merebahkan tubuh lebih rendah agar pendar latar belakang ruang perawatan rumah sakit yang dipenuhi peralatan medis tidak tertangkap kamera ponsel, sebelum akhirnya mengambil alih ponsel itu dari genggaman Mama.​"Hai, Sayang..." sapaku pada Axel di layar ponsel diiringi senyum lebar yang dipaksakan.​"Hai... Lo lagi ngapain aja? Gue telepon bolak-balik dari tadi kenapa nggak diangkat?"​"G-gue..." Kalimatku terhenti sejenak, bola mataku melirik cemas ke kiri dan kanan. "Gue sibuk, Xel. Tadi gue lagi fokus nyelesain sketsa desain. Lagipula... bukankah di Amerika tadi udah larut. Lo harusnya udah istirahat

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 265 SERBA SALAH

    "J-jadi... kami harus bagaimana, Dok?!" tanya Mama panik dengan raut kecemasan yang membayang jelas.​Sementara itu, aku hanya sanggup membisu seraya meremas kain selimut rumah sakit yang kaku. Tidak... bayiku harus selamat! Apa yang harus kukatakan pada Axel jika sampai terjadi hal buruk pada janin ini?​Mental dan emosi Axel yang baru stabil bisa-bisa kembali terganggu dan membanting proses pemulihannya di Amerika. Selama ini, semangat utamanya untuk berjuang menjalani fisioterapi berat adalah calon buah hati kami. Jika ia mendengar kehamilanku dalam bahaya, bukan tidak mungkin Axel akan nekat pulang dalam kondisi fisik yang justru makin memburuk.​"Untuk sementara waktu, saya menyarankan pasien untuk menjalani bedrest total. Selama beberapa hari ke depan Ibu Kayla harus dirawat intensif di rumah sakit, setelah kondisinya stabil baru diperbolehkan dilanjutkan bedrest di rumah," jelas sang dokter menenangkan.​"Baik, Dok!" sahut Mama lemas.​Tepat saat dokter dan perawat melangkah k

  • Nyebelin, sih! Tapi Aku Ketagihan   BAB 264 KABAR BURUK

    "Lintang! Kamu—" Aku berusaha keras bangkit dari lantai granit yang dingin, tetapi rasa nyeri hebat yang melilit di perut bawahku memaksa tubuhku kembali terkulai tak berdaya.​Bersama dengan itu, belasan karyawan yang berada di area kerja berbondong-bondong menghampiriku seraya melayangkan seruan protes tajam dan sinis pada Lintang.​"Lintang! Kenapa kamu tega melakukan itu?!"​"Astaga, Lintang jahat sekali!"​"Teganya mendorong wanita hamil yang juga saudaranya sendiri!"​Lintang terdorong mundur beberapa langkah. Ia melambaikan kedua tangannya dengan raut wajah panik yang pucat pasi. "A-aku nggak sengaja! Aku sama sekali nggak berniat mendorongnya!"​Seorang karyawan wanita bergegas berlutut dan menyangga tubuhku dari belakang. "Cepat panggil ambulans dan laporkan ke Pak Arga!"​Mendengar instruksi itu, beberapa karyawan langsung membubarkan diri. Salah seorang berlari menuju meja kerjanya untuk menghubungi rumah sakit, sementara yang lain bergegas menuju ruang kerja direksi.​Tak

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status