Accueil / Zaman Kuno / Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu! / 122. Fondasi dan dukungan yang dibangun

Share

122. Fondasi dan dukungan yang dibangun

Auteur: Raisaa
last update Dernière mise à jour: 2026-01-06 12:00:04

Ivanka menarik napas. Ada keraguan di matanya, tapi ia mengangguk juga.
“Mungkin justru itu yang kubutuhkan sekarang,” katanya jujur. “Aku tidak tahu harus bagaimana. Jester jelas marah besar. Kau melihat sendiri wajahnya tadi. Aku belum pernah melihatnya semurka itu.”

Elyse menyandarkan punggungnya ke kursi. Nada suaranya tetap tenang, hampir datar, tapi setiap kata yang keluar terasa terukur.

“Kau menghindari satu pertanyaan paling penting,” katanya. “Bukan soal Jester. Bukan soal keluarga Levric.” Ia menatap Ivanka lurus-lurus. “Kau sendiri. Kau ingin bertemu dengan Yang Mulia Kaisar atau tidak?”

Ivanka terdiam sesaat, lalu menjawab tanpa ragu, terlalu cepat, bahkan. “Aku ingin,” katanya. “Aku&helli

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Plan Logistik
banyak intrik di dlm ke kaisaran.. puyeng ngikutin nya
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   138. Mengandung

    Tanpa banyak bicara, Dyall benar-benar menepati ucapannya. Ia mengangkat tubuh Elyse dan membawanya pergi, menjauh dari keramaian, dari cahaya kembang api, dari bisik-bisik yang tak pernah memberi ruang bernapas. Tidak ada penjelasan, tidak ada permintaan hanya langkah yang pasti, seolah keputusan itu sudah lama diambil.Elyse mengikutinya begitu saja. Suara pesta perlahan memudar di belakang mereka, digantikan oleh desir angin malam dan derap langkah yang teratur. Ia bahkan tidak sempat berpikir ke mana mereka akan pergi, yang ia tahu hanyalah perasaan lega yang pelan-pelan merayap di dadanya.Perjalanan berlangsung dalam diam. Kereta kuda melaju menembus malam, dan Elyse menatap keluar jendela, membiarkan gelap menelan sisa-sisa gemerlap yang masih terbayang di matanya. Dyall duduk di seberangnya, tenang seperti biasa, namun kehadirannya terasa lebih nyata,

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   137. Kembang api

    Seolah satu kalimat itu cukup untuk membekukan udara.Percakapan di sekitar mereka terhenti. Tawa, bisikan, bahkan suara gelas yang beradu mendadak lenyap. Semua mata tertuju pada Elyse.Wajah Elyse seketika memerah, panasnya menjalar hingga ke telinga. Ia buru-buru mengalihkan pandangan, menunduk seolah lantai jauh lebih menarik daripada tatapan orang-orang. Jantungnya berdetak terlalu cepat, campuran malu, kesal, dan perasaan asing yang tak ingin ia akui.Ivanka membeku. Senyum tipis di wajahnya mengeras, lalu perlahan retak. Ia membuka mulut, seolah ingin mengatakan sesuatu, namun tak satu pun kata keluar. Untuk pertama kalinya, ia kehabisan respon.Jester terdiam, tangannya mengepal tanpa sadar. Viona menahan napas, sementara Ector mengalihkan pandangan, berpura-pura tidak m

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   136. Istriku dan lipstiknya

    Elyse menelan ludah. Jantungnya berdetak terlalu cepat, bukan karena jarak mereka yang begitu dekat, melainkan karena pertanyaan itu, pertanyaan yang terlalu sederhana untuk perasaan yang begitu rumit.“Menjauhlah,” katanya pelan, suaranya nyaris bergetar meski ia berusaha keras terdengar tenang.Dyall tidak bergerak. “Jawab aku.”Elyse terkekeh singkat, tawa tanpa humor. “Apa jawabanku akan mengubah sesuatu?” balasnya. “Atau kau hanya ingin memastikan bahwa perasaan orang lain tidak mengganggu ketenanganmu?”Tatapan Dyall sedikit berubah, bukan melembut, tapi semakin dalam. “Aku tidak akan bertanya jika aku tidak peduli.”Kalimat itu justru membuat dada Elyse terasa

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   135. Tidak butuh perhatian

    Ivanka tampak tersadar bahwa ia telah melangkah terlalu jauh. Dengan cepat ia meluruskan sikap, senyumnya kembali dipoles rapi, suaranya diturunkan menjadi lebih lembut.“Saya hanya ingin tahu saja, Yang Mulia,” katanya seolah tak bersalah. “Tidak ada maksud untuk mengatakan sesuatu yang tidak pantas.”Dyall menatapnya sekilas, lalu mengangguk tipis. “Tidak masalah,” jawabnya datar. “Lagipula, tempat ini memang dibuat untuk bersenang-senang.”Ivanka seketika mengangguk, seolah mendapat izin yang ia tunggu-tunggu. “Kalau begitu,” katanya cepat, matanya berbinar, “apakah kali ini kita bisa menikmati acara ini bersama, Yang Mulia?”Ada jeda singkat sebelum Dyall menjawab. “Tentu,” katanya akhirnya. &ldqu

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   134. klub

  • Nyonya Elyse, Yang Mulia Kaisar Menginginkanmu!   133. Pihak yang diuntungkan

    Sunyi kembali menyelimuti dan di lorong, Elyse akhirnya menghela napas panjang. Bukan napas lega dan bukan pula napas marah. Melainkan napas seseorang yang akhirnya memahami betapa kotor dan berbahayanya permainan yang sedang berlangsung.Ia tidak merasa cemburu, walaupun hatinya merasakan sesuatu yang aneh yang membuatnya sedikit kesal.Dia juga merasakan perasaan lebih dari sesuatu yang jauh lebih dingin, kesadaran bahwa Kaisar suaminya telah dijadikan umpan, alat, bahkan eksperimen, oleh orang-orang yang berdiri terlalu dekat dengannya.Pintu ruangan itu terbuka perlahan, disertai suara engsel yang berdecit pelan namun bagi Elyse, bunyinya terdengar jauh lebih nyaring daripada seharusnya.Jester dan Ivanka keluar lebih dulu, diikuti Tuan dan Nyonya Levric. Wajah keem

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status