Teilen

Bab 99

last update Veröffentlichungsdatum: 29.01.2026 21:20:56

Rusdi kembali berlutut di depan sofa. Jantungnya masih berdegup kencang, bukan cuma karena gairah, tapi karena tulisan di kertas tadi masih terbayang-bayang di otaknya.

Pengalihan aset.

Berarti dugaannya benar. Keluarga ini sedang mempreteli harta Nyonya Vivian pelan-pelan. Dan Adisty, gadis yang sedang mengangkang sombong di depannya ini, pasti tahu semuanya.

"Tunggu apa lagi?" tegur Adisty tidak sabar. Kakinya menendang pelan bahu Rusdi. "Kerjakan tugasmu."

Rusdi menelan ludah. Dia membuang p
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 300 TAMAT

    Vivian tidak mengubah posisi duduknya. Kakinya yang ramping tetap menyilang dengan anggun. Jari lentiknya yang berkuku merah perlahan mengetuk meja kaca di depannya. Sebuah senyum tipis dan dingin akhirnya muncul di bibir Vivian. Senyum itu tidak sampai ke matanya, tapi justru membuat wajahnya terlihat semakin menggoda dan mematikan. "Membesarkan?" ulang Vivian pelan. "Maksud Paman membesarkan rekening pribadi Paman dengan menggelapkan dana proyek selama tiga tahun berturut-turut?" Anton maju setelah mendapat isyarat dari mata Reynard. Dia meletakkan sebuah tumpukan map merah di depan Pak Broto. Itu adalah semua bukti aliran dana gelap yang sudah diselidiki tim keamanan Aryasatya. Melihat tumpukan map itu, tubuh Pak Broto langsung lemas. Dia jatuh terduduk di kursinya. Keringat dingin sebesar biji jagung mulai menetes di dahinya. Reynard berdiri diam di belakang kursi Vivian. Matanya menatap puas ke arah istrinya. Garis leher Vivian yang terekspos dari potongan kerah blazernya t

  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 299

    Pintu tertutup rapat setelah Anton dan Felicia keluar. Reynard menyandarkan tubuh besarnya ke kursi. Matanya langsung terkunci pada Vivian yang duduk di seberang meja.Wanita itu sedang serius membaca lembaran profil di dalam map. Blus sutra berwarna krem yang dia pakai melekat pas di tubuhnya. Dua kancing teratas sengaja dibiarkan terbuka, memamerkan kulit leher dan tulang selangkanya yang seputih susu. Rok pensil hitam ketat membungkus pinggul hingga pahanya. Kakinya menyilang santai di bawah meja, memperlihatkan betisnya yang mulus.Reynard menelan ludah pelan. Ingatannya mundur ke masa lalu.Dulu, saat Reynard masih menyamar menjadi Rusdi si tukang kebun, dia sering mencuri pandang saat Vivian duduk sendirian di teras belakang rumah. Wajah Vivian saat itu selalu dingin, datar, dan tak tersentuh. Namun justru sikap dinginnya itulah yang membuat aura Vivian sangat menggoda. Sorot matanya yang tajam dan bibirnya yang jarang tersenyum selalu sukses membuat darah Reynard berdesir pan

  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 298

    Beberapa hari kemudian...Pagi itu di penthouse, suasana terasa lebih santai dari biasanya. Vivian sudah berdiri di depan cermin besar di kamarnya. Ia mengenakan terusan berwarna nude berbahan brokat yang elegan tapi tidak terlalu mencolok. Rambutnya dibiarkan tergerai rapi.Reynard masuk ke kamar setelah selesai berganti pakaian di ruangan sebelah. Ia memakai kemeja hitam yang lengannya digulung sampai siku. Pria itu berdiri di belakang Vivian dan menatap pantulan istrinya di cermin."Sudah siap?" tanya Reynard.Vivian mengangguk. "Sudah. Apa menurutmu ini terlalu sederhana?""Tidak. Ibu justru lebih suka kalau kau tampil apa adanya. Beliau tidak suka sesuatu yang berlebihan," jawab Reynard sambil memegang bahu Vivian."Aku hanya merasa sedikit gugup. Aku takut mengecewakan ibumu," kata Vivian jujur.Reynard membalikkan tubuh Vivian agar menghadapnya. "Tidak perlu gugup. Ibu sudah sangat menyukaimu sejak pertama kali melihat mu. Sekarang, ayo berangkat. Sopir sudah menunggu di bawah.

  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 297

    Dentingan lift pribadi itu terdengar pelan saat pintu terbuka. Vivian melangkah keluar dengan santai. Karena ini adalah malam keduanya di penthouse, dia tidak lagi melayangkan pandangan kagum pada langit-langit tinggi atau pilar marmer yang megah. Dia berjalan langsung menuju meja konsol eboni, meletakkan tas tangannya yang mungil di sana dengan gerakan yang sangat terbiasa.Gaun merah hati berbahan satin yang ia kenakan tampak mengikuti setiap gerak tubuhnya dengan sempurna. Saat ia berjalan, cahaya lampu kristal memantul di permukaan kain yang mengilap, menciptakan gradasi warna merah yang elegan. Potongan gaun itu benar-benar menonjolkan kulit bahunya yang seputih porselen.Reynard berjalan beberapa langkah di belakangnya. Pria itu sudah melepas jam tangan dan melonggarkan dasinya. Ia memperhatikan bagaimana Vivian merapikan rambut hitamnya di depan cermin besar."Aku sudah meminta koki untuk menyiapkan semuanya di dapur sebelum kita sampai," kata Reynard. Suaranya berat, menggema

  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 296

    "Katakan pada wanita ini, siapa aku," perintah Reynard dingin.Manajer itu menatap Adisty dengan bingung. "Beliau adalah Tuan Muda Reynard, pemilik dari Grup Aryasatya. Mal ini, butik ini, dan hampir sebagian besar gedung di kota ini adalah miliknya."Wajah Adisty seketika berubah menjadi sangat pucat. Dia menatap Reynard dengan tidak percaya. "Pemilik Grup Aryasatya? Tapi... tapi..."Reynard melangkah maju satu langkah, membuat Adisty mundur ketakutan. "Kau bilang Vivian tidak pantas memakai berlian? Kau bilang suamimu, eh maksudku, kakakmu yang dipenjara itu lebih baik dariku?""Sa... saya tidak bermaksud begitu, Tuan," gagap Adisty."Kau juga menghina Rusdi," lanjut Reynard dengan nada yang sangat rendah. "Kau tidak tahu kalau Rusdi dan aku adalah orang yang sama? Aku hanya sedang ingin melihat seberapa busuk hati keluarga kalian."Adisty seolah tersambar petir. Dia hampir saja jatuh pingsan. Pria miskin yang dulu selalu dia injak-injak dan dia hina ternyata adalah salah satu orang

  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 295

    Reynard melangkah masuk ke dalam butik perhiasan dengan sorot mata yang tajam. Di belakangnya, Anton mengikuti dengan langkah yang tertata. Kehadiran Reynard membuat seluruh pelayan di toko itu seketika menunduk hormat.Pandangan Reynard langsung tertuju pada seorang wanita yang duduk di kursi beludru. Vivian. Dia mengenakan gaun merah hati yang sangat pas di tubuhnya. Potongan gaun itu memperlihatkan leher jenjang dan bahunya yang mulus. Kulitnya yang putih tampak kontras dengan warna merah gaun tersebut.Namun, wajah Vivian terlihat gelisah. Dia memegang sebuah kotak perhiasan dengan tangan yang sedikit gemetar."Kenapa belum dibayar?" tanya Reynard. Suaranya berat dan memenuhi ruangan yang sunyi itu.Vivian tersentak. Dia menoleh dan melihat Reynard berdiri di sana dengan aura yang sangat kuat. "Reynard? Kamu sudah selesai rapatnya?"Reynard tidak menjawab. Dia berjalan mendekat dan berdiri tepat di depan Vivian. Dia mengambil kotak perhiasan itu. Di dalamnya terdapat sebuah kalung

  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 89

    Vivian tiba-tiba mendesis panjang karena tidak kuat menahan geli dan nikmat yang menjalar di punggungnya. Dengan napas yang masih memburu, wanita itu membalikkan badannya sehingga kini dia berbaring telentang menghadap ke arah Rusdi.Gerakan itu membuat tali baju tidur satinnya yang licin melorot j

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-25
  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 88

    Rusdi menelan ludah dengan susah payah karena tenggorokannya mendadak terasa kering. Perintah Vivian barusan terdengar seperti ujian berat sekaligus anugerah yang tidak masuk akal bagi laki-laki biasa seperti dirinya.Tanpa banyak bicara Rusdi menuangkan lagi minyak hangat ke telapak tangannya. Dia

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-25
  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 84

    Suasana romantis di bale-bale itu terpecah oleh suara perut Rusdi yang berbunyi nyaring.Kruuuk...Hana tertawa kecil mendengarnya, lalu menutup mulutnya dengan tangan. Rusdi cuma bisa nyengir sambil mengusap perutnya yang rata tapi kelaparan."Waktunya isi bensin ini mah," canda Rusdi.Tepat saat

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-24
  • Nyonya Puas Abang Lemas   Bab 79

    Matahari semakin tinggi dan sinarnya mulai terasa menyengat di kulit. Suara deru mesin mobil mewah Tuan Adrian yang perlahan menjauh dari gerbang depan menjadi tanda bahwa pemilik rumah tersebut sudah berangkat ke kantor.Rusdi menghela napas panjang sambil menyeka keringat di lehernya dengan handu

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-24
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status