Share

Bab 9

Author: Millanova
last update publish date: 2026-04-08 22:59:55

Sisa-sisa abu keemasan dari tubuh Prabu Anom telah lenyap ditelan udara malam, namun energi suci yang ditinggalkannya masih menggetarkan ruangan itu. Hawa busuk yang selama puluhan tahun mencekik bangunan itu telah lenyap tak berbekas.

Ujang, penjaga gaib yang kesaktiannya sangat ditakuti, kini beringsut maju. Ia meraih ujung sepatu bot karet Kukuh yang kumal dan menundukkan dahinya hingga mencium lantai kayu! .

"Tuan Muda," isak Ujang, suaranya bergetar oleh kesetiaan mutlak. "Sesuai titah ter
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   OFF hingga tanggal 17

    Untuk pembaca saya, update akan OFF hingga tanggal 17 dan akan di update lagi di tanggal 18 Terimakasih.

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 252

    Jumat pagi menjelang akhir pekan, kediaman utama Keluarga Cokro sudah sibuk sejak matahari baru saja terbit. Arisan Keluarga Besar yang diadakan setiap dua tahun sekali ini bukanlah sekadar ajang silaturahmi, melainkan medan pamer kekayaan dan unjuk gigi bagi seluruh cabang silsilah keluarga konglomerat tersebut.Berbagai mobil mewah mulai berbaris memasuki pelataran rumah. Para kerabat jauh, paman, bibi, hingga sepupu-sepupu Ratih yang menetap di luar kota mulai berdatangan untuk menginap.Kukuh, yang menyadari posisinya di mata keluarga besar, memilih mengenakan kemeja rapi yang sederhana. Ia berdiri di dekat pilar garasi bersama Pak Supri, membantu mengarahkan barang bawaan para tamu agar tidak menghalangi jalan.Tak lama kemudian, sebuah sportscar Eropa berwarna merah menyala dengan suara mesin yang memekakkan telinga memasuki pelataran. Pintu mobil terbuka ke atas. Dari kursi penumpang, turunlah Clarissa sepupu Ratih dari cabang keluarga kedua yang terkenal paling suka mencari pe

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 251

    Malam harinya, setelah hiruk-pikuk aktivitas siang yang melelahkan, Kukuh menepati janjinya kepada Pak Supri. Berbekal pakaian kasualnya yang sederhana, Kukuh menemani sopir paruh baya itu menyusuri keramaian Pasar Loak.Lampu-lampu bohlam kuning yang temaram menerangi deretan lapak yang digelar di atas terpal plastik. Udara malam dipenuhi oleh aroma debu, karat, dan suara musik dangdut dari radio usang para pedagang. Pak Supri tampak sangat antusias, matanya berbinar-binar saat ia berjongkok di salah satu lapak untuk menawar sebuah radio kayu antik peninggalan era 80-an."Kuh, kamu lihat-lihat saja dulu di sekitar sini. Bapak mau adu tawar sama pedagang ini, kayaknya radionya masih bisa bunyi!" seru Pak Supri tanpa menoleh, terlalu fokus pada barang buruannya."Siap, Pak. Saya muter di dekat-dekat sini saja," balas Kukuh santai.Kukuh melangkah pelan meninggalkan Pak Supri. Tangannya masuk ke dalam saku jaket. Di tengah tumpukan barang rongsokan dan barang antik palsu yang membanjiri

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 250

    "Cokro sialaaann...!" umpat Aryo dengan suara parau. Tinjunya menghantam lantai karpet dengan keras, tidak memedulikan sisa darah di sudut bibirnya. "Dari mana dapatnya dia pelindung sehebat itu?! Bahkan seluruh harta kekayaan Keluarga Cokro tidak akan pernah cukup untuk menyewa dan menundukkan orang semacam ini!"Ratna yang masih berdiri gemetar di dekat meja kerjanya menautkan alis. Wajah cantiknya memancarkan kebingungan yang amat sangat."Maksudnya gimana, Pak Aryo?" tanya Ratna ragu-ragu. Selama ini, ia mengira urusan gaib hanya sekadar tentang membayar dukun mahal untuk menyingkirkan saingan bisnis. Ia tidak paham seberapa dalam jurang yang sedang mereka tatap saat ini.Aryo menelan ludah, mencoba mengatur napasnya yang masih terasa perih akibat organ dalamnya yang sempat bergejolak. Ia menatap Ratna dengan pandangan yang sangat kelam."Nona Ratna, dengarkan saya baik-baik," ucap Aryo dengan nada berat dan serius. "Keluarga Ratih ternyata sudah memiliki tameng pelindung paling m

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 249

    Sementara itu, di tempat yang jauh dari hiruk-pikuk pusat perbelanjaan tempat Ratih berada, suasana di dalam ruang kerja pribadi kediaman Ratna mendadak berubah menjadi mencekam.Di dalam ruangan yang tertutup rapat itu, Aryo Lembu Sasmita sedang duduk bersila di atas karpet Persia, mencoba mempertahankan koneksi gaib dari sisa teluh yang ia tanamkan pada serpihan kaca lampu studio. Namun, tepat pada detik ketika Kukuh mengusap luka di lengan Ratih dan menghancurkan energi kotor tersebut, sebuah benturan tenaga tak kasatmata melesat menembus jarak dan ruang.Benturan itu tidak bisa dihindari maupun ditangkis.“Huweekkk...! Huweekkkkk...!”Mata Aryo mendadak terbelalak lebar. Tubuh pria paruh baya itu terlempar ke depan, jatuh berlutut dengan keras. Dari mulutnya, menyembur darah kental berwarna merah kehitaman yang berbau sangat busuk campuran antara anyir darah dan aroma kembang kamboja yang layu. Darah itu menodai karpet mahal di bawahnya.Walaupun serangan jarak jauhnya kepada Rati

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 248

    "Mas, Mas, minggir, Mas! Biarkan kami lewat!" ucap salah satu petugas medis dengan nada panik dan terburu-buru. Ia setengah mendorong bahu Kukuh agar menjauh dari Ratih.Tanpa perlawanan, Kukuh melangkah mundur dengan mulus. Begitu petugas medis itu berlutut di depan Ratih, Kukuh sudah memanfaatkan kekacauan kru dan penonton untuk bergeser perlahan. Bagaikan bayangan yang menyatu dengan kegelapan, ia kembali membaur dengan kerumunan orang-orang di pinggir area syuting, berdiri diam mengamati dari jarak aman.Petugas medis itu seorang pria muda yang tampaknya berasal dari unit gawat darurat RS Lohitajaya langsung membuka kotak P3K-nya dengan cepat. Tangannya sudah siap dengan perban, alkohol, dan obat antiseptik."Maaf, Nona. Biar saya bersihkan lukanya. Tahan sedikit ya," ucap petugas itu sambil meraih lengan kiri Ratih yang masih berlumuran noda darah.Namun, begitu ia menyeka darah tersebut dengan kasa steril, pergerakan tangannya mendadak terhenti. Matanya melebar, menatap lekat-le

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 77

    Di dalam ruang rahasia yang luas itu, Dokter Harsha melangkah perlahan mendekati kursi roda Ratih. Matanya yang setajam elang menelisik sisa-sisa luka melepuh di leher dan lengan wanita cantik tersebut."Sejak kapan Ratih terkena penyakit seperti ini, Nak Kukuh?" tanya Dokter Harsha, suaranya berat

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 64

    Tanpa jeda sedetik pun, Adiwangsa yang raganya telah sepenuhnya dibajak oleh iblis itu membungkuk. Dengan satu sentakan kasar, ia merenggut Kukuh yang terikat kaku dan melemparkan tubuh berotot itu ke atas bahunya. Tenaganya gila mustahil dimiliki oleh pria paruh baya yang ototnya termakan usia. Di

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 63

    Waktu seakan berhenti merayap. Tanpa ancang-ancang, tubuh rentan Pak Supri melesat ke depan. Bukan lari, bukan pula melompat, melainkan terlempar dengan cara yang sangat menyalahi hukum alam seperti boneka kayu yang talinya disentak paksa oleh dalang gaib. Pria paruh baya itu menerjang udara, rahan

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 71

    Tetesan darah segar dari hidung Nyonya Dian baru saja diusap kasar menggunakan tisu kotor yang ada di atas meja. Udara di dalam warung makan yang sempat mencekik perlahan kembali normal. Namun, keheningan yang tercipta bukanlah keheningan tanda menyerah.Sesaat setelah syok akibat pantulan energiny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status