Share

Chapter 47

Author: Dewa Amour
last update Last Updated: 2026-01-01 18:45:22

Bungalow David pukul delapan pagi.

Jarum jam besar yang berdiri di sudut ruangan terus berputar pelan, menimbulkan suara di sekeliling ruangan bergaya Eropa klasik itu.

Butiran bening meluncur dari permukaan kaca jendela yang berembun. Pada sudut dinding putih terpampang sebuah potret besar seorang wanita.

Liliana Loudwic, dia terlihat cantik dengan gaun sutra warna merah, bahu terbuka. Rambutnya yang ikal dan merah dibiarkan tergerai ke satu sisi bahu. Sementara seorang bayi kecil berada dalam pangkuannya.

Di bawah lampu kristal besar yang menggantung tepat di atas kepalanya, Marquez memandangi foto sang ibu. Sejak kembali dari Salvador, ia merasa kegelisahan di hatinya.

Rasa gelisah yang sulit dia mengerti. Namun, ada satu hal yang dia tak bisa percaya. Wajah Elsa sangat mirip dengan mendiang ibunya.

"Di mana Marquez? Apa dia belum kembali dari luar kota?"

Di ruang makan, David bertanya pada asisten rumah setelah melihat kursi putranya masih kosong. Ia tak melihat Marquez sejak dua
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • OBSESI TERLARANG : Sentuh Aku, Ayah Mertua    Chapter 60

    Bungalow David Wilson - 10:30 AMRoda kursi roda Elsa berderit pelan di atas lantai kayu bungalow yang dipoles mengkilap. Udara di sini jauh berbeda dari aroma obat-obatan rumah sakit yang mencekik. Ada wangi pinus dan melati yang menenangkan. Namun bagi Elsa, keindahan ini terasa asing dan menakutkan.Ia merapatkan selimut di bahunya, menyembunyikan tubuhnya yang kurus dan penuh luka lebam yang mulai membiru.David berjalan di sampingnya dengan langkah yang sengaja diperlambat. Matanya tak lepas dari sosok Elsa, seolah-olah jika ia berkedip, putri yang baru ditemukannya itu akan menghilang lagi seperti asap."Mulai sekarang ini rumahmu, Elsa." Suara David berat, bergetar oleh emosi yang ia tekan sekuat tenaga. "Tak akan ada lagi tangan kotor yang dapat menyakitimu."Elsa mendongak perlahan. Matanya yang sayu menatap hamaparan taman luas di balik jendela besar bungalow. Sampai kini ia masih merasa heran, kenapa Tuan Wilson begitu baik padanya.Meski tak banyak yang Elsa tahu tentang k

  • OBSESI TERLARANG : Sentuh Aku, Ayah Mertua    Chapter 59

    Langit di atas sana tampak seperti luka lebam yang membusuk. Awan-awan hitam berarak liar dihantam badai, berkejaran di atas menara kastil tua yang berdiri angkuh. Di bawah tebing curam itu, lautan menggeram, menghantam karang dengan amarah yang tertahan. Sinar jingga yang sekarat di ufuk barat perlahan ditelan garis air, menyerahkan dunia pada kegelapan yang pekat dan dingin.Di dalam salah satu ruang lembap kastil itu, tubuh Alex Parker terikat kaku pada sebuah bangku kayu tua. Ia tampak seperti rongsokan manusia, hancur, lemas, dan bersimbah darah usai penyiksaan keji yang mematahkan semangatnya. Hidungnya berkedut hebat saat aroma cerutu yang pekat menusuk paru-parunya, bercampur dengan wangi parfum mahal yang terasa memuakkan. Dengan sisa tenaga yang nyaris habis, Alex membuka matanya yang bengkak. Di hadapannya, sesosok siluet berdiri tegak, membelakangi remang cahaya.Juanito Dolores. Pria itu berdiri dengan keangkuhan seorang raja di tengah barisan pengawal yang tak bernyaw

  • OBSESI TERLARANG : Sentuh Aku, Ayah Mertua    Chapter 58

    Udara di dalam kastil itu berbau lumut dan busuknya dendam lama. Alex tersentak bangun saat seember air es menghantam wajahnya, meresap ke dalam pori-pori dan memaksa paru-parunya meraup oksigen. Kepalanya berdenyut hebat. Lewat sisa-sisa air yang menetes dari bulu matanya, ia melihat bayangan yang seharusnya sudah membusuk di bawah tanah."Bagaimana, enak tidurnya?" Suara itu berat, serak, dan penuh racun.Alex mengerjap. Fokusnya terkunci pada pria yang berdiri di depannya. Jantungnya seolah berhenti berdetak. "Kau?"Juanito Dolores?"Bukankah kau sudah mati dua puluh tahun lalu?" Suara Alex parau, nyaris habis di tenggorokan.Juanito melangkah maju. Bayangannya jatuh menimpa wajah Alex yang pucat. Ia membungkuk, membiarkan aroma cerutu dan kematian tercium jelas saat berbisik tepat di telinga Alex, "Kejutan.""Bajingan! Apa maumu?!" Alex meronta, membuat kursi kayunya berderit memprotes beban.Juanito tidak menjawab dengan kata-kata. Ia berjalan mengelilingi Alex seperti predator

  • OBSESI TERLARANG : Sentuh Aku, Ayah Mertua    Chapter 57

    Ruangan itu sunyi, hanya ada desis oksigen dan bunyi monitor jantung yang memutus keheningan dengan irama yang menyakitkan. Elsa terbaring di sana, pucat seputih kain kafan. David, pria yang biasanya tegak dan ditakuti, kini tampak ringkih saat duduk di tepi ranjang. Ia menyentuh jemari Elsa yang dingin—tangan yang seharusnya ia genggam selama dua puluh tahun ini, namun malah ia biarkan disiksa di tangan Landon Parker. Air mata David jatuh, membasahi punggung tangan putrinya."Ayah menukarmu dengan bayi haram itu, Elsa ... Ayah membiarkanmu masuk ke neraka yang kusebut pernikahan," bisiknya dengan suara pecah. "Tapi Ayah berjanji, Nak. Setelah ini, siapa pun yang pernah menyentuhmu akan memohon untuk mati."Sementara itu, Landon sedang menyusun rencana besar untuk menghabisi Alex. Selama sang ayah koma, ia sudah memindahkan semua dokumen perusahaan dan warisan atas namanya. Alex tak dibutuhkan lagi."Tuan Parker menghilang dari rumah sakit."Prang!Gelas kristal berisi anggur itu han

  • OBSESI TERLARANG : Sentuh Aku, Ayah Mertua    Chapter 56

    CRV hitam itu membelah kabut, merayap masuk ke gerbang kastil tua yang berdiri angkuh di tepi tebing. Begitu mesin mati, dua pengawal berpakaian serba hitam—anjing penjaga Jhon—menyambut David dengan tatapan dingin.David keluar, asap cerutu mengepul dari sela bibirnya, menyatu dengan udara gunung yang menggigit. Dari balik tepi fedora hitamnya, matanya memindai bangunan batu yang tampak seperti makam raksasa itu. "Tempat yang menjijikkan," gumamnya. Demi membalas dendam pada Alex, David rela mengotori tangannya di sarang bandit ini."Selamat datang, Tuan Wilson!" suara Jhon menggema dari balkon.David tak bergeming. "Jangan banyak bicara. Mana gadis itu?"Jhon terkekeh, lalu memberi isyarat. Dua anak buahnya menyeret sesosok tubuh yang terkulai lemas. Saat cahaya lampu temaram mengenai wajah gadis itu, jantung David seolah berhenti berdetak. Dunia di sekitarnya mendadak senyap.Liliana?Wajah itu... garis rahang itu... Elsa tampak seperti hantu mendiang istrinya yang bangkit dari ku

  • OBSESI TERLARANG : Sentuh Aku, Ayah Mertua    Chapter 55

    "Elsa, oh tidak!""Jangan pergi dariku, Elsa!"Dua orang perawat yang sedang memeriksa kondisi Alex dibuat terkejut. Pasien mulai siuman? Mereka saling pandang dan segera memanggil dokter.Dua orang dokter laki-laki segera datang dan memeriksa kondisi Alex. Mereka membuat laporan baru atas kemajuannya. Alex mulai sadar dari koma. Ia terus-menerus memanggil nama Elsa.Ernes yang mendapat kabar lewat telepon amat senang mendengarnya. Pria itu segera meninggalkan ruang rapat. Semua orang yang terlibat di ruangan itu saling pandang heran.Sang asisten tak peduli, Ernes bergegas melajukan mobil menuju Farmasi Parker. Alex sudah siuman. Ini kabar besar yanga akan menggemparkan kota."Bagaimana kondisinya?"Ernes dan Rebecca tak sabaran menunggu jawaban para dokter. Mereka baru saja tiba di ruang ICU. Rupanya Alex sudah tak berada di sana. Katanya pihak rumah sakit yang sudah memindahkannya."Tuan Parker baik-baik saja. Kondisinya pun sudah stabil." Dokter menjawab kecemasan Ernes dan Rebecc

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status