Compartilhar

Bab 104

Autor: Ajeng padmi
last update Data de publicação: 2026-09-16 16:49:15

“Siapa bilang suamimu nggak romantis, itu tadi apa?”

Akhirnya Ica memang keluar sama Tata, tapiiiii… dibuntuti dari belakang sama mobil Saka, dia merasa jadi tahanan saja.

Kandungannya baik-baik saja, jadi tidak seharusnya Saka sekawatir itu, tapi saat dia ulang tahun malah suruh beli kado sendiri.

“Itu bukan romatis tapi kepo.”

Tata menatap sahabatnya sebentar lalu menggelengkan kepala pelan.

“Kita duduk di sana saja, kamu mau beli es oyen?”

Ica mengangguk. Lalu duduk tenang sambil memai
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 104

    “Siapa bilang suamimu nggak romantis, itu tadi apa?” Akhirnya Ica memang keluar sama Tata, tapiiiii… dibuntuti dari belakang sama mobil Saka, dia merasa jadi tahanan saja. Kandungannya baik-baik saja, jadi tidak seharusnya Saka sekawatir itu, tapi saat dia ulang tahun malah suruh beli kado sendiri. “Itu bukan romatis tapi kepo.” Tata menatap sahabatnya sebentar lalu menggelengkan kepala pelan. “Kita duduk di sana saja, kamu mau beli es oyen?” Ica mengangguk. Lalu duduk tenang sambil memainkan ponselnya sambil menunggu Tata memesan untuk mereka. “Nih kita jajan di kasih uang, coba kalau suamimu Adam, boro-boro dikasih uang yang ada uangmu diambil buat kebutuhan dia.” “Yeee ya jangan bandingkan dengan si pengecut itu dong, jelas suamiku lebih baik.” “Alah sekarang saja bilang gitu, dulu coba. Dikadalin Adam juga masih bucin.” Tata itu kalau ngomong memang ceplas ceplos kadang Ica juga sakit hati, tapi tak lama juga sih. Soalnya dia nggak punya teman sebaik Tata. Andai dia pun

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 103

    “Sudah jadi orang kaya beneran sekarang kamu!” “Mau nggak?!” “Nggak nolak dong… tapi ini beneran. Di sana mahal lho.” “Ckkk bawel banget sih, jemput dalam sepuluh menit.” Dengan gemas Ica menutup panggilan teleponnya. Dia baru saja ulang tahun lho, nggak ada gitu keinginan suaminya bersikap manis padanya. Dikiiit saja. Ica nggak menuntut banyak kok. Makan malam mereka kemarin ya berlangsung biasa saja, habis makan. Ica ke kamar diri membersihkan diri lalu tidur dah gitu saja. Dia capek makan hati. Mana sampai sekarang Saka sama sekali tak minat untuk memberinya kado. Iya sih ica sadar kalau uang bulanannya bahkan lebih besar dari pendapatan orang tuanya saat ini, dan itu hanya untuk jajan Ica, sedangkan untuk keperluan rumah Saka langsung memberikan uang cas padanya, tapi masak iya Ica beli kado untuk dirinya sendiri, dibungkus sendiri lalu dia buka lagi bungkusnya. “Mau kemana?” Ica menghela napas, dia lupa sejak tadi suaminya juga ada di kamar ini sedang sibuk dengan pons

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 102

    Kali ini dia mendapat hadiah sebuah tumbler cantik yang memang sudah lama dia inginkan. Sejak hamil dia jadi doyan banget minum air putih. Kalau di rumah sih dia biasa disiapin bu Mirah teko besar, jadi begitu haus langsung tuang, tapi kalau sedang keluar rumah, nggak mungkinkan dia nenteng-nenteng teko begitu. Ica pernah ingin minta tolong pada Saka untuk belikan, tapi ya itu banyak masalah yang terjadi akhir-akhir ini jadi dia lupa. Memang sih bawa air mineral dalam botol menjadi solusinya. Entah bagaimana orang yang orang tuanya katakan sebagai sahabat mereka itu tahu apa yang dibutuhkan Ica. “Wah syukurlah akhirnya aku punya tumbler,” kata Ica sengaja mengeraskan suaranya, dan ekspresi wajahnya juga dibuat seberbinar mungkin. Maksudnya sih mau nyindir suaminya, tapi pria itu mana peka dengan sindiran istrinya. “Mas nggak masalah aku terima hadiah dari pria lain?” tanya Ica yang kecewa dengan reaksi suaminya yang lempeng saja. Selama mereka menikah, dia yang lebih sering

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 101

    Benarkan sesuai prediksi Ica, nasi kuning masih menjadi idola di acara ulang tahunnya. “Katanya nanti mau ajak makan malam.” Ini piring kedua dan isinya bukan ala isi piring model internasiol tapi sama dengan porsi kuli. Luar biasa bukan Ica sejak tadi cemberut karena hari ulang tahunnya tetap tak ada yang istimewa. Tapi nasi kuning ibu memang istimewa sih mau bagaimana lagi. “Ini masih sore, bu. Makan malam ya nanti saat malam,” kata Ica sambil memasukkan nasi ke dalam mulutnya. “Ya sudah, nduk. Makan yang banyak. Kamu kan makan untuk dua orang,” kata bapak membela Ica. Sedangkan Saka yang duduk di samping bapak hanya menatap sejenak. “Memangnya kamu nggak ngidam, Ca?” tanya ibu masih takjub dengan porsi makan Ica. Dia tahu Ica memang doyan makan sejak dulu, apalagi masakannya. Tapi kata Saka tadi sejak hamil Ica makannya sulit. “Ngidamnya Ica nggak ngrepotin kok,” jawab ica cuek sambil memasukkan nasi ke dalam mulutnya. “Memangnya kamu ngidam apa?” tanya sang ibu. “Marta

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 100

    Ngambek sama Saka itu malah membuatnya cepat tua. Bayangkan saja, ica sudah makan hati eh Saka malah cuek saja seolah tak terjadi apa-apa. “Malam minggu nanti kita nginap di rumah bapak, Ca,” kata Saka tenang seperti biasa, saat Ica yang masih menampilkan wajah kesal duduk di meja makan di samping pria itu. “Ada apa di sana?” tanya Ica datar. Kalau saja tidak ada bu Mirah yang sedang mencuci piring di dapur tentu Ica akan menjawab ucapan suaminya dengan ketus. Tapi jelek-jelek begini dia masih tahu tata krama.Bagaimanapun kesalnya dia pada Saka, pria itu tetap suaminya. kepala keluarga yang harus dia hormati dan juga sayangi. “Kamu lupa itu hari ulang tahunmu.” Ica terdiam. Selama ini hari ulang tahunnya selalu dia lewati dengan… biasa saja. Tidak ada yang istimewa selain dia membantu ibu menyiapkan nasi kuning yang akan mereka bagikan untuk tetangga kanan kiri dan juga makan bersama mereka. Bahkan saat berpacaran dengan Adam, hari ulang tahun tak ada yang berbeda untuknya.

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 99

    Rasanya Saka akan gila. Ica istrinya yang cantik, ceria dan keras kepala kini bersikap seperti patung lilin padanya. Dia tidak tahu apa salahnya. Seingatnya setelah pesta itu mereka tidak bertengkar, meski ica sedikit tak setuju dengan usulnya untuk meminta maaf pada Sita. Akan tetapi setelah dijelaskan, Ica setuju bahkan menemaninya ke rumah Sita. Di sana juga tidak terjadi apa-apa, mereka makan martabak buatan Sita yang enak. Saka memang sengja mengajaknya karena dia ingat Sita pernah bilang membuka warung di depan rumahnya dan salah satunya memjual martabak. Bisa saja sih sebenarnya Saka meminta bu Mirah untuk membuatkannya untuk mereka, tapi pesta kemarin sudah membuat wanita paruh baya itu kelelahan, dia tak sampai hati memberinya pekerjaan lagi. Saka menggeleng. Tak tahu apa yang salah sebenarnya. Ica sempat berteriak tadi yang membuatnya panik, tapi itu karena hanya jarinya yang tak sengaja menyentuh wajan panas dan Ica juga tidak jatuh atau terbentur sesuatu, dia sudah

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 2

    Ica sih bukan cewek yang matre-matre amat ya. Dia hanya coba realistis. “Gini lho, Ca. Soal biaya pesta, bapak tidak masalah. Ini memang sudah keinginan bapak dan ibu mengadakan pesta meriah untukmu.” Namanya Saka, begitu kata bapak setelah pria itu permisi pulang untuk mengabarkan pada keluarga

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 6

    Tadi malam ibu meluk Ica sambil nangis. Lamaaa banget. Ica mengira ibu kesurupan. Siapa tahu kan, aura negatif yang tadi dibawa Adam menarik para mahluk halus ke kamarnya hiiiii Mana Haji Jali, kyai dan sesepuh yang biasa ngobati orang kesurupan pasti sudah tidur jam segini dan orang-orang pas

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 5

    Benar kata orang zaman dahulu, calon pengantin memang pamali bepergian yang tidak perlu takutnya ketemu setan. Ica baru saja membuktikannya. Harusnya dia menuruti omongan ibu buat ke salon mempercantik diri, bukannya nongkrong di café. Padahal Ica sudah mau menyingkir lho meski sambil ngomel dan

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 1

    “Saya tidak perlu mengantar kalian bukan? Pintu keluarnya ada di sana.”Ica berusaha setegar mungkin mengucapkan kata-kata itu. Susah payah dia menahan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.Cewek mana sih di dunia ini yang tidak sakit hati saat pernikahannya dibatalkan, apalagi hubungan mere

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status