공유

Bab 28

작가: Ajeng padmi
last update 게시일: 2026-07-01 17:27:10

“Mbak Ica, nggak apa-apa kan?” tanya bu Mirah entah untuk ke berapa kalinya.

Bu Mirah ini berlebihan, apa dia kira Ica nggak pernah naik mobil pick up kayak gini.

“Saya baik-baik saja, bu. Di rumah bapak juga sering naik mobil seperti ini,” jawab Ica berusaha tetap santun meski sebenarny dia jengkel juga.

Dia lho bukan gadis manja yang dikit-dikit mewek karena tidak terbiasa.

“Apa lebih baik saya temani mbak Ica saja di rumah?”

“Nggak usah, bu. Mas Saka menyuruh ibu ke sana pasti karena but
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 50

    Bolak-balik Ica melirik bu Mirah yang sedang membuat bumbu soto. Hari ini rencananya mereka akan membuat soto ayam, makanan favorit Saka yang lain, tentu saja itu kata bu Mirah, meski dia tidak tahu benar atau salah. Kalau Ica tanya apa makanan favorit Saka, pria itu selalu menjawab aku makan apa saja asal tidak haram dan kotor. Jawaban khas orang yang tidak mau ribet. Awas saja kalau nanti tiba-tiba bilang nggak suka makanan yang dia masak. “Mbak Ica butuh sesuatu?” Ica melongo sejenak tapi kemudian memaksakan sebuah senyum. “Enggak bu, memang kenapa?” “Oh saya kira mau ngomong sesuatu sama saya, mbak Ica sejak tadi lirik-lirik saya. Atau mbak Ica mau coba halusin bumbunya?” tanya bu Mirah sambil menyodorkan cobek dan ulekan di depannya. Ica meringis. Kenapa sih nggak ibunya nggak bu Mirah suka sekali pake ulekan untuk menghaluskan bumbu padahal sudah ada alat namanya blender atau copper yang bisa digunakan untuk menghaluskan bumbu, tanpa perlu capek-capek ngulek tinggal pen

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 48

    “Kok pintunya kamu kunci, Ca.” Itulah kata pertama yang dikatakan Saka begitu keluar dari kamar mandi. Sedangkan Ica hanya bisa menahan dongkol. “Lupa.” “Oh tadi aku panggil-panggil nggak bangun.” “Kan sudah tidur.” Kenapa sih Ica harus menjelaskan kayak gini, memangnya Saka nggak ngerti kalau dia ngambek karena ditinggal sendiri. “Oh aku kira marah.” Tuh tahu sebenarnya Cuma pura-pura bego saja. “Marah kenapa?” Ica menoleh saat beberapa saat Saka hanya diam tak menjawab omonganya. Pria itu mengerutkan keningnya, gestur sederhana yang Ica tahu saat suaminya itu sedang berpikir keras. Ishhh kalau sama dia saja sok-sokan nggak peka. “Karena terganggu aku nonton bola dengan pak Sarmin?” tanya pria itu dengan wajah ragu. “Suaranya nggak kedengeran dari sini,” jawab Ica datar. Ica sih memang berharap bisa pillow talk dengan suaminya setiap hari sebelum mereka tidur, tapi nggak gini juga kali modelnya. “Oh iya benar juga.” Ica maunya melengos dan gak peduli lagi pada suamin

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 47

    Ini sudah hampir tengah malam tapi Saka belum masuk kamar juga. Tadi setelah makan malam Ica memang masuk lebih dulu ke kamar untuk menyelesaikan skripsinya. Sedangkan Saka entah melakukan apa di luar sana, yang jelas suaminya itu masih ada di dalam rumah, setidaknya selama menjadi suaminya Saka selalu bilang kalau mau pergi kemanapun meski hanya, “Aku pergi.” Gitu saja. Tak ada cium tangan atau pelukan mesra, padahal Ica pingin lho sekali-sekali mengantar suaminya berangkat kerja. Dia cium tangan suaminya lalu dibalas cium kening lalu menyerahkan perlengkapan kerja su-Cium tangan dan cium keningnya memang romantis saat dibayangkan, tapi saat ingat Saka pergi kerja bukan bawa tas tapi bawa sabit rasanya kok agak horor. Masak iya dia harus bawa-bawa sabit buat ngejar suaminya.Ica menendang selimut dan menghambur ke arah pintu kamarnya. Kalau Saka berniat tidur larut malam lagi dia siap-siap dengan segala omelannya. Ngomongnya mau pernikahan mereka langgeng tapi dekat-dekat istr

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 47

    “Mas mau mandi mau aku siapkan air hangat?” Nah Ica sudah mulai melancarkan aksinya. Bukannya menerima begitu saja kebaikan hati Ica, Saka malah menatap aneh padanya. “Kamu kenapa?” tanyanya sambil mengulurkan tangan menyentuh dahi Ica. “Nggak demam.” “Ih… aku nawarin mas yang mandi air hangat, ini sudah mau malam.” Ini nih yang bikin Ica gondok. Diperhatikan bukannya terima saja dengan senang hati, suaminya malah menatapnya seolah Ica baru saja kerasukan. Padahal sejak dulu dia juga orangnya baik dan perhatian. Ica melirik jam dinding di ruang tengah, sudah menunjukkan pukul lima lewat. Bahkan bu Mirah sudah kembali ke rumah kecil yang dibangun Saka untuk mereka. Saka yang biasanya siang sudah sampai rumah, karena tadi ada sedikit masalah soal panen petainya terpaksa ke kebun lagi untuk memeriksa, tapi jam segini baru pulang. Memang sih lama-lama dia sudah terbiasa dengan keadaan rumah ini, dan tak takut lagi meski di rumah sendiri, kalau siang hari tapi. “Ini baru mau magr

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 46

    “Udah bener setelah nikah kamu harusnya bikin anak banyak-banyak, Ca. jangan pikirin yang lain.” Inginnya sih Ica curhat pada orang terpercaya, yang sudah nikah dan tidak akan mengomelinya. Meski syarat pertama terpenuhi, Syarat kedua jelas enggak banget. Ica tahu itu, tapi bodohnya dia tetap saja menelpon dan menceitakan semua ganjalan di hatinya. Temannya memang seuprit dan hanya satu dua orang saja yang bisa dikatakan dekat, tapi yang selalu dia jadikan tong sampah ya Cuma Tata, meski kadang bukan solusi yang dia dapatkan justru malah tambah kesal. “Anak apaan sih aku masih muda, dan masih sibuk skripsi.” “Ya Tuhan yang maha besar. Kok ada wanita dodol kayak kamu ini!!!” Tuh dengerin siapa juga yang nggak godok, belum-belum dia sudah mendapat omelan. Padahal ya Tata saja macaran masih putus nyambung sok sokan nasehatin Ica supaya punya anak banyak. Mulai bikin saja belum. “Ckkk….Ya kan aku nggak mau terlalu tergantung sama suami, kalau nanti ada apa-apa aku masih punya m

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 45

    “Memangnya mas nggak cemburu? Atau marah?” “Pada siapa?” tanya Saka tenang. Sejak tadi pertanyaan itu sudah ingin Ica katakan tapi dia tidak ingin membuat keributan di kamar rawat Adri. Malu. Jadi sekaranglah saatnya dia mencecar suaminya. oh tidak kalau perlu dia akan mengintrogasinya. Ica hanya tahu Sedikiiit tentang masa lalu suaminya, itupun hanya sepotong-potong dan kebanyakan bukan dari mulut Saka sendiri dan menurut Ica inilah waktu yang tepat saat mereka dalam perjalanan ke hotel tempat mereka menginap dengan Saka yang kembali memegang kemudi. Setelah dari rumah sakit, Saka memang mengajari Ica menyetir sebentar, tentu saja dengan memilih jalanan yang tidak terlalu ramai. Meski agak canggung awalnya tapi Saka ternyata guru yang baik dan telaten, Ica jadi cepat belajar. Meski hanya berani dengan kecepatan empat puluh kilometer per jam. Tapi bagi orang kayak Ica itu merupakan prestasi tersendiri. “Ya pada mbak Sita.” “Buat apa?” Ica rasanya ingin menggetok kepala pria d

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 4

    Gara-gara insiden isi nagasari tadi siang, Ica dihukum ibu tidak boleh keluar kamar. Padahal itu bukan salah Ica. Dia hanya menjawab apa yang mereka tanyakan, kalau pikiran mereka kemana-mana, Ica kan nggak bisa mencegah. Ica sih sudah berusaha membela diri di depan ibu bahkan sudah mengadu pada

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 3

    Sepanjang jalan pulang, bapak hanya bungkam. Ica makin takut saja. Ica memang tidak mau dianggap anak durhaka, tapi dia bukan anak yang nurut-nurut banget apalagi kalau sudah penasaran tingkat dewa begini. Begitu selesai memarkirkan motornya bapak langsung buru-buru turun dan masuk ke dalam rumah

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 2

    Ica sih bukan cewek yang matre-matre amat ya. Dia hanya coba realistis. “Gini lho, Ca. Soal biaya pesta, bapak tidak masalah. Ini memang sudah keinginan bapak dan ibu mengadakan pesta meriah untukmu.” Namanya Saka, begitu kata bapak setelah pria itu permisi pulang untuk mengabarkan pada keluarga

  • OM PETANI, SUAMI PENGGANTIKU   Bab 1

    “Saya tidak perlu mengantar kalian bukan? Pintu keluarnya ada di sana.”Ica berusaha setegar mungkin mengucapkan kata-kata itu. Susah payah dia menahan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.Cewek mana sih di dunia ini yang tidak sakit hati saat pernikahannya dibatalkan, apalagi hubungan mere

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status