Inicio / Mafia / Obsesi Cinta Sang Mafia / Bab 24 Langkah Pertama

Compartir

Bab 24 Langkah Pertama

last update Fecha de publicación: 2026-03-01 14:20:12
Sean tiba di Pesantren di Ma'had Bu'uts Al Azhar. Pria itu datang dengan empat mobil. Dia menurunkan kaca dan memperhatikan sekeliling.

“Tuan. Kita tidak bisa melewati gerbang karena harus ada izin masuk,” jelas Elio.

“Maaf, Tuan. Anda mau bertemu dengan siapa? Sekarang bukan jadwal kunjungan,” jelas petugas keamanan.

“Tuan kami mau bertemu dengan pengurus pesantren,” ucap Elio.

“Dengan siapa? Kami akan menghubungi ketua pesantren.” Petugas memperhatikan Sean yang duduk santai di dalam mobil den
Fit Tree Fitri

Terima kasih. Semoga suka.

| 16
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (2)
goodnovel comment avatar
Fit Tree Fitri
Terima kasih ...️
goodnovel comment avatar
syicinhai
makin seru...lanjut lagi
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 144 Kebahagiaan yang Sempurna

    Leana membuka pintu yang tidak dikunci perlahan. Dia melihat kepala Sean yang rebah di samping kasur Aisyah. Pria itu terlihat lelah hingga tertidur dengan mata yang masih basah.“Bagaimana kondisi Aisyah?” tanya Leana pada perawat yang berjaga di dekat pintu.“Kondisi Nyonya Aisyah sudah stabil dan semakin membaik,” jawab perawat.“Syukurlah. Aku tidak akan mengganggu mereka.” Leana mendekat dan mencium dahi Aisyah. Dia langsung keluar agar tidak membangun Sean.Cahaya sore menembus tirai tipis ruang perawatan, jatuh lembut di wajah Aisyah. Setelah berjam-jam dalam kondisi tak sadar akibat bius total dan operasi yang penuh risiko, matanya perlahan terbuka. Pandangannya masih kabur, tubuhnya terasa berat, namun detak jantung di monitor menunjukkan stabilitas.Aisyah mengatur napas. Dia melihat sekeliling. Wanita itu berusaha mengumpulkan kembali ingatan sebelum dirinya tidak sadarkan diri setelah dibius total. Jari-jari Aisyah meraba perut uang sudah kempis dan perih.“Sayang.” Sean de

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 143 Pascaoperasi

    Setelah perdarahan berhasil dikendalikan dan kondisi vital Aisyah stabil, tim medis segera mempersiapkan pemindahan ke ruang perawatan. Suasana masih penuh kewaspadaan, karena meski krisis telah teratasi, tubuh Aisyah tetap rapuh setelah operasi besar. Perawat membersihkan area operasi, mengganti kasa, dan menutup luka dengan balutan steril. Dokter anestesi memeriksa kembali tekanan darah, saturasi oksigen, dan memastikan Aisyah tetap dalam kondisi stabil.Noah dibantu perawat dengan hati-hati mengangkat tubuh Aisyah ke atas brankar khusus pasca operasi. Jalur infus, oksigen, dan monitor tetap terpasang, agar kondisi vital bisa terus diawasi selama pemindahan. Sean, yang masih mengenakan pakaian steril, berdiri di samping brankar, menatap istrinya dengan mata penuh haru.“Sayang.” Sean menyentuh pipi Aisyah yang tampak pucat dan dingin.“Sean, kamu ganti pakaian. Kami akan membawa Aisyah pindah ke kamar sebelah,” ucap Noah.“Ya.” Sean mengangguk. Pria itu menghapus air matanya.Pintu r

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 142 Bayi Kedua

    Tangan dokter akhirnya berhasil menemukan kepala bayi. Dengan gerakan cepat namun penuh kehati-hatian, ia menarik keluar tubuh mungil itu. Sesaat ruangan hening—bayi tak langsung menangis. Semua orang menahan napas.“Putriku….” Suara Sean terhenti. Dia ketakutan melihat tubuh pucat putrinya dengan rambut berwarna perak berkilau seperti ibunya yang telah meninggal. Tidak ada suara tangis dari bibir yang mungil."Segera lakukan stimulasi! Jangan biarkan terlambat!" Suara dokter terdesak.“Berikan padaku!” Noah mengambil ponakannya dari tangan dokter.Noah mengusap tubuh bayi, menepuk lembut punggungnya. Detik terasa seperti jam. Hingga akhirnya, suara tangisan lemah namun nyata terdengar. Tangisan itu membuat seluruh ruangan bergemuruh oleh kelegaan.“Oh God!” Noah memeluk dan mencium keponakan kecilnya. Air mata pria itu telah membasahi wajahnya. Dia menyerahkan bayi perempuan kepada perawat untuk segera dibersihkan.Sean menutup wajahnya dengan kedua tangan, air mata jatuh deras. Dua k

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 141 Bayi Pertama

    Lampu operasi menyinari tubuh Aisyah yang terbaring tak berdaya di meja operasi. Bius total telah membuatnya terlelap, wajahnya tenang namun penuh misteri—seolah berada di ambang batas antara kesadaran dan ketiadaan. Di sekelilingnya, tim medis bergerak cepat, setiap langkah penuh ketegangan.Suara monitor jantung berdetak teratur, namun setiap perubahan angka membuat suasana menegang. Bau antiseptik menusuk, bercampur dengan suara logam instrumen yang bergesekan. Dokter bedah menatap layar monitor dengan mata tajam, sementara perawat menyiapkan alat dengan tangan bergetar halus."Kita mulai insisi. Ingat, bayi pertama dalam posisi aman, tapi bayi kedua melintang. Kita harus bekerja cepat." Suara tegas dokter menembus keheningan. “Kehamilan Aisyah benar-benar beresiko. Padahal dia dan bayi kembar sangat sehat.” Noah meminta untuk tetap di dalam ruangan operasi agar bisa mengawasi kondisi Aisyah dan terus berada di sisi adiknya.“Dokter, apa aku Sean bisa masuk?” tanya Noah.“Tentu saj

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 140 Kontraksi

    Aisyah bangun di pagi hari. Dia duduk dengan sangat susah. Tangannya berpegangan pada pinggir tempat tidur agar mendapatkan bantuan tarikan.“Allahu Akbar.” Aisyah mengatur napas. Dia berdiri dan berjalan perlahan ke kamar mandi.“Sayang.” Sean dengan mudah terbangun. Dia melihat Aisyah sudah masuk ke dalam kamar mandi.“Jangan dikunci.” Sean dengan cepat beranjak dari kasur dan berlari ke kamar mandi. Dia segera masuk dan menyusul Aisyah.“Sayang, kenapa tidak membangunkan aku?” tanya Sean khawatir. Pria itu segera mencuci muka.“Aku mau buang air kecil dan langsung mandi. Sebentar lagi subuh baru bangunkan kamu.” Aisyah tersenyum.“Jika kamu terbangun. Harus bangunkan aku, Sayang. Apa pun itu,” tegas Sean.“Baiklah.” Aisyah mandi dibantu Sean. Wanita itu duduk du kursi yang memang telah disiapkan.Sean dengan telaten membersihkan tubuh Aisyah. Dia menyampo rambut hitam istrinya. Membilas hingga bersih. Seorang mafia menjadi pria lembut dan perhatian ketika dia dipertemukan Tuhan deng

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 139 Hamil Besar

    Sean terus berada di sisi Aisyah. Dia tidak pernah meninggalkan istrinya sedetik pun. Sepanjang hari menemani Aisyah yang sedang hamil tua. Tim dokter telah standby di klinik mendekati hari kelahiran. Perut yang besar karena mengandung sepasang bayi kembar yang kuat.“Allahuakbar.” Aisyah sudah kesulitan bergerak.“Pelan-pelan, Sayang.” Sean menggandeng tangan Aisyah. Mereka jalan-jalan di taman menunggu waktu kelahiran.“Iya, Sayang.” Aisyah yang sudah makan sesuai dengan pengaturan ahli gizi masih tidak bisa mengontrol pertumbuhan bayi kembarnya. Dia harus menguras banyak tenaga untuk menjaga dan membawa bayi yang ada di dalam kantung rahim.“Sayang, aku tidak kuat lagi berjalan,” ucap Aisyah menghentikan langkah kakinya.“Duduk di sini, Sayang.” Sean membantu Aisyah duduk di kursi taman.“Langkahnya semakin sedikit setiap hari. Aisyah benar-benar kesulitan dan kelelahan.” Sean menatap Aisyah khawatir.“Pertumbuhan bayi sangat cepat sehingga berat badan mereka terus naik. Padahal dok

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 83 Obsesi

    Aisyah membuka mata dan mendapatkan satu tangan serta dua kaki yang terikat di tempat tidur mewah. Dia memperhatikan sekeliling. Ruangan yang tampak asing. Di samping meja ada tiang infus yang masih terhubung dengan pergelangan tangannya.“Astagfirullah alazim. Di mana ini?” tanya Aisyah segera dudu

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 34 Keturunan Mafia

    Sean berada di kamar Maria ketika berusia sepuluh tahun dan pernah menginap beberapa hari. Pria itu ingin melepas rindu dengan kenangan masa lalu. Ingatan kebersamaan ketika dia merawat kekasih kecilnya demam akibat ditato.“Aku tahu mereka membohongiku. Wanita itu palsu. Mariaku. Sekarang kamu adal

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 31 Penyelamatan

    Tidak ada yang mengawasi villa Aisyah sehingga tidak ada yang tahu bahwa Fatma telah dibawa ke Italia oleh Sean.Sean yang tidak bisa melakukan apa pun untuk segera bertemu dengan Aisyah menyibukan diri dengan bisnis. Pria itu memikirkan sesuatu yang bisa menjadi luapan emosinya.“Tuan, di depan ada

  • Obsesi Cinta Sang Mafia   Bab 7 Makan Malam

    Kepulangan Sean masih dirahasiakan. David dan Noah pun tidak memberitahu keluarganya. Padahal dua bersaudara itu sudah tahu, tetapi mereka seakan sengaja menutupinya.“Kak!” Maria bersemangat menuruni tangga menuju ruang tengah.“Kak Noah. Kak David.” Maria memeluk dua pria tampan yang berdiri menun

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status