Share

Bab 30.

last update Huling Na-update: 2025-12-05 23:37:09

Setelah keluar dari kamar mandi, ia sedikit merasa tenang.

Tapi ketenangan itu tidak berlangsung lama, sampai suaminya Nolan menghentikan langkah kakinya.

"Alina, kenapa kamu nggak bilang padaku? Kalau sekarang kamu menjadi asisten pribadi Kaiden ... " Tegur Nolan langsung pada intinya.

Alina merasa seperti berada di roller coaster. Masalah satu belum selesai, eh malah ketimpa masalah lain.

Tapi tiba-tiba hatinya merasa tenang, bagaimana pun juga. Kalau suaminya tidak bermain api lebih dulu
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 148. Membalas Kaiden.

    Jika Risma nampak terpukul dengan kematian ibunya, hal berbeda dengan Nolan. Ia malah merasa lega, akhirnya ibunya yang hidup penuh beban dan tidak memiliki pilihan memilih mengakhiri hidupnya. Nolan adalah saksi hidup untuk semua penderitaan yang di alami ibunya, dulu Nolan pernah menawarkan ibunya untuk pergi meninggalkan keluarga Anjasmara. Tapi kakek Tora mengancam akan menyakiti Risma, dan akan membuat Rita menjadi kambing hitam atas semua masalah pelik yang terjadi di keluarga Anjasmara. Rita akan menanggung semua konsekuensi atas meninggalnya kedua orang tua Alina, Rita tentu saja tidak bisa menanggung semua itu. Karena dirinya sendiri memiliki tanggung jawab untuk membesarkan Nolan dan Rita. Dalam kehidupan ini, semua orang mencari aman. Hanya bisa mengambinghitamkan orang yang lemah. Sementara itu, di tempat lain. Alina terdiam di pelukan Dika, tubuhnya terbalut dalam gelap yang remang-remang dari lampu landasan. Posisi tubuhnya seperti karung beras, tak berdaya dan

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 147. Kehamilan Risma.

    Vino tahu benjolan itu tumbuh di titik rahim yang sulit untuk dioperasi. Karena itu, ia tidak menjawab ucapan Kaiden. Sebagai dokter kandungan, Vino paham bahwa peluang Risma untuk selamat atau bisa hamil lagi setelah operasi sangat kecil. Jika rahimnya diangkat, operasi dengan tingkat keberhasilan lebih tinggi, Vino ragu istrinya mau menerima keputusan itu, mengingat Risma adalah sosok yang keras kepala. Tak lama kemudian, Nolan keluar dari ruangan dengan ekspresi wajah yang begitu sedih. Kaiden menatap Vino seolah bertanya, apakah Nolan sedih karena mengetahui penyakit Risma, ataukah karena hal lain seperti Alina.Namun Vino hanya mengangkat bahu, karena ia tidak tahu apa yang sedang dibicarakan kakak beradik itu.Nolan menatap Kaiden dengan mata yang penuh pergulatan. Ia masih tidak mempercayai semua kenyataan ini, atau mimpi buruk yang tak kunjung usai? Kaiden, yang selama ini dianggapnya temannya sendiri, ternyata menjadi sosok yang merusak rumah tangganya sebagai selingku

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 146.

    Kaiden melangkah tergesa-gesa menaiki tangga menuju lantai paling atas rumah sakit, napasnya memburu dan dada sesak oleh kekhawatiran yang membakar. Setiap detik terasa seperti jarum tajam menusuk hati ketika namanya terucap lirih, "Alina …" Suaranya bergetar, menyiratkan ketakutan yang jarang tampak di balik sosok tegas dan dinginnya. Begitu langkahnya mendekati ruangan Alina, pemandangan yang dia temui membuat darahnya hampir membeku. Empat bodyguard andalannya tergeletak tak berdaya di sudut ruangan, wajah mereka berkerut menahan sakit, sementara keenam bodyguard yang bersembunyi lenyap tanpa jejak, meninggalkan ruang sunyi yang tak beraturan. Kaiden melangkah cepat ke arah ranjang, harapan terakhirnya menatap sosok Alina yang selalu jadi alasan di balik segala keberaniannya. Namun yang tersisa hanyalah kasur kosong dan sunyi yang membelit dada. Kepalan tangannya mengepal kuat, suara geram keluar dari bibirnya, "Sial!" Matanya menyala penuh kemarahan sekaligus ketakutan

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 145. Semakin di tahan, akan semakin terangsang. 

    "Ah ... " Desah Alina. Dika menjambak rambut Alina, lalu berbisik, "teruslah mendesah. Akhirnya kamu menunjukan wajah aslimu yang binal itu." Kesadaran Alina kembali, walupun sedikit. Ia mengigit bibirnya keras-keras, walaupun hanya kesadaran samar. Ia tetap harus mempertahankannya. "Kaiden tolong aku!" Gumam Alina tanpa sadar. Untungnya Dika tidak mendengarnya. Alina merasakan denyut yang semakin kuat di seluruh tubuhnya setelah berusaha menahannya, suntikan perangsang dari Dika memiliki efek lain. Semakin di tahan, akan semakin terangsang. Napasnya memburu, matanya berkaca-kaca, dan tangan-tangannya gemetar saat ia hampir melepas kancing bajunya yang putih tipis. Namun, tepat saat jarinya menyentuh kancing itu, tangan Dika tiba-tiba menahan gerakannya dengan kuat. Tatapan Dika berubah tajam, penuh kewaspadaan, lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah kursi depan dengan wajah tegang. "Hentikan mobilnya, kalian keluar dulu!" perintah Dika tanpa kompromi. Putra dan A

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 144. Suntikan perangsang.

    Alina mendorong tubuh Dika. Dika yang batinnya terguncang karena kehilangan adiknya, di tambah sikap kedua orang tua kandungnya yang begitu mengecewakannya. Membuat Dika sekarang ini benar-benar kehilangan akal. Dika malah semakin terprovokasi karena penolakan Alina. Tangan Dika mulai menjalar menelusuri lekuk tubuh Alina. Naluri untuk bertahan Alina bangkit, ia langsung mengigit bibir Dika dengan keras. "Kamu mengigit ku!!" Ujar Dika dengan nada marah. Ia menatap Alina dengan tajam, lalu mencengkramnya dagunya. "Sepertinya aku terlalu bersikap baik sama kamu, jadi bisa membuatmu bisa bersikap seenaknya seperti ini." Ekspresi wajah Dika begitu menyeramkan. Ia mengambil sebuah kotak yang berisi sebuah suntikan dari tasnya. Putra menegur, "Dika, Alina sedang hamil. Kamu jangan lupa tujuan kita apa?" Dika tersenyum miring, "aku tahu. Tapi wanita ini berani menolakku, aku harus berikan pelajaran sama dia." Putra hanya bisa menghembuskan napas kasar. Ia lalu m

  • Obsesi Gila Atasan Suamiku   Bab 143. Dika posesif pada Alina.

    Kedua tangan Dika terkepal, ia malah menarik Alina dalam pelukannya. "Mulai sekarang kamu nggak boleh memikirkan pria lain selain aku!" Kata Dika posesif. Alina menjauhkan tubuh Dika. "Hubungan kita hanya di dasari kesepakatan, aku harap kamu bisa mengerti dan tidak melakukan hal yang melampaui batas." Ucapnya dengan nada dingin. Kedua tangan Dika terkepal. "Kamu menolakku?" Katanya dengan nada marah. Tubuh Alina bergidik, setelah semua hal yang ia lalui. Baru kali ini ia merasa semuanya sangat melelahkan. Bayang-bayang keseharian yang tenang dan damai saat bersama Nolan menghilang, walaupun rutinitas itu sangat membosankan. Tapi sekarang Alina begitu merindukannya, setelah terjebak dengan Kaiden. Sekarang ia malah masuk ke dalam jerat Dika. Pupil mata Alina membulat, saat membayangkan kehidupannya nanti akan jauh dari rasa tenang. Tiba-tiba ia teringat ucapan Kaiden, "Alina aku nggak akan lepasin kamu!" "Walaupun ke ujung dunia pun, aku pasti akan dapatin kamu.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status