Home / Romansa / Om Bule Kekasihku / Kembali Dan Kejutan Yang Disimpan Rapi

Share

Kembali Dan Kejutan Yang Disimpan Rapi

Author: Sabrina dewi
last update publish date: 2026-03-20 22:35:23

Langit pagi di Paris tampak lebih jernih dari biasanya.

Hari terakhir residensi akhirnya tiba.

Di studio kecil di Montmartre, suasana terasa berbeda tidak lagi penuh tekanan, melainkan dipenuhi perasaan yang sulit dijelaskan.

Selesai.

Namun bukan akhir.

Melainkan awal dari sesuatu yang lebih besar.

Nadia berdiri di tengah ruangan yang kini hampir kosong.

Beberapa lukisan sudah dikemas.

Beberapa dikirim ke galeri l
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Om Bule Kekasihku   Kisah Yang Berawal Dari Pantai Kuta

    Malam itu hujan turun perlahan di Hamburg. Bukan hujan deras, hanya rintik-rintik lembut yang membuat suasana Villa Blankenese terasa semakin hangat. Di ruang keluarga, semua orang berkumpul seperti biasa. Noah dan Nora yang kini semakin aktif sedang menjadi pusat perhatian. Nora baru saja berhasil membalikkan tubuhnya sendiri untuk pertama kalinya. Prestasi yang langsung dirayakan seluruh keluarga seolah-olah ia baru memenangkan olimpiade. "Dia jenius" kata Elena bangga. "Itu hanya berguling" kata Daniel. "Tetap jenius." Yang membuat semua orang tertawa. Tak lama kemudian, Nora mulai menguap. Sedangkan Noah sudah tertidur di pelukan Nadia. Melihat kedua bayi mulai mengantuk, Nadia menyerahkan Nora kepada Daniel lalu duduk kembali di sofa. Entah bagaimana, pembicaraan malam itu beralih ke masa lalu. Awalnya karena Elena mendapat tugas sekolah untuk menulis tentang kisah cinta yang menginspirasi. Dan tentu saja, ia langsung menjadikan orang tuanya sebagai bahan wawancara. "M

  • Om Bule Kekasihku   Mimpi Yang Menjadi Kenyataan

    Tiga bulan kemudian.Musim gugur telah tiba di Hamburg. Daun-daun berwarna emas dan jingga menghiasi jalanan Blankenese. Udara terasa lebih dingin. Namun Villa Blankenese tetap hangat seperti biasanya. Terutama karena dua bayi kecil yang kini menjadi pusat dunia semua orang, Noah Charter dan Nora Charter. Usia mereka kini hampir lima bulan. Dan keduanya tumbuh dengan sangat sehat. Noah mulai menunjukkan sifat yang sangat mirip Daniel tenang, jarang menangis, namun sangat keras kepala. Sedangkan Nora jauh lebih ekspresif, suka tertawa, suka mencari perhatian dan sangat senang berada dalam pelukan Nadia. "Yang ini anak mama" kata Nadia sambil menggendong Nora. "Yang itu anak papa" sahut Ayu sambil menunjuk Noah. Daniel yang sedang membaca laporan perusahaan hanya mengangkat alis. "Aku tidak sekeras kepala itu." Semua orang langsung tertawa. Bahkan Camille, yang biasanya paling sulit tertawa. Sementara itu Elena telah menjalani sekolah selama beberapa bulan. Dan ternyata ia san

  • Om Bule Kekasihku   Awal Yang Baru

    Waktu berlalu dengan cepat. Musim panas perlahan mulai berakhir. Udara Hamburg mulai terasa sedikit lebih sejuk pada pagi hari. Pepohonan di sekitar Villa Blankenese masih hijau, tetapi tanda-tanda pergantian musim mulai terlihat. Dan untuk keluarga besar itu, kehidupan perlahan kembali ke rutinitas normal. Atau setidaknya senormal mungkin bagi keluarga Charter. Pagi itu suasana villa terasa sedikit berbeda. Karena Margaret dan Thomas akan kembali ke London. Setelah tinggal cukup lama di Hamburg untuk menemani Nadia setelah kelahiran Noah dan Nora, hingga pernikahan Paul dan Ayu. Kini mereka harus kembali. Meskipun sebenarnya tidak ada seorang pun yang benar-benar ingin berpisah. Di ruang makan, sarapan berlangsung lebih tenang dari biasanya. Margaret sedang menggendong Nora, sedangkan Thomas memangku Noah. Keduanya tampak menikmati setiap detik terakhir bersama cucu-cucu mereka. "Oma akan kembali bulan depan" kata Margaret kepada Nora yang sedang tertidur. "Aku rasa dia belum

  • Om Bule Kekasihku   Kunjungan Pertama Di Rumah Baru

    Dua hari setelah pernikahan. Pagi di Villa Blankenese berlangsung seperti biasa atau setidaknya seperti biasa bagi keluarga Charter. Yang berarti cukup ramai. Noah menangis karena lapar, Nora ikut menangis karena Noah menangis. Bruno berlari ke sana kemari. Dan Elena sibuk mengawasi semua orang seolah-olah dirinya adalah manajer rumah tangga. Di tengah suasana itu, Nadia sedang menyusui Nora ketika Elena tiba-tiba datang membawa sebuah ide. "Ide bagus." Nadia langsung waspada. Karena biasanya kalimat itu berakhir dengan kekacauan kecil. "Apa?" "Kita harus mengunjungi rumah Tante Ayu." Nadia tersenyum. "Tante Ayu?" "Iya." "Bagus." Nadia mengangguk puas. Memang sejak lama ia mengajari Elena memanggil Ayu dengan sebutan tante. Karena suatu hari nanti Noah dan Nora pasti akan mengikuti apa yang dilakukan kakak mereka. Dan Nadia ingin mereka tumbuh dengan menganggap Ayu sebagai keluarga, bukan sekadar sahabat. "Kalau nanti Noah dan Nora besar..."kata Nadia. "Mereka juga har

  • Om Bule Kekasihku   Pagi Pertama Sebagai Suami Istri

    Pagi hari setelah pernikahan.Matahari musim panas menyinari Hamburg dengan cahaya hangat. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, Ayu bangun sebagai Nyonya Weiss. Dan untuk pertama kalinya pula, ia bangun di rumah yang secara resmi menjadi miliknya dan Paul. Rumah hadiah pernikahan dari Daniel dan Nadia. Rumah yang hanya berjarak beberapa menit dari Villa Blankenese. Rumah yang masih terasa seperti mimpi. Ayu membuka mata perlahan. Beberapa detik ia hanya menatap langit-langit kamar. Lalu menoleh ke samping, Paul masih tertidur. Sangat jarang melihat pria itu tertidur begitu pulas. Biasanya bahkan saat libur sekalipun ia selalu bangun lebih awal. Namun kemarin adalah hari yang panjang, hari yang penuh emosi dan hari yang mengubah hidup mereka. Senyum kecil muncul di wajah Ayu. Ia mengamati wajah suaminya beberapa saat, kemudian tertawa pelan. Karena kata "suami" masih terdengar aneh di telinganya. "Kenapa tertawa?" Ternyata Paul sudah bangun dan langsung menangkap basah dirin

  • Om Bule Kekasihku   Sahabat Yang Menjadi Keluarga

    Malam semakin larut. Sebagian besar tamu sudah pulang. Lampu-lampu taman masih menyala, menciptakan suasana hangat yang sulit dilupakan. Di meja panjang dekat taman, hanya keluarga dan orang-orang terdekat yang masih bertahan. Noah dan Nora tertidur pulas. Elena akhirnya tertidur dengan kepala bersandar di bahu Camille. Bahkan Bruno tampak kelelahan setelah seharian menjadi "tamu kehormatan". Ayu masih memegang map berisi surat rumah itu. Sesekali ia membukanya lagi, lalu menutupnya. Kemudian membukanya lagi, seolah masih belum percaya. Paul yang duduk di sampingnya hanya tersenyum. "Kamu sudah melihatnya lima kali." "Enam kali" sahut Nadia. Yang membuat semua orang tertawa. Ayu memeluk map itu erat. "Kalian benar-benar gila." "Itu pujian atau hinaan?" tanya Daniel. "Belum tahu." Tawa kembali terdengar. Namun perlahan senyum Ayu memudar. Matanya kembali memanas. Kali ini bukan karena rumah, bukan karena pernikahan. Melainkan karena sesuatu yang jauh lebih besar. Ia meman

  • Om Bule Kekasihku   Janji Yang Tak Tergesa

    Senja turun perlahan di Bali. Langit memerah lembut, seolah laut dan langit sepakat menahan warna terbaiknya sedikit lebih lama. Daniel dan Nadia duduk di beranda vila kecil yang menghadap sawah. Angin membawa aroma tanah basah dan bunga kamboja. Tidak ada musik, tidak ada suara kota, hanya desir

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Om Bule Kekasihku   Ombak Yang Mengingatkan

    Pagi itu laut terlihat tenang. Daniel dan Nadia berjalan menyusuri pantai Kuta, pasir masih dingin oleh sisa malam. Mereka tiba di Bali dua hari sebelumnya bukan untuk liburan besar, melainkan untuk pulang sebentar. Nadia ingin menengok cafe kecilnya, Daniel ingin bernapas dari ritme Eropa yang te

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Om Bule Kekasihku   Kota Yang Tidak Minta Pengorbanan

    Pagi di Bali datang dengan suara burung dan cahaya yang jatuh pelan di lantai kayu vila. Nadia terbangun lebih dulu. Ia berdiri di depan jendela, menatap sawah yang basah oleh embun. Ada ketenangan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, ketenangan yang tidak berasal dari kepastian, melainkan dar

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • Om Bule Kekasihku   Ketika Dunia Ikut Bicara

    Hari terakhir Daniel di Kopenhagen datang tanpa tanda khusus. Tidak ada hujan, tidak ada angin keras. Langit justru cerah, seolah kota itu sengaja bersikap netral dan membiarkan dua manusia di dalamnya mengambil keputusan sendiri. Daniel bangun lebih pagi. Ia duduk di tepi ranjang hotel, menatap

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status