بيت / Romansa / Om Bule Kekasihku / Rumah Yang Dipilih

مشاركة

Rumah Yang Dipilih

مؤلف: Sabrina dewi
last update تاريخ النشر: 2026-03-02 18:02:53

Cincin safir itu masih terasa asing di jari Nadia.

Ia beberapa kali memutarnya pelan, memastikan bahwa itu nyata. Bukan mimpi, bukan momen yang akan menguap ketika pagi datang. Hamburg pagi itu cerah, tapi di dalam dada Nadia, ada campuran hangat dan gugup yang tidak biasa.

Ia dan Daniel duduk di ruang makan villa, sarapan sederhana seperti biasa. Hanya saja kali ini ada sesuatu yang berubah: mereka bukan lagi dua orang yang sedang mencoba masa depan, mereka telah memilihnya.

“Sudah siap?” t
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Om Bule Kekasihku   Kehangatan Keluarga

    Villa Blankenese yang selama beberapa bulan terakhir dipenuhi persiapan kelahiran kini memasuki babak baru. Babak yang jauh lebih ramai. Jauh lebih berisik. Dan jauh lebih melelahkan. Noah Charter dan Nora Charter akhirnya resmi menjadi penghuni termuda villa itu. Dan seluruh isi rumah mulai menyadari satu fakta penting. Dua bayi kecil bisa mengubah ritme hidup seluruh keluarga. Pukul tiga dini hari. Daniel terbangun. Bukan karena alarm. Bukan karena panggilan pekerjaan. Melainkan karena suara tangisan kecil. Ia membuka mata perlahan. Lalu mendengar suara tangisan kedua menyusul beberapa detik kemudian. Daniel langsung duduk. "Nadia." Nadia yang juga baru terbangun menghela napas pelan. "Keduanya?" tanya Nadia. "Keduanya." Mereka saling berpandangan. Lalu tertawa kecil. Karena ternyata beginilah rasanya menjadi orang tua bayi kembar. Keesokan paginya, Daniel yang biasanya selalu terlihat sempurna kini tampak sedikit berbeda. Rambutnya tidak serapi biasanya. Matany

  • Om Bule Kekasihku   Pulang Ke Rumah

    Pagi itu suasana rumah sakit terasa jauh lebih sibuk dibanding hari-hari sebelumnya.Namun kali ini bukan karena keadaan darurat. Bukan karena kontraksi mendadak. Bukan karena kepanikan. Melainkan karena satu hal sederhana, mereka akan pulang. Noah Charter dan Nora Charter akhirnya diperbolehkan meninggalkan rumah sakit bersama orang tua mereka. Setelah beberapa kali pemeriksaan terakhir, dokter memastikan kondisi Nadia sangat baik. Kedua bayi juga sehat dan berkembang sesuai harapan. Daniel bahkan meminta dokter menjelaskan semuanya dua kali. Nadia sampai menggeleng sambil tertawa. "Dokter sudah bilang mereka sehat." "Aku hanya memastikan" jawab Daniel dengan tenang. "Dan kamu memastikan lima kali." "Itu berbeda" kata Nadia. Karena tidak ada yang lebih protektif daripada Daniel ketika menyangkut keluarganya. Di sisi lain kamar, Elena sedang memperhatikan Noah yang tertidur. "Dia tidur terus." Ayu tertawa. "Itu memang pekerjaan bayi." Elena berpikir sejenak. "Tidur it

  • Om Bule Kekasihku   Noah Dan Nora Charter

    Empat hari setelah kelahiran bayi kembar, suasana di rumah sakit jauh berbeda dibanding malam penuh kepanikan ketika Nadia tiba dengan kontraksi yang datang terlalu cepat. Kini tidak ada lagi kecemasan. Tidak ada lagi wajah-wajah tegang. Yang ada hanyalah kebahagiaan. Dan sedikit kelelahan karena dua bayi kecil ternyata memiliki kemampuan luar biasa untuk membuat seluruh keluarga kurang tidur. Pagi itu kamar VIP, Daniel sedang memangku bayi laki-lakinya. Nadia menggendong bayi perempuan mereka. Elena duduk di sofa sambil memperhatikan keduanya dengan penuh rasa ingin tahu. "Aku masih tidak percaya mereka benar-benar ada" kata Elena. Daniel menatap putrinya. "Beberapa hari lalu kamu juga bilang begitu" ucap Daniel. "Iya tapi aku masih tidak percaya" kata Elena dengan nada heran. Semua tertawa. Elena memang belum bosan menjadi kakak. Bahkan sebaliknya. Ia menghabiskan hampir seluruh waktunya memperhatikan adik-adiknya. Dan seperti biasa, selalu memiliki banyak pertanyaa

  • Om Bule Kekasihku   Dua Wajah Kecil Yang Sangat Familiar

    Dua hari setelah kelahiran bayi kembar, suasana di kamar VIP rumah sakit jauh lebih tenang. Kekhawatiran yang sempat menyelimuti semua orang kini telah berganti menjadi kebahagiaan. Nadia mulai pulih dengan baik. Kedua bayi juga menunjukkan perkembangan yang sangat bagus. Bahkan para dokter beberapa kali mengatakan bahwa kondisi mereka jauh lebih baik dari yang diperkirakan untuk bayi kembar yang lahir lebih awal. Pagi itu, seluruh keluarga kembali berkumpul di kamar. Kamar yang luas itu hampir terasa seperti ruang keluarga kecil. Daniel duduk di dekat tempat tidur Nadia. Elena berada di sofa sambil memegang buku gambar. Lina, Rudi, Ayu, Paul, dan Camille juga hadir. Dan pusat perhatian semua orang tentu saja, dua bayi mungil yang sedang tertidur nyenyak. Elena sudah berkali-kali memperhatikan mereka. Lalu akhirnya ia mengangkat tangan. "Aku punya pertanyaan." Daniel mengangkat alis. "Apa?" Elena menunjuk kedua bayi itu. "Adik-adikku sebenarnya laki-laki atau perempuan?"

  • Om Bule Kekasihku   Terimakasih Untuk Segalanya

    Pagi pertama setelah kelahiran bayi kembar terasa berbeda. Sinar matahari musim panas masuk perlahan melalui jendela kamar VIP rumah sakit. Suasananya tenang. Damai. Dan akhirnya setelah kepanikan semalam semua orang bisa bernapas lega. Nadia terbangun perlahan. Tubuhnya masih lelah setelah perjuangan panjang melahirkan. Namun ketika membuka mata, hal pertama yang ia lihat adalah Daniel. Pria itu masih berada di sana. Duduk di kursi di samping tempat tidurnya. Seperti biasa. Daniel memang tidak pernah pergi jauh darinya. Namun kali ini ada sesuatu yang berbeda di wajahnya. Kelelahan. Kelegaan. Dan kebahagiaan yang begitu jelas terlihat. "Kamu nggak tidur?" tanya Nadia pelan. Daniel tersenyum tipis. "Sebentar" "Itu artinya tidak" kata Nadia. Daniel tidak membantah, karena itu memang benar. Semalaman ia lebih banyak memperhatikan Nadia dan kedua bayi mereka daripada beristirahat. Nadia menggeleng kecil. "Kamu keras kepala." Daniel meraih tangannya. Mengusap pun

  • Om Bule Kekasihku   Kedatangan Dua Cahaya Kecil

    Rumah sakit yang semula terasa begitu menegangkan kini dipenuhi kesibukan para dokter dan perawat. Setelah Nadia dibawa ke ruang pemeriksaan, Daniel tidak meninggalkan sisinya sedikit pun. Sementara itu, di ruang tunggu, suasana masih diliputi kecemasan. Elena duduk di antara Lina dan Ayu. Tangannya terus menggenggam boneka kecil yang selalu ia bawa. "Papa dan mama akan baik-baik saja kan?" tanya Elena untuk kesekian kali. Lina mengusap rambutnya. "Tentu saja." Namun meskipun berkata demikian, Lina sendiri juga terlihat tegang karena anak semata wayangnya berjuang didalam sana. Di dalam ruang pemeriksaan, dokter kandungan Nadia sedang memeriksa hasil terbaru. Beberapa menit yang terasa sangat lama berlalu. Daniel berdiri di samping tempat tidur Nadia. Tangannya tidak pernah lepas dari tangan istrinya. "Bagaimana, dok?" tanya Daniel. "Kabar baik" kata dokter dengan tenang. Daniel dan Nadia langsung memperhatikan. "Kondisi ibu sangat baik." "Kedua bayi juga dalam kondis

  • Om Bule Kekasihku   Pesan Yang Dikirimkan Dengan Tangan Gemetar

    Keputusan itu diambil terlalu cepat untuk disebut rencana, dan terlalu penting untuk disebut kebetulan. Pagi itu, Ubud masih basah oleh embun ketika Daniel menerima panggilan terakhir dari Hamburg. Nada bicaranya singkat, tegas, dan tidak memberi ruang tawar-menawar. Ia harus berangkat malam itu j

    last updateآخر تحديث : 2026-03-21
  • Om Bule Kekasihku   Diantara Dua Dunia

    Pagi di Ubud terasa lebih sunyi dari biasanya. Cahaya matahari menyelinap perlahan ke dalam kamar, menyentuh wajah Nadia yang terjaga sejak subuh. Ia tidak langsung bangun. Pikirannya masih tertinggal pada percakapan semalam, kata Hamburg yang kini tak lagi terasa asing, namun juga belum sepenuhnya

    last updateآخر تحديث : 2026-03-21
  • Om Bule Kekasihku   Kota Asing Wajah Lama

    Hamburg menyambut Nadia dengan dingin yang tidak ia kenal. Udara menusuk kulit begitu pintu bandara terbuka. Nafasnya mengepul tipis, seolah tubuhnya belum siap menerima kenyataan bahwa ia kini benar-benar berada jauh dari Ubud. Tidak ada aroma tanah basah, tidak ada suara serangga malam. Yang ada

    last updateآخر تحديث : 2026-03-21
  • Om Bule Kekasihku   Sebelum Dunia Kembali Menariknya Pergi

    Pagi di Ubud datang perlahan, seperti seseorang yang tidak ingin mengganggu ketenangan. Kabut tipis menggantung di antara pepohonan, burung-burung kecil bernyanyi tanpa tergesa, dan cahaya matahari menyusup malu-malu ke sela dedaunan. Nadia terbangun lebih awal dari biasanya. Ia merasakan kehadir

    last updateآخر تحديث : 2026-03-20
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status