Share

Bab 7

Author: Sangkarachan
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-18 10:17:34

Gaharu yang mendengar teriakan Aleska menepuk keningnya. Dia lupa jika dia belum mengenakan pakaiannya setelah mandi.

( "Maaf sayang, aku baru selesai mandi. Tunggu sebentar, aku pakai baju dulu." )

Pipi Aleska menjadi panas karena panggilan Gaharu kepadanya. Dia belum terbiasa dengan itu, rasanya masih aneh. Terlebih selama ini Aleska tahu jika Gaharu sangat kaku. Tapi entah kenapa sejak acara lamaran kemarin, Gaharu menjadi lebih lembut kepadanya.

"Sepertinya Om Aru tak segalak yang terlihat?" gumam Aleska tanpa sadar.

( "Kenapa bisa kau berpikir jika aku galak?")

"Eh ...."

Aleska sedikit berjingkat karena tiba tiba Gaharu langsung menyahut perkataannya.

"Om tak sadar, selama ini wajahnya seperti apa?"

Aleska langsung menutup mulutnya yang baru saja keceplosan bicara.

"Ma-maaf om, bukan itu yang aku maksud." cicit Aleska takut.

Gaharu yang ada di seberang telfon langsung tertawa. Dia terhibur sekali melihat Aleska saat ini.

( "Sayang, kenapa minta maaf? Kau benar, banyak orang mengatakan aku galak. Jadi, apakah seorang aku terlihat galak?" )

Aleska melihat dengan seksama bagaimana wajah Gaharu saat ini. Tapi sialnya, dia malah mengingat apa yang terjadi ketika mereka bertemu tempo hari.

Blush ....

Alis Gaharu mengerut melihat wajah Aleska yang berubah menjadi merah saat ini. Lalu dia tersenyum ketika tahu apa yang sedang ada dalam pikiran Aleska.

("Kenapa wajahmu merah? Kau sedang memikirkan apa hemm?")

Aleska mengerjap, buru buru dia menutup wajahnya lagi.

Aleska lalu cemberut ke arah Gaharu.

Gaharu yang melihat itu tentu saja langsung panik.

("Sayang, kenapa? Kau marah padaku?" )

Aleska menggelengkan kepalanya lalu melengos ke arah lain. Melihat wajah panik Gaharu membuat Aleska tersenyum tipis. Dia tak tahu jika hanya karena dia cemberut, Gaharu bisa sepanik itu.

"Om, aku mau istirahat dulu. Aku harus memeriksa toko kue. Om juga harus istirahat."

Tanpa menunggu jawaban dari Gaharu, Aleska langsung memutuskan sambungan telfonnya. Dia melempar ponselnya dan menetralkan detak jantungnya. Rasanya tak aman jika bersama Gaharu terus terusan.

"Duh, belum nikah aja Om Aru udah nakutin. Ini bagaimana kalau udah nikah?"

Aleska mondar mandir di kamarnya, dia mengacak rambutnya karena mulai panik.

"Duh, bahaya. Ini baru sekarang terpesona sama cowok. Dulu ketika masih sama Luke, aku tak pernah begini."

Rasanya dia yang aneh pada Aleska. Setiap bersama Gaharu dia sering tiba tiba salah tingkah dan juga malu. Belum lagi jika Gaharu tiba tiba menggodanya.

Plak....

Aleska menepuk pipinya dengan pelan, dia mengambil napas panjang dan mengeluarkan nya perlahan.

"Huft, ayolah Aleska, mereka tak sama. Masih jauh Om Aru kemana mana. Di banding dengan cowok sialan satu itu. Tak boleh disamakan. Luke tak ada apa apa ny di banding Om Aru. Uh, jauh kemana mana. Dan tadi, duh ... otot perut Om Aru....."

Tanpa sadar, Aleska membayangkan jika dia sudah bisa menyentuh perut Gaharu yang berotot.

"Duh, aku jadi mesum begini. Tak boleh Aleska, ingat tujuan mu menikah dengan Om Aru. Dia akan membantu ku membalas perbuatan Luke juga Asila. Tak boleh terpesona lebih jauh dengan Om Aru."

Setelah menenangkan dirinya, Aleska segera membersihkan diri dan berganti pakaian. Dia akan pergi ke toko kue miliknya untuk memeriksa laporan hari ini. Juga memeriksa beberapa bahan baku yang habis nantinya.

#

Sementara disisi lain, Gaharu menghela napas panjang.

Dia ternyata tak bisa pulang cepat besok karena masih ada meting penting dengan satu perusahaan besar. Mereka memaksa Gaharu sendiri yang harus datang bukan di wakilkan.

"Padahal aku ingin sekali segera pulang, tapi mereka menyusahkan sekali."

Gaharu meletakkan ponsel nya lalu kembali memeriksa pekerjaan nya yang tersisa memastikan jika tak ada yang salah setelahnya.

Tok tok....

Pintu kamar hotel Gaharu di ketuk, dan masuklah Gerald kesana.

"Ada apa?" tanya Gaharu penasaran.

"Tuan Muda, aku baru saja mendapat info dari anak buah kita kalau besok di meting itu mereka menyiapkan putri mereka untuk Tuan Muda." lapor Gerald.

Gaharu mendengus kesal, pasalnya jika mereka memaksa ingin menyerahkan putri mereka juga Gaharu tak akan pernah berminat sama sekali.

"Lalu apalagi yang mereka rencanakan? Menjebakku dengan obat perangsang atau apa?"

Gerald menggaruk hidungnya yang tiba tiba gatal karena seperti biasa, Gaharu sudah bisa menebaknya sejak awal.

"Sperti biasanya Tuan, jadi apa yang akan Tuan lakukan?"

to be continued

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 112

    Hari-hari Gaharu dengan Aleska di lewati dengan penuh gebrakan. Terlebih karena Gaharu yang merasakan semua tentang kehamilan Aleska. Mual dan muntah setiap hari sampai Aleska hamil enam bulan. Ngidam yang aneh-aneh dan membuat Gerald serta kedua orang tua mereka kelimpungan. "Om, hari ini harus periksa kandungan untuk yang terakhir sebelum persalinan. Jangan sampai telat." Gaharu yang tengah bersiap ke kantor menghentikan gerakannya. Ia mengingat ada agenda apa hari ini. "Sepertinya tak ada yang terlalu penting di kantor. Aku bisa pulang cepat nanti." Aleska mengangguk, dia lalu menyiapkan keperluan suaminya untuk segera berangkat. Kandungan Aleska sudah menginjak sembilan bulan dan beberapa hari terakhir Aleska juga sudah merasakan kontraksi palsunya. Hanya saja ia tak memberitahu Gaharu saat itu. Aleska mengerutkan keningnya ketika merasa perutnya kembali tak nyaman. "Sshh ....." Gaharu yang sedang memakai dasinya awalnya tak mendengar Aleska yang mulai

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 111

    Beberapa hari berlalu ketika Aleska di nyatakan sudah pulih dan bisa pulang. Kandungan Aleska juga di nyatakan baik-baik saja saat ini. Sementara orang tua Aleska harus menjalani terapi sampai sembuh. Aleska tak bisa mendampingi mengingat ia juga masih rentan kehamilannya. "Sayang, pagi ini mau makan apa?" "Om Aru mau apa?" Aleska paham jika Gaharu sudah bertanya seperti itu pasti Gaharu tengah menginginkan sesuatu. "Mau gulai kambing, Sayang." Aleska mengerjap, ini baru pertama Gaharu meminta makanan itu. Selama mereka menikah tak pernah ada list makanan kambing di dalam menu mereka. "Gulai kambing? Yakin?" Gaharu langsung mengangguk dengan mata yang berbinar. "Bukannya Om Aru tidak suka baunya?" Gaharu menunduk, benar apa yang di katakan Aleska tapi saat ini ia ingin sekali makan itu. "Baiklah, kita makan gulai kambing kalau begitu. Ada yang lainnya?" Gaharu yang mendengar itu matanya langsung berbinar. "Benar kah?" Aleska mengangguk, melihat

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 110

    Saat pagi tiba, Aleska mendengar suara Gaharu di kamar mandi. "Om...." panggil Aleska pelan. Gaharu keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan pucat. "Om kenapa?" Gaharu lemas, sejak tadi pagi bangun ia sudah berkali-kali ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. "Sayang, bisa panggil Mama sebentar? Rasanya tak enak." Aleska menelpon Mama mertuanya, untuk datang ke ruangannya. Aleska tak tega melihat keadaan Gaharu saat ini. Norah datang dengan tergesa-gesa begitu juga dengan Gery. "Astaga, kau kenapa Aru?" Gaharu menggeleng, lalu Norah membantu Gaharu untuk berbaring sementara Gery memanggil dokter untuk memeriksa Gaharu. "Sayang, ini sejak kapan suamimu seperti ini?" Aleska mengingat sejak kapan Gaharu seperti itu. "Tadi pagi Ma, tiba-tiba mual begitu. Belum sarapan dan baru mau mandi." Norah mengangguk, sepertinya Norah tahu penyebabnya apa."Mama, itu suami Aleska kenapa?"Aleska bingung sekaligus khawatir. Ia sendiri belum sembuh jangan sampai

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 109

    Gaharu baru saja masuk ke dalam kamar rawat Aleska, ia melihat istrinya terlelap karena memang hari sudah larut. Aleska yang merasa ada orang masuk ke dalam kamarnya, perlahan membuka matanya. "Om...." Gaharu yang baru saja ingin masuk ke dalam kamar mandi berhenti. "Kenapa bangun, hmm?" Akhirnya Gaharu mendekat ke arah ranjang Aleska, membantu Aleska untuk duduk dengan nyaman. "Lelah?" Bukannya menjawab pertanyaan Gaharu, tapi Aleska malah balik bertanya pada suaminya itu. "Sedikit, tapi aku lega satu persatu masalah di perusahan Daddy selesai. Besok aku akan mengadakan perlombaan besar di sana, jadi mungkin aku juga akan sedikit sibuk di sana." Aleska mengangguk mengerti, ia bersyukur jika semuanya selesai dengan baik. Namun Aleska kasihan melihat suaminya yang terlihat kelelahan seperti ini. "Kenapa lihatnya begitu?" Aleska menggeleng, ia membuka lebar kedua tangannya untuk memeluk Gaharu. Gaharu yang melihat itu tersenyum, lalu ia mendekat ke ar

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 108

    Gebrakan yang dilakukan Gaharu dan Gerald membuktikan jika siapapun yang menyakiti keluarga mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal. Saat ini hari sudah gelap, Gaharu dan Gerald serta tim yang lain masih berada di ruangan meting yang utama. "Paman Bram, hari ini cukup sampai di sini. Semuanya sudah lelah, besok kita lanjutkan lagi. Dan untuk pertemuan besok, aku mau setiap divisi dan juga pihak HRD hadir di meting besok. Umumkan kepada semuanya akan ada penggantian jabatan di semua tempat dan divisi. Tak akan ada diskriminasi lagi di perusahaan, dan juga berlaku untuk semua cabang!" Bram serta yang lain mengangguk, lalu Gaharu mengambil ponselnya mengetikkan sesuatu. Ting.... Ponsel Bram berbunyi, ia lalu melihatnya. Matanya membola dan menatap Gaharu cepat. "Tuan, apa ini? Kenapa mengirimi ku banyak sekali yang?" Gaharu tersenyum, ia lalu bangkit dari duduknya saat ini. "Paman, tolong bagi dengan tim Paman yang sudah bekerja keras hari ini. Traktir merek

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 107

    Kegaduhan yang di buat oleh Wijaya dan Cipto membuat semua orang tercengang. Terlebih tak lama setelah Gaharu naik ke atas, beberapa petugas polisi juga tiba di sana. Mereka langsung di arahkan untuk menemui Gaharu di ruangan meting. Yang lebih Gongnya lagi ketika tak lama Cipto dan Wijaya di seret paksa keluar dari perusahaan Kael dengan wajah tertunduk. ( Pengumuman : Karena ada nya kejadian yang merugikan perusahaan, hari ini akan di adakan pemeriksaan ulang dan juga audit besar-besaran setiap divisi. Pastikan data dan juga pekerjaan bersih tanpa adanya data nepotisme dan juga penggelapan dana serta pelanggaran yang lain. Jika di temukan pelanggaran sekecil apapun semua akan di bereskan di pengadilan!) Semua karyawan mendapatkan email pemberitahuan tentang audit itu. Mereka kelabakan dan segera memeriksa pekerjaan mereka masing-masing. Gaharu benar-benar di buat sibuk saat ini. "Tuan Gaharu, ada beberapa divisi yang juga terlibat dengan Cipto dan Wijaya. Mereka sudah

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 6

    Asila yang mendengar penuturan petugas keamanan itu membelalakan matanya. Bagaimana bisa Aleska mengatakan jika dia tak kenal dengan Asila. Mereka bersahabat cukup lama. "Itu tak mungkin, dia sahabat ku. Jadi, biarkan aku masuk." Asila memaksa ingin menerobos masuk ke dalam tapi petugas keama

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 5

    Asila mengamuk ketika mendengar semua jawaban dari Aleska. Dia lalu menghubungi Luke kembali tapi sampai malam tiba Luke pun masih tak bisa di hubungi. Sedangkan di sisi lain, Luke sudah mengerang frustasi karena pekerjaan nya terlalu banyak dan masih saja salah. "Kenapa tak selesai juga, aku

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 4

    Asila berusaha menelfon Aleska tapi tak kunjung mendapatkan jawaban. Di salon itu, dia sudah menjadi bahan tontonan banyak orang. "Bagaimana nona? Bisakah segera dibayarkan? Antriannya sudah panjang." Kasir itu kembali bertanya pada Asila dengan wajah yang ramah. Tanpa Asila tahu jika semua k

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 3

    Aleska hari ini pergi ke toko kue miliknya. Dia sejak semalam tak bisa tidur karena memikirkan pernikahannya yang mendadak dengan Gaharu. Huft..... Semua karyawannya menatap aneh pada Aleska. "Nona seperti orang putus cinta, kenapa lemas sekali hari ini?" Aleska mengerjapkan matanya saat

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status