Share

Om Duda, Nikah Yuk!
Om Duda, Nikah Yuk!
Penulis: Sangkarachan

Bab 1

Penulis: Sangkarachan
last update Tanggal publikasi: 2026-05-25 08:52:02

"Ahhh .... sayang..... "

"Kenapa hemm? Kau menikmatinya?"

"Iya..... ah...... tapi.... apa kau tak takut jika Aleska tahu apa yang kita lakukan?"

"Kenapa harus takut, dia hanya gadis yatim piatu yang polos."

Tangan seseorang yang baru saja disebut itu menggantung di udara. Dadanya terasa sesak mendengar percakapan dua orang yang ada di dalamnya.

Aleska Renavie Maheswari, sangat mengenal dua orang yang ada di dalam kamar apartemen miliknya.

Pasokan udara di sekitarnya seakan menipis ketika melihat apa yang terjadi di kamar itu. Dua orang yang dekat dengannya tanpa busana dan sedang melakukan hal yang selama ini Aleska tolak.

Dengan tangan gemetar, Aleska mengeluarkan ponsel miliknya lalu menekan tombol rekam. Meskipun sambil menahan tangis, Aleska tetap melakukan nya.

Setelah di rasa dia cukup mendapat bukti, dia pergi dari sana.

"Sejak kapan mereka bersama? Kenapa aku tak tahu jika mereka berdua mengkhianati ku?" gumam Aleska pelan.

Sambil berlari keluar dari apartemen, air mata Aleska tak kunjung mau berhenti dan malah semakin mengalir deras mengingat semua momen kebersamaan mereka bertiga.

Luke dan Asila, kekasihnya selama tiga tahun ini dan juga Asila orang yang sudah di anggap nya keluarga. Bahkan beberapa kebutuhan Asila juga Aleska yang memenuhi karena Asila selalu bilang tak mempunyai uang.

"Sialan kalian berdua, aku sudah sering membantu kalian tapi kalian menjadi manusia tak tahu diri."

Aleska menangis di dalam mobilnya meratapi semua yang dia alami.

Sementara itu, sejak Aleska berlari keluar dari dalam apartemennya seorang laki laki juga melihatnya penasaran.

"Kenapa dia menangis? Apa yang terjadi disana?" gumamnya.

"Perlu ku cari tahu tuan?" tanya sng asisten.

Gaharu Jagara Arkadewa langsung mengangguk yakin. Dia meminta asistennya untuk memeriksa.

Sedangkan dia kembali turun ke basement untuk mencari Aleska.

Saat Gaharu tiba di basement, dia melihat mobil Aleska disana. Nampak dari tempatnya berdiri, Aleska sedang meletakkan kepalanya di setir mobilnya.

"Dia menangis? Kenapa? Apa dia bertengkar dengan kekasihnya itu?" gumam Gaharu.

Tak lama ponsel Gaharu bergetar, ada pesan masuk dari asistennya yang dia suruh mencari tahu apa yang terjadi.

Matanya membola ketika melihat isi pesan itu. Tanpa sadar Gaharu mencengkeram erat ponsel miliknya.

Di dalam pesan singkat itu ada video Luke dan Asila sedang memadu kasih. Tak hanya itu yang membuat Gaharu marah. Kata kata yang terekam disana membuatnya jijik pada dua manusia itu.

Tapi dia tak akan bertindak sekarang.

"Selidiki semuanya, dan aku mau semua info itu ada di mejaku besok pagi."

Gaharu mengirim pesan singkat pada assisten nya. Sedangkan kaki Gaharu bergerak melangkah ke mobil Aleska tanpa sadar. Tapi saat Gaharu sadar dia melewati mobil itu begitu saja.

"Hampir saja, tak mungkin aku tiba tiba datang sebagai pahlawan. Harusnya aku tetap pura pura tak tahu apa yang terjadi padanya."

Gaharu masih mengawasi mobil Aleska yang terparkir disana. Tapi kemudian, mobil Aleska meninggalkan basement apartemen.

"Awasi mobil Aleska, jaga dia kemanapun dia pergi. Laporkan semua kegiatannya kepadaku."

Gaharu menghubungi anak buahnya untuk mengikuti mobil Aleska. Dia tak mah Aleska kenapa Napa di jalan.

Setelah itu Gaharu juga ikut pergi dari sana bersama sang Asisten yang baru saja kembali.

"Kembali ke kantor, urusan ini nanti saja."

#

Selama dalam perjalanan Aleska sudah menguatkan dirinya agar tak berlarut dalam kesedihannya.

Dia sudah bertekad untuk membalas kedua orang yang sudah mengkhianati nya. Beruntung selama ini, Aleska tak membuka identitas dirinya. Jadi Like dan Asila hanya tahu jika dia pemilik florist dan anak yatim piatu. Setiap kali Luke dan Asila membahas keluarganya, Aleska selalu menjelaskan secara abu abu.

"Tak akan aku biarkan kalian menikmati semua hartaku. Enak sekali kalian, tak pernah bekerja malah memakai semua uangku."

Setelahnya, Aleska menghubungi seseorang yang selalu dia percaya.

"Blokir semua kartu yang di bawa Luke dan juga Asila. Blokir semua akses mereka ke semua tempat yang biasa mereka datangi. Jika mereka bertindak seenaknya, laporkan kepada polisi."

Aleska tersenyum masam mengingat jika dia menjaga semuanya agar bisa memberikannya pada Luke ketika menikah nanti tetapi Luke malah membuat harga dirinya terhina dengan melakukan hal itu dengan Asila.

"Huft, pasti mommy sama Daddy ngetawain aku setelah ini. Sebelumnya di jodohin juga tak mau."

Setelah itu Aleska melajukan mobilnya menuju kediaman utama. Ketika dia sampai disana, Aleska mengerutkan keningnya bingung karena ada beberapa mobil yang terparkir rapi di halaman rumahnya.

"Loh, Daddy punya acara ya? Kok aku tak tahu?" gumam Aleska.

Dia masuk ke rumah dengan tatapan yang kebingungan. Terlebih ternyata di dalam rumah ada beberapa orang yang menunggunya.

"Nah, ini anak nakalnya baru saja pulang." celetuk sang mommy.

Aleska semakin kebingungan ketika tangannya langsung di tarin oleh sang mommy. Lalu tak sengaja tatapan matanya bertubrukan dengan mata seseorang.

"Om Aru...."

Gaharu yang sangat peka dengan sekelilingnya langsung melihat Aleska dengan mata elangnya. Perbedaan umur mereka yang mencolok membuat Aleska selalu memanggil Gaharu dengan sebutan Om. Dan Gaharu pun tak pernah menolaknya sama sekali.

Tatapan elang itu membuat Aleska tak bisa berpikir jernih.

Dia meremas gaun yang di pakainya dan juga menggigit bibirnya seolah apa yang akan dia katakan adalah keputusan yang besar untuk hidupnya.

"Om Aru, mau kah menikahiku? Aku janji akan jadi istri penurut dan tak akan pernah macam macam. Aku juga janji aku tak akan menyusahkan Om Aru. Yang penting om mau menikahiku."

Byur....

Kael langsung menyemburkan kopi yang baru di minumnya. Dia menatap tak percaya pada putrinya yang tiba tiba meminta Gaharu untuk menikahinya. Sementara yang lain sontak melongo.

Gaharu yang sempat terkejut pun tersenyum samar. Dia tahu betul alasan Aleska mengatakan itu semua dan itu tak masalah baginya.

"Kau yakin ingin aku menikahimu? Pernikahan bukan untuk permainan Aleska. Sekali kau masuk ke keluarga ku, kau tak akan bisa lepas begitu saja."

Suara bariton yang dingin menusuk indera telinga Aleska. Terlebih tatapan elang itu seperti sudah mendapatkan mangsanya.

Plak....

"Aru jangan menakutinya, lagi pula kita datang kesini memang untuk melamarnya. Kenapa kau kaku sekali seperti papimu."

"Hah? Bagaimana maksudnya? Melamar?"

Tiba tiba otak Aleska kosong, apa yang tak di ketahuinya saat ini. Lalu melihat ke arah Mommynya yang sudah tersenyum lebar.

Aleska menutup wajahnya kedua tangannya karena malu. Lalu dia berlalu keluar ke taman belakang.

Gaharu yang melihat itu pun tersenyum tipis.

"Biar aku yang menyusulnya."

Tanpa menunggu jawaban para orang tua, Gaharu sudah beranjak ke taman belakang menyusul Aleska.

"Dia lebih menggemaskan ternyata."

to be continued

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 66

    Clara yang marah karena dia juga di maki oleh orang tuanya, menyuruh seseorang untuk mengawasi Aleska. "Aku harus mendapatkan Gaharu kembali, dia tak boleh bahagia sementara aku harus menanggung semuanya sendiri. Paling tidak, dia juga harus memberiku beberapa uang sama seperti dulu." Clara menyeringai jahat ketika banyak rencana yang muncul di kepalanya. Dia harus bisa mendapatkan Gaharu agar kehidupannya kembali seperti dulu. Bersenang senang tanpa harus memikirkan uangnya habis. "Gaharu tunggu aku kembali, kau tak bisa lepas dari ku begitu saja!" # Aleska yang sudah bangun, ijin pada Gaharu untuk pergi ke toko miliknya. Dia lupa jika dia mendapatkan pesanan beberapa kue dalam jumlah banyak saat ini. Awalnya Gaharu tak ijinkan tapi jangan lupakan jurus andalan Aleska jika dia sedang merayu dan merajuk Gaharu. Dan saat ini, Aleska lah yang menang. Dia sedang dalam perjalanan ke toko miliknya. Namun ketika dia sampai di depan toko, matanya membola saat melihat beberap

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 65

    Di dalam ruangan Gaharu, dua orang yang baru saja menyelesaikan ritualnya sedang mengatur napasnya yang tersengal. "Om.... lelah ... aku tak kuat lagi ...." bisik Aleska lirih. Tubuhnya terasa remuk saat Gaharu sudah mendapatkan pelepasan terakhirnya. Dia tak kuat jika Gaharu memintanya sekali lagi. Gaharu yang mendengar itu tersenyum, dia lalu mengangkat tubuh Aleska dan di bawanya masuk ke dalam ruangan pribadinya. "Mandi lagi ya.... aku bantu. Aku janji tak akan sentuh yang lain ..." Aleska tak menanggapi, dia hanya diam karena dia sudah tak punya tenaga sama sekali. Gaharu juga mengerti, dia tak akan melakukan hal lain selain membersihkan tubuh istrinya. Mengganti pakaiannya dengan yang baru. Setelahnya dia membawa Aleska ke ranjang pribadinya. "Istirahat sayang, kalau butuh sesuatu aku di ruangan depan. Di sini saja, nanti aku pesan makanan untuk mu tapi kalau mau yang lain, kau bisa pesan online." Aleska mengangguk lalu gantian Gaharu yang membersihkan dirinya d

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 64

    Clara yang di usir oleh Gerald meradang, dia mengamuk karena terus di seret oleh orang orang Gaharu. Bruk.... Clara di lempar keluar perusahaan Gaharu oleh petugas keamanan. Tak lama Gerald tiba di sana dengan menatap Clara tajam. "Gerald sialan kau, berengsek kau!!" "Ck, telingaku sakit mendengar mu terus berteriak. Apa kau tak lelah membuat keributan di sini!" "Ayolah Clara, apa kau tak malu terus mengganggu Gaharu? Semua orang di sini juga tahu kalau yang meninggalkan Gaharu dulu, lalu kenapa sekarang kau malah membuat onar di sini?" Clara meradang, dia merasa jika Gerald terus menghina dan merendahkan nya. "Diam kau Gerald, kau hanya asisten Gaharu. Jadi jangan banyak bicara. Aku bisa menuntutmu!" Clara sampai menunjuk nunjuk Gerald di depan semua orang tapi bukan Gerald namanya jika dia tak bisa membalas perkataan Clara. "Oh, aku memang asisten Gaharu. Tapi aku asisten paling elit karena aku juga smua yang Gaharu miliki. Dan satu lagi, aku penasaran kenap

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 63

    Aleska masih tak bergerak dari tempatnya karena Gaharu terus maju ke depan. Namun, dia memejamkan matanya ketika Gaharu semakin lebih dekat dengan nya. "Eh ......" Mata Aleska langsung terbuka lebar ketika merasakan jika Gaharu hanya memeluknya saja. "Sayang .. maafkan aku soal kejadian tadi. Aku tak tahu kalau dia ternyata ada di kota ini. Semenjak berpisah, aku tak lagi berhubungan dengan nya atau siapapun yang dekat dengan nya." Aleska masih mencerna semuanya, terlebih saat ini Gaharu tengah memeluknya erat. Menaruh kepalanya di dada Aleska. Semua ruam di tubuh Gaharu juga sudah menghilang. Wajah Gaharu yang pucat juga mulai berseri. Perlahan tangan Aleska bergerak mengusap rambut Gaharu yang menenangkannya saat ini. "Om, kenapa minta maaf? Om tak salah, tapi mantan istri Om yang salah. Kenapa kembali mengganggu ketika Om sudah tenang dan kembali mendapatkan kebahagiaan. Apa dia ingin kembali?" Gaharu mengurai pelukannya dengan Aleska. "Sayang, kalaupun dia mengajak

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 62

    Pikiran Aleska masih kosong mendengar perkataan Gerald tentang Gaharu. Jika dia alergi dengan perempuan tapi mereka sering bersentuhan dan Gaharu baik baik saja. Gerald yang mendadak ingat tentang Aleska mengusap wajahnya kasar. "Al, nanti aku jelaskan, yang penting urus dulu suami mu ini. " Aleska mengangguk, dia melihat tubuh Gaharu penuh ruam merah. Tak selang lama seorang dokter pribadi Gaharu tiba. Dia langsung menyuntikan sebuah cairan ke dalam tubuh Gaharu. Perlahan, napas Gaharu mulai stabil dan normal. Tapi dia terlihat masih memejamkan matanya sejak tadi. Dokter itu memberikan obat pada Gerald agar Gaharu meminumnya nanti. Setelah nya, dokter itu pamit untuk undur diri. Gerald duduk tak jauh dari Gaharu yang masih dalam pengaruh obat yang membuatnya tidur sebentar. Aleska menatap Gaharu penuh tanda tanya. Selama ini dia tak tahu jika Gaharu menderita penyakit seperti itu. "Om Gerald, sebenarnya ada apa? Om Aru tak pernah bercerita apa apa kepadaku." Geral

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 61

    Aleska yang melihat Gaharu mulai meninggikan suaranya langsung kembali berdiri. Dia mengusap lengan Gaharu agar Gaharu tak terus menerus marah atau terpancing emosi oleh mantan istrinya. "Om, tenanglah... masih pagi. Tak perlu marah marah, Om bisa bicara dengan dia baik baik." Gaharu melihat wajah tenang Aleska saat mengatakan itu semua, tapi Gaharu tahu jika mata Aleska tak bisa bohong jika wanitanya itu tengah menahan kesal melihat Clara. Gaharu lalu menggenggam tangan Aleska di depan Clara dan semua karyawannya. Bagi karyawan Gaharu, mereka sangat tahu secinta apa Gaharu pada Aleska begitu juga sebaliknya. Berbeda dengan Clara yang merasa tak senang dengan apa yang dia lihat saat ini. "Gaharu, kenapa kau tak mengatakan padaku dan juga ijin kalau kau mau menikah lagi? Padahal aku masih ingin rujuk dengan mu." Clara mengatakan itu dengan wajah yang memelas. Tak hanya itu saja, dia ingin menyentuh Gaharu. Namun, Gaharu reflek mundur ke belakang. Gerald yang sejak t

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 7

    Gaharu yang mendengar teriakan Aleska menepuk keningnya. Dia lupa jika dia belum mengenakan pakaiannya setelah mandi. ( "Maaf sayang, aku baru selesai mandi. Tunggu sebentar, aku pakai baju dulu." ) Pipi Aleska menjadi panas karena panggilan Gaharu kepadanya. Dia belum terbiasa dengan itu, ras

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 6

    Asila yang mendengar penuturan petugas keamanan itu membelalakan matanya. Bagaimana bisa Aleska mengatakan jika dia tak kenal dengan Asila. Mereka bersahabat cukup lama. "Itu tak mungkin, dia sahabat ku. Jadi, biarkan aku masuk." Asila memaksa ingin menerobos masuk ke dalam tapi petugas keama

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 5

    Asila mengamuk ketika mendengar semua jawaban dari Aleska. Dia lalu menghubungi Luke kembali tapi sampai malam tiba Luke pun masih tak bisa di hubungi. Sedangkan di sisi lain, Luke sudah mengerang frustasi karena pekerjaan nya terlalu banyak dan masih saja salah. "Kenapa tak selesai juga, aku

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 4

    Asila berusaha menelfon Aleska tapi tak kunjung mendapatkan jawaban. Di salon itu, dia sudah menjadi bahan tontonan banyak orang. "Bagaimana nona? Bisakah segera dibayarkan? Antriannya sudah panjang." Kasir itu kembali bertanya pada Asila dengan wajah yang ramah. Tanpa Asila tahu jika semua k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status