Share

Bab 6

Author: Sangkarachan
last update publish date: 2026-06-17 23:37:45

Asila yang mendengar penuturan petugas keamanan itu membelalakan matanya. Bagaimana bisa Aleska mengatakan jika dia tak kenal dengan Asila. Mereka bersahabat cukup lama.

"Itu tak mungkin, dia sahabat ku. Jadi, biarkan aku masuk."

Asila memaksa ingin menerobos masuk ke dalam tapi petugas keamanan itu langsung menyeret Asila untuk dibawa pergi.

Keira dan Aleska yang melihat itu tertawa terbahak. Mereka sengaja membayar para petugas itu untuk melakukannya. Lagi pula, toko mana di mall yang harus menunjukkan kartu identitas hanya untuk masuk ke dalam toko.

"Dia bodoh sekali, astaga... Aleska, kenapa kau dulu mau berteman dengan nya?" ejek Keira.

Aleska langsung memberengut, dia ingin sekali menjitak kepala Keira. Tapi dia sadar saat ini sedang berada dimana.

"Kau menyebalkan sekali Keira, lagi pula siapa yang tahu jika dia sifatnya akan seperti itu."

Keira langsung memeluk pundak Aleska yang tengah kesal. Rasanya memang dari awal Asila ingin memanfaatkan Aleska. Dan terbukti pertemanan mereka tak tulus.

"Sudahlah, lupakan. Kita kesini ambil cincin yang kau pesan untuk acaramu sebentar lagi. Jangan merusak mood hanya karena manusia seperti dia. Tak pantas sekali dia sampai mendapat perhatian darimu."

Aleska mengangguk, dia lalu melihat perhiasan yang memang sengaja dia pesan. Saat dia ingin membayar semuanya, karyawan itu langsung menolak Card miliknya.

"Kenapa?" tanya Aleska bingung.

"Semua sudah di bayar oleh Tuan Gaharu, jadi silahkan langsung dibawa saja Nona Aleska." jawab karyawan itu ramah.

Aleska melongo, pasalnya saat dia memesan perhiasan itu, tak ada yang tahu kecuali Keira.

Sedangkan Keira sudah tersenyum lebar mendengar itu.

"Nah, jauh bangat kalau di banding dengan Luke sialan itu. Kau hanya tinggal bilang pada Om Gaharu, dan kau akan mendapatkan semuanya dengan mudah."

Aleska terlihat bingung, dia lalu melihat lagi perhiasan yang ada di tangannya.

"Tapi ini tak murah?"

Keira berdecak kesal, dia mencubit pipi Aleska gemas.

"Kau pikir Om Gaharu miskin sampai membayar perhiasan mu yang segitu tak mampu?"

"Sudahlah, lebih baik kita segera pergi dari sini sebelum bertemu wanita berengsek itu."

Keira segera menarik tangan Aleska untuk dibawanya pulang sebelum Asila kembali mengganggu mereka.

Tapi naasnya, ternyata Asila sengaja menunggu di depan pintu keluar.

"Aleska, sebentar."

Aleska langsung berhenti seperti yang diminta oleh Keira.

"Kenapa berhenti?"

Keira menunjuk Asila dengan dagunya. Aleska mengikuti arah yahh di tunjuk oleh Keira. Seketika matanya membola dan Aleska kembali kesal.

"Ih, dia kenapa masih disini? Aku kira udah pergi jauh. Terus bagaimana dong?"

Keira terlihat berpikir, lalu senyum lebar muncul di wajah cantiknya.

Keira membisikan idenya pada Aleska untuk mengerjai Asila.

"Kau yakin?" tanya Aleska ragu.

Keira langsung mengangguk yakin, dan Aleska juga mengijinkan Keira melakukannya.

Keira celingukan mencari seseorang untuk di minta melakukan rencananya.

Mata Keira berbinar ketika melihat seseorang yang pas untuk dimintai tolong. Keira lalu mendekati orang itu dan mengajaknya bicara sebentar. Tak lupa Keira memberikan sejumlah uang pada nya.

Setelahnya Keira berbalik pergi menghampiri Aleska lagi.

"Ayo ngumpet dulu, kita lihat dari sini.*

Aleska hanya menurut, tapi matanya terus terpaku pada Asila yang masih berada di depan pintu.

Aleska langsung menutup mulutnya menahan tawa ketika melihat orang suruhan Keira langsung menumpahkan banyak minuman kepada Asila.

Terlihat Asila sedang mengamuk dan memaki orang itu. Tapi orang itu langsung pergi begitu saja setelah sedikit membungkukkan badannya untuk meminta maaf.

Asila bergegas masuk ke dalam pusta perbelanjaan itu untuk mencari toilet.

"Hahah, rasakan itu."

Keira tertawa puas melihat keadaan Asila, lalu detik berikutnya mata Keira membola ketika Aleska membisikan sesuatu padanya.

"Kau yakin?" tanya Keira memastikan.

"Yakin sekali, sekalian saja di kerjain mumpung bisa."

Aleska terkikik geli membayangkan apa yang akan dilalui oleh Asila. Tapi itu sebanding dengan apa yang dia lakukan kepadanya.

"Wah, akhirnya ... kau pintar juga." celetuk Keira.

"Lalu kau pikir aku ini bodoh?"

"Hahah..... jangan marah. Ayo kita pulang, urusan itu serahkan pada pengawalmu."

Aleska mengangguk, dia lalu mengikuti Keira pulang. Sedangkan pengawal Aleska melakukan apa yang Aleska minta.

Aleska ingin Asila di kunci di dalam kamar mandi semalaman tapi tetap dengan pengawasan dari pengawal Aleska.

#

Di dalam kamar mandi, Asila membersihkan dirinya. Dia mencoba menghubungi Luke. Tapi lagi lagi, laki laki itu menolak panggilannya.

Tak lama, pesan singkat masuk ke dalam ponsel Asila.

( "Jangan menggangguku dulu Asila, pekerjaan ku belum selesai. Jika hari ini tak selesai juga, gaji ku akan di potong. Kau jangan terlalu cerewet, bisa kan kau bersikap biasa saja seperti Aleska yang tak menuntut ku macam macam?" )

Asila meremas ponselnya setelah membaca pesan singkat itu.

Dia ingin sekali berteriak dan memaki Luke, tapi dia harus menahannya karena yang terpenting dia harus mendapatkan baju ganti terlebih dahulu.

"Argh, sialan.... Kenapa malah jadi begini?"

"Mana ini lengket semua, aku harus telfon siapa?"

Asila masih menggerutu karena kesal.

"Ah, iya, telfon Aleska saja. Dia pasti masih disini dan belum pulang. Sekalian aku akan minta belikan baju yang mahal darinya."

Asila mencari nomer Aleska dan menghubunginya tapi setelah berkali kali tak kunjung mendapat respon dari Aleska.

"Sial, kenapa nomernya malah tak aktif? Dan kenapa sejak kemarin Aleska terlihat menghindariku?"

Tiba tiba saja Asila curiga jika Aleska tahu sesuatu.

"Tak mungkin Aleska tahu sesuatu?"

Asila berusaha mengenyahkan semua pikiran itu. Dan disaat dia ingin keluar, pintunya tak bisa dibuka.

"Eh, siapa yang kunci pintunya?"

Asila menggedor pintu itu dengan keras tapi tak kunjung ada yang membukanya.

"Buka.... Tolong.... siapapun di luar, buka pintunya!!"

Asila terus berteriak tapi pengawal Aleska sudah mengatur sedemikian rupa agar tak ada satu orang pun yang masuk ke dalam toilet itu.

"Sial, siapa yang ngerjain aku begini?"

Asila berusaha menghubungi Aleska kembali tapi lagi lagi nomernya tak bisa di hubungi.

"Argh, Aleska.... sialan kau. Awas saja kau kalau ketemu aku!"

#

Aleska tiba di rumahnya, sementara Keira langsung pulang karena ibunya sudah mencarinya.

Ketika dia sampai dia kamarnya, telfonnya berbunyi dan itu dari Gaharu. Ketika Aleska mengangkat nya, mata Aleska membola.

"Yak.... Om Aru ..... Kenapa tak pakai baju begitu? Om mau apa?"

to be continued

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 112

    Hari-hari Gaharu dengan Aleska di lewati dengan penuh gebrakan. Terlebih karena Gaharu yang merasakan semua tentang kehamilan Aleska. Mual dan muntah setiap hari sampai Aleska hamil enam bulan. Ngidam yang aneh-aneh dan membuat Gerald serta kedua orang tua mereka kelimpungan. "Om, hari ini harus periksa kandungan untuk yang terakhir sebelum persalinan. Jangan sampai telat." Gaharu yang tengah bersiap ke kantor menghentikan gerakannya. Ia mengingat ada agenda apa hari ini. "Sepertinya tak ada yang terlalu penting di kantor. Aku bisa pulang cepat nanti." Aleska mengangguk, dia lalu menyiapkan keperluan suaminya untuk segera berangkat. Kandungan Aleska sudah menginjak sembilan bulan dan beberapa hari terakhir Aleska juga sudah merasakan kontraksi palsunya. Hanya saja ia tak memberitahu Gaharu saat itu. Aleska mengerutkan keningnya ketika merasa perutnya kembali tak nyaman. "Sshh ....." Gaharu yang sedang memakai dasinya awalnya tak mendengar Aleska yang mulai

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 111

    Beberapa hari berlalu ketika Aleska di nyatakan sudah pulih dan bisa pulang. Kandungan Aleska juga di nyatakan baik-baik saja saat ini. Sementara orang tua Aleska harus menjalani terapi sampai sembuh. Aleska tak bisa mendampingi mengingat ia juga masih rentan kehamilannya. "Sayang, pagi ini mau makan apa?" "Om Aru mau apa?" Aleska paham jika Gaharu sudah bertanya seperti itu pasti Gaharu tengah menginginkan sesuatu. "Mau gulai kambing, Sayang." Aleska mengerjap, ini baru pertama Gaharu meminta makanan itu. Selama mereka menikah tak pernah ada list makanan kambing di dalam menu mereka. "Gulai kambing? Yakin?" Gaharu langsung mengangguk dengan mata yang berbinar. "Bukannya Om Aru tidak suka baunya?" Gaharu menunduk, benar apa yang di katakan Aleska tapi saat ini ia ingin sekali makan itu. "Baiklah, kita makan gulai kambing kalau begitu. Ada yang lainnya?" Gaharu yang mendengar itu matanya langsung berbinar. "Benar kah?" Aleska mengangguk, melihat

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 110

    Saat pagi tiba, Aleska mendengar suara Gaharu di kamar mandi. "Om...." panggil Aleska pelan. Gaharu keluar dari dalam kamar mandi dengan keadaan pucat. "Om kenapa?" Gaharu lemas, sejak tadi pagi bangun ia sudah berkali-kali ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya. "Sayang, bisa panggil Mama sebentar? Rasanya tak enak." Aleska menelpon Mama mertuanya, untuk datang ke ruangannya. Aleska tak tega melihat keadaan Gaharu saat ini. Norah datang dengan tergesa-gesa begitu juga dengan Gery. "Astaga, kau kenapa Aru?" Gaharu menggeleng, lalu Norah membantu Gaharu untuk berbaring sementara Gery memanggil dokter untuk memeriksa Gaharu. "Sayang, ini sejak kapan suamimu seperti ini?" Aleska mengingat sejak kapan Gaharu seperti itu. "Tadi pagi Ma, tiba-tiba mual begitu. Belum sarapan dan baru mau mandi." Norah mengangguk, sepertinya Norah tahu penyebabnya apa."Mama, itu suami Aleska kenapa?"Aleska bingung sekaligus khawatir. Ia sendiri belum sembuh jangan sampai

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 109

    Gaharu baru saja masuk ke dalam kamar rawat Aleska, ia melihat istrinya terlelap karena memang hari sudah larut. Aleska yang merasa ada orang masuk ke dalam kamarnya, perlahan membuka matanya. "Om...." Gaharu yang baru saja ingin masuk ke dalam kamar mandi berhenti. "Kenapa bangun, hmm?" Akhirnya Gaharu mendekat ke arah ranjang Aleska, membantu Aleska untuk duduk dengan nyaman. "Lelah?" Bukannya menjawab pertanyaan Gaharu, tapi Aleska malah balik bertanya pada suaminya itu. "Sedikit, tapi aku lega satu persatu masalah di perusahan Daddy selesai. Besok aku akan mengadakan perlombaan besar di sana, jadi mungkin aku juga akan sedikit sibuk di sana." Aleska mengangguk mengerti, ia bersyukur jika semuanya selesai dengan baik. Namun Aleska kasihan melihat suaminya yang terlihat kelelahan seperti ini. "Kenapa lihatnya begitu?" Aleska menggeleng, ia membuka lebar kedua tangannya untuk memeluk Gaharu. Gaharu yang melihat itu tersenyum, lalu ia mendekat ke ar

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 108

    Gebrakan yang dilakukan Gaharu dan Gerald membuktikan jika siapapun yang menyakiti keluarga mereka akan mendapatkan balasan yang setimpal. Saat ini hari sudah gelap, Gaharu dan Gerald serta tim yang lain masih berada di ruangan meting yang utama. "Paman Bram, hari ini cukup sampai di sini. Semuanya sudah lelah, besok kita lanjutkan lagi. Dan untuk pertemuan besok, aku mau setiap divisi dan juga pihak HRD hadir di meting besok. Umumkan kepada semuanya akan ada penggantian jabatan di semua tempat dan divisi. Tak akan ada diskriminasi lagi di perusahaan, dan juga berlaku untuk semua cabang!" Bram serta yang lain mengangguk, lalu Gaharu mengambil ponselnya mengetikkan sesuatu. Ting.... Ponsel Bram berbunyi, ia lalu melihatnya. Matanya membola dan menatap Gaharu cepat. "Tuan, apa ini? Kenapa mengirimi ku banyak sekali yang?" Gaharu tersenyum, ia lalu bangkit dari duduknya saat ini. "Paman, tolong bagi dengan tim Paman yang sudah bekerja keras hari ini. Traktir merek

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 107

    Kegaduhan yang di buat oleh Wijaya dan Cipto membuat semua orang tercengang. Terlebih tak lama setelah Gaharu naik ke atas, beberapa petugas polisi juga tiba di sana. Mereka langsung di arahkan untuk menemui Gaharu di ruangan meting. Yang lebih Gongnya lagi ketika tak lama Cipto dan Wijaya di seret paksa keluar dari perusahaan Kael dengan wajah tertunduk. ( Pengumuman : Karena ada nya kejadian yang merugikan perusahaan, hari ini akan di adakan pemeriksaan ulang dan juga audit besar-besaran setiap divisi. Pastikan data dan juga pekerjaan bersih tanpa adanya data nepotisme dan juga penggelapan dana serta pelanggaran yang lain. Jika di temukan pelanggaran sekecil apapun semua akan di bereskan di pengadilan!) Semua karyawan mendapatkan email pemberitahuan tentang audit itu. Mereka kelabakan dan segera memeriksa pekerjaan mereka masing-masing. Gaharu benar-benar di buat sibuk saat ini. "Tuan Gaharu, ada beberapa divisi yang juga terlibat dengan Cipto dan Wijaya. Mereka sudah

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 1

    "Ahhh .... sayang..... " "Kenapa hemm? Kau menikmatinya?" "Iya..... ah...... tapi.... apa kau tak takut jika Aleska tahu apa yang kita lakukan?" "Kenapa harus takut, dia hanya gadis yatim piatu yang polos." Tangan seseorang yang baru saja disebut itu menggantung di udara. Dadanya terasa

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 7

    Gaharu yang mendengar teriakan Aleska menepuk keningnya. Dia lupa jika dia belum mengenakan pakaiannya setelah mandi. ( "Maaf sayang, aku baru selesai mandi. Tunggu sebentar, aku pakai baju dulu." ) Pipi Aleska menjadi panas karena panggilan Gaharu kepadanya. Dia belum terbiasa dengan itu, ras

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 5

    Asila mengamuk ketika mendengar semua jawaban dari Aleska. Dia lalu menghubungi Luke kembali tapi sampai malam tiba Luke pun masih tak bisa di hubungi. Sedangkan di sisi lain, Luke sudah mengerang frustasi karena pekerjaan nya terlalu banyak dan masih saja salah. "Kenapa tak selesai juga, aku

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 4

    Asila berusaha menelfon Aleska tapi tak kunjung mendapatkan jawaban. Di salon itu, dia sudah menjadi bahan tontonan banyak orang. "Bagaimana nona? Bisakah segera dibayarkan? Antriannya sudah panjang." Kasir itu kembali bertanya pada Asila dengan wajah yang ramah. Tanpa Asila tahu jika semua k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status