LOGINMost women fall for rich businessmen, dashing doctors, or genius lawyers… pero ako? I fell hard for my bodyguard. *** Akala ni Caroline, one-night stand lang 'yon. A reckless escape from an arranged marriage to the cold and powerful Alexander. Mas gusto pa niyang ibigay ang sarili sa isang estranghero kaysa itali ang buhay sa lalaking 'yon. Pero paano kung ang stranger na 'yon… ay si Miguel—ang tahimik pero mapanuksong bodyguard ng pamilya niya? She thought it ended that night. But fate had other plans. As sparks turned into something deeper, Caroline finds herself falling for the one man she's not supposed to love. Sa mundo kung saan ang pangalan, yaman, at status ang sukatan ng halaga, paano kung ang puso niya’y pumili ng isang taong hindi niya ka-level? Will she defy her family's expectations and fight for a love that’s as dangerous as it is forbidden? Or will she walk away from the man who made her feel alive—just to keep everyone else happy?
View More“Apakah merebut kebahagiaan orang lain adalah hobimu?” Aksen membuka pintu kamarnya dengan sarkas. Di kamarnya kini dia tak sendiri. Seorang wanita terduduk lemas di atas ranjang dengan gaun pernikahan berwarna putih yang masih melekat pada tubuhnya.
Dia Amora, wanita yang baru saja sah menjadi istrinya. Wanita yang selalu terlihat rendah dan menjijikan di matanya. Padahal Amora adalah wanita yang sangat mencintainya dari dulu. Tapi, otak dan hatinya sama sekali tak pernah menerima kehadiran Amora di dunia ini.“Apa maksudmu?” Amora menatap suaminya dengan penuh tanda tanya.Brugh!Amora memejamkan matanya kaget ketika suara keras pintu yang dibanting oleh Aksen mampu membuat jantungnya berdetak lebih cepat. Aksen berjalan pelan menuju ke arahnya seraya menatap tajam.“Kenapa kau menggantikan Aurel menjadi pengantinku?” tekan Aksen dengan tatapan tajamnya. Amora sudah menduga ini akan terjadi. Dari dulu, Aksen hanya menginginkan sepupunya, Aurelia. Tidak dengan dirinya.Bagaimana tidak, Aurelia adalah seorang model cantik dengan bentuk badan yang bagus, impian semua wanita. Siapapun yang melihatnya pasti sangat terpesona, apalagi Aksen yang sudah mengejarnya sedari dulu.Beda dengan Amora, yang memiliki badan kurus dan mungil. Tapi meskipun tak secantik Aurelia, Amora memiliki keunikan sendiri, wajahnya sangat manis dan mampu memikat kaum Adam dengan senyumannya.Helaan nafas panjang Amora terdengar begitu jelas di telinga Aksen. Amora membalas tatapan Aksen tanpa ekspresi. “Aurel tidak mau menikah denganmu!” ucap Amora kemudian.Aksen tersenyum sinis mendengarnya. “Hah? Kau pikir aku bodoh? Alibi apalagi yang sekarang kau pakai untuk mengelabui dunia demi menikah denganku?” ucap Aksen dengan senyum meremehkan Amora.Amora memalingkan wajahnya dari tatapan tajam Aksen. Marah, kesal selalu bercampur aduk ketika ia berhadapan dengan lelaki bernama Aksen. Laki-laki itu tidak pernah berubah. Amora selalu menjadi sasaran empuk sebagai penyebab semua kesalahan yang terjadi. Meskipun dia tidak berbuat apa-apa.“Jangan tanya padaku. Sekalipun aku menjawab pertanyaanmu dengan jujur, kau takkan pernah percaya dengan kata-kataku,” ucap Amora menahan sesak yang ada. Ia tak mampu menoleh sedikitpun kepada Aksen yang masih memelototinya.“Aku akan segera mengurus surat perceraian!”Aksen berlalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sudah sangat terasa lengket. Jika bukan karena orang tuanya, ia pasti sudah membatalkan pernikahannya ketika tahu pengantin wanitanya adalah seseorang yang sangat ia benci. Hari ini adalah hari paling buruk menurut Aksen.Sementara Amora kembali memejamkan matanya sebentar setelah kalimat terakhir Aksen mampu membuatnya bungkam. Seharusnya, kemarin ia tidak menyetujui permintaan Aurelia untuk menggantikan posisinya menjadi pengantin wanita dari Aksen. Tapi karena ia berpikir jika beberapa tujuan hidupnya akan terwujud ketika ia menikahi Aksen, Amora terpaksa menyetujuinya.Di hati kecil Amora, alasan paling kuat dia melakukan hal itu adalah rasa cintanya kepada Aksen yang terlampau sangat tinggi, membuatnya sedikit gila.Semuanya telah terjadi. Amora harus tetap kuat menjalani kehidupannya yang pasti akan dihiasi penderitaan ke depannya. Lelaki bernama Aksen itu tidak mungkin membiarkannya hidup tenang setelah dianggap merusak kebahagiaannya bersama Aurelia.Amora menghela nafas panjang kemudian menghembuskannya dengan pasrah. Ia mulai beranjak dari ranjang putih itu dan berjalan ke meja rias untuk membersihkan make up dan riasan-riasan lainnya yang menempel di tubuhnya.Amora menunggu Aksen keluar dari kamar mandi. Namun, pintu kamar mandi itu tak kunjung terbuka. Aksen sengaja menghabiskan waktunya di kamar mandi hanya untuk menghindari istrinya. Terpaksa Amora pergi ke kamar mandi bawah untuk membersihkan badannya.Setelah selesai dengan ritualnya di kamar mandi, Amora hendak pergi ke kamar Aksen. Tapi seketika matanya membulat ketika melihat koper dan barang-barang lainnya sudah berada di luar kamar. Ia menoleh ke arah pintu kamar Aksen yang terlihat tertutup rapat.Amora sudah mengira itu pasti perbuatannya Aksen. Laki-laki itu tak mungkin mau sekamar dengan wanita yang dibencinya. Bahkan jika bisa melawan orang tuanya, Aksen pasti memilih untuk tidak serumah dengan Amora.Dengan lemas, Amora mengangkut barang-barangnya ke ruang tamu di bawah. Meskipun sedikit lebih merasa sesak, tapi ia sudah terbiasa. Terbiasa dengan sikap Aksen yang selalu membuatnya terlihat seperti wanita rendahan.Drtt... drtt.... drtt....Amora segera merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya yang tiba-tiba berbunyi. Seketika ia mengerutkan dahinya ketika di layar ponselnya tertera nama Dokter Frans menelponnya, padahal ini sudah larut malam.“Hallo, Dokter Frans!”“Dokter Am, maaf mengganggu waktu istirahatmu, bisakah datang segera ke rumah sakit?”Perasaan Amora saat ini sangat tidak enak. Dokter Frans tidak biasanya meminta untuk segera membantunya, jika tidak terjadi darurat. Ia semakin mengerutkan dahinya seraya menerka apa yang terjadi.“Apa yang terjadi?”“Vincent kembali melakukan percobaan bunuh diri!”Mata Amora melebar mendengar ucapan dokter Frans. Vincent adalah pasiennya yang tengah ia rawat karena mengalami depresi berat. Ya, Amora adalah seorang dokter spesialis kesehatan jiwa yang sudah dikenal dengan kemampuannya menyembuhkan beberapa orang yang mengalami gangguan kejiwaan.“Tunggu aku disana!” Amora memutuskan sambungan teleponnya kemudian meraih jaket kebesarannya untuk pergi ke rumah sakit. Meskipun hari ini ia mengambil cuti karena merupakan hari pernikahannya, tapi ia tetap saja mengutamakan pasiennya yang lebih membutuhkannya dibanding malam pertamanya yang sangat menyedihkan.Amora mengendarai mobilnya melaju membelah ibu kota di malam hari. Untung saja jalanan nampak sepi. Ia bisa membawa kendaraannya dengan sedikit kencang agar lebih cepat sampai di rumah sakit.Setelah beberapa menit, akhirnya ia sampai di tempat tujuannya. Dengan langkah cepat, Amora melewati beberapa keluarga pasien yang tengah menahan kantuknya di kursi tunggu. Beberapa perawat berlalu lalang melewati koridor yang sepi, mereka terlihat sangat semangat bekerja meskipun kebagian shift malam.Akhirnya, Amora berhasil sampai di depan ruang inap Vincent. Ia segera masuk dan terdapat dua perawat bersama Vincent yang tengah menunduk di ranjangnya dengan menenggelamkan wajahnya diantara kedua lutut yang tertekuk. Menyadari pintu ruangan terbuka, kedua perawat itu segera menghampiri Amora dan memberi salam.“Selamat malam, Dokter Am,” ucap salah seorang dari dua perawat tersebut.“Apa kalian tidak memberikan obatnya hari ini?” marah Amora tanpa meninggikan suaranya. Ia hanya cemas dengan keadaan Vincent, jadinya perawat yang kena kemarahannya.“Maaf, Dok. Hari ini pasien tidak mau makan sama sekali,” ucap salah satu perawat kepada Amora.“Haishhh!” geram Amora seraya melangkah menuju ranjang Vincent yang masih menunduk. Amora mengusap pelan bahu Vincent kemudian menghela nafas pelan.“Vin....”“Aurel tidak jadi menikah hari ini,” ucap Amora membuat Vincent bergerak mengangkat kepalanya kemudian menatap Amora penuh sendu. Amora tersenyum kemudian mengangguk-anggukkan kepalanya, menyatakan kalau ia berkata dengan jujur.“Kau tidak berbohong, Am?” tanyanya serius.Amora mengangguk lagi. “Aku tidak berbohong. Aku yang menikah dengan Aksen, bukan wanitamu.” Amora mengangkat satu tangannya dan memperlihatkan cincin yang melingkari jari manisnya pertanda ia sudah menikah.Vincent mengembangkan senyumnya senang. Laki-laki itu benar-benar dalam keadaan sadar ketika ingin mengakhiri hidupnya. Hanya saja ia mengingat bahwa hari ini adalah hari pernikahan Aurelia, mantan pacarnya yang masih sangat ia cintai.Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Kalimat itu pantas untuk Amora. Karena dengan menikahi Aksen, ia berhasil mendapat tiga keuntungan. Yaitu berhasil mendapatkan Aksen, berhasil mewujudkan keinginan terakhir mendiang ibunya, dan berhasil menyelamatkan psikis pasiennya, Vincent.Hi, everyone! I just uploaded the epilogue. Balak ko sanang dagdagan ng special chapters, pero baka huwag na lang. Gusto niyo? HAHAHAHA I'm planning to write a novel sa mga anak kasi nila. Kung sisipagin, gagawan ko ng story sina Kalix, Marco, Morgan, at Maximo. So, bali naka-series po siya. What do you think? Kindly comment below your suggestions. Thank you!🥹🤍 To all my readers who read this book until the end, maraming salamat sa pagsubaybay ng kwentong pag-ibig nina Miguel at Caroline. Sana patuloy ninyo pa rin akong susuportahan sa mga susunod ko pang mga libro. Pasensiya na po sa mga typographical at grammatical errors. Love, Deigratiamimi 🤍
Abot langit ang sayang nararamdaman ko nang tumugma ang DNA Test Results naming dalawa ni Kalix. Lahat ng hinanakit ko para sa bata ay biglang naglaho. Mas lalo akong naging pursigidong makuha uli ang loob ni Caroline. I want to win her heart again. Itatama ko ang lahat ngayong alam kong may anak pala kami. Worth it lahat ng mga pagtitiis ko. Kaya siguro ako baliw na baliw sa kaniya dahil may koneksiyon pa rin kami sa isa't isa. At 'yon ay ang anak namin. Pinagmasdan ko si Caroline na nakikipagkulitan sa anak namin. Hindi ko mapigilang matawa sa tuwing naaalala ko kung paano ako nag-propose sa kaniya. Sa tindi ng selos ko ay hindi ko mapigilang mag-propose sa kaniya kahit nasa ganoong sitwasyon kami. Gusto kong patunayan sa buong mundo na pagmamay-ari ko lang siya. Wala akong pakialam kung obsess ako sa kaniya. "Dahan-dahan baka mabinat ka," saad ko pagpasok niya sa loob ng kotse. She's six months pregnant. I made sure she would get pregnant right after our wedding. I never expecte
She's happy with someone else now. Hindi ko kayang sirain ang pamilya niya. Nakita ko lang siyang masaya kasama ang ibang tao, bigla akong natakot. Umatras lahat ng katapangan kong bawiin siya. Pakiramdam ko, kapag binawi ko siya uli, sisirain ko lang ang binuo niyang pamilya. "Babalik na ako sa Pilipinas. Bantayan niyo siya ng maigi. Masaya na ako kapag alam kong nasa mabuti siyang kalagayan," mapait kong saad kay Seb bago siya tinalikuran. Years had passed. Hindi ko pa rin siya nakakalimutan kahit ilang babae naang naka-date ko. Araw-araw ko pa rin tinatanong sa mga tauhan ko ang tungkol sa buhay niya. I'm madly in love with her. I helped her family regain the popularity and increase their sales. Nag-invest ako sa kompanya nila ayon sa plano. Napag-alaman ko kasi na pagmamay-ari pala ng ina niya ang Brooks Industries. Nakasulat ito sa last will ng yumaong ama ni Tita Roxanne. Pero binago nila ang pangalan ng kompanya. Abala ako sa pagbabasa ng mga reports nang bigla na lang puma
Simula nang nakita ko ang sekretong kwarto na 'yon sa CR nila. Halos araw-araw ko ng binibisita si Cecile. Mas lalo ko pang ginalingan ang pagpapanggap na interesado ako sa kaniya para hindi niya mahalata na iba pala ang pakay ko. "Seb, I need your help," diretsong sabi ko nang sagotin niya ang tawag ko. "Mamayang gabi. Sabayan mo akong pumunta sa bahay nila Cecile. Gusto kong tingnan ang laman ng sekretong kwarto na 'yon. Baka nandoon si Caroline. Ikaw na ang bahala kung papaano mo patutulogin ang mga tauhan nila." Desidido na akong makita at mapasok ang kwarto na 'yon. Pakiramdam ko nandoon si Caroline. Baka itinago nila sa loob. Pagsapit ng gabi, dumiretso na ako sa bahay nila Cecile. Doon na ako naghaponan. Habang abala siya sa kinakain niya, palihim ko namang inilagay ang gamot pangpatulog sa juice niya. "How's the food?" tanong niya at inilagay sa mesa ang cellphone niya. Ininom niya ang juice niya. "Delicious," tipid kong sagot at hinawakan ang kamay niya. Hinaplus-haplos
Miguel's POV I am holding her hands habang naglalakad kami patungo sa puntod ni Mama. It's been five years since she passed away, pero parang kahapon lang nangyari ang lahat. Mula nang nawala siya, halos araw-araw ko siyang binibisita. "Bakit hindi mo sinabi sa akin ns matagal na pa lang patay si Ti
I glanced inside his room impatiently when I realized he had no plan of letting me in after we escorted Kalix to Don Ernesto's room."Aren't you going to let me in?" He looked pained as he opened the door wider. I glared at him, slightly offended that it seemed to pain him to let me in. I entered his
Isinubsob ko ang mukha ko sa dibdib ni Miguel matapos kong basahin ang liham ni Daddy para sa akin. Paulit-ulit siyang humihingi ng kapatawaran sa akin. Para akong nawalan ng tinik sa puso nang mabasa ko sa liham niya ang salitang mahal niya ako. Gusto niya lang ako bigyan ng magandang kinabukasan p
Caroline's POV After a long process, Mommy was able to regain ownership of her previous company. Today is the official launch of the company after it closed down for several months. Many were surprised by Mommy's comeback. They could not believe she was still alive. Many were angry and accused her o


















Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
Ratings