Partager

Bab 4

Auteur: Eji
Pada pagi keberangkatan, Kelvano tidak langsung pergi ke studio seperti biasanya. Hal seperti ini jarang terjadi.

Saat aku sedang memastikan berat bagasi, dia berdiri di ambang pintu kamar tidur, menatapku cukup lama.

“Malam ini kamu ada waktu?”

Aku menutup ritsleting koper.

“Ada apa?”

Dia menyodorkan selembar tiket pemutaran perdana film dokumenter.

Gerakannya tampak agak kaku.

“Bukankah selama ini kamu selalu ingin melihatku memainkan ‘Orang yang Paling Dicintai’?”

Aku tidak menerimanya.

Kelvano mengernyitkan alis, lalu menyodorkan tiket itu sedikit lebih dekat.

“Aku akan memainkannya malam ini.”

Dulu, ketika Kelvano membuatku marah, dia juga tidak pernah pandai membujukku dengan kata-kata manis.

Dia hanya akan membawakanku kudapan manis kesukaanku, atau sesekali menyisakan satu tiket untukku setelah pertunjukan tertentu selesai.

Setelah itu, dia menganggap masalah sudah selesai dan aku tidak lagi marah.

Delapan tahun berlalu, tetapi hanya cara itu yang masih dia kuasai untuk membujukku.

“Tempat dudukmu sudah kusiapkan,” katanya.

“Setelah pertunjukan selesai, aku akan makan bersamamu.”

Jari-jariku menyentuh permukaan tiket itu.

Bagian hatiku yang sudah lama membeku ternyata kembali terusik.

Mungkin karena hari ini kebetulan merupakan peringatan delapan tahun pernikahan kami.

Mungkin juga karena bagiku, [Orang yang Paling Dicintai] tidak pernah sekadar menjadi sebuah melodi.

Tiba-tiba, aku ingin memercayainya sekali lagi. Untuk terakhir kalinya.

Pukul tujuh malam, aku menitipkan koperku di bandara, lalu bergegas menuju lokasi pemutaran perdana.

Petugas memeriksa tiketku sekilas, lalu mengantarkanku ke bagian belakang.

Langkahnya akhirnya terhenti di kursi barisan paling belakang, tepat di dekat dinding.

“Bu Soraya, tempat duduk Anda di sini.”

Aku tertegun sejenak.

Di bagian tengah barisan depan, tepat di depan panggung, terdapat papan nama bertuliskan [Kursi Keluarga].

Lily mengenakan gaun panjang putih, lalu duduk di sana, di tengah kerumunan orang yang mengelilinginya.

Saat melewati sisi panggung, Kelvano melihat Lily.

Langkahnya terhenti. Dia membungkuk untuk membetulkan letak selendang di bahu Lily.

Tawa hangat terdengar dari orang-orang di sekitar mereka.

Tidak ada seorang pun yang menyadari keberadaanku di barisan paling belakang.

Film dokumenter pun mulai diputar. Di layar, Kelvano tampak melewati masa-masa terpuruknya yang panjang seorang diri.

Lily muncul sebagai sosok yang mendampinginya, menceritakan bagaimana Kelvano kembali mengangkat busur selonya.

Aku memandangi masa lalu yang telah disusun ulang itu dan tiba-tiba merasa asing.

Selama delapan tahun itu, aku seperti tidak pernah ada.

Film berakhir. Sorotan lampu pun jatuh ke tengah panggung.

Kelvano mengangkat busur selonya.

Begitu melodi pertama terdengar, mataku tetap terasa panas.

Itu adalah [Orang yang Paling Dicintai].

Komposisi yang ditulisnya untukku, satu demi satu bagian, pada musim dingin tersulit dalam hidupnya.

Komposisi itu bukan sekadar kenangan dari masa lalu yang kami lalui bersama.

Di dalamnya juga tersimpan ketulusan hatiku yang dulu kuberikan tanpa syarat.

Saat pertunjukan mendekati akhir, kamera mulai menyorot para penonton melalui layar besar di lokasi acara.

Sorotan kamera perlahan bergerak dari barisan pertama ke arah belakang.

Melihat kamera semakin mendekat, detak jantungku tanpa sadar semakin cepat.

Kelvano tahu aku duduk di sini.

Dia sendiri yang mengatakan bahwa tempat duduk itu sengaja disiapkan untukku.

Mungkin dia hanya lupa soal kursi keluarga.

Mungkin kali ini, dia benar-benar ingin mengembalikan komposisi itu kepadaku.

Kamera menyapu barisan demi barisan penonton.

Saat tinggal beberapa langkah dariku, kamera itu tiba-tiba berhenti.

Detik berikutnya, gambar di layar kembali menampilkan barisan depan.

Mata Lily sedikit memerah saat dia mendongak menatap panggung.

Tepuk tangan meriah menggema di seluruh ruangan.

Kelvano menatap Lily dari balik sorotan lampu, dengan tatapan lembut.

Aku duduk dalam kegelapan dan perlahan melepaskan kepalan tanganku.

Ternyata, tempat yang dia sisakan untukku memang barisan paling belakang.

Aku boleh datang.

Aku boleh menyaksikan semuanya.

Namun, aku tidak boleh terlihat.

Bahkan, harapan yang sempat menyala sesaat tadi terasa begitu menggelikan bagiku.

Delapan tahun berlalu, dan aku masih saja bisa berkhayal, hanya gara-gara selembar tiket yang ia ulurkan, bahwa aku masih menjadi “Orang yang Paling Dicintai” Kelvano.

Aku tidak menunggu sampai acara selesai.

Aku bangkit dengan tenang, lalu meninggalkan tempat itu melalui lorong paling pinggir.

Tidak ada seorang pun yang menyadari kepergianku.

Saat tiba di bandara, pengumuman melalui pengeras suara sedang mengingatkan para penumpang untuk naik ke pesawat.

Aku mengambil kembali koperku, lalu mengatur ponsel ke mode pesawat.

Sebelum layar ponselku meredup, sebuah pesan masuk dari Kelvano.

[Kenapa kamu pergi duluan?]

Tak lama kemudian, pesan lain menyusul.

[Suasana hati Lily sedang kurang baik. Aku antar dia pulang dulu.]

[Makan malamnya kita pindah ke minggu depan saja.]

Aku tidak membalas.

Pintu kabin perlahan tertutup di belakangku.

Saat pesawat mulai meluncur di landasan, ribuan lampu kota tampak menyala di luar jendela.

Di sana ada gedung konsernya, tepuk tangan meriah untuknya, dan orang yang kembali dia pilih sebagai sosok yang paling dicintainya.

Sementara itu, akhirnya aku tidak lagi duduk di barisan paling belakang, menunggu kamera menyorot diriku.

Pesawat melaju semakin cepat, lalu lepas landas.

Aku memandangi kota itu yang semakin jauh, melepas cincin pernikahanku, lalu memasukkannya ke dalam kantong kertas di depan kursi.

Kelvano masih belum tahu.

Kali ini, aku tidak akan menunggu sampai minggu depan lagi.

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Orang yang Kucintai Tidak Berada di Valenne   Bab 10

    Tiga bulan setelah perceraian, Kelvano mengumumkan bahwa dirinya akan kembali ke panggung.Konser itu tidak menggunakan trik promosi apa pun dan tidak melibatkan tim film dokumenter.Komposisi terakhir dalam daftar pertunjukan adalah [Orang yang Paling Dicintai.]Setelah kabar itu tersebar, media ramai menebak-nebak apakah aku akan hadir.Kelvano menyisihkan satu tiket di barisan depan untukku. Kali ini, kartu nama di kursi itu dengan jelas bertuliskan Soraya. Namun, aku tidak pulang ke tanah air.Saat pertunjukan dimulai, aku sedang menyunting episode terakhir [Mereka yang Tak Dikenal.]Asistenku menjulurkan kepala ke dalam ruangan.“Kak Soraya, siaran langsungnya sudah dimulai. Kamu nggak mau menonton?”“Nggak mau.”“Benar nggak menonton? Di internet bilang, malam ini dia mau bikin gebrakan, tahu.”Aku mengenakan headphone.“Hasil akhirnya harus diserahkan besok pagi.”Asistenku mengangkat bahu, lalu menutup pintu.Belakangan, rekaman pertunjukan itu tersebar luas di internet.Setela

  • Orang yang Kucintai Tidak Berada di Valenne   Bab 9

    Pernyataan terbuka Kelvano tidak menyisakan ruang untuk membela dirinya sendiri.Dia mengakui bahwa dirinya telah membiarkan film dokumenter itu memanipulasi kronologi kejadian.Dia juga mengakui bahwa pengaturan tempat duduk keluarga dan penempatan kamera saat pemutaran perdana merupakan keputusannya.Selain itu, dia mengakui bahwa selama tiga tahun terakhir, dia hanya meluangkan sepuluh menit setiap minggu untuk istrinya.Opini publik langsung meledak.Ada yang mencacinya sebagai pria yang tidak tahu berterima kasih.Ada pula yang mengatakan bahwa citranya sebagai pria setia dan penuh cinta selama ini hanyalah lelucon belaka.Sejumlah merek pun mengakhiri kontrak dengannya.Pertunjukannya ditunda.Bahkan, tur konser yang telah dipersiapkan selama setengah tahun pun terpaksa dibatalkan.Manajernya bertanya perlukah mereka menyiapkan penanganan humas.Dia menolak. “Yang mereka katakan itu fakta.”Film dokumenter itu ditarik secara permanen dari peredaran.Pihak produksi menyampaikan pe

  • Orang yang Kucintai Tidak Berada di Valenne   Bab 8

    Pada hari kedua Kelvano dirawat di rumah sakit, aku terbang ke Kota Cigana untuk mewawancarai seorang komponis keturunan Barat yang sudah lama pensiun.Dia telah menolak lebih dari sepuluh media.Setelah kami bertemu, dia melirik sekilas daftar pertanyaan wawancara yang kubawa.“Kamu juga mengerti selo?”“Sedikit.”“Ada anggota keluargamu yang memainkannya?”Aku terdiam sejenak.“Dulu ada.”Wawancara itu berlangsung selama tiga jam.Saat wawancara berakhir, pria tua itu tiba-tiba bertanya kepadaku, “Kenapa kamu selalu bertanya tentang orang-orang di balik sebuah karya yang diabaikan?”Salju turun di luar jendela.Aku mematikan alat perekam.“Karena aku pernah menjadi orang seperti itu.”Dia menatapku cukup lama, lalu mengangguk.“Kalau begitu, liputan ini kuserahkan kepadamu.”Setelah berita eksklusif itu diterbitkan, jumlah pembacanya segera melampaui rekor perusahaan.Atasanku memanggilku ke kantornya.“Laporan utama edisi depan, kamu yang tangani.”Aku menerima dokumen itu.Di sampu

  • Orang yang Kucintai Tidak Berada di Valenne   Bab 7

    Saat Kelvano muncul di depan gedung kantor, aku baru saja menyelesaikan rapat.Dia berdiri di tengah angin dingin, hanya mengenakan mantel hitam. Matanya memerah, dipenuhi urat-urat halus yang terlihat jelas.Aku berhenti melangkah.“Kenapa kamu datang ke sini?”Seolah akhirnya bisa bernapas lega, Kelvano segera menghampiriku dan meraih pergelangan tanganku.“Kita bicarakan setelah pulang.”Aku menarik tanganku kembali.“Aku nggak akan pulang.”Tangan Kelvano terhenti kaku di udara.“Soraya, jangan buat keributan di sini.”“Aku bekerja di sini.”Aku menatapnya.“Kamu yang justru menerobos masuk ke perusahaan orang lain.”“Baiklah.”Dia berusaha menahan emosinya.“Kalau begitu, kita cari tempat untuk bicara.”Ada sebuah kafe di lantai bawah gedung kantor.Setelah kami duduk, Kelvano mendorong selembar foto dari acara pemutaran perdana ke hadapanku.Dalam foto itu, aku duduk di barisan paling belakang, dengan sorotan lampu menyapu sisi wajahku.“Aku nggak tahu juru siaran akan mengalihka

  • Orang yang Kucintai Tidak Berada di Valenne   Bab 6

    Setelah mendarat, aku tidak menyalakan ponsel pribadiku.Cabang Westoria mengirim mobil untuk menjemputku.Tempat tinggalku yang baru tidak terlalu besar, tetapi dari jendelanya terlihat sungai.Rekan kerjaku membantuku membawa kardus-kardus ke ruang tamu, lalu menunjuk dinding yang masih kosong sambil tersenyum.“Untuk sementara, tinggal di sini dulu saja. Nanti kalau ada waktu, aku antar kamu beli perabotan, ya.”“Begini sudah cukup bagus.”Aku membuka kardus.Di bagian paling atas terdapat satu set peralatan wawancara.Tidak ada kantong ramuan herbal untuk berendam.Tidak ada plester pereda nyeri.Bahkan, tidak ada sandal bersol lembut yang biasa dipakai Kelvano setiap kali selesai tampil.Ternyata, kehidupan yang benar-benar menjadi milikku sendiri tidak membutuhkan banyak ruang....Sementara itu, keadaan di tanah air sudah kacau.Pada hari pesta perayaan keberhasilan film dokumenter, sutradara tiba-tiba menerima surat resmi dari pengacara.Aku secara tegas menolak memberikan izin

  • Orang yang Kucintai Tidak Berada di Valenne   Bab 5

    Setelah pesawat memasuki ketinggian jelajah, ponselku benar-benar kehilangan sinyal.Aku menyandarkan tubuh pada kursi dan memejamkan mata....Pada saat yang sama, Kelvano baru saja mengantar Lily pulang.Lily berdiri di samping pintu mobil dengan mata yang masih memerah.“Kak Kelvano, apa Kak Soraya salah paham?”“Belakangan ini suasana hatinya memang kurang baik.”Kelvano melirik ponselnya. Pesannya belum dibalas.Dia sedikit mengernyit, lalu mengirimkan satu pesan lagi.“Dua hari lagi juga dia akan baik-baik saja.”Lily menggigit bibirnya. “Ini semua salahku. Di pemutaran perdana tadi, seharusnya aku nggak duduk di kursi keluarga.”“Tempat duduk itu diatur oleh tim.”“Tapi tadi, lampu sorot hampir saja mengenai dia.” Suara Lily semakin pelan.“Aku yang bilang ke juru siaran, aku takut kamera dan ingin siap-siap lebih awal. Mungkin dia salah paham, makanya terus menyorotku.”Jari Kelvano terhenti sejenak.“Lain kali, jangan ambil keputusan sendiri,” ucapnya dengan nada tidak keras.

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status