Partager

PASANGANKU MANDUL
PASANGANKU MANDUL
Auteur: Rini Alnabil

BIMBANG

Auteur: Rini Alnabil
last update Date de publication: 2026-03-28 20:56:21

BIMBANG

"Mas, pernikahan kita sudah 6 bulan, tapi aku belum hamil juga ya, padahal kedua orang tuaku ingin sekali kalau aku cepat hamil," gerutu Desi kepada Yudi sang suami.

Yudi terlihat memakai celana boxer-nya kembali tatkala dia sudah menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang suami. 

Yudi terlihat mengusap peluh yang bercucuran karena baru saja dia menikmati indahnya nikmat surgawi. Yudi menatap sayu kepada sang istri, matanya terlihat genit yang membuat sang istri dibuat kesal dan tersipu malu. 

"Kenapa kamu Mas!" pandangan Desi mendelik ketika sang suami mencubit hidung bangir Desi. 

"Kamu hebat Des, pandai sekali buat aku melayang ketika di ranjang, hehehe,,," Yudi menggoda sambij mengesap rokoknya yang baru saja dia nyalakan. 

"Hebat, hebat,,! Tapi kalau belum punya anak. Aku pusing Mas! Aku malu sama kedua orang tuaku, teman, saudara, juga tetangga. Yang selalu menanyakan. Kapan kamu hamil? Mungkin kamu Mas, harus di periksa ke dokter," ejek sang istri dengan bibir mengerucut dan merapikan bajunya. 

"Des, kamu jangan ngomong macam-macam karena itu tidak baik. Mungkin kita belum di percaya sama yang di atas untuk mendapatkan keturunan jadi kamu harus sabar ya, dan kalau pun sudah waktunya pasti kita akan punya anak secepatnya,"  Yudi mencoba menenangkan hati sang istri yang selalu kena cibiran dari saudara dan juga keluarga karena belum mempunyai anak sampai sekarang ini. 

°°°°°

TOKK---

TOKK---

TOKK---

Suara ketukan dari arah depan kamar sontak buat Yudi dan Desi pandangan matanya tertuju ke arah pintu. Suara sang adik dari Desi yang baru menginjak kelas 3 SMA pun terdengar  memanggil nama sang kakak. 

"Kak, kata Ibu makan dulu," teriak adik dari Desi yang bernama Nia. 

Desi pun yang sedang duduk di tepi ranjang seketika berdiri untuk membuka pintu. 

CEKLEK--!

Pintu pun nampak terbuka dan terlihat Nia tertawa seakan meledek dengan pandangan matanya mengarah ke dada sang kakak dan sepertinya Wina lupa belum mengancingkan bajunya yang bagian atas karena baru saja dia selesai melakukan kewajiban sebagai istri. 

"Capek ya, Kak!" Nia tersenyum dan melirik sekilas ke arah Yudi yang sedang meneguk secangkir kopi. 

Desi pun nampak terlihat melirik ke arah bajunya. Terlihat Desi gugup dan wajahnya merah merona tatkala melihat baju bagian atasnya yang belum dia kancing.

"Apa sih, ikut campur masalah orang dewasa saja," Desi secepat kilat membenarkan kancing bajunya yang terbuka. 

Nia pun terlihat melengos dari hadapan Desi yang terlihat malu. Desi kemudian mengajak Yudi untuk makan malam. 

°°°°°°

"Desi sepertinya kamu capek, minum ramuan ini. Ibu sengaja buat kunyit campur madu untuk kamu tapi percuma kalau hanya Desi yang minum jamu ini, seharusnya suaminya juga minum dan berusaha," Bu Sani, Ibu dari Desi seakan menyindir Yudi sang menantu. 

"Bu, sudah. Lebih baik kita makan dulu. Nak Yudi, ayo, makan," titah Pak Hasan, Bapak dari Desi. 

Pak Hasan seakan mengerti jika kedua pasangan suami-istri itu sudah lapar karena selesai melaksanakan kewajiban sebagai sepasang suami istri. 

Terlihat Yudi dan Desi begitu lahap ketika makan. Apalagi Yudi yang menghabiskan lauk yang ada di meja. 

"Kita harus coba tengah malam nanti. Siapa tahu berhasil," bisik Desi seakan ucapannya itu menggoda Yudi untuk minta jatah kembali. 

Yudi tersenyum penuh kemenangan lalu menganggukkan kepalanya.

°°°°°°

Setelah selesai makan mereka pun kembali ke kamar masing-masing. Tapi tidak dengan Yudi dan Pak Hasan, meraka duduk di teras dengan mengesap rokok.

"Nak Yudi besok kamu dan Desi pergi ke tukang urut ya, Bapak dapat referensi dari teman Bapak, biar badan kamu dan Desi terasa rileks. Siapa tahu kalian cepat punya momongan," bisik Pak Hasan. 

Yudi dan Desi yang keadaan rumah tangganya selalu ada pihak ketiga yang ikut campur yaitu  kedua orang tuanya Desi, mereka seakan merasa terganggu karena yang di pertanyakan dan di inginkan oleh kedua orang tuanya Desi adalah masalah anak. 

Yudi meremas rambutnya dengan kasar. Yudi pun bersama Desi sudah berusaha berobat namun belum ada hasil yang maksimal.

"Pak pernikahan kita baru 6 bulan, belum bertahun-tahun. Jadi kalau menurut Yudi tidak jadi masalah. Doakan saja sama Bapak semoga aku dan Desi cepat di berikan momongan." Yudi terdengar jengah jika sang mertua membicarakan masalah anak. 

Tidak bisa di pungkiri Desi adalah anak pertama dan Desi dua bersaudara. Dan setelah Nia tamat SMA nanti akan langsung di nikahkan dengan juragan tanah. 

Nia wanita yang mempunyai paras cantik, begitupun dengan Desi. Padahal dulu Desi yang akan di jodohkan dengan juragan tanah tersebut yang bernama Hendra. 

Desi menolak perjodohan dan dia lebih baik memilih Yudi. Pria yang dia pacari selama kurun waktu tiga tahun.

Nampak Yudi menatap ke sembarang arah dan pikirannya pun berselancar jauh karena dia takut kalau nanti adik dari istrinya menikah dan ternyata dia langsung hamil. Pasti Yudi akan merasa malu karena Desi belum bisa hamil. 

"Selalu yang di bicarakan masalah anak. Apa gak ada pembahasan lain," batin Yudi. 

°°°°°

Setelah selesai minum kopi, Pak Hasan dan Yudi pun nampak memasuki kamarnya masing-masing. Tatkala Yudi memasuki kamarnya terlihat Desi sudah tertidur lelap. Yudi duduk di tepi ranjang sambil menatap Desi yang nampak cantik dan tubuhnya putih bersih mulus. 

Yudi pun nampak menghela napas secara perlahan dan dia menelan salivanya. Tidak bisa di pungkiri tubuh sang istri buat dia ingin kembali memberikan sentuhan kehangatan.

"Argh,, lebih baik aku tidur juga karena kasihan kalau menganggu Desi yang sedang tertidur lelap." batin Yudi. 

Yudi pun dengan segera memejamkan matanya. Walaupun sebenarnya dia ingin kembali bermesraan dengan istrinya itu. 

°°°°°

Pagi sekali Desi terbangun dan seperti biasa dia membersihkan tubuhnya lalu merapikan rumah dan memasak.  

"Des, kamu sama Yudi sebaiknya di urut biar badan fresh dan agar cepat mempunyai momongan," ucap dari Bu Sani menggantung. Tapi Desi seakan paham dengan apa yang akan di ucapkan oleh Ibunya itu. 

"Desi paham Bu," jawabnya singkat sambil memasukkan daging ayam ke dalam wadah. Sungguh menggugah selera masakan dari Desi. Mungkin desi adalah wanita idaman bagi Yudi, selain bisa memuaskan di ranjang, Desi pun pandai masak. 

"Bapakmu katanya sudah cerita kepada Yudi kalau ada referensi temannya yang bisa urut. Kita ikhtiar Des, siapa tahu kamu cepat hamil. Tinggal menunggu beberapa bulan lagi adikmu akan menikah dengan juragan tanah. Kalau kamu di dahului hamil oleh Nia bagaimana? Apa kamu tidak malu," ucap Bu Sani. 

Karena dihinggapi rasa kesal, Desi pun nampak melengos dari hadapan Ibunya. Daging ayam yang dia masukkan ke dalam wadah pun terlihat di taruh di meja makan. 

Bersambung...

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • PASANGANKU MANDUL    CURIGA

    CURIGA Helmi menyipitkan matanya tatkala membaca pesan yang datang dari temannya dan dia pun seakan tidak percaya dengan kabar tersebut. "Hendra sekarang punya wanita lain, kasihan adik dari istrimu itu ternyata dikhianati oleh suaminya." pesan tersebut buat Helmi dihinggapi rasa penasaran dan tanda tanya besar karena dia berpikir tidak mungkin kalau Hendra punya wanita lain selain Nia adik dari istrinya.Helmi pun seakan ingin mengadu kabar tersebut kepada sang istri yaitu Desi.Tapi Helmi terlihat ragu untuk mengabarkan berita tersebut kepada sang istri karena dia pun dulu pernah mengkhianati istrinya dan nantinya dia takut di salahkan oleh Desi dan mungkin Desi akan memojokkan dirinya mungkin sama saja Helmi dan Hendra suka mempermainkan hati perempuan atau selingkuh."Kamu jangan ngomong sembarangan," Helmi membalaskan pesan. Helmi pun seakan tidak mau gegabah dia tidak mau memberikan kabar tersebut kepada Desi sebelum ada buktinya karena Hendra di mata keluarga Desi adalah ses

  • PASANGANKU MANDUL    ADA WANITA LAIN

    ADA WANITA LAIN Hiks, Hiks...Tiba-tiba Nia datang tersedu menangis mendatangi rumah Bu Sani.Sang Ibu merasa heran dan terkejut dengan kedatangan sang anak yang tiba-tiba datang dengan berderai air mata. "Nak kenapa?" tanya Bu Sani dihinggapi rasa khawatir."Mas Hendra-" jawabnya tercekat"Ada apa dengan Hendra?" tanya Bu Sani terlihat heran."Punya simp4nan," Nia semakin tersedu menangis.Bu Sani membulatkan matanya seakan tidak percaya dengan kabar berita yang dia dengar."Maksud kamu Hendra punya wanita lain?" Bu Sani hatinya begitu gelisah dan menatap lekat ke arah Nia. Nia menganggukkan kepalanya. Nampak seketika wajah Bu Sani pucat tatkala mendengar kabar tersebut dan badannya terasa lemas karena Hendra adalah menantu yang sangat dia sayangi dan selalu dia sanjung. Dalam hati Bu Sani berpikir apa mungkin ini adalah karma kepada dirinya karena dulu suka membanggakan Hendra dan selalu memandang sebelah mata kepada Yudi mantan menantunya.Bu Sani selalu membanggakan menantunya

  • PASANGANKU MANDUL    PENYESALAN

    PENYESALANPak Hasan mencoba menenangkan hati Desi yang kini tengah terluka karena sudah tersindir oleh mantan Ibu mertuanya. Sementara Bu Sani Ibu dari Desi hanya terdiam seakan tidak mau ikut campur. Tapi dalam hati Bu Sani sebenarnya dihinggapi rasa malu oleh Yudi dan keluarga dari Yudi karena Bu Sani yang berperan penting untuk memisahkan Desi dan Yudi dengan alasan Yudi lah pria mandul. Bu Sani hanya menghela napas panjang dan menyesali diri dengan tingkahnya yang selalu memojokkan Yudi saat itu. Bu Sani terlihat berlalu dari hadapan sang suami dan anaknya itu. Terlihat Bu Sani duduk di teras rumah dan menatap lekat ke arah anak angkatnya dari Desi. Bu Sani mengusap lembut rambut sang anak."Bagaimanapun juga aku harus menyayangi anak ini. Meskipun bukan darah daging Desi. Aku harus belajar ikhlas dan tidak menyakiti perasaan orang lain," batin Bu Sani. Terlihat sang anak tersenyum renyah ke arah Bu Sani dan memeluk erat kemudian mengecup sekilas pipi Bu Sani. Dalam hati Bu San

  • PASANGANKU MANDUL    MELAHIRKAN

    MELAHIRKANMirna istri dari Yudi akhirnya melahirkan anak pertamanya buah cinta dari Yudi. Anak mereka berjenis kelamin laki-laki dan diberi nama Satria. Mirna dan juga Yudi begitu gembira karena bayi mereka lahir dengan selamat dan sehat. Satria sangat ganteng dan berkulit putih sama dengan Yudi. "Sayang terima kasih ya, kamu sudah memberikan aku anak yang gagah dan ganteng," Yudi mengecup lembut kening Mirna dengan penuh kelembutan.Nampak Mirna menatap Yudi dan matanya berkaca-kaca. Mirna sangat senang dengan perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Yudi terhadap dirinya. Baginya perhatian yang diberikan oleh suaminya itu sangat tulus dan juga buat hatinya nyaman. "Beruntung kamu menikah dengan Mirna karena dia wanita subur dan tidak mandul seperti mantan kamu Desi," ucap Ibu dari Yudi. Nampak Mirna tersipu malu dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah tatkala mendengar ucapan dari ibu mertuanya itu. Mirna berpikir kalau ibu mertuanya itu tengah menjelekkan mantan dari Y

  • PASANGANKU MANDUL    SEMUA TIDAK TERDUGA

    SEMUA TIDAK TERDUGA Setelah selesai urusan dengan dokter kandungan dan sementara waktu Mirna harus di rawat untuk beristirahat beberapa hari di rumah sakit. Yudi kemudian menghampiri Pak Hasan yang tengah duduk di luar. "Pak kita ke kantin," ajak Yudi kepada Pak Hasan sambil tersenyum ramah. Pak Hasan nampak terkesiap dengan suara dari Yudi, karena Pak Hasan tengah tidak fokus pikirannya sedang melamun. "Iya-iya," jawab Pak Hasan.Yudi pun sementara terlihat kembali duduk di pinggir Pak Hasan, kemudian Yudi bercerita kalau dia sudah menikah dan dia berucap syukur karena istrinya sekarang sedang hamil. Yudi seakan ingin membuktikan kepada mantan mertuanya kalau dirinya saat ini tengah berbahagia karena sang istri tengah hamil dan Yudi pun seakan ingin membuktikan kepada mantan Bapak mertuanya kalau dia bukanlah pria mandul yang dulu pernah hinggap dalam dirinya. Terlihat Pak Hasan seakan malu terhadap dirinya sendiri karena tidak bisa dipungkiri dia pun ketika dulu pernah menyind

  • PASANGANKU MANDUL    PERTEMUAN DI RUMAH SAKIT

    PERTEMUAN DI RUMAH SAKIT Desi terlihat menangis sesungukkan tatkala melihat sang suami terbaring lemah tidak berdaya di rumah sakit. Terlihat Helmi sedang tertidur di ranjang dengan kondisi ada beberapa luka di bagian tubuhnya. Sementara Pak Hasan menatap lega terhadap Helmi karena keadaan sang menantu tidak seperti dia bayangkan. Kalau keadaan Helmi ternyata tidak parah namun hanya luka ringan saja. Tapi nampak terlihat Helmi merasa badannya sakit sekali karena sesekali dia meringis. "Mas mengapa bisa terjadi kecelakaan?" tanya Desi dengan berderai air mata. "Sudah Des, kamu jangan banyak tanya dulu kepada suamimu. Biarkan dia istirahat," Pak Hasan berusaha menenangkan hati sang anak. Nampak terlihat Helmi membuka matanya sedikit demi sedikit secara perlahan. Setelah matanya terbuka dengan sempurna Helmi pun nampak matanya berselancar ke ruangan sekitar. "Aku dimana," ucapnya dengan lirih. Terlihat Helmi akan bangun dari ranjang tersebut namun dengan cepat Pak Hasan mencoba me

  • PASANGANKU MANDUL    PERSELISIHAN

    PERSELISIHAN Setelah mengetahui bahwa Nia hamil, nampak terlihat Hendra begitu bahagia. Hari-harinya di lalui selalu bersama dengan Nia. Beruntung sekali Nia mendapatkan suami seperti Hendra karena Hendra begitu telaten dan sangat memanjakan pasangannya. Kedua orang-tuanya Nia dan Hendra pun serin

  • PASANGANKU MANDUL    DESI TERSINGGUNG

    DESI TERSINGGUNGKeesokan harinya nampak terlihat Desi dan Yudi sudah berpakaian rapi. Mereka akan pergi untuk melihat rumah yang akan mereka beli.Bu Sani terlihat menampakkan wajah yang kurang gembira. Tidak bisa dipungkiri dalam hati kecilnya, dia takut dan merasa kesepian dengan ditinggal oleh

  • PASANGANKU MANDUL    PERSELISIHAN

    PERSELISIHAN Desi sepertinya hanya berpura-pura kurang enak badan karena setelah semuanya pergi dari rumah dan nampak di rumah sepi, Desi kembali berselancar di ponselnya. "Ay, aku mau ke rumah kamu. Pikiranku sedang pusing, kamu ada kan di rumah." Desi menghubungi Ayu sahabatnya yang jarak rumah

  • PASANGANKU MANDUL    DESI GERAM

    DESI GERAMSetelah kedua orang tuanya Yudi dan juga kakaknya sepakat memberikan uang untuk tambahan beli rumah kepada Yudi. Akhirnya Desi dan Yudi pun berlalu pulang karena hari sudah larut malam dan rencana beli rumah di tunda esok hari. Kebetulan Bapaknya Yudi akan mencarikan rumah di sekitar rum

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status