Home / All / PASANGANKU MANDUL / CALON MENANTU

Share

CALON MENANTU

Author: Rini Alnabil
last update publish date: 2026-03-28 20:56:53

CALON MENANTU

Terdengar suara bunyi klakson mobil di halaman rumah Bu Sani. Nampak Bu Sani yang sedang menyiapkan sarapan pagi di dapur berlalu dari sana untuk melihat siapa yang datang.

Dan ternyata Pak Hasan sudah menyambut tamu tersebut yang tidak lain adalah calon menantunya yaitu Hendra seorang juragan tanah.

Seperti biasa Hendra selalu datang pagi sekali untuk mengantarkan sekolah Nia. Hendra sangat takut kehilangan Nia karena baginya Nia adalah wanita polos, cantik dan masih muda. Sedangkan Hendra adalah seorang lelaki berstatus duda yang sudah mempunyai seorang anak perempuan yang duduk di bangku kelas satu SMP.

"Nak Hendra, ayo! masuk," sambut Bu Sani kepada Hendra yang tengah berbicara dengan Pak Hasan di pintu mobilnya.

Hendra tersenyum lebar ke arah Bu Sani. Dia pun berlalu memasuki rumah dengan di ikuti oleh Pak Hasan.

Jam menunjukkan pukul 7 dan kebetulan hari ini Nia sedang ujian dan masuk sekolah pukul 9, jadi Hendra masih ada waktu untuk ngobrol di rumah Bu Sani sekitar 2 jam.

Bu Sani terlihat berlalu dari ruang tamu setelah Hendra duduk. Sepertinya Bu Sani mau mengambil teh hangat untuk calon menantunya itu.

°°°°°°

"Nia, Nak Hendra sudah datang, kamu temui dulu dia sebentar," ucap sang Ibu dengan suara pelan. Sambil membawa 2 cangkir teh hangat manis untuk dia bawa ke ruang tamu.

Nia anak yang patuh terhadap orang tua. Dia pun yang sedang duduk di meja belajar seketika langsung berdiri dan mengekor di belakang sang Ibu.

Setelah sampai di ruang tamu nampak Nia mencium punggung tangan Hendra dan tersenyum renyah. Hendra pun membalas dengan senyuman lebar. Dalam hati Hendra merasa bangga akan menikah dengan Nia, wanita cantik dan muda juga sopan.

"Nak Hendra kita sarapan dulu yu,,! Mumpung masih panas masakannya," ajak Bu Sani sambil menyimpan 2 cangkir teh di meja.

°°°°°

Di meja makan sudah terlihat hidangan yang menggugah selera. Nampak keluarga Pak Hasan pun menikmati sarapan pagi tersebut. Sesekali Desi curi pandang kepada Hendra.

Dalam benak Desi berpikir sosok Hendra terlihat jauh beda saat ini. Hendra terlihat rapi penampilannya dan wajahnya bersih. Mungkin karena Hendra mempunyai pacar saat ini jadi dia pun harus mengimbangi penampilannya.

Hendra terlihat menyipitkan pandangannya tatkala Desi sedang menatapnya. Tidak bisa di pungkiri hati Hendra sangat sakit kala itu karena ketika Pak Hasan akan menjodohkan dirinya dengan Desi, saat itu Desi menolak mentah-mentah dan itu buat hati Hendra terluka.

°°°

Hendra secepat kilat mengambil tisu dan mengelap bibir Nia yang terlihat belepotan. Hendra dengan sengaja melakukan itu semua agar Desi cemburu.

Terlihat Nia tersipu malu dengan perlakuan yang Hendra berikan. Sementara kedua orang tuanya Nia terlihat tersenyum puas karena Hendra calon menantunya yang kaya tersebut sangat perhatian terhadap anaknya.

"Nanti sore kita belanja ke Mall dan sekalian Ibu ajak. Mas sekarang setelah mengantar Nia mau ada perlu dulu ketemu klien," ucap Hendra terlihat menatap lekat ke arah Nia.

Nia nampak menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis. Sementara Bu Sani yang sedang menyendok makanan dengan cepat pandangan matanya mengarah ke Hendra dan tersenyum lebar.

"Wah, Nak Hendra mau ajak Ibu jalan-jalan," ucap Bu Sani dengan mata yang berbinar.

"Iya Bu, tapi kalau Bapak, Mas Yudi juga Desi mau ikut tidak apa-apa. Silahkan saja," ucap Hendra menegaskan.

"Aku mau ada perlu sama Mas Yudi. Maaf jadi tidak bisa ikut" jawab Desi dengan cepat.

"Kamu mau pergi ke tukang urut itu kan," bisik Pak Hasan lekat ke kuping Desi. Terlihat Desi pun hanya tersenyum hambar dan menganggukkan kepalanya.

°°°°°°

Satu persatu yang berada di rumah tersebut pergi. Nia pergi ke sekolah, kedua orang tuanya Desi jaga toko karena kebetulan mereka mempunyai toko kelontongan. Sedangkan Yudi pergi bekerja. Yudi bekerja di salah satu kantor swasta sebagai karyawan yang jabatannya hanya staf biasa.

Setelah keadaan rumah sepi karena semua keluar ruma, nampak Desi berselancar di layar ponselnya. Terlihat di layar ponsel sang sahabat yang bernama Fina menelepon.

"Hallo Des, kamu sedang apa?" terdengar suara renyah dari Fani sahabatnya menelepon.

"Lagi santai saja Fan," jawab Fina.

"Des, besok aku mau ke rumah saudara ada acara syukuran pernikahan. Bisa tidak kamu antar aku?" ucapnya kembali.

Sejenak Desi berpikir, apakah besok dia bisa mengantarkan sahabatnya itu. Tapi dia pun seakan bosan di rumah karena selalu jadi sindiran kedua orang tuanya yang menuntut dia untuk segera hamil.

"Boleh Fan, besok acaranya jam berapa ya, biar aku siap-siap," jawab Desi.

"Pagi jam 10, besok aku jemput kamu ya," terdengar suara Fani begitu bahagia karena sahabatnya itu mau mengantarnya ke acara pernikahan saudaranya.

Setelah Fani mendapatkan kabar gembira dari sahabatnya itu. Dia pun menutup sambungan teleponnya.

°°°°°°

Malam sekitar pukul 7 malam nampak Desi dan Yudi sedang merebahkan badannya di dalam kamar dan mereka baru saja pulang dari tukang urut. Sementara Bu Sani dan Nia sedang pergi bersama Hendra dan belum pulang. Pak Hasan terlihat sedang menunggu kedatangannya sambil duduk di teras dengan di temani secangkir kopi panas.

"Mas, besok aku mau mengantarkan Fani ke acara pernikahan. Boleh ya," terdengar Desi merajuk kepada suaminya tersebut.

Yudi yang matanya tengah fokus di layar televisi langsung seketika menoleh ke arah sang istri.

"Jam berapa, mau di antar sama aku?" tanya Hendra.

"Pukul 10 pagi dan Fani mau jemput kesini. Jadi kamu tidak usah repot antar aku," sambung Desi kembali.

Yudi pun nampak terdiam dan dia terlihat memeluk istrinya tersebut sambil memejamkan matanya.

Terlihat Desi menggoda Yudi dengan sentuhan lembut ke area bibirnya. Dan setelah beberapa menit kemudian. Mereka pun terbuai dengan sentuhan asmara yang bergelora.

°°°°°°

Keesokan harinya nampak Fani menjemput Desi ke rumahnya. Sementara Bu Sani tengah memperlihatkan belanjaannya yang dia beri dari Hendra calon menantunya itu.

"Des lihat belanjaan Ibu begitu banyak. Nak Hendra baik banget ya," Bu Sani dari dalam kantong memperlihatkan barang yang di belikan oleh Hendra. Terlihat berbagai makanan yang berisi di dalam kantong besar tersebut, juga ada baju gamis 1 yang harganya lumayan mahal bagi ukuran dompet Bu Sani.

Tidak bisa di pungkiri Yudi suaminya tidak bisa membelikan baju semahal itu. Desi pun merasa rendah hati dengan sang Ibu ketika memperlihatkan barang-barang yang sudah di belikan oleh Hendra.

"Beruntung sekali Nia, dia mendapatkan calon suami kaya. Nia kalau setelah menikah dia mau langsung dibawa pergi untuk tinggal di rumah Hendra."

DEG

Terasa berdesir seketika hati Desi tatkala sang Ibu berucap seperti itu karena baginya itu merupakan sindiran pedas yang notabene selama dia berumah tangga dengan Yudi sang suami belum membelikan rumah dan dia hanya numpang tinggal di rumah orang tuanya.

Bersambung...

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • PASANGANKU MANDUL    MELAHIRKAN

    MELAHIRKANMirna istri dari Yudi akhirnya melahirkan anak pertamanya buah cinta dari Yudi. Anak mereka berjenis kelamin laki-laki dan diberi nama Satria. Mirna dan juga Yudi begitu gembira karena bayi mereka lahir dengan selamat dan sehat. Satria sangat ganteng dan berkulit putih sama dengan Yudi. "Sayang terima kasih ya, kamu sudah memberikan aku anak yang gagah dan ganteng," Yudi mengecup lembut kening Mirna dengan penuh kelembutan.Nampak Mirna menatap Yudi dan matanya berkaca-kaca. Mirna sangat senang dengan perhatian dan kasih sayang yang diberikan oleh Yudi terhadap dirinya. Baginya perhatian yang diberikan oleh suaminya itu sangat tulus dan juga buat hatinya nyaman. "Beruntung kamu menikah dengan Mirna karena dia wanita subur dan tidak mandul seperti mantan kamu Desi," ucap Ibu dari Yudi. Nampak Mirna tersipu malu dan memalingkan wajahnya ke sembarang arah tatkala mendengar ucapan dari ibu mertuanya itu. Mirna berpikir kalau ibu mertuanya itu tengah menjelekkan mantan dari Y

  • PASANGANKU MANDUL    SEMUA TIDAK TERDUGA

    SEMUA TIDAK TERDUGA Setelah selesai urusan dengan dokter kandungan dan sementara waktu Mirna harus di rawat untuk beristirahat beberapa hari di rumah sakit. Yudi kemudian menghampiri Pak Hasan yang tengah duduk di luar. "Pak kita ke kantin," ajak Yudi kepada Pak Hasan sambil tersenyum ramah. Pak Hasan nampak terkesiap dengan suara dari Yudi, karena Pak Hasan tengah tidak fokus pikirannya sedang melamun. "Iya-iya," jawab Pak Hasan.Yudi pun sementara terlihat kembali duduk di pinggir Pak Hasan, kemudian Yudi bercerita kalau dia sudah menikah dan dia berucap syukur karena istrinya sekarang sedang hamil. Yudi seakan ingin membuktikan kepada mantan mertuanya kalau dirinya saat ini tengah berbahagia karena sang istri tengah hamil dan Yudi pun seakan ingin membuktikan kepada mantan Bapak mertuanya kalau dia bukanlah pria mandul yang dulu pernah hinggap dalam dirinya. Terlihat Pak Hasan seakan malu terhadap dirinya sendiri karena tidak bisa dipungkiri dia pun ketika dulu pernah menyind

  • PASANGANKU MANDUL    PERTEMUAN DI RUMAH SAKIT

    PERTEMUAN DI RUMAH SAKIT Desi terlihat menangis sesungukkan tatkala melihat sang suami terbaring lemah tidak berdaya di rumah sakit. Terlihat Helmi sedang tertidur di ranjang dengan kondisi ada beberapa luka di bagian tubuhnya. Sementara Pak Hasan menatap lega terhadap Helmi karena keadaan sang menantu tidak seperti dia bayangkan. Kalau keadaan Helmi ternyata tidak parah namun hanya luka ringan saja. Tapi nampak terlihat Helmi merasa badannya sakit sekali karena sesekali dia meringis. "Mas mengapa bisa terjadi kecelakaan?" tanya Desi dengan berderai air mata. "Sudah Des, kamu jangan banyak tanya dulu kepada suamimu. Biarkan dia istirahat," Pak Hasan berusaha menenangkan hati sang anak. Nampak terlihat Helmi membuka matanya sedikit demi sedikit secara perlahan. Setelah matanya terbuka dengan sempurna Helmi pun nampak matanya berselancar ke ruangan sekitar. "Aku dimana," ucapnya dengan lirih. Terlihat Helmi akan bangun dari ranjang tersebut namun dengan cepat Pak Hasan mencoba me

  • PASANGANKU MANDUL    KECELAKAAN

    KECELAKAAN Percekcokan terjadi antara kedua orang tuanya Desi. Nampak meraka sedang membicarakan Yudi yang kini istrinya sedang hamil.Pak Hasan seolah-olah menyalahkan Bu Sani yang waktu dulu menyuruh Desi cepat-cepat menceraikan Yudi. "Pak kenapa jadi nyalahin Ibu. Bukannya Bapak juga dulu menyuruh anak kita agar segera berpisah dari Yudi?" tegas Bu Sani terlihat kesal. Memang tidak bisa di pungkiri ketika dulu Pak Hasan seakan ikut andil dalam memisahkan Desi dan Yudi. Tapi di dalam lubuk hati yang paling dalam sebenarnya Pak Hasan tidak mau sang anak berpisah dengan Yudi karena bagaimanapun Yudi adalah menantu yang baik dan perhatian."Bukan nyalahin tapi Yudi sebenarnya lelaki setia dan sabar beda dengan Helmi, dia lelaki yang tidak setia. Sampai-sampai Helmi tega-teganya nyakitin hati anak kita karena dia selingkuh dengan sekertaris pribadinya." ucap Pak Hasan seakan mengeluarkan unek-uneknya yang dia pendam selama ini. DegSontak Bu Sani matanya terbelalak saat mendengar ap

  • PASANGANKU MANDUL    PERTEMUAN DESI DAN YUDI

    PERTEMUAN DESI DAN YUDINampak Yudi dan Desi terlihat gugup tatkala mereka beradu pandang di sebuah super market. Desi dan juga Yudi terlihat salah tingkah karena setelah perceraian keduanya, ini pertemuan baru pertama kalinya.Mirna terlihat menatap ke arah Yudi yang tengah salah tingkah ketika bertemu pandang dengan sosok Desi. Mirna pun terlihat menghampiri Yudi, lalu menepuk halus pundak suaminya itu yang terlihat dihinggapi rasa gelisah tatkala bertemu Desi. "Mas, kamu kenal dengan wanita ini?" tanya Mirna sambil melirik ke arah Desi."Iya, Mir, wanita ini mantan istri aku," jawab Yudi dengan perlahan.Desi nampak menatap lekat ke arah Mirna. Dadanya bergemuruh hebat tidak karuan dan dalam dirinya berpikir. Mungkinkah benar apa yang di katakan oleh temannya kemarin kalau dialah sesungguhnya yang mandul. Karena kini istri Yudi yang baru, tengah hamil dari pernikahan dengan Yudi. Desi nampak membuang napas kasar kemudian dia mengajak sang anak untuk segera pergi dari tempat ter

  • PASANGANKU MANDUL    MANGGA MUDA

    MANGGA MUDASementara Yudi bersama Mirna istri barunya sekarang sedang berbahagia, karena Mirna tengah hamil muda dan usia kandungannya sekitar satu bulan. Tentu saja Yudi sangat memanjakan sang istri, apapun kemauan istrinya pasti akan Yudi penuhi, apapun itu. Tapi Mirna tidak minta apapun dari suaminya dan ini membuat hati Yudi semakin bangga terhadap Mirna. Karena Mirna tidak menuntut yang lebih kepada suaminya tersebut."Hanya beli mangga muda saja? Selain itu kamu mau dibelikan apa Sayang," Yudi membelai rambut sang istri di tepi ranjang."Aku hanya ingin mangga muda saja Mas, tidak lebih dari itu." jawabnya lirih. Yudi terlihat mencubit gemas hidung Mirna yang mengakibatkan Mirna meringis manja kepada suaminya itu. "Maafkan Sayang," Yudi memeluk istrinya itu. "Beli mangga-nya ke super market saja, sekalian kita belanja bulanan," Mirna menatap Yudi. Terlihat Yudi menganggukkan kepalanya dan tersenyum lebar. "Aku ngikut apapun kemauan kamu Sayang," Yudi kemudian sekilas menciu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status